Lompat ke isi

Konsep:Ibrahim Lakhnawi

Dari wikishia

|| || || - || || || || || editorial box

Ibrahim Lakhnawi
Informasi Pribadi
Nama LengkapIbrahim bin Muhammad Taqi bin Husain bin Sayid Deldar Ali Naqawi
Terkenal denganFakih dan Mufasir Syiah
LakabSayid al-Ulama • Hujjatul Islam
Lahir1259 H
Tempat lahirIndia
Wafat/Syahadah1307 H
Tempat dimakamkanLucknow
Informasi ilmiah
Guru-guruMaula Kamaluddin Muhani
Ijazah Riwayat dariMirza Muhammad Hasan SyiraziMirza Habibullah RasythiMuhammad Thaha Najaf
Karya-karyaTuhfah al-Mu'mininAl-Yawaqit wa al-Durar fi Hukm al-Tamatsil wa al-ShuwarNur al-Abshar fi Akhdz al-Tsar
Kegiatan Sosial dan Politik


Ibrahim bin Muhammad Taqi bin Husain bin Deldar Ali Naqawi Nashirabadi (1259-1307 H/1843-1890), yang dikenal sebagai Ibrahim Lakhnawi, adalah seorang Fakih dan Mufasir Syiah pada abad ke-13 Hijriah di India. Ia memiliki Izin Riwayat dari Mirza Syirazi, Syekh Ali putra Shahib Jawahir, Habibullah Rasyti, dan ulama lainnya.

Ibrahim Lakhnawi dihormati oleh penguasa Syiah terakhir di Lucknow. Diriwayatkan juga bahwa Nashiruddin Syah Qajar dan bahkan Ratu Inggris memandangnya dengan penuh rasa hormat. Perlawanannya terhadap perintah penghapusan Syahadat Ketiga (kesaksian atas wilayah Imam Ali as) dalam Azan, serta suratnya kepada Ratu Inggris, merupakan penyebab utama pembatalan perintah tersebut di Lucknow.

Biografi

Ibrahim Lakhnawi lahir di Lucknow, India, dan tumbuh besar serta menuntut ilmu di sana.[1] Ia mempelajari saraf, nahwu, mantik, dan bayan di bawah bimbingan Mulla Kamaluddin Mohani, serta mempelajari Fikih dan Ushul di bawah bimbingan ayahnya.

Setelah wafatnya sang ayah, yang merupakan salah satu ulama dan fakih Syiah, ia mengambil alih urusan syariat dan keagamaan Syiah di Lucknow dan diberi gelar "Sayid al-Ulama" oleh Sultan Wajid Ali Shah, sultan Syiah terakhir di Lucknow.[2]

Ibrahim wafat pada usia 48 tahun pada tahun 1307 H. Jenazahnya dimakamkan di Husainiyah ayahnya, Muhammad Taqi, di Lucknow.[3]

Perjalanan

Ibrahim Lakhnawi pergi menunaikan ibadah Haji pada tahun 1289 H/1872. Pada tahun 1291 H, ia melakukan perjalanan ke Irak untuk berziarah ke Atabat Aliyat.[4] Pada tahun 1306 H/1888, ia melakukan perjalanan ke Iran dengan tujuan berziarah ke Haram Imam Ridha as. Di Haram Abdul Azhim di kota Rey, ia disambut oleh para ulama dan pejabat. Ia juga bertemu dengan Nashiruddin Syah Qajar[5] dan sebagai bentuk penghormatan, Syah memberinya gelar "Hujjatul Islam".[6]

Guru-guru

Syekh Ibrahim memperoleh izin riwayat dari para fakih Syiah terkemuka:

Karya

Ibrahim Lakhnawi memiliki sejumlah karya tulis sebagai berikut:

  1. Tuhfah al-Mu'minin; merupakan Risalah Amaliyah miliknya dan telah dicetak di Indi] dalam bahasa Urdu.[8]
  2. Al-Yawaqit wa al-Durar fi Hukm al-Tamatsil wa al-Shuwar; dicetak di India.[9]
  3. Nur al-Abshar fi Akhdz al-Tsar; dicetak di Lucknow dalam bahasa Persia.[10]
  4. Al-Syam'ah fi Ahkam al-Jum'ah; ditulis atas nama Nashiruddin Syah, oleh karena itu disebut juga Al-Lum'ah al-Nashiriyah dan sebuah naskahnya terdapat di perpustakaan pribadinya di Lucknow.[11]
  5. Zab al-A'il; dalam bidang fikih.[12]
  6. Amal al-Amil; dalam bidang kalam (bahasa Persia), merupakan pelengkap untuk buku ayahnya, Yanabi' al-Anwar, dalam bidang tafsir.
  7. Al-Bida'ah al-Muzjah; tafsir Surah Yusuf.[13]
  8. Da'aim al-Iman.[14]

Surat kepada Ratu Inggris

Ketika pemerintahan penguasa Syiah di Lucknow berakhir dan pemerintah Inggris menguasai wilayah tersebut, Inggris memerintahkan para ulama agama untuk menghapus kesaksian atas wilayah Imam Ali asdari Azan. Ibrahim menentang keras hal tersebut dan menulis surat kepada Ratu Inggris, yang hasilnya perintah tersebut dibatalkan,[15] namun pada saat yang sama pemerintah Inggris memberinya gelar "Syams al-Ulama".[16]

Catatan Kaki

  1. Agha Bozorg Tehrani, Thabaqat A'lam al-Syi'ah, 1404 H, hlm. 10.
  2. Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 205; Modarres Tabrizi, Rayhanah al-Adab, 1369 HS, jld. 6, hlm. 230.
  3. Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 205; Modarres Tabrizi, Rayhanah al-Adab, 1369 HS, jld. 6, hlm. 231.
  4. Shadr al-Afadhil, Mathla' al-Anwar, 1402 H, hlm. 478.
  5. Shadr al-Afadhil, Mathla' al-Anwar, 1402 H, hlm. 478.
  6. Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 205.
  7. Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 205; Modarres Tabrizi, Rayhanah al-Adab, 1369 HS, jld. 6, hlm. 230-231.
  8. Agha Bozorg Tehrani, Al-Dzari'ah, 1403 H, jld. 3, hlm. 474.
  9. Modarres Tabrizi, Rayhanah al-Adab, 1369 HS, jld. 6, hlm. 231; Agha Bozorg Tehrani, Al-Dzari'ah, jld. 25, hlm. 295-296.
  10. Modarres Tabrizi, Rayhanah al-Adab, 1369 HS, jld. 6, hlm. 231; Shadr al-Afadhil, Mathla' al-Anwar, hlm. 479.
  11. Modarres Tabrizi, Rayhanah al-Adab, 1369 HS, jld. 6, hlm. 231; Agha Bozorg Tehrani, Al-Dzari'ah, jld. 14, hlm. 233.
  12. Agha Bozorg Tehrani, Al-Dzari'ah, 1403 H, jld. 15, hlm. 198.
  13. Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 205.
  14. Lakhnawi, Nujum al-Sama, 1396 H, hlm. 122.
  15. Amin, A'yan al-Syi'ah, jld. 2, hlm. 205.
  16. Musawi Isfahani, Ahsan al-Wadi'ah, 1348 H, hlm. 114.

Daftar Pustaka

  • Agha Bozorg Tehrani, Muhammad Muhsin. Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syi'ah. Beirut: Dar al-Adhwa, Cetakan ketiga, 1403 H.
  • Agha Bozorg Tehrani, Muhammad Muhsin. Thabaqat A'lam al-Syi'ah. Masyhad, 1404 H.
  • Amin, Muhsin. A'yan al-Syi'ah. Tahkik: Hasan al-Amin. Beirut: Dar al-Ta'aruf lil-Mathbu'at, 1403 H.
  • Lakhnawi, Muhammad Mahdi. Nujum al-Sama. Qom, 1396 H.
  • Modarres Tabrizi, Muhammad Ali. Rayhanah al-Adab. Teheran: Penerbit Khayyam, Cetakan ketiga, 1369 HS.
  • Musawi Isfahani, Muhammad Mahdi. Ahsan al-Wadi'ah. Baghdad, 1348 H.
  • Shadr al-Afadhil, Murtadha Husain. Mathla' al-Anwar. Karachi, 1402 H.

Pranala Luar