Ali bin Ibrahim al-Qummi

Prioritas: b, Kualitas: b
Dari wikishia
Makam Ali bin Ibrahim di kota suci Qom
Informasi Pribadi
Nama LengkapAli bin Ibrahim al-Qummi
Kerabat termasyhurIbrahim bin Hasyim al-Qummi
Informasi ilmiah
Guru-guruIbrahim bin Hasyim al-Qummi
Murid-muridMuhammad bin Ya'qub al-KulainiAli bin Babawaih al-Qummi
Karya-karyaTafsir al-QummiQurb al-Isnadal-Tauhid wa al-Syirk
Kegiatan Sosial dan Politik


Ali bin Ibrahim al-Qummi (bahasa Arab: على بن ابراهيم القمي) termasuk fukaha, ahli tafsir terkemuka Imamiyah dan sahabat Imam Hadi as yang banyak meninggalkan karya. Karya terpenting Ali bin Ibrahim adalah tafsir riwayat Alquran yang lebih dikenal dengan Tafsir al-Qummi.

Biografi

Tanggal detail lahir dan wafatnya Ali bin Ibrahim Qummi tidak diketahui, tetapi yang pasti ia hidup pada pertengahan kedua abad ke-3 H dan awal abad ke-4 H.[1]

Ayahnya, Ibrahim bin Hasyim Qummi termasuk ahli hadis Imamiyah. Ibrahim bin Hasyim berhijrah dari Kufah ke Qom. Dikatakan, dia orang pertama di Qom yang menyebarkan hadis-hadis Ahlulbait as dan mendapat taufik bertemu dengan Imam Ridha as.[2] Ishak bin Ibrahim, saudara Ali bin Ibrahim dan anak-anak Ali bin Ibrahim, yakni Ahmad, Ibrahim dan Muhammad semuanya termasuk tokoh-tokoh agama pada masanya.[3]

Bersahabat Dengan Para Imam Syiah

Dalam literatur riwayat dan rijal Syiah, nama Ali bin Ibrahim tercatat dalam barisan sahabat-sahabat Imam Hadi as.[4] Ali bin Ibrahim disamping hidup di masa Imam Hadi as, juga hidup pada periode Imam Hasan Askari as dan masa Ghaibah Shughra. Namun demikian, dalam literatur muktabar Syiah tidak ada riwayat yang dinukil langsung oleh Ali bin Ibrahim dari Imam Hadi as dan imam-imam Maksum yang lain. Ayatullah Khui memandang tidak adanya riwayat langsung dari para Imam as tidak bertentangan dengan poin ini, bahwa Ali bin Ibrahim berada dalam barisan sahabat-sahabat Imam Hadi as.

Kedudukan Ilmiah

Ketenaran Ali bin Ibrahim lebih mengarah pada penukilan riwayat-riwayat dan penyusunan karya-karya hadis. Riwayat-riwayatnya dari imam-imam Syiah dinukil oleh para ulama sebagai sumber-sumber tafsir dan fikih. Pakar ilmu rijal memandang dia tsiqah (dipercaya dalam menukil riwayat).[5] Namanya di antara sanad-sanad riwayat Syiah banyak ditemukan.[6] Dan perawi-perawi muktabar Syiah banyak menukil riwayat darinya.[7] Kulaini, penulis terkemuka sumber riwayat Syiah menukil lebih dari 7000 hadis darinya.[8]

Ali bin Ibrahim mendengar hadis dari banyak guru dan banyak murid pun belajar darinya. Di antara gurunya adalah ayahnya sendiri, Ibrahim bin Hasyim Qummi yang sangat diakui oleh para pakar hadis Syiah.[9] Sebagian sumber mencatat nama 48 guru dan 23 murid dari Ali bin Ibrahim. Muhammad bin Ya'qub al-Kulaini dan Ali bin Husain bin Musa bin Babawaih, ayah Syaikh Shaduq termasuk murid-muridnya.[10]

Di dalam kitab-kitab Ahlusunah dia juga disebut.[11]

Guru-guru

Ali bin Ibrahim belajar dari banyak perawi muktabar Syiah, antara lain adalah:

  1. Ayahnya, Ibrahim bin Hasyim Qummi
  2. Saudaranya, Ishak bin Ibrahim bin Hasyim
  3. Muhammad bin Isa
  4. Ahmad bin Muhammad bin Khalid Barqi
  5. Ayyub bin Nuh
  6. Ahmad bin Ishak bin Sa'ad
  7. Ahmad bin Muhammad
  8. Ismail bin Muhammad Mulki
  9. Hasan bin Muhammad
  10. Hasan bin Musa al-Khassyab

Murid-murid

Banyak sosok yang belajar juga darinya seperti:

  1. Tsiqatul Islam Muhammad bin Ya'qub Kulaini
  2. Qasim bin Muhammad
  3. Ahmad bin Ziyad bin Jakfar Hamadani
  4. Hasan bin Hamzah Alawi
  5. Muhammad bin Musa bin Mutawakkil

Dalam Penjelasan Lain

Ahmad bin Ali Najasyi mengenai dia mengatakan, "Ali bin Ibrahim adalah sosok yang dipercaya dalam menukil riwayat-riwayat, memiliki iman yang statis dan kokoh, dipercaya dan mempunyai keyakinan dan mazhab yang benar. Dia mendengar dan menukil banyak riwayat dari guru-guru hadis Syiah".

Fadhl bin Hasan Thabrisi menulis, "Ali bin Ibrahim paling besarnya perawi Syiah yang hidup di zaman Imam Hasan Askari as, dan Muhammad bin Ya'qub Kulaini di kitab al-Kafi banyak menukil hadis darinya".

Karya-Karya

Ali bin Ibrahim banyak meninggalkan karya-karya, di antaranya adalah:

Al-Tafsir adalah kitab Ali bin Ibrahim yang paling masyhur yang lebih dikenal dengan Tafsir Qummi.Tafsir ini bertipologi riwayat; artinya dia hanya mengumpulkan riwayat-riwayat tafsir Ahlulbait as tanpa melakukan ijtihad dan penafsiran dalam makna ayat-ayat. Kebanyakan riwayat-tiwayat kitab ini dinukil melalui jalan ayahnya, Ibrahim bin Hasyim Qummi. Tafsir ini termasuk tafsir terkuno Syiah yang masih eksis dan dianggap sumber para mufassir terpenting sepanjang abad yang lalu hingga kini dan dicetak dalam 2 jilid.

Karya-karya Lain

  • Kitab al-Nāsikh wa al-Mansukh
  • Kitab Qurbul Isnad
  • Kitab Al-Syarai'
  • Kitab al-Haidh
  • Kitab al-Tauhid wa al-Syirk
  • Kitab Fadhail Amiril Mukminin as
  • Kitab al-Maghazi
  • Kitab al-Anbiya'
  • Kitab al-Musyadzir
  • Kitab al-Manaqib
  • Kitab Ikhtiyar al-Quran.[12]

Catatan Kaki

  1. Fa'al Iraqi, Qummi, Ali bin Ibrahim, hlm.1776
  2. Thusi, al-Fihrist, hlm.36
  3. Fa'al Iraqi, Qummi, Ali bin Ibrahim, hlm.1776
  4. Thusi, al-Abwāb, hlm.390
  5. Allamah Hilli, Khulashah al-Aqwal, hlm.187; Thusi, al-Fihrist, hlm.152 dan 153; Najjasyi, Fihrist Asmā' Mushannifiy al-Syiah, hlm. 260
  6. Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, jld.12, hlm.213
  7. Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, jld.12, hlm.214
  8. Subhani, Tadzkiratul A'yan, hlm.283
  9. Subhani, Kulliyat fi Ilm al-Rijal, hlm.310
  10. Fa'al Iraqi, Qummi,Ali bin Ibrahim, hlm.1776
  11. Fa'al Iraqi, Qummi, Ali bin Ibrahim, hlm.1776
  12. Thusi, al-Fihrist, hlm. 152; Qummi, Tafsir Qummi, Mukaddimah, hlm.8

Daftar Pustaka

  • Khui, Abul Qasim, Mu'jam Rijal al-Hadis, tanpa tempat, 1413 H.
  • Subhani, Jakfar, Kulliyat fi Ilm al-Rijal, Qum, 1414 H.
  • Thusi, al-Abwab (Rijal al-Thusi), institut Nasyri Islami, Qum, 1415 H.
  • Thusi, al-Fihrist, institut Nasyri Islami, Qum, 1417 H.
  • Najjasyi, Fihrist Asma' Mushannifiy al-Syiah (Rijal al-Najjasyi), institut Nasyri Islami, Qum, 1416 H.
  • Al-Qummi, Ali bin Ibrahim, Tafsir al-Qummi, penyunting: Sayid Thayyib al-Musawi al-Jazairi, Qum, institut Darul Kitab li al-Thabaah wa al-Nasyr, 1404 H.
  • Fa'al Iraqi, Husain, "Qummi, Ali bin Ibrahim", Dar Danesynameh Quran wa Quran Pazuhi, riset: Bahauddin khurramsyahi, jld.2, Teheran, Dustan-Nahid, 1418 H.