Prioritas: aa, Kualitas: b

Tabarri

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Tabarri (bahasa Arab: التبري) atau disebut juga baraat (برائت ) adalah sebuah istilah teologis dan salah satu ajaran serta praktik beragama, khususnya dalam ajaran Syiah dan sebagian mazhab yang ada dalam Islam.

Tabarri bermakna menjauh dan berlepas diri dari musuh Tuhan dan musuh para wali atau pemimpin agama. Terma ini memiliki akar dalam Al-Qur'an yang secara keseluruhan disebutkan dalam 20 surah Al-Qur'an. Berbagai mazhab dengan bersandar pada kebenaran mazhabnya menjadikan dirinya sebagai personifikasi wali Allah dan musuh-musuhnya sebagai orang-orang yang keluar dari agama, ahli kebatilan dan musuh Allah. Mereka menilai tabarri (berlepas diri dan menjauh dari mereka) merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan. Dalam hal ini, orang-orang Syiah meyakini bahwa Imamah merupakan sebuah hal yang telah ditetapkan oleh nash (manshush), kelanjutan dari risalah (kenabian), dan penjamin kelestarian Islam. Rasulullah saw memperkenalkan mereka dan setiap imam juga memperkenalkan imam setelahnya. Karena itu, orang-orang yang menjadi penghalang terealisasinya imamah, bentuk orisinil dan hakiki Islam atau memusuhi Ahlulbait Rasulullah saw adalah musuh-musuh Allah dan berlepas diri (tabarri) dari mereka wajib hukumnya.

Demikian juga Muslim Syiah, dengan berdalilkan Al-Qur'an –di antaranya ayat-ayat 18 dan 19 surah Hud, ayat 25 surah al-Anfal dan ayat 22 surah al-Mujadilah– di samping bersandar pada sebagian riwayat muktabar dalam himpunan hadis Syiah dan Sunni, yang berkaitan dengan kedudukan Imam Ali as, menilai bahwa musuh Imam Ali as adalah musuh Allah dan Rasul-Nya dan berlepas diri dari mereka merupakan sebuah kewajiban.

Arti Tabarri

Tabarri adalah masdar tsulatsi berwazan tafa'ul, asalnya adalah ta-ba-rruw dan berasal dari akar kata "ba-ra-a". Dalam Bahasa Persia, sebagian besar tabarri dinyatakan dalam bentuk tabarra. Tabarri secara leksikal berarti menjauhi sesuatu karena berdekatan dengannya adalah tindakan yang tidak terpuji dan manifestasi dari keburukan. Tabarri juga dapat bermakna berlepas diri dan semacamnya. Dalam bahasa Persia, tabarri juga berarti menghindari dan menjauhi.[1]

Tabarri dalam Al-Qur'an

Istilah dan ajaran tabarri mempunyai akar dalam Al-Qur'an. Di samping terdapat satu surah yang dimulai dengan tabarri Tuhan dan Nabi-Nya dari kaum musyrikin, sehingga dinamakan baraah, juga ada dalam 20 surah (secara keseluruhan 27 ayat), klausul baraah dan derivatnya disebutkan sebanyak 30 kali[2] misalnya: berlepas diri dari syirik[3] baraah Nabi Muhammad saw terhadap penentangnya dan juga berlepasnya penentangnya dari Nabi saw sendiri.[4] Al-Qur'an menggunakan istilah baraah dan tabarri sebagai makna leksikal dan sisi kesamaannya adalah menjauhi musuh Tuhan dan keluarnya dari janji setia kepada kaum musyrik dan kafir, pemutusan dan berhenti untuk mengikuti kebatilan.[5]

Hadis-hadis tentang Tabarri

Hadis-hadis