Prioritas: a, Kualitas: b

Puasa

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Puasa (bahasa Arab:الصوم) merupakan amalan penting dalam agama Islam dan artinya adalah seseorang wajib untuk menjalankan perintah Allah swt semenjak adzan Subuh hingga azan Maghrib serta menjauhkan diri dari sebagian pekerjaan-pekerjaan seperti: makan dan minum. Puasa adalah salah satu furu'din dalam agama Islam. Dalam agama-agama lain pun terdapat bentuk-bentuk puasa yang diwajibkan.

Puasa merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, menggapai tingkatan takwa yang lebih tinggi, memurnikan badan dari urusan-urusan maknawi atau kafarah dan tebusan bagi sebagian dosa-dosa, memperkuat iradah dan juga untuk mengembangkan rasa belas kasih terhadap orang-orang miskin. Dari segi Fikih, puasa dibagi menjadi empat: wajib, mustahab, makruh dan haram. Demikian juga berdasarkan sebagian riwayat, amalan ibadah ini memiliki tingkatan dari sisi irfan: puasa umum, puasa khusus, puasa khusus dari khusus.

Puasa bulan Ramadhan merupakan tiang agama Islam dan wajib dijalankan oleh semua kaum Muslimin baligh, berakal, sehat. Puasa bulan Ramadhan diwajibkan bagi kaum muslimin pada 28 Sya'ban tahun ke-2 H di Madinah ketika turun ayat 183 surah al-Baqarah:

﴾یا أَیهَا الَّذینَ آمَنُوا کتِبَ عَلَیکمُ الصِّیامُ کما کتِبَ عَلَی الَّذینَ مِنْ قَبْلِکمْ لَعَلَّکمْ تَتَّقُون﴿

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa. Pada masa kemudian terjadi penghapusan/penganuliran hukum (nasikh) pada beberapa bagian kewajiban dan keharamannya." Puasa merupakan rukun ibadah, yang mencakup puasa wajib dan mustahab dalam berbagai macam waktu dalam satu tahun.

Sejarah Puasa pada Agama-agama sebelumnya

Islam
کتیبه مسجد.png

Puasa secara leksikal adalah menjauhikan diri dari suatu perbuatan dan menurut istilah syar'i adalah menahan hawa nafsu dari semua perkara yang membatalkan puasa. (mufthirat) Alquran secara eksplisit menjelaskan bahwa kewajiban Ilahi ini telah dijelaskan dalam agama-agama sebelumnya. [1] Namun demikian, kesamaan puasa antara kaum Muslimin dengan umat-umat sebelumnya ada pada asli taklif (menjalankan kewajiban syar'i) bukan pada kekhususan-kekhususan yang ada pada puasa itu sendiri. Berdasarkan riwayat-riwayat Islam, Nabi Adam as adalah orang pertama yang mengerjakan puasa. [2]

Puasa merupakan ibadah kaum Yahudi yang beberapa kali telah diisyaratkan pada perjanjian lama. Nabi Musa as, sebelum menerima lempengan-lempengan Alwah dari Tuhan, sepanjang siang dan malam berpuasa, tidak makan dan tidak minum selama 40 hari di gunung Sina (Saina). [3]

Dalam syariat Yahudi, salah satu cara umum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan adalah dengan puasa. Pada masa sekarang, puasa merupakan perkara umum dan biasa dalam ajaran Yahudi dunia yang berupa kewajiban dan pilihan untuk dikerjakan. Puasa dalam bahasa Ibrani adalah Ta'anit berarti penderitaan jiwa yaitu menjauhi makanan dan minuman di siang hari (syar'i). Pada kalender Ibrani 6 hari ditentukan sebagai puasa wajib. Berdasarkan apa yang tertera dalam kitab Perjanjian Baru Sayidah, Maryam berpuasa. Demikian juga Nabi Isa as disamping ia berpuasa, juga memerintahkan pengikutnya untuk mengerjakan puasa setelah wafatnya. [4]

Puasa dalam Islam

Kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan ditetapkan pada 28 Sya'ban tahun ke-2 H/624, 13 hari setelah terjadi perubahan kiblat.[5] Meskipun sebelumnya Nabi Muhammad saw dan sebagian kaum Muslimin telah melakukan puasa. Pada permulaan Islam, orang-orang yang melakukan puasa juga berkewajiban untuk menjalankan dua perkara lain yang pada masa kemudian perintah itu dihapus.

  1. Orang-orang yang melakukan puasa hanya boleh makan dan minum sampai sebelum mereka tidur.
  2. Hubungan suami istri. Pada masa permulaan Islam, pada malam dan hari bulan Ramadhan haram melakukan hubungan badan dengan pasangannya.

Sebagian sahabat Nabi saw, pada masa itu dengan alasan komitmen terhadap ayat Alquran (mereka tidak mendekati istri-istri mereka selama bulan itu), [6] Nabi Muhammad saw dalam menjawab pertanyaan bahwa mengapa puasa dalam Islam disyariatkan selama 30 hari bersabda: "Karena ketika Nabi Adam as memakan buah yang diharamkan, maka buah itu tinggal selama 30 hari di badannya. Oleh karena itu, Allah swt memerintahkan anak-anak Adam untuk mengerjakan puasa selama 30 hari untuk menahan diri dari makanan dan minuman. [7]

Puasa dalam Alquran

Puasa telah disebutkan dalam 14 ayat Alquran. Puasa pada bulan Ramadhan dan hukum-hukum yang terkait dengannya disebutkan dalan surah Al-Baqarah ayat 183-185 dan 187. Disamping itu, dalam ayat-ayat lain juga diisyaratkan bahwa puasa menjadi kafarah bagi sebagian dosa-dosa[8] atau pengganti sebagian adab-adab haji. [9] Orang-orang yang berpuasa baik laki-laki (shaimun) maupun perempuan (shaimat), sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran surah Al-Ahzab ayat 35 disebut sebagai dua kelompok manusia yang memiliki kategori untuk mendapatkan ampunan. Pada surah Maryam ayat 26, Maryam berjanji dengan dirinya sendiri bahwa ia akan diam, dimana Alquran menyebut hal itu sebagai puasa.

Puasa menurut Riwayat

Dalam riwayat, puasa disebut sebagai:

  • Salah satu tiang dari 5 tiang dalam Agama Islam. [10]
  • Mendatangkan hikmah, ma'rifat hati dan keyakinan[11]
  • Penyebab adanya kesetaraan antara orang-orang kaya dan miskin. [12]
  • Sarana ujian dan untuk menetapkan nilai-nilai keikhlasan. [13]
  • Sebagai salah satu bentuk dari jihad. [14]
  • Zakat badan. [15]
  • Sebagai pengingat akan kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. [16]
  • Pembebasan dari kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. [17]
  • Penyelamat ketika melalui api di akhirat. [18]
  • Penyebab kebahagiaan di hari kiamat. [19]
  • Pemberi syafaat bagi orang-orang yang melakukan puasa.[20]
  • Penolong dalam menyelesaikan permasalahan di dunia dan akhirat. [21]
  • Menjadi penyebab bagi terkabulnya doa ketika tiba waktu berbuka puasa. [22]
  • Penyebab kesehatan badan. [23]
  • Penguat hafalan. [24]
  • Penolong dalam melewati kesulitan-kesulitan di dunia. [25]
  • Penenang hati. [26]
  • Penyebab terjauhkannya dari setan. [27]
  • Memiliki ganjaran Ilahi (atau Allah swt sendiri yang akan memberi ganjaran khusus bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa). [28]
  • Penantian surga atas orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan. [29]
  • Meninggalkan puasa akan menyebabkan manusia menjadi orang yang kehilangan imannya. [30]
  • Puasa yang sebenarnya menurut hadis-hadis yang ada adalah meninggalkan segala sesuatu yang telah ditentukan dan tidak disukai oleh Tuhan, [31]

puasa dimana mata, telinga, rambut dan kulit juga berpuasa. [32] Disebutkan bahwa puasa lisan lebih tinggi nilainya dari pada puasa perut dan puasa hati lebih tinggi nilainya dari pada puasa lisan. [33]

Tingkatan-tingkatan Puasa

Puasa terdiri dari tiga tingkatan: puasa umum, puasa khusus dan puasa khusus dari khusus.

1. Puasa umum adalah seseorang menghindari segala sesuatu yang membatalkan puasa.
2. Puasa khusus adalah bahwa disamping seseorang menghindari segala yang membatakan puasa, ia juga mampu mengendalikan mata, telinga, lidah, tangan kaki dan anggota-anggota badan yang lain. Dan pada malam harinya ia sibuk berdoa dan menghindari dari menganggu masyarakat serta menyingkirkan permusuhan-permusuhan pribadinya. Ia menjalani kehidupannya ketika ia sedang berpuasa tidak seperti ketika ia menjalani kehidupannya ketika ia tidak sedang berpuasa.
3. Puasa khusus dari khusus adalah bahwa disamping seseorang menjaga hal-hal yang telah disebutkan di atas, hatinya juga berpuasa artinya ia hanya memperhatikan Tuhan dalam hatinya. Ia mencegah hawa nafsunya dari keingina-keinginan dan syahwat-syahwatnya sehinggga tidak berpikir untuk melakukan dosa.

Falsafah Puasa

Puasa dari sisi kesehatan jasmani serta sisi lainnya memiliki manfaat yang banyak. Salah satu falsafah diwajibkannya puasa adalah memperkuat keimanan, keikhlasan, iradah seseorang dan menumbuhkan kegemaran beribadah. Puasa akan memberikan pengalaman seseorang untuk mencicipi bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan sehingga akan mengingat hari Kiamat dan kehidupan langgeng di akherat kelak. Seseorang yang menjalankan ibadah puasa karena rasa lapar yang dirasakan akan menjauhkan ia dari sifat sombong dan lebih memiliki kesiapan untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban yang lainnya serta beribadah dengan menggunakan hartanya. [34]; [35];[36]

Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa buah hikmat puasa adalah pengenalan hati dan ma'rifat kepada Allah swt di mana buah darinya adalah ketenangan ruh dan jiwa dalam menjalani kehidupan yang sulit. [37]

Puasa akan membentuk orang-orang yang memiliki kepribadian saling merasakan rasa empati terhadap yang lainnya, pengorbanan antara orang-orang yang menjalankan ibadah puasa dan menumbuhkan semangat kerja sama untuk mengatasi kemiskinan. Di samping itu, puasa juga akan melatih seseorang untuk disiplin, qanaah dan sabar dalam menghadapi orang asing dan permasalahan kehidupan baik dalam kehidupan pribadi ataupun kemasyarakatan. Pada bulan Ramadhan, angka statistik pelanggaran menurun secara signifikan. Orang yang berpuasa dengan kesabaran akan membuat manusia untuk berusaha dengan keras dan bertambah semangatnya untuk mencapai tujuan dalam kehidupannya.

Catatan: Selama seseorang memiliki tanggungan untuk melaksanakan puasa wajib, maka ia tidak dapat melakukan puasa mustahab. Apabila seseorang melakukan puasa mustahab, jika ada saudara mukmin mengundangnya untuk makan, maka ia tidak wajib untuk menyelesaikan puasanya. Apabila sebelum dzuhur, maka mustahab baginya untuk memenuhi undangan itu dan jika pada pertengahan hari, maka sebaiknya ia membatalkan puasanya. Diantara kaum muslimin telah berkembang kebiasaan bahwa demi untuk menyiapkan para remaja untuk melakukan puasa secara sempurna, para orang tua melatih anak-anak untuk tidak makan antara sarapan atau makan sahur hingga makan siang dan semenjak makan siang hingga ifthar demi memotivasi mereka untuk melakukan puasa. Latihan puasa ini diistilahkan dengan nama puasa setengah hari.

Siapakah yang Tidak Wajib Berpuasa

  • Orang-orang yang terkena sakit parah dan tidak memiliki harapan untuk sembuh, boleh untuk tidak berpuasa tanpa harus membayar qadha yang ia tinggalkan. Untuk mengganti puasa-puasa yang tidak ia kerjakan dengan memberikan satu mud makanan untuk setiap harinya kepada orang miskin.
  • Apabila seorang wanita sedang hamil atau menyusui, kemudian ia takut jika ia puasa maka akan membahayakan dirinya atau bayinya, maka mereka tidak boleh berpuasa dengan tetap melakukan qadha atas puasa yang ditinggalkan.
  • Penyakit-penyakit yang memiliki kemungkinan untuk sembuh dan mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk menahan lapar dan dahaga, boleh untuk membatalkan puasanya dengan syarat mengganti puasa yang tidak ia kerjakan. Apabila seseorang berada dalam bahaya kematian atau kehilangan anggota badan, maka wajib baginya untuk meninggalkan puasa.
  • Para wanita dalam keadaan haid dan nifas.

Tata Cara Puasa

Seseorang harus niat qurbatan ilallah (mendekatkan diri kepada Allah swt) dalam hatinya untuk melaksanakan puasa dan menjauhi dari segala hal yang membatalkan puasa. (Penjelasan secara detail akham puasa[38][39] Zaman niat puasa sebagai berikut:

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

9 perkara yang membatalkan puasa:

1. Makan dan minum (pada selain kerongkongan seperti infus dan lainnya menjadi perbedaan antara fukaha)
2. Berhubungan badan
3. Berdusta dengan nama Allah swt, Rasulullah saw dan para Imam as
4. Sampainya debu tebal ke kerongkongan berdasarkan pendapat sebagian besar fukaha
5. Tetap dalam keadaan junub, haid dan nifas hingga adzan Subuh
6. Masturbasi (istimna') adalah mengeluarkan mani (dikeluarkan secara halal atau haram)
7. Muntah secara disengaja
8. Menenggelamkan kepala kedalam air berdasarkan pendapat sebagian fukaha
9. Menyuntikkan cairan kedalam tubuh berdasarkan pendapat sebagian fukaha

Meminum Air dalam Keadaan Terpaksa

Sebagian fukaha membolehkan untuk meminum air jika dalam keadaan bahaya dan sangat mendesak namun harus mengganti puasanya. Asadullah Bayat Zanjani dengan mendasarkan sanad kepada riwayat yang berasal dari Imam Shadiq as [40] memberikan fatwa bahwa orang-orang yang berpuasa namun tidak dapat menahan rasa haus yang mencekik, ia boleh minum hanya sebatas untuk menghilangkan kehausannya saja, dan dalam hal ini puasanya benar dan tidak perlu untuk mengqadha atau mengganti puasanya.[41] [42] Demikian juga Ayatullah Ja'far Subhani pada masalah 1256 dalam Risalah Taudhih al-Masail menulis: Apabila seorang yang berpuasa dan ia sangat kehausan yang amat sangat sehingga menyebabkan kesusahan yang sangat berat baginya, maka ia diperbolehkan meminum air hanya dengan seukuran seperlunya saja dan hal itu tidak membatalkan puasanya. [43]

Puasa bagi Anak-anak yang baru Baligh

Dari sisi bahwa usia baligh bagi anak perempuan adalah 9 tahun habis kalender Hijriah (kira-kira 8 tahun dan 9 bulan Masehi) maka puasa bagi mereka menjadi wajib semenjak ia menginjak usia itu. Tentu saja, jika puasanya menyebabkan anak perempuan itu menyebabkan sakit, khususnya pada hari-hari musim panas dengan lama siang yang panjang, maka ia diperbolehkan hanya berpuasa sesuai dengan kemampuannya saja. Namun perlu kami ingatkan bahwa bawaan badan yang lesu dan lemah bukan merupakan alasan baginya untuk tidak berpuasa melainkan jika puasanya melebihi kemampuannya, maka puasa tidak wajib baginya. Sebagian keluarga membuat program sedemikian sehingga anak perempuan ini supaya tidak tidur hingga waktu makan sahur dan mengkonsumsi makanan yang diperlukan badan sehingga akan tidur lebih lama pada siang harinya, dengan demikian ia merasa lebih sedikit waktunya dalam menjalankan puasa. Olehnya ia akan memiliki kenangan yang indah tentang bulan Ramadhan.

Puasa di Dekat Kota-kota Kutub

Kaum muslimin di sejumlah negara seperti Swedia mengalami siang yang sangat panjang pada musim panas. Organisasi-organisasi Islam dan para marja berbeda pendapat tentang hukum puasa di kota-kota ini dan hingga saat ini belum bersepakat tentangnya. Namun hal ini bukan berarti bahwa kaum muslimin yang berada di sana harus berpuasa pada sepanjang siangnya. [5] [6] [44]

Kafarah Puasa

Apabila seseorang karena sakit atau mengadakan perjalanan dan halangan-halangan lainnya sehingga ia tidak berpuasa pada bulan Ramadhan, maka ia harus mengqadha puasa yang ia tinggalkan. Dan apabila ia tidak dapat mengqadha puasanya hingga bulan Ramadhan berikutnya tiba, maka ia disamping harus tetap mengqadha puasanya, juga harus memberikan satu mud makanan (750 gram berupa gandum, beras, roti) untuk setiap hari dari puasa yang ia tinggalkan sebagai kafarah yang harus diberikan kepada orang-orang miskin. Apabila ia secara sengaja membatalkan puasa tanpa alasan, maka untuk setiap harinya, disamping harus mengqadha puasa, ia juga harus memberikan 60 mud makanan kepada 60 orang miskin dan atau berpuasa selama 60 hari dimana 31 hari darinya harus dilakukan secara berturut-turut. (berdasarkan pendapat kebanyakan fukaha) Apabila ia membatalkan puasa dengan sesuatu yang haram, disamping ia harus memberikan makanan kepada 60 orang miskin, ia juga harus berpuasa selama 60 hari dengan cara seperti yang telah dijelaskan. Seseorang yang mengqadha puasa Ramadhan, apabila ia membatalkan puasanya setelah adzan dhuhur, maka ia harus memberikan makanan kepada 10 orang miskin dimana setiap dari mereka menerima 1 mud makanan atau berpuasa selama tiga hari.

Iftar atau Berbuka Puasa

Berbuka puasa di Haram Imam Ridha as

Berbuka puasa dalam istilah Islam adalah ifthar. [45] Berdasarkan fikih Ahlusunah seorang yang berpuasa lebih baik jika berbuka puasa begitu matahari terbenam. Sedangkan menurut pendapat kebanyakan fukaha Syiah, seorang yang berpuasa harus bersabar hingga hilang warna merah yang ada di pertengahan langit. [46] Kaum muslimin biasanya berbuka puasa dengan memakan kurma. Sebagian kaum muslimin, setelah iftar melakukan salat Maghrib kemudian bersiap-siap menyantap makanan yang lebih berat yang biasanya juga termasuk makanan-makanan khusus menu bulan Ramadhan. Dari sisi bahwa memberi iftar kepada orang-orang yang berpuasa memiliki keutamaan [47] [48], maka mengundang orang lain merupakan kesempatan untuk bersilaturahim antara para famili, tetangga dan teman-teman diantara mereka.

Pada sebagian tempat seperti haram Imam Ridha dan sebagian masjid, setelah salat Jamaah Maghrib dan Isya, alas makanan untuk menghidangkan iftar akan dibentangkan dan diatasnya akan disediakan iftar ringan yang disambut oleh Jemaah salat secara antusias.

Pada zaman dahulu, ketika waktu iftar dan makan sahur tiba, masyarakat akan menggedor pintu-pintu atau membunyikan sesuatu sebagai tanda waktu makan sahur. [49]

Puasa menurut Kesehatan

Glukosa adalah sumber asli yang memenuhi energi bagi badan manusia dan sangat penting untuk memelihara kesehatan otak. Ketika badan tidak menerima asupan glukosa lebih dari 4 hingga 8 jam, maka glikogen hati akan menggantikan fungsi glukosa yang merupakan cadangan glukosa. Ketika tubuh lebih dari 4 hingga 8 jam tidak dapat meneripa asupan glukosa, maka tubuh akan menggunakan glikogen sebagai ganti dari glukosa. Dalam situasi ini, bagian protein dari tubuh Anda untuk mengganti kekurangan konsumsi bahan bakar dan tubuh selama 12 jam akan mengunakan glikogen yang ada di otot. Apabila glukosa tidak sampai ke tubuh Anda juga, maka pada saat itu pembakaran lemak tidak akan terjadi pada tubuh Anda.

Menurut penelitian sekelompok ahli jantung di Rumah Sakit Amerika di Dubai puasa pada bulan Ramadhan memiliki efek positif pada parameter lipid dan akan mengurangi resiko penyakit jantung. Menurut pakar ini, LDL (buruk lemak) menjadi berkurang dan HDL (lemak baik) meningkat. Selain itu, menurut penelitian, puasa bulan Ramadan dipercaya dapat menurunkan kolesterol darah. [50] Penelitian menunjukkan bahwa pembatasan konsumsi kalori pada siang hari bermanfaat untuk kesehatan. Manfaat itu meliputi mengurangi resiko terkena penyakit kanker, penyakit jantung, diabetes, resistensi insulin, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan juga untuk memperlambat proses penuaan. [51] Manfaat lain dari puasa diantaranya adalah membersihkan (mendetoksifikasi) tubuh (menurut Paul Bragg), [52] membersihkan arteri dan mencegah penyakit jantung juga mengurangi risiko diabetes, penyakit Alzheimer. [53]

Salah satu efek samping puasa adalah menyebabkan kelemahan badan, menurunkan tekanan darah, dan gejala ini bisa diketahui dari badan yang berkeringat, kelemahan, kelelahan, kekurangan energi, pusing meningkat, terutama ketika ia bangun dari posisi duduk, penampilan pucat dan merasa lesu pada sore hari. [54] Juga akan menurunkan kemampuan kognitif mengurangi efisiensi tidur dimana menurut tim peneliti, hal ini berkaitan dengan aktivitas makan sahur.

Gangguan pada keseimbangan cairan dalam tubuh adalah gangguan lain dari puasa, tetapi menurut peneliti, gangguan ini tidak mengganggu produktivitas tubuh. Meskipun puasa Ramadhan aman bagi orang-orang yang memiliki kesehatan fisik yang baik, tetapi bagi mereka yang menderita berbagai penyakit harus berkonsultasi dengan dokter mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol dan asam urat di tiroksin darah sangat meningkat. [55] Penggunaan pil KB untuk menunda menstruasi di bulan Ramadhan, karena akan mengurangi jumlah air dalam darah, dapat menyebabkan pembekuan darah di otak. Selain karena puasa, minum air dalam jumlah yang sedikit, atau terlalu banyak kegiatan akan menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak persediaan air yang ada di tubuh dan hal ini akan menyebabkan penggumpalan darah di otak.

Anjuran Makanan

Bagi orang-orang yang berpuasa dianjurkan untuk menghindari makanan-makanan yang berat pada malam hari dan sebagai gantinya supaya makan makanan secara sempurna hingga makan sahur dan jangan meninggalkan makan sahur. Disamping itu, untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh hendaknya mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran sebagai ganti dari minum-minuman seperti teh. Sebagian sumber-sumber referensi menyarankan supaya orang-orang yang berpuasa meminum air sebanyak 2 liter semenjak berbuka puasa hingga makan sahur. [56] [57]

Tentu saja yang dimaksud dengan minum bukanlah teh pekat, air minum yang mengandung soda, sirup dan air buah dengan gula yang banyak karena minuman-minuman jenis ini justru akan menyebabkan kehausan dan akan menyebabkan hilangnya air dalam tubuh, melainkan yang dimaksud adalah air putih (air yang paling menyehatkan) dan minuman-minuman seperti air jeruk dengan menggunakan sedikit gula (lebih baik jika menggunakan air jeruk nipis dan madu), sirup , teh yang tidak pekat dan hangat, dan air buah seperti air semangka (karena banyak mengandung air) [7].

Dalam riwayat disebutkan bahwa puasa akan memberikan keselamatan bagi orang yang menjalaninya namun tidak boleh dilupakan bahwa hal itu akan terjadi jika orang yang berpuasa memperhatikan peraturan-peraturan yang dianjurkan sehingga akan memperoleh kesehatan jasmani dan ruhani. Mengamalkan anjuran-anjuran dibawah ini akan menolong kita untuk memperoleh kesehatan yang prima pada bulan Ramadhan.

Makan Sahur

Sebagian anjuran-anjuran dokter untuk makan sahur dan iftar bagi orang –orang yang berpuasa adalah: [58]

  • Terlalu banyak makan tidak hanya akan menyebabkan rasa kelaparan pada saat menjelang iftar saja, namun pada waktu-waktu setelah makan sahur akan menyebabkan penekanan pada lambung dan alat pencernaan dan akan menyebabkan sakit perut.
  • Pada bulan Ramadhan usahakan tidur lebih cepat supaya bisa bangun tepat waktu (kira-kita satu jam sebelum adzan subuh). Dengan cara ini, akan mencegah menumpuknya makanan dan minuman sehingga organ-organ pencernaan akan menjalankan fungsinya dengan baik.
  • Tidak bangun untuk makan sahur adalah kebiasaan buruk dan jika hal ini terjadi secara berulang, akan menyebabkan badan menjadi lemah.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar protein tinggi seperti telur, kacang-kacangan, susu dan daging. Perbanyak pula mengkonsumsi buah-buahan sebagai ganti dari air.
  • Minum air secara pelan-pelan. Satu gelas air buah dan air yang dicampur dengan madu atau gula akan bermanfaat baik bagi kesehatan.
  • Ketika makan sahur hendaknya meliputi aneka makanan yang bermacam-macam. Hal ini penting terutama bagi remaja dan mereka harus mengkonsumsi makanan yang mengandung gula, protein dan penuh energi.
  • Hindari pengunaan garam secara berlebihan karena garam akan menyebabkan hilangnya persediaan air dari badan dan akan menyebabkan merasakan kehausan selama seharian. Dengan diet makanan yang cukup, garam akan sampai ke badan Anda secara cukup sehingga tidak memerlukan tambahan konsumsi garam.
  • Jangan tidur setelah makan sahur, karena tidur akan menyebabkan kembalinya bahan-bahan makanan ke kerongkongan dan selama seharian ia akan merasa tidak nyaman.

Iftar

  • Kebanyakan energi badan harus terpenuhi ketika makan sahur. Jangan banyak makan setelah berbuka puasa, supaya perut Anda tidak berat.
  • Makanan untuk iftar harus ringan, penuh kalori dan cepat tercerna. Seperti kurma, bubur nasi, sedikit susu dan teh tidak kental, pastikan konsumsi makan-makanan yang ringan sehingga tidak menganggu pencernaan Anda.
  • Alangkah baiknya jika Anda iftar dengan memakan kurma dan teh manis dan hindari minum yang berlebihan karena hal ini akan menyebabkan kelesuan Anda disamping akan mengganggu pencernaan Anda. Waktu-waktu setelah iftar baik untuk meminum air putih.
  • Hindari makanan-makanan yang mengandung lemak ketika sahur dan iftar. [59]

Catatan Kaki

  1. QS Al-Baqarah [2]: 183.
  2. Nabi Muhammad saw bersabda: "Ketika Nabi Adam makan pohon yang dilarang, buah itu tinggal di perut Nabi Adam selama 30 hari. Setelah itu, Allah swt mewajibkan Nabi Adam as dan keturunannya untuk berpuasa selama 30 hari menahan lapar dan haus". Shaduq, Man Lā Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 2, hal. 74.
  3. Keluaran 34: 29.; Nabi Daud berpuasa ketika putranya sakit. 2 Samuel 15: 12.
  4. Injil Lukas, 5: 34.
  5. Bihār al-Anwār, jld. 19, hal. 139. ; al-Kāfi, jil. 4, hal. 37. ;Tārikh Ya'qubi, jil.2, hal. 25.
  6. QS. Al-Baqarah: 184. Dalam hal ini mereka sejatinya telah mengkhianati dirinya sendiri. Jawāmi' al-Jami, jld. 1, hal. 106; Wasāil Syiah, jld. 7, hal. 81.
  7. Man Lā Yahdhuruhu al-Faqih, jld. 2, hal. 74.
  8. QS. An-Nisa: 92, QS. Al-Maidah: 89 dan 95, QS.Al-Mujadalah:4.
  9. QS. Al-Baqarah: 166.
  10. Imam Muhammad Baqir as: بُنِی الْإِسْلَامُ عَلَی خَمْسَةِ أَشْیاءَ عَلَی الصَّلَاةِ وَ الزَّکاةِ وَ الْحَجِّ وَ الصَّوْمِ وَ الْوَلَایة Islam dibangun atas lima pilar: salat, zakat, haji, puasa dan wilayah (kepemimpinan Islami). Kāfi, jil. 4, hal. 62.
  11. Nabi Muhammad saw bertanya kepada Allah swt: یا رَبِّ وَ مَا مِیرَاثُ الصَّوْمِ قَالَ الصَّوْمُ یورِثُ الحِکمَةَ وَ الحِکمَةُ تُورِثُ الْمَعْرِفَةَ وَ الْمَعْرِفَةُ تُورِثُ الْیقِینَ فَإِذَا اسْتَیقَنَ الْعَبْدُ لَا یبَالِی کیفَ أَصْبَحَ بِعُسْرٍ أَمْ بِیسْر Tuhanku, apakah buah puasa itu? Allah swt berfirman, "Buah puasa adalah hikmah dan buah hikmah adalah ma'rifat, buah ma'rifat adalah yakin. Jika seorang hamba telah sampai kepada derajat yakin, maka dunia tidak penting baginya apakah ia melewati dunianya dengan mudah ataukah sukar." Bihār al-Anwār, jil. 74, hal. 27.
  12. Imam Shadiq as bersabda: إِنَّمَا فَرَضَ اللَّهُ (عَزَّ وَ جَلَّ) الصِّیامَ لِیسْتَوِی بِهِ الْغَنِی وَ الْفَقِیر Sesungguhnya Allah swt mewajibkan atas kamu berpuasa sehingga dengan perantaranya antara orang-orang kaya dan miskin akan sama. Man lā Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 2, hal. 73, hadis 1766.
  13. Imam Ali as: فرض الله...َ الصِّیامُ ابْتِلَاءً لِإِخْلَاصِ الْخَلْ Allah swt mewajibkan atasmu sehingga dengan perantara puasa keikhlasan hambanya akan teruji. Nahj al Balāghah (Subhi Salihi), hal. 512, hal. 252; Tashnif Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, hadis 3376. Sayidah Zahra as: فَرَضَ اللّهُ الصِّیامَ تَثْبیتا لِلْأخْلاصِ Allah swt mewajibkan puasa bagi hamba-Nya untuk menetapkan keikhlasan hamba-Nya. Bihār al-Anwār, jil. 93, hal. 368.
  14. Nabi Muhammad saw bersabda: الصَّوْمُ فِی الْحَرِّ جِهَاد Berpuasa dalam keadaan panas adalah jihad. Bihār al-Anwār, jil. 93, hal. 257, hadis 14.
  15. Nabi Muhammad saw: لِکلِّ شَی‏ءٍ زَکاةٌ وَ زَکاةُ الْأَبْدَانِ الصِّیام‏ Segala sesuatu ada zakatnya, dan zakat badan adalah puasa. Man lā Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 2, hal. 75, hadis 1774.
  16. Imam Ridha as bersabda: إِنَّمَا أُمِرُوا بِالصَّوْمِ لِکی یعْرِفُوا أَلَمَ الْجُوعِ وَ الْعَطَشِ فَیسْتَدِلُّوا عَلَی فَقْرِ الْآخِرَة Orang-orang diperintahkan untuk menjalankan puasa sehingga akan merasakan kemiskinan dan kehausan dan dengan perantaranya ia akan merasakan kemiskinan dan kemenderitaan akhirat. Wasāil Syiah, jil. 10, hal. 9, hadis 1, 127.
  17. Nabi Muhammad saw bersabda: طُوبَی لِمَنْ ظَمَأَ، أَوْ جَاعَ لِلَّهِ، أُولَئِک الَّذِینَ یشْبَعُونَ یوْمَ الْقِیامَة Alangkah senangnya seseorang yang kelaparan dan kehausan karena Allah swt. Mereka akan kenyang pada hari kiamat. Hidāyah al-Umah ila Ahkām al-Aimah, jil. 4, hal. 268, hadis. 9.
  18. Nabi Muhammad saw: الصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنَ النَّار Puasa akan memadamkan api neraka jahannam. Yaitu dengan perantara puasa manusia akan aman dari api neraka jahannam. Al-Kāfi, jil. 4, hal. 62, hadis 1; Tuhaf al-Uqul, hal. 258 . Imam Sajad as bersabda: وَ أَمَّا حَقُّ الصَّوْمِ فَأَنْ تَعْلَمَ أَنَّهُ حِجَابٌ ضَرَبَهُ اللَّهُ عَلَی لِسَانِک وَ سَمْعِک وَ بَصَرِک وَ فَرْجِک وَ بَطْنِک لِیسْتُرَک بِهِ مِنَ النَّار Hak puasa adalah bahwa hijab yang Allah swt gantungkan pada lidah, telinga, mata, anggota badan dan perut sehingga akan menutupinya dari api neraka. Tuhaf al-'Uqul, hal. 285.
  19. Imam Shadiq as bersabda: لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ إِفْطَارِهِ وَ فَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّه Puasa memiliki dua keuntungan: Ketika berbuka dan ketika bertemu dengan Tuhan (ketika meninggal dan pada hari kiamat). Al-Kāfi, jil. 4, hal. 65.
  20. Nabi Muhammad saw: الصیام و القرآن یشفعان للعبد یوم القیامة، یقول الصیام،‌ای ربّ منعته الطعام و الشهوة فشفعنی فیه و یقول القرآن منعته النوم باللیل فشفعنی فیه قال: فیشفعان Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat kepada manusia pada hari kiamat. Puasa berkata: "Tuhanku jadikan manusia ini terhindar dari urusan syahwat. Jadikan aku sebagai pemberi syafaat dalam hal itu". Alquran berkata: "Manusia ini tidak tidur dalam waktu malamnya, sertakan aku untuk mensyafaatinya, maka Allah pun memberi ijin untuk mensyafaati mereka, kemudian puasa dan Alquran itu pun mensyafati mereka".
  21. Imam Shadiq as: وَ اسْتَعِینُوا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاةِ قال الصبر الصوم Allas swt berfirman: "Minta tolonglah dari sabar dan salat, sabar adalah puasa". Tafsir Qumi, jil. 1, hal. 46; Tafsir 'Ayāsyi, jil. 1, hal. 44, hadis 41.
  22. Imam Musa Kadzim as: دَعْوَةُ الصَّائِمِ تُسْتَجَابُ عِنْدَ إِفْطَارِه‏ Doa orang yang berpuasa ketika ifthar (berbuka) akan diijabah. Bihār al-Anwār, jil. 93, hal. 255, hadis 33.
  23. Nabi Muhammad saw: صوموا تَصِحّوا Berpuasalah kalian sehingga akan sehat. Nahj al Fashāha, hal. 157, hadis 1854.
  24. Makārim Akhlāk, hal. 51.
  25. Imam Shadiq as bersabda: اَلصَّومُ جُنَّةٌ مِن آفاتِ الدُّنیا وَ حِجابٌ مِن عَذابِ الآخِرَةِ Puasa akan meniadakan efek buruk dunia dan akan memberi perlindungan dari azab neraka. Misbāh al-Syari'ah, hal. 135; Mustadrak al-Wasāil dan Mustanbath al-Masāil, jil. 7, hal. 369, hadis 8441.
  26. Imam Baqir as: اَلصّیامُ وَ الْحَجُّ تَسْکینُ الْقُلوبِ Puasa dan haji adalah penenang hati. Amāli (Syaikh Thusi), hal. 296, hadis 582.
  27. Nabi Muhammad saw: اَلا اُخْبِرُکمْ بِشَی‏ءٍ اِنْ اَنـْتُمْ فَعَلْتُموهُ تَباعَدَ الشَّیطانُ مِنْـکمْ کما تَباعَدَ الْمَشْرِقُ مِنَ الْمَغْرِبِ؟ قالوا: بَلی، یا رسول اللّه قالَ: اَلصَّوْمُ یسَوِّدُ وَجْهَهُ وَ الصَّدَقَةُ تَـکسِرُ ظَهْرَهُ وَ الْحُبُّ فِی اللّه‏ِ وَ الْمُوازَرَةُ عَلَی الْعَمَلِ الصّالِحِ یقْطَع دابِرَهُ وَ الاْسْتِغْفارُ یقْطَعُ وَ تینَهُ و لکلّ شی‏ء زکاة و زکاة لأبدان الصّیام "Apakah kalian tidak mau aku berikan kabar apabila beramal kepadanya setan akan menjauhkan diri dari diri kalian sebagaimana jauhnya Timur dari Barat?" Mereka bertanya: "Mengapa?" Nabi menjawab: "Puasa akan menghitamkan wajah setan, sedekah akan mengelupaskan kulitnya, mencintai saudaranya dan menolong dalam kebaikan karena Allah akan mencabut akarnya, dan segala sesuatu ada zakatnya, zakat badan adalah puasa". Minhaj Al-Barā'ah, jil. 7, hal. 426.
  28. Nabi Muhammad saw bersabda: قَالَ اللَّهُ تَبَارَک وَ تَعَالَی الصَّوْمُ لِی وَ أَنَا أَجْزِی بِه "Puasa itu untukku dan aku sendiri yang akan memberi pahalanya". Man Lā Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 2, hal. 75, hadis 1773.
  29. Nabi Muhammad saw bersabda: انَّ الجنّةَ مُشتاقةٌ اِلی اَربعةِ نفرٍ: الی مُطعم الجیعانِ و حافِظِ الِلّسان و تالِی القرآنِ و صائِمِ شهرِ رمضان Surga merindukan empat orang: orang yang lapar, orang yang menjaga lidahnya, orang yang membaca Alquran, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.
  30. Imam Shadiq as bersabda: مَنْ أَفْطَرَ یوْماً مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ خَرَجَ رُوحُ الْإِیمَانِ مِنْه Siapa saja yang tidak berpuasa bulan Ramadhan (tanpa halangan), maka ruh keimanannya akan terpisah darinya. Man Lā Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 2, hal. 118, hadis 1892.
  31. Imam Ali as: لیس الصوم الإمساک عن المأکل و المشرب الصوم الإمساک عن کل ما یکرهه الله سبحانه‏ Puasa itu bukan menahan makan dan minum namun menjauhi segala yang dipandang jelek oleh Allah swt. Syarh Nahj al Balāghah, jil. 20, hal. 417.
  32. Imam Shadiq as: اِذا صُمتَ فَلیصُم سَمعَک وَ بَصرَک وَ شَعرَک وَ جِلدَک . Ketika kalian berpuasa maka mata, telinga, rambut dan kulit kalian pun harus berpuasa. Al-Kāfi, jil. Hal. 87.
  33. Imam Ali as bersabda: صَوْمُ الْقَلْبِ خَیرٌ مِنْ صِیامِ اللِّسَانِ وَ صِیامُ اللِّسَانِ خَیرٌ مِنْ صِیامِ الْبَطْن‏ Puasa hati lebih baik dari pada puasa lidah, puasa lidah lebih baik dari pada puasa perut. Tashnif Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, hal. 176, hadis 3363.
  34. Bihār al-Anwār, jil. 55, 341.
  35. Bihār al-Anwār, jil. 93, hal. 370.
  36. قَالَ یا رَبِّ وَ مَا مِیرَاثُ الصَّوْمِ قَالَ الصَّوْمُ یورِثُ الحِکمَةَ وَ الحِکمَةُ تُورِثُ الْمَعْرِفَةَ وَ الْمَعْرِفَةُ تُورِثُ الْیقِینَ فَإِذَا اسْتَیقَنَ الْعَبْدُ لَا یبَالِی کیفَ أَصْبَحَ بِعُسْرٍ أَمْ بِیسْر Nabi Muhammad saw bertanya kepada Allah swt: "Tuhanku apakah buah puasa itu”? Buah puasa adalah hikmah dan buah hikmah adalah ma'rifat dan buah ma'rifat adalah yakin. Oleh karena itu, apabila seorang hamba telah mencapai derajat yakin, maka dunia baginya tidak penting dan dengan mudah ia akan melewati kesusahan-kesusahan". Bihār al-Anwār, jil. 74, hal. 27.
  37. Qs. Al-Baqarah: 196. فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَی الْحَجِّ فَمَا اسْتَیسَرَ مِنَ الْهَدْی فَمَنْ لَمْ یجِدْ فَصِیامُ ثَلاثَةِ أَیامٍ فِی الْحَجِّ وَ سَبْعَةٍ إِذا رَجَعْتُمْ تِلْک عَشَرَةٌ کامِلَةٌ ذلِک لِمَنْ لَمْ یکنْ أَهْلُهُ حاضِرِی الْمَسْجِدِ الْحَرام Apabila kamu telah (merasa) aman, maka barang siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum melakukan haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban), maka ia wajib berpuasa selama tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban haji Tamatu') hanya bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram.
  38. [1]
  39. [2]
  40. Wasail Syiah, Bab 16, Hadis 13252 dan 13253.
  41. Hukm Ruzedari wa Asyamidan Nacari Ob, Sayid Dhiya Murtadhawi, Site Jamaran, Teheran, 27 Tir 1392.
  42. Fatwa baru penjelasan Ayatullah Zanjani, tentang menjaga puasa penjelasan Ayatullah Zanjani tentang menjaga puasa dengan meminum air. Site Aftab: 23 Tir 1393.
  43. Risalah Taudhih al-Masali, Syaikh Ja'far Subhani, masalah 1356.
  44. 18 jam puasa di Swedia menurut laporan Site Syiah Online mengutip dari Mehr 11 Murdad 1390.
  45. Farhang Farsi Amid, Iftar.
  46. Fasting: Encyclopedia Iranica.
  47. Imam Shadiq as bersabda: Sesiapa yang puasa kemudian ia batal puasanya, maka pahalanya seperti orang yang berpuasa. Tahdzib al-Ahkām, Riset: Khurasani, jld. 4, hlm. 201, jld. 579; Kafi, (Islamiyah), jld. 4, hlm. 68, hadis 1.
  48. Imam Kazhim as: Memberikan iftar kepada saudaramu yang berpuasa lebih baik dari pada puasa mustahab. Al-Kāfi (Islamiyah), jld. 4, hlm. 68, hadis 2, Al-Mahāsin, hlm. 396, hadis 66.
  49. Danesy Nameh Jahan Islam.
  50. Ramadan fasting is good for the heart.
  51. Every Other Day Fasting May Reduce Cancer Risk| Worldhealth.net Anti-Aging News.
  52. The miracle of fasting: proven through history.
  53. Carrie Van Dusen, Brigham Young University, 05/25/2010.
  54. Untuk mencegah sakit kepala pada bulan Ramadhan, minumlah teh hijau, Hamsyahri, 15 Murdad 1391.
  55. Changes in certain blood constituents during... [Am J Clin Nutr. 1982 - PubMed - NCBI].
  56. Anjuran spesialis gizi bagi orang yang berpuasa.
  57. Site Tand Durusti.
  58. Site Tand durusti.
  59. Site Tand Durusti

Daftar Pustaka

  • Al-Qurān al-Karim.
  • Nahj al-Balāghah.
  • Ibnu Abil Hadid,Syarh Nahj al-Balāghah, Riset: Muhammad Fadhl Ibrahim, Dar Ihya al-Kitab al-Arabiyah, Qahirah.
  • Ibnu Syu'bah, Hasan bin Ali,Tuhaf al-Uqul, Muasasah al-Nasyar al-Islami, 1363.
  • Injil
  • Amadi, Abdul Jawad Muhammad, Ghurar al-Hikam, Cet. Univeqih,rsitas Tehran.
  • Payande Abul Qasim, Nahj al Fasāha, Dar al-Ilm, 1387.
  • Taurat
  • Dānesy Nāmeh Jahan Islāmi, frasa bawaqa
  • Raghib Isfahani, Al-Mufradāt fi Gharib Alquran
  • Sayid Muhammad Husain, Al-Mizān fi Tafsir al-Qurān, Muasasah al-Naysr al-Islami.
  • Syaikh Hur Amili, Muhammad bin Hasan, Wasāil Syiah, Muasasah Ali al-Bayt As, Qum, 1409.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali, Man Lā Yahdhuruhu al-Faqih, Nasyar Shaduq, 1367.
  • Thabari, Jawāmi' al-Jami, Riset: Muasasah Nasyar Islami, Jamiah Mudarisin, Qum.
  • Thabarsi, Hasan bin Fadhl, Makārim al-Akhlāq, Intisyarat Syarif Radhi, Qum, Cet. 4, 1412.
  • Thusi, Amali, Dar al-Tsaqāfah al-Thaba'ah, Qum.
  • Amili, Syaikh Hurr, Hidāyah al-Umah ila Ahkām al-Aimah, Bunyad Pazuhisyhai Islami Ustan Quds Razawi, 1412.
  • Allamah Majlisi, Muhammad Baqir, Bihar al-Anwar, Dar al-Kitab Islamiyah, Tehran, 1362.
  • Ali Muttaqi ibnu Hisamuddin Hindi, Kanz al-Umal, Dairah al-a'arif al-‘Utsmaniyah, Haidar Abad, 1364.
  • Ayasi, Muhammad bin Mas'ud, Tafsir ‘Ayasyi, Al-Maktabah al-Ilmiyah al-Islamiyah.
  • Farhang Farsi Amid
  • Qutb Rawandi, Minhaj al-Barā'ah, Riset: Ayatullah Mar'asyi, Kitab Khaneh Ayatullah Mar'asyi, Qum.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim, Tafsir al-Qumi, Dar al-Kitab, Qum, 1367.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, Kāfi, Dar al-Kitab Islamiyah, 1407.
  • Nuri, Mirza Husain, Mustadrak al-Wasāil, Muasasah Ali al-Bayt: Li IHya al-Tsurat, Cet. 1, Qum, 1407.'
  • Ya'qubi, Tārikh Ya'qubi, Da Shadir, Beirut.