Prioritas: aa, Kualitas: b
tanpa referensi

Imamiyah

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Imamiyah (bahasa Arab: الإمامية) merupakan salah satu mazhab yang terdapat dalam Syiah selain Zaidiyah dan Ismailiyah. Imamiyah juga disebut sebagai mazhab Ja'fari atau Dua Belas Imam (Itsna Asyariyah). Pengikut mazhab Imamiyah meyakini dua belas Imam Maksum setelah Rasulullah saw. Dalam mazhab Syiah Imamiyah, penggunaan kata dan terma Syiah secara mutlak mengacu pada mazhab Dua Belas Imam ini; namun dalam bidang Teologi terma ini merupakan terma umum yang mencakup tiga mazhab dalam Syiah.

Nampaknya terma Imamiyah mengalami perubahan dalam perjalanan sejarah. Karena itu, maknanya harus dikaji secara terpisah dalam setiap etape perjalanan sejarah. Sepertinya, semenjak awal-awal dasawarsa abad ke-2 Hijriah/8 Miladiah kelompok ini dinamai dengan sebagai Rafidhah; nama yang mengandung celaan oleh para penentangnya. [1] Namun dalam sebagian riwayat Syiah, terkadang terma ini mengandung makna positif. [2]

Terma Imamiyah

Imamiyah merupakan sebuah terma teologis dan maksudnya adalah mazhab Imamiyah dimana para pengikutnya disebut sebagai Imami. Para pengikut mazhab ini juga disebut sebagai Syiah Dua Belas Imam. Mazhab ini memiliki tipologi keyakinan dan fikih tersendiri di antaranya keyakinan terhadap tiga prinsip (ushul), Imamah, ishmah (kemaksuman) imam dan pengangkatan Imam oleh Allah swt. [3] Abul Hasan Asy'ari menggolongkan Imamiyah sebagai salah satu bagian dari mazhab Syiah dan menyebutkan bahwa Imami disebut sebagai Imami karena meyakini Imam Ali bin Abi Thalib as telah ditentukan (sebagai khalifah) dengan perantara nash (yaitu Rasulullah saw menyatakannya secara resmi di hadapan masyarakat). [4] Syahristani juga memandang bahwa Imamiyah merupakan salah satu firkah dalam Syiah. Ia menulis, "Para pengikut Imamiyah adalah orang-orang yang berpandangan bahwa Ali As adalah Imam pasca Rasulullah dan Rasulullah saw secara terbuka dan terang-terangan memproklamirkan khilafah Imam Ali as. Para pengikut mazhab ini percaya bahwa dalam agama Islam tidak ada yang lebih penting daripada penentuan imam". [5]

Catatan Kaki

  1. Misalnya silahkan lihat, al-Kufi, Tafsir Furāt al-Kufi, hlm. 376.
  2. Misalnya silahkan lihat, al-Kufi, Tafsir Furāt al-Kufi, hlm. 376; Burqi, al-Mahāsin, jld. 1, hlm. 157.
  3. Silahkan lihat, al-Mufid, al-Fushul al-Mukhtarah, hlm. 296.
  4. Al-Asy’ari, Maqālat al-Islāmiyyin, hlm. 87-88.
  5. Al-Syahrastani, al-Milal wa al-Nihal, jld. 1, hlm. 162.

Daftar Pustaka

  • Dairah al-Ma’ārif Buzurgh Islāmi, jld. 10, Tehran, Markaz Dairah al-Ma’arif Buzurgh Islami, 1380 S, entry Imamiyah.
  • Al-Amin, al-Sayid Muhsin, A’yān al-Syi’ah, jld. 1, Tahqiq dan edit oleh al-Sayid Hasan al-Amin, Beirut, Dar al-Ta’aruf lil Mathbu’at, 1418 H/1998 M.
  • Al-Burqi, Ahmad bin Muhammad bin Khalid, al-Mahāsin, jld. 1, Riset, edit dan annotasi oleh al-Sayyid Jalaluddin al-Husaini (al-Muhaddits), Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1330-1370.
  • Al-Asy’ari, Abu al-Hasan, Maqālāt al-Islāmiyyin wa Ikhtilāf al-Mushallin, Riset oleh Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, Kairo, Maktabah al-Nahdhah al-Mishriyyah, 1369 S/1950 M.
  • Al-Syahristani, al-Milal wa al-Nihal, Riset oleh Muhammad Syaid Kilani, Beirut, Dar al-Ma’rifah, Tanpa Tahun.
  • Thabathabai, Sayid Muhammad Husain, Syiah dar Islām, Qum, Daftar Intisyarat Islami, 1383 S.
  • Al-Kufi, Furat bin Ibrahim, Tafsir Furāt al-Kufi, Riset oleh Muhammad al-Kazhim, Tehran, Muassasah al-Thaba’ wa al-Nasyr al-Tabi’ah li Wizarat al-Tsaqafah wa al-Irsyad al-Islamiyah, 1401-1990 M.
  • Al-Mufid, al-Fushul al-Mukhtarah, Riset oleh al-Sayid Nuruddin Ja’fariyan al-Isfahani, al-Syaikh Ya’qub al-Ja’fari, al-Syaikh Muhsin al-Ahmadi, Beirut, Dar al-Mufid li al-Thaba’ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi’,, 1414 H-1993 M.