Lompat ke isi

Konsep:Masumiyat-e Az Dast Rafteh

Dari wikishia
Film Serial Kesucian yang Hilang

Masumiyat-e Az Dast Rafteh (Kesucian yang Hilang) adalah sebuah serial televisi mengenai kejahatan dan balasan atas perbuatan orang-orang beragama di era Umayyah dalam menghadapi Peristiwa Karbala. Serial ini disutradarai oleh Dawud Mirbaqiri dan diproduksi pada 2003 M. Poros utama serial ini adalah karakter fiksi bernama Syuudzab, salah satu mantan sahabat Imam Ali as yang menjadi bendahara Umayyah di Kufah. Tipu daya seorang wanita Yahudi menghancurkan kehidupan keluarganya dan membuatnya semakin menyerupai para penguasa Bani Umayyah.

Cerita

Alur cerita serial Masumiyat-e Az Dast Rafteh yang ditayangkan di televisi Republik Islam Iran pada tahun 2003 M,[1] berlatar belakang abad pertama Hijriah. Serial ini berfokus pada karakter bernama Syuudzab yang merupakan sahabat Imam Ali as namun kemudian menjadi bendahara Kufah pada masa Umayyah. Mirbaqiri menggambarkan Syuudzab berada di tengah cinta antara dua wanita.

Wanita pertama adalah Maria yang dulunya seorang Kristen dan memiliki kenangan manis tentang masa kekhalifahan Imam Ali as yang sering mengunjungi rumah mereka dan membantu kemiskinan mereka. Melihat Syuudzab mengingatkan Maria pada Imam Ali as, dan hal ini secara bertahap menumbuhkan cintanya kepada Syuudzab. Maria, yang diserahkan ke biara setelah kematian ibunya dan menjadi biarawati, tetap mencintai Syuudzab dan mengiriminya pesan-pesan emosional. Dalam pertemuan di antara keduanya, Syuudzab pun jatuh cinta pada Maria. Namun, wanita kedua adalah seorang Yahudi bernama Humaira yang dengan penampilan gipsinya merayu hati Syuudzab dan secara bertahap, dengan godaan untuk mendapatkan kedudukan lebih tinggi di perangkat kekhalifahan Umayyah, menjauhkannya dari keimanan.

Syuudzab akhirnya menikahi Maria, namun karena seringnya Humaira datang mengunjunginya, ia menjadi tidak peduli pada Maria hingga Maria meninggalkannya. Maria meninggal dunia saat melahirkan putranya, Zaid. Syuudzab kemudian menikahi Humaira; namun beberapa tahun kemudian putra Syuudzab, Zaid, secara tidak sengaja jatuh cinta pada Rubabah, putri Humaira, dan terbunuh dalam perjalanan tersebut. Syuudzab akhirnya menjadi gila dan membunuh Rubabah di pesta pernikahannya.[2]

Beberapa Kru dan Pemeran

Sutradara Dawud Mirbaqiri
Penulis Skenario Hassan Mirbaqiri - Mohammad Biranvand
Produser Mohammad Masoud
Direktur Fotografi Azim Javanruh
Penyunting Mehdi Hosseinivand
Penata Rias Abdullah Eskandari
Musik Fereydoun Shahbazian
Aktor Peran Aktor Peran
Amin Tarokh Syuudzab Sara Khoeniha Humaira
Dariush Farhang Ibnu Ziyad Akbar Abdi Abu Nawaz
Anoushirvan Arjmand Hajjaj bin Yusuf Abbas Amiri Abu Musyir
Fariba Kousari Maria Morteza Ardestani Sinan bin Anas
Amin Zandegani Zaid Mostafa Tari Syimir bin Dzil Jausyan
Hassan Mirbaqiri Zakir Hamed Mirbaqiri Haidar

Pesan Serial

Masumiyat-e Az Dast Rafteh menggambarkan kejahatan dan balasan atas perbuatan orang-orang beragama masa itu dalam menghadapi tragedi Karbala.[3] Ketergelinciran tokoh utama dalam peristiwa Karbala dan kebisuannya di hadapan Bani Umayyah menunjukkan nasib akhirnya bertahun-tahun kemudian.

Mirbaqiri dalam serial ini menempatkan penonton pada sebuah persimpangan; jalan yang berujung pada kebahagiaan dan jalan yang berakhir pada kesengsaraan, dan kini tokoh utama harus memilih salah satunya. Ini adalah metode yang digunakan Mirbaqiri dalam semua karyanya, di mana ia menempatkan pahlawan ceritanya di tengah pilihan vital dan menentukan, serta membangun keraguan karakter di antara ranah etika, kemanusiaan, dan kehormatan. Karakter utama dalam serial ini terpaksa memilih di antara pergulatan kekufuran, keimanan, kesetiaan, dan pengkhianatan, namun pilihannya akhirnya jatuh pada lapisan gelap dari lingkaran pilihannya, yang mendatangkan azab pedih dan nasib buruk baginya.

Mirbaqiri meyakini bahwa Masumiyat-e Az Dast Rafteh adalah tentang keraguan, keragu-raguan, dan jarak antara keimanan ideal dengan keimanan yang didiktekan.[4]

Poin lainnya adalah serial ini membuat penonton melayang dalam rentang waktu antara masa Imam Ali as hingga Imam Husain as, yang memungkinkan penonton untuk menaruh perhatian pada kedua kepribadian agung tersebut.

Sutradara

Dawud Mirbaqiri, Sutradara

Masumiyat-e Az Dast Rafteh adalah karya terbaik Mirbaqiri setelah serial televisi Imam Ali dan Mokhtarnameh. Mirbaqiri menyusun latar waktu cerita ini sezaman dengan Asyura tahun 61 H, namun ia menghindari penampilan langsung peristiwa tersebut.

Dawud Mirbaqiri dalam menyutradarai serial sejarah selalu berusaha untuk tidak merujuk langsung pada tokoh-tokoh suci agama, melainkan dengan menunjukkan wajah terzalimi namun berani dari para sahabat tokoh tersebut serta kejahatan musuh, ia membimbing penonton dalam mengenali tokoh-tokoh suci sejarah. Karakter utama dalam serial ini tidak memiliki realitas eksternal dan merupakan hasil rekaan penulis cerita.[5]

Serial ini awalnya direncanakan untuk ditayangkan pada Idul Nowruz tahun 1382 HS/2003 M, namun serangan Amerika Serikat ke Irak dan besarnya porsi program televisi yang dialokasikan untuk perang tersebut membuat penayangannya tertunda hingga setelah Nowruz. Pada penayangan pertamanya, serial ini kurang mendapat sambutan, namun saat ditayangkan kembali pada Dekade Muharram di tahun yang sama, serial ini mendapat sambutan yang sangat luas.

Kritik

Kritik yang muncul terhadap serial ini adalah gerakan, pakaian, riasan, dan dialog para pemeran wanita yang menurut para kritikus terlalu berlebihan.

Poin Penting

Dalam acara apresiasi pembuat program TV3, serial ini berhasil meraih trofi penulis skenario terbaik untuk Dawud Mirbaqiri dan trofi emas aktor pemeran utama pria terbaik untuk Amin Tarokh.[6] Selain itu, Sara Khoeniha, melalui aktingnya yang memukau dalam serial ini, berhasil mendapat penghargaan sebagai aktor pemeran utama wanita terbaik dalam festival program televisi 2004 dan 2005 M.[7] Musik yang indah dan selaras dengan suasana serial, tata rias yang sesuai, dialog yang memikat, lagu penutup yang bermakna, serta penggunaan aktor yang tepat untuk setiap karakter, adalah poin-poin penting lainnya dari serial ini.

Televisi "Al-Nakheel" di Basra juga menayangkan serial ini.[8]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. «16 Sal Pas az Syuridegi-ye Shudzab», Kantor Berita Fars.
  2. Az Esyq be Syahzadeh-ye Qajari ta Vasl-e Astan-e Hosseini as, Kantor Berita Republik Islam.
  3. Surat kabar Arman, Selasa 21 Aban 1392 HS, No. 2334.
  4. «Darbareh-ye Serial-e Masumiyat-e Az Dast Rafteh», Situs Deabel News.
  5. Mingguan Sorousy Sima, No. 1121, 24 Esfand 1381 HS, hlm. 38.
  6. Pakhsy-e Mojaddad-e Serial-e «Masumiyat-e Az Dast Rafteh», Jamejam Online.
  7. Surat kabar Jamejam, 2 Farvardin 1392 HS.
  8. «Esteqbal-e Araqi-ha az Serial-e Masumiyat-e Az Dast Rafteh», Situs Hamvatan Salam.

Daftar Pustaka