Lompat ke isi

Konsep:Abdullah bin Zam'ah

Dari wikishia

|| || || - || || || || || editorial box

Abdullah bin Zam'ah
Info pribadi
Nama lengkapAbdullah bin Zam'ah bin al-Aswad al-Qurasyi al-Asadi
Garis keturunanQuraisy, Asadi
Kerabat termasyhurUmmu Salamah (Bibi), Al-Aswad (Kakek), Wahb Abu al-Bakhtari (Cicit)
Muhajir/AnsharMuhajir
Tempat TinggalMadinah
Wafat/SyahadahMadinah
Penyebab Wafat /SyahadahDalam peristiwa serangan ke rumah Utsman atau Peristiwa Harrah
Informasi Keagamaan
Hijrah keMadinah
Peran utamaSalah satu sahabat dan perawi Nabi Muhammad saw dan Imam Ali as


Abdullah bin Zam'ah (bahasa Arab: عبداللّٰه بن زمعة) adalah seorang sahabat Nabi Muhammad saw dan Imam Ali as. Pada masa kekhalifahan Imam Ali as, diriwayatkan bahwa Abdullah pernah meminta harta kepada beliau. Imam Ali menegaskan bahwa harta tersebut merupakan milik kaum Muslimin dan diperuntukkan bagi para prajurit Islam, bukan untuk kepentingan pribadi.

Menurut sejumlah riwayat dalam sumber Ahlusunah, ketika Abdullah bin Zam‘ah menjenguk Nabi Muhammad saw, ia diperintahkan untuk mengajak kaum Muslimin melaksanakan salat berjamaah. Karena tidak menemukan Abu Bakar, Abdullah kemudian menunjuk Umar bin Khattab sebagai imam salat. Setelah mengetahui hal tersebut, Nabi Muhammad saw melarang Umar memimpin salat dan menegaskan bahwa Abu Bakar yang berhak menjadi imam.

Umar, yang mengira penunjukan tersebut dilakukan atas perintah Nabi, menyampaikan keberatannya kepada Abdullah. Abdullah kemudian menjelaskan bahwa ia memilih Umar karena menilainya sebagai orang yang paling layak memimpin salat apabila Abu Bakar tidak berada di tempat.

Kakeknya (Aswad) termasuk orang-orang yang mengolok-olok Nabi Muhammad saw, demikian pula ayah, paman, dan saudaranya adalah orang-orang Kafir yang terbunuh dalam perang Badar; namun Abdullah diperkenalkan sebagai salah satu sahabat Imam Ali as dan merupakan wujud nyata dari Ayat يُخْرِجُ الْحَیَّ مِنَ الْمَیِّتِ وَ یُخْرِجُ الْمَیِّتَ مِنَ الْحَیِّ (Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup).

Pengenalan

Abdullah bin Zam'ah[1] bin al-Aswad al-Qurasyi al-Asadi[2] berasal dari kalangan bangsawan Quraisy[3] dan merupakan sahabat Nabi saw.[4] Kakeknya (Aswad) dianggap sebagai salah satu orang yang mengolok-olok Nabi Muhammad saw dan orang yang dimaksud dari Ayat 95 Surah Al-Hijr: إِنَّا کَفَیْنَاکَ الْمُسْتَهْزِئِینَ; "Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)"[5].[6] Berdasarkan beberapa laporan, ayah, paman, dan saudaranya adalah orang-orang Kafir yang terbunuh dalam perang Badar.[7] Sayid Muhsin Amin, penulis kitab A'yan al-Syi'ah, menyebut Abdullah sebagai salah satu sahabat Imam Ali as dan orang yang dimaksud dari Ayat 19 Surah Ar-Rum: يُخْرِجُ الْحَیَّ مِنَ الْمَیِّتِ وَ یُخْرِجُ الْمَیِّتَ مِنَ الْحَیِّ; "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup"[8].[9] Ia dianggap termasuk kaum Muhajirin[10] dan perawi dari Nabi dan Imam Ali as.[11] Dikatakan bahwa saat wafatnya Nabi (tahun 11 H), ia berusia lima belas tahun.[12] Bibinya adalah Ummu Salamah istri Nabi[13] dan istrinya adalah Zainab putri Ummu Salamah.[14] Wahb Abu al-Bakhtari, salah satu perawi dan hakim istana Harun al-Rasyid, adalah cicit Abdullah.[15]

Menurut Ibnu Hajar Asqalani, terdapat perbedaan pendapat tentang kematian Abdullah. Sebagian orang menganggap bahwa Abdullah terbunuh saat penyerangan rumah Utsman, sementara yang lain meyakini bahwa ia terbunuh dalam peristiwa Harrah.[16] Namun, pernyataan ini dipertanyakan, karena terdapat pendapat lain yang menyatakan bahwa putranya yang bernama Yazid adalah orang yang sebenarnya terbunuh dalam peristiwa Harrah.".[17]

Permintaan Harta kepada Imam Ali as

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Nahjul Balaghah khotbah 232[18], Abdullah bin Zam'ah meminta harta kepada Imam Ali as pada masa kekhalifahan beliau, dan Imam menjawab: "Sesungguhnya harta ini bukan hakku dan bukan pula hakmu, melainkan harta rampasan milik kaum Muslim yang diperoleh dengan pedang-pedang mereka. Jika engkau ikut serta dalam pertempuran mereka, engkau memiliki bagian yang sama dengan mereka; jika tidak, maka hasil jerih payah mereka tidak diperuntukkan bagi selain mereka."[19] Tentu saja, menurut beberapa laporan, Abdullah terbunuh pada masa Utsman bin Affan.[20]

Permintaan kepada Umar bin Khattab untuk Mengimami Salat

Ibnu Sa'ad, salah satu sejarawan Ahlusunah, menukil dalam kitab Al-Thabaqat al-Kubra bahwa Abdullah bin Zam'ah pergi menjenguk Nabi Muhammad saw sebelum wafatnya beliau, dan ketika waktu Salat tiba, ia diperintahkan oleh Nabi Muhammad saw untuk mengajak orang-orang melakukan Salat Jamaah. Karena tidak menemukan Abu Bakar, Abdullah meminta Umar untuk memimpin salat. Ketika Nabi mengetahui hal ini, beliau melarang Umar menjadi imam dan berkata bahwa hanya Abu Bakar yang boleh menjadi imam. Umar, yang mengira Abdullah memintanya memimpin salat atas perintah Nabi, mengeluh kepadanya. Abdullah menjawab bahwa ia menganggap Umar sebagai orang terbaik untuk mengimami salat jamaah jika Abu Bakar tidak ada.[21]

Catatan Kaki

  1. Ibnu Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, 1404 H, jld. 13, hlm. 10.
  2. Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 4, hlm. 83.
  3. Ibnu Atsir, Usd al-Ghabah, 1989 M, jld. 3, hlm. 141.
  4. Syekh Thusi, Rijal, 1373 HS, jld. 1, hlm. 43.
  5. Qara'ati, Tafsir-e Nur, 1388 HS, jld. 4, hlm. 483.
  6. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 3, hlm. 911.
  7. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ashhab, jld. 3, hlm. 911.
  8. Qara'ati, Tafsir-e Nur, 1388 HS, jld. 7, hlm. 187.
  9. Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 8, hlm. 53.
  10. Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 4, hlm. 83.
  11. Syabistari, al-Tabyin fi Ashhab Amir al-Mu'minin, 1430 H, jld. 2, hlm. 209.
  12. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Shaghir, 2009 M, jld. 1, hlm. 152.
  13. Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 4, hlm. 83.
  14. Khathib Umari, al-Raudhah al-Faiha, 1420 H, hlm. 295.
  15. Amini, Ashhab Amir al-Mu'minin wa al-Ruwat 'Anhu, jld. 2, hlm. 357.
  16. Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 4, hlm. 83.
  17. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ashhab, jld. 3, hlm. 912.
  18. Ibnu Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, 1404 H, jld. 13, hlm. 227.
  19. Makarim Syirazi, Nahjul Balaghah ba Tarjomeh-ye Farsi-ye Ravan (Nahjul Balaghah dengan Terjemahan Persia yang Lancar), 1385 HS, hlm. 553.
  20. Lihat: Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 4, hlm. 83.
  21. Ibnu Sa'ad, Thabaqat al-Kubra, 1414 H, jld. 2, hlm. 133; Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 30, hlm. 262.

Daftar Pustaka

  • Amini, Muhammad Hadi. Ashhab Amir al-Mu'minin 'Alaihis Salam wa al-Ruwat 'Anhu. BeirutH: Dar al-Kitab al-Islami, 1412 H.
  • Amin, Sayid Muhsin. A'yan al-Syi'ah. Beirut: Dar al-Muta'arif lil-Mathbu'at, 1403 H.
  • Ibnu Abdil Barr, Yusuf bin Abdullah. Al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ashhab. Tahkik: Ali Muhammad al-Bijawi. Beirut: Dar al-Jail, 1992 M/1412 H.
  • Ibnu Abi al-Hadid, Abdul Hamid. Syarh Nahj al-Balaghah. Qom: Maktabah Ayatullah al-Mar'asyi al-Najafi, cetakan pertama, 1404 H.
  • Ibnu Asakir, Ali bin Hasan. Tarikh Madinah Dimasyq. Beirut: Dar al-Fikr, 1415 H.
  • Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. Usud al-Ghabah fi Ma'rifah al-Sahabah. Beirut: Dar al-Fikr, 1989 M/1409 H.
  • Ibnu Hajar al-'Asqalani, Ahmad bin Ali. Al-Ishabah fi Tamyiz al-Sahabah. Tahkik: Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Mu'awwadh. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1995 M/1415 H.
  • Ibnu Sa'ad, Muhammad. Al-Thabaqat al-Kubra. Thaif - Arab Saudi: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1414 H.
  • Ibnu Sa'ad, Muhammad. Al-Thabaqat al-Shaghir. Tunis: Dar al-Gharb al-Islami, 2009 M.
  • Khathib Umari, Yasin. Al-Raudhah al-Faiha fi Tawarikh al-Nisa. Tahkik: Husam Riyadh Abdul Hakim. Beirut: Muassasah al-Kutub al-Tsaqafiyyah, 1420 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Nahjul Balaghah ba Tarjomeh-ye Farsi-ye Ravan (Nahjul Balaghah dengan Terjemahan Persia yang Lancar). Qom: Madrasah Imam Ali bin Abi Thalib, 1385 HS.
  • Qara'ati, Muhsin. Tafsir-e Nur. Teheran: Markaz-e Farhangi-ye Dars-hayi az Qur'an, 1388 HS.
  • Syabistari, Abdul Husain. Al-Tabyin fi Ashhab al-Imam Amir al-Mu'minin 'Alaihis Salam wa al-Ruwat 'Anhu. Qom: Al-Maktabah al-Tarikhiyyah al-Mukhtashah, 1430 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom: Jami'ah Mudarrisin Muassasah Nasyr-e Eslami, Qom, 1373 HS.