tanpa navbox

Khasf al-Baida'

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Khasf al-Baida' (bahasa Arab: خَسفُ البَيداء) atau al-Khasf fi al-Baida' (الخَسفُ فی البَيداء) berarti tenggelam atau terpuruknya dataran tanah Baida', dan yang dimaksud dari hal itu adalah tenggelam dan hancurnya tentara Sufyani di dataran tanah Baida', sebuah gurun antara Makkah dan Madinah. Peristiwa ini dalam beberapa riwayat, diyakini sebagai salah satu dari tanda-tanda pasti kebangkitan Imam Zaman as. Peristiwa ini terjadi setelah kemunculan dan sebelum kebangkitan Imam Keduabelas as.

Arti dan Lokasi Geografis Khasfu al-Baida'

قالَ الصّادقُ (ع): قَبْلَ قِیامِ الْقَائِمِ علیه‌السلام خَمْسُ عَلَامَاتٍ مَحْتُومَاتٍ الْیمَانِی وَ السُّفْیانِی وَ الصَّیحَةُ وَ قَتْلُ النَّفْسِ الزَّکیةِ وَ الْخَسْفُ بِالْبَیدَاءِ
"Imam Shadiq as berkata: Sebelum kebangkitan al-Qaim as, akan ada lima tanda yang pasti: Kebangkitan Yamani, Keluarnya Sufyani, Teriakan Langit, terbunuhnya jiwa yang suci (Nafsu Zakiah) dan al-Khusf di Baida"
Q.S. Al-Anfal, ayat 72

Kata "Khasf" berarti tenggelam dan tersembunyi [1] dan Baida' adalah nama sebuah dataran gurun dan kosong dari air dan tumbuh-tumbuhan, di antara Makkah dan Madinah. [2] Sebagian sumber menyakini bahwa tempat ini berjarak sekitar dua kilometer dari Masjid Syajarah menuju Makkah. [3]

Salah satu dari tanda-tanda pasti yang telah diperkenalkan dari kebangkitan Imam Zaman as adalah "Khasfu al-Baida'", atau "al-Khasf fi al-Baida' " [4] Dan yang dimaksud dari istilah ini adalah bahwa Sufyani mengirim pasukan besar ke Makkah untuk berperang melawan Imam Mahdi; Namun di antara Makkah dan Madinah, di tempat yang dikenal sebagai daratan tanah "Baida'", secara ajaib mereka terperosok tenggelam ke dalam bumi atas perintah Allah. Peristiwa ini dalam riwayat Sunni [5] dan Syiah dikenal sebagai salah satu dari tanda-tanda kemunculan dan kebangkitan Imam Zaman as dan termasuk dalam bilangan beberapa di antaranya telah ditekankan kepastiannya. [6]

Bagaimana Kejadian Terpuruknya Dataran Tanah di Baida'

Mengenai rincian kejadian terpuruknya dataran tanah di Baida' secara eksplisit tidak disebutkan dalam riwayat dan hanya ada isyarat yang menunjukkan akan tenggelamnya pasukan Sufyani di dataran tanah ini. Imam Baqir as berkata: “Sufyani akan mengirim sekelompok pasukan ke Madinah dan Mahdi dari sana pergi ke Makkah. Kabar sampai ke komandan pasukan Sufyani bahwa Mahdi as telah pergi ke Makkah. Dia mengirim pasukan untuk mengejar Imam, tetapi mereka tidak menemukannya sampai Mahdi memasuki kota Makkah dalam keadaan takut dan cemas sebagaimana yang dialami Musa bin Imran. Ketika tentara Sufyani memasuki dataran tanah Baida', terdengar suara panggilan dari langit: "Wahai daratan! "Hancurkan kaum itu." Kemudian dataran tanah itu menelan tentara Sufyani dan semuanya masuk binasa kecuali tiga orang." [7]

Salah seorang yang selamat, yang dalam riwayat diperkenalkan dengan kata sifat "Basyir", pergi menuju ke arah Imam Zaman dan di Makkah ia menyampaikan berita gembira akan kebinasaan pasukan Sufyani kepadanya dan mengutip penjelasan kejadian tersebut. [Note 1]

Jumlah Pasukan

Jumlah orang-orang yang hadir dalam laskar pasukan tersebut dan lalu binasa disebutkan sebanyak dua belas ribu, [8] seratus tujuh puluh ribu [9] dan tiga ratus ribu orang [10].

Waktu Terpuruknya Daratan

Fenomena terpuruknya daratan tanah terjadi setelah kemunculan dan sebelum kebangkitan Imam Zaman. Sebagian riwayat memperkenalkan waktu peristiwa ini adalah setelah kemunculannya dan sebagian yang lain meyakininya setelah pembaiatan para sahabat khusus Imam Mahdi as. Musannaf Abdul Razzaq, [11] musannaf Ibnu Abi Syaibah, [12] Musnad Ahmad [13] dan beberapa referensi lainnya dengan jelas menyebutkan peristiwa ini.

Sebagian orang memperkirakan bahwa waktu kejadian ini sekitar satu bulan setelah kemunculan Imam Zaman as. [Note 2]

Pranala Terkait

Catatan Kaki

  1. Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab, di bawah kata "Khasf", jld.1, hlm.254.
  2. Yaqut Hamawi, Mu'jam al-Buldan, jld.1, hlm.523.
  3. Farhangge Fiqh Muthabiq Madzhabe Ahle Beit alaihim al-Salam, jld.2, hlm.160-161.
  4. Syekh Shaduq, Kamaluddin, jld.2, hlm.678, bab. 25, hadis 7.
  5. Shan'ani, al-Mushannaf, jld.11, hlm.371, hadis 20769
  6. Kulaini, al-Kafi, jld.8, hlm.31; Syekh Shaduq, Kitab al-Khishal, jld.1, hlm.303; Nu'mani, al-Ghaibah, hlm.257, bab.14, hadis 15.
  7. Nu'mani, al-Ghaibah, hlm.279, bab.14, hadis 67.
  8. Sulaiman, Ruzegare Rahai, hlm.310.
  9. Sayid Ibnu Thawus, al-Malahim wa al-Fitan, hlm.136.
  10. Nahawandi, al-Abqari al-Hisan, hlm.128.
  11. Shan'ani, al-Mushannaf, jld.11, hlm.371.
  12. Ibnu Abi Syaibah, al-Mushannaf, jld.15, hlm.45.
  13. Ahmad bin Hanbal, Musnad, jld.6, hlm.316.
  1. Seseorang berkata: "Saya dan saudara laki-laki saya pernah menjadi tentara Sufyani yang telah menghancurkan kota-kota dari Damaskus hingga Zuwara’ dan begitu juga kota Kufah. Kemudian kami datang ke Madinah dan juga menghancurkan kota ini dan begitu pula kami menghancurkan Masjid Nabawi dan mengikat tunggangan kami di tempat suci Raudhah Nabi dan tunggangan-tunggangan itu mencemari tempat tersebut, dan kemudian dari Madinah dengan pasukan yang diperlengkapi kami bergerak menuju Baitullah untuk menghancurkannya dan membunuh para penduduknya. Karena kita sudah sampai di dataran tanah Baida, kami berhenti sejenak di sana. Tiba-tiba sebuah suara muncul dan berkata: Hai dataran tanah Baida’! Telanlah para penindas dan hancurkan mereka. Lantas semua pasukan tenggelam ke dalam tanah dan hanya saya dan saudara laki-laki saya yang tersisa, namun tiba-tiba malaikat muncul dan menampar di wajah saya dan saudara laki-laki saya bertubi-tubi sehingga wajah kami berperputar balik dan dia memerintahkan saudara laki-laki saya untuk pergi ke Sufyani dan memberitakan kepadanya tentang kehancuran pasukannya, dan dia juga memerintahkan saya untuk datang kepada Anda dan menyampaikan kabar baik kepada Anda (Imam Mahdi) tentang kehancuran tentara Sufyani, serta untuk bertobat di tangan Anda dimana Tuhan akan menerima pertobatan saya. Kemudian Imam menerima taubatnya dan ia meletakkan tangan yang penuh berkah itu ke wajahnya dan ia pun kembali ke keadaannya semula, berbaiat dengan Imam dan dia akan bersamanya. (Majlisi, ‘’Bihar al-Anwar’’, jld.53, hal.10).
  2. Sebagian riwayat menyatakan bahwa ketika Sufyani berkuasa atas lima kota (Palestina, Yordania, Damaskus, Aleppo dan Homs), dia memerintah selama sembilan bulan (Nu'mani, Al-Ghaibah, hal. 300; Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 52, hal. 140).


Daftar Pustaka

  • Ahmad bin Hanbal. Musnad. Mesir, Muassasah Qurthubah. Tanpa tahun.
  • Farhangge Fiqh Muthabiq Madzhabe Ahle Beit alaihim al-Salam. Qom. Muassasah Dairatu al-Ma’arif Fiqh Islami. 1392 HS.
  • Ibnu Abi Syaibah Kufi.Al-Mushannaf. Riset: Said al-Lijam. Beirut, Dar al-Fikr. 1409 H.
  • Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukrim. Lisan al-Arab. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi. 1408 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya’qub. Al-Kafi. Editor: Ali Akbar Ghaffari. Beirut, Dar al-Ta’aruf. Cet. Ketiga. 1401 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi. Cet. Ketiga. 1403 H.
  • Nahawandi, Ali Akbar. Al-Abqari al-Hisan fi Ahwali Maulana Shahib al-Zaman. Teheran, penerbit Dabestani. Tanpa tahun.
  • Nu'mani, Muhammad bin Ibrahim. Kitab al-Ghaibah. Editor: Ali Akbar Ghaffari. Teheran, Maktabah al-Shaduq. Tanpa tahun.
  • Sayid Ibnu Thawus, Ali bin Musa. Al-Malahim wa al-Fitan. Qom, penerbit al-Radhi. Cet. Kelima. 1978.
  • Shan'ani, Abdul Razzaq. Al-Mushannaf. Beirut, Al-Majlis al-Ilmi. Cet. Kedua. 1403 H.
  • Sulaiman, Kamil. Ruzegare Rahai (Terjemahan Yaum al-Khalash). Penerjemah: Lathif Rasyidi. Tehran, Armaghan Thuba. Cet. Pertama. 1386 HS.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Kitab al-Khishal. Editor: Ali Akbar Ghaffari. Qom, penerbit Islami. Cet. Ketujuh. 1416 H.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Kamaluddin wa Tamamu Ni’mah. Beirut, A’lami. Cet. Pertama. 1412 H.
  • Yaqut Hamawi, Abu Abdillah. Mu'jam al-Buldan. Beirut, Dar Shadir. 1995.