Al-Kautsar

Prioritas: a, Kualitas: b
Dari wikishia

Al-Kautsar (bahasa Arab:الکوثر) adalah sebuah kata dalam Alquran yang bermakna kebaikan yang berlimpah[1] dan merupakan salah satu gelar Sayidah Fatimah al-Zahra sa.[2], Kata ini secara lafaz berhubungan dengan kata "banyak", dan hanya satu kali disebut dalam Alquran, yaitu dalam surah al-Kautsar. [3]

Ada perbedaan pendapat mengenai tafsir dan siapa yang dimaksud dengan 'al-Kautsar' dalam ayat tersebut.[4]Sebagian tafsirannya adalah: Surga, Islam, Kenabian, Alquran, ilmu dan kebijaksanaan, Telaga Kautsar, syafa'at, banyaknya teman dan pengikut serta banyaknya keturunan.[5]

Menurut penuturan penulis kitab Majma' al-Bayan, semua kemungkinan tersebut adalah benar; karena kata Kautsar meliputi kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat yang mana semua tafsiran tersebut termasuk di dalamnya.[6]. Fakhru Razi mengatakan bahwa tafsiran Kautsar dengan sebuah sungai di surga mencapai tingkatan 'masyhur' dan 'mustafidh'.[7]

Allamah Thabathaba'i mengatakan bahwa maksud dari al-Kautsar adalah banyaknya keturunan Nabi saw; karena menurutnya, kata 'abtar' di akhir surah al-Kautsar bermakna terputusnya keturunan, oleh karena itu, memaknai Kautsar dengan banyaknya keturunan akan lebih cocok dan sesuai.[8]

Menurut pandangan para mufasir Syiah, 'Kautsar' adalah Sayidah Zahra sa. Karena bertentangan dengan keyakinan Ash bin Wa'il, yang menganggap bahwa Nabi saw sebagai Abtar (tanpa anak keturunan; seseorang yang tidak mempunyai keturunan dan anak cucu), Allah mengaruniakan keturunan dan anak cucu yang banyak kepadanya melalui putrinya Sayidah Fatimah sa.[9]

Tersebarnya keturunan Sayidah Fatimah sa di seluruh penjuru dunia

Saat ini diberbagai penjuru dunia, para sayid berasal dari keturunan Sayidah Fatimah az-Zahra sa, sebagai contoh: selain dari Negara-negara Arab dan Iran, Negara seperti Tunisia dan Maroko, generasi Idris bin Abdullah bin Hasan, pendiri Pemerintahan Syiah yang bernama Idrisian sampai saat ini masih ada. Di Indonesia seperti keluarga al-Habsyi, Alawi dan lain lain merupakan keluarga sayid. Di Yaman banyak keluarga yang berasal dari keturunan Imam Hasan as dan Imam Husain as. Di kota Aswan Mesir, ada sebuah suku besar yang bernama Ja'afere yang di nisbatkan kepada Imam Ja'far al-Shadiq as. Begitu pula di dua Negara India dan Pakistan banyak keluarga sayid yang bernama keluarga Razawi dan Taqawi. [10]

Beberapa ahli tafsir mengemukakan 6 arti untuk Kautsar, yaitu: ilmu dan amal, kenabian, Alquran, kehormatan di dunia dan akhirat, dan keturunan saleh dari Sayidah Fatima Zahra sa. Ditambah lagi dengan fakta bahwa setelah syahidnya Imam Husain as, tidak ada satupun laki-laki dari Ahlulbait Nabi saw yang tersisa kecuali Imam Sajjad as. Namun, Allah swt memenuhi janjinya dan memenuhi dunia dengan keturunannya.[11]


Catatan Kaki

  1. Fakhru Razi, al-Tafsir al-Kabir, jld. 32, hlm. 313; Thabathaba'i, Tafsir al-Mizan, jld. 20, hlm. 370.
  2. Anshari, Zanjani, al-Mausu'ah al-Kubra 'an Fatimah al-Zahra, jld.22, hlm. 9 & 25
  3. QS. Al-Kautsar, ayat 1.
  4. Lihat:al-Razi, al-Tafsir al-Kabir, jld. 32, hlm. 313-316; Thabathaba'i, Tafsir al-Mizan, jld. 20, hlm. 370.
  5. Lihat:al-Razi, al-Tafsir al-Kabir, jld. 32, hlm. 313-316; Thabarsi, Majma' al-Bayan, jld. 10, hlm. 836;Thabathaba'i, Tafsir al-Mizan, jld. 20, hlm. 370.
  6. Thabarsi, Majma' al-Bayan, jld. 10, hlm. 837.
  7. Fakhru Razi, al-Tafsir al-Kabir, jld. 32, hlm. 313
  8. Thabathaba'i, Tafsir al-Mizan, jld. 20, hlm. 370.
  9. Lihat: Dāneshnāmeh Qurān dan Qurānpajuhi, jld.2, hlm.1269.
  10. Daghir, Yusuf As'ad, Mashadir al-dirasah al-adabiyah. 1983. Jilid 4, Hal. 364-366.
  11. Husaini Syah Abd al-Adzimi, Husain, Tafsir Itsna 'Asyari, jld. 14, hlm. 363

Daftar Pustaka

  • Husaini Syah Abd al-Adzimi, Husain. Tafsir Itsna 'Asyari. Teheran: Publikasi Miqat, Cet. pertama, 1363 S.
  • Khurramsyahi, Bahauddin. Dāneshnāmeh Qurān dan Qurānpazuhi. Teheran: Teman-teman & Nahid, 1908-1909.
  • Daghir, Yusuf As'ad. Mashadir al-Dirasah al-Adabiyah. 1983.
  • Thabathaba'i, Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Quran. Beirut: Muassasah al-A'lami, Cet. kedua, 1390 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Husain. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Quran. Teheran: cet. ketiga, 1372 S.
  • Fakhru Razi, Muhammad bin Umar. Al-Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib). Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cet. ketiga, 1420 H.