tanpa link
tanpa foto
tanpa Kategori
tanpa infobox
tanpa navbox
tanpa alih
tanpa referensi

Nabi Ishak as

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Nabi Ishak as
Ishagh.jpg
Nama dalam Alquran Ishaq
Nama dalam Alkitab Isaac
Tempat lahir Palestina
Tempat tinggal Hebron
Pusara Al-Quds
sebelum Nabi Ya'qub as
setelah Nabi Ismail as
Umur 180
Pengulangan di Alquran 17
-

Nabi Ishak as (bahasa Arab: النبي إسحاق ) adalah salah seorang Nabiullah dan putra Nabi Ibrahim as dan Sarah sa [1]. Ia lahir di Palestina dan menghabiskan hidupnya juga di wilayah tersebut.[2]Ishak adalah frase dari bahasa Ibrani yang artinya, yang senantiasa tersenyum.[3] Sebagian menyebutkan berasal dari bahasa Arab. [4]Disebutkan ia lahir 5 atau 13 tahun setelah kelahiran Nabi Ismail as.[5]Sewaktu Ishak lahir, usia ayahnya lebih dai 100 tahun dan Ibunya berusia 90 tahun.[6]Pada saat berusia 40 tahun ia menikah dengan seorang perempuan yang bernama Refqah dan dari pernikahan tersebut lahir dua putra bernama Esau dan Yakub.[7]

Kepribadian

Nabi Ishak as adalah leluhur dari Bani Israil, sebagaimana yang dikabarkan malaikat Jibril as, dari keturunannya lahir sejumlah nabi diantaranya, Yakub, Yusuf, Daud, Sulaeman, Ayub, Musa, Harun, dan nabi-nabi lainnya dari kalangan Bani Israel. Berdasarkan sumber sejarah, Nabi Ibrahim as adalah paman dari pihak ayah Nabi Luth as, karena itu Ishak as adalah sepupu Luth as.[8]

Pada peristiwa rencana penyembelihan Nabi Ismail as, dalam kitab suci umat Yahudi disebutkan bahwa yang hendak disembelih adalah Nabi Ishak, yang karena itu dalam iman umat Yahudi, Nabi Ishak as lebih istimewa kedudukannya dari nabi Ismail as.[9]Sejumlah Ahlusunnah juga memiliki pandangan demikian [10]namun dalam kelompok Syiah dengan bersandar pada Alquran surah Ash-Shaffat ayat 112 بَشَّرْناهُ بِإِسْحاقَ نَبِیا مِنَ الصَّالِحِینَ[11], demikian juga pada surah Hud ayat 71[12] membantah pandangan tersebut.[13]

Ishak sebelum wafat, nubuwah (kenabian) selanjutnya diserahkan kepada Yakub putranya, sesuai perintah Allah swt. [14]Sesuai penjelasan Taurat, Ishak sebenarnya berkeinginan Esau putranya yang lain yang menjadi nabi setelahnya, namun Yaqub bersama ibunya telah menipunya, sehingga Yaqublah yang kemudian menjadi nabi.[15] Muhammad Hadi Ma'rifat, pakar Alquran dan mufasir kontemporer dari Iran, menyebut penulisan Taurat tersebut merupakan bentuk pelecehan pada Anbiyah as, dan juga bentuk fitnah pada Yaqub dengan menyebutnya pendusta dan memanfaatkan kebutaan ayahnya untuk menipunya. [16]Ia juga menyebut, kisah Taurat tentang penipuan Yaqub terhadap ayahnya adalah bentuk perendahan pada hak kenabian Nabi-nabi besar Ilahi.[17]

Nabi Ishak as meninggal dunia dalam usia 180 tahun dan dimakamkan di dekat Baitul Muqaddas di kota Al-Khalil di Palestina.[18]


Kabar Kelahiran

Menurut ayat-ayat Alquran, sebelum kelahiran Ishak, Allah swt memberi tahu orang tuanya mengenai kabar gembira mengenai akan mengandungnya Sarah dan kelak melahirkan seorang putra. [19] Kabar ini dimuat dalam surah Hud ayat 71. Tanpa menyertakan nama Ishak, juga kabar mengenai kelahiran Ishak termuat dalam surah Al-Hijr ayat 53 dan surah Adz-dzariyat ayat 29. Nama Ishak disebut 17 kali pada 12 surah dalam Alquran. [20]

Kenabian

Nabi Ishak as setelah kematian saudaranya Nabi Ismail as, kenabian selanjutnya berada di tangannya [21]dan setelahnya kenabian selanjutnya berasal keturunannya, kecuali Nabi Muhammad saw yang berasal dari garis keturunan Nabi Ismail as. [22]

Dalam Alquran, 8 ayat secara langsung maupun tidak langsung menyebutkan mengenai nubuwah Nabi Ishak as. Diantaranya yang menyebutkan mengenai nubuwah Nabi Ishak as [23], turunnya kitab suci untuk keturunannya[24], diberikannya syariat kepadanya[25], turunnya wahyu untuknya [26], perintah untuk mengikutinya [27], dan petunjuk mengenai keimamahan Nabi Ishak as.[28] Pada ayat ini menjelaskan mengenai agama dan syariat Nabi Ishak as adalah sebagaimana agama ayahnya Nabi Ibrahim as yaitu agama yang hanif (lurus) yang berdiri di atas pondasi tauhid.[29]

Catatan Kaki

  1. Qs. Hud: 71
  2. Syauqi Abu Khalil, Atlas_Quran, hlm. 53
  3. Mustafawi, Al-Tahqiq fi Kalimati al-Quran al-Karim, jld. 5, hlm. 70
  4. Qarasyi Banani, Qamus Quran, jld. 3, hlm. 240
  5. Mas'udi, Itsbat al-Washiah, hlm. 41-42; Tabrani, al-Tafsir al-Kabir, jld. 5, hlm. 313
  6. Mas'udi, Itsbat al-Washiah, hlm. 46
  7. Allamah Thabathabai, al-Mizan fi Tafsir al-Quran, jld. 10, hlm. 324
  8. Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, jld. 1, hlm. 176
  9. Markaz Farhang wa Ma'arif Qur'an, Dairah al-Ma'arif Quran Karim, jld. 3, hlm. 186
  10. Makarim, Tafsir Nemuneh, jld. 19, hlm. 119; Qurthubi, al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, jld. 16, hlm. 100
  11. Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh.
  12. بَشَّرْناها بِإِسْحاقَ وَ مِنْ وَراءِ إِسْحاقَ یعْقُوبَ. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Ya'kub.
  13. Makarim, Tafsir Nemuneh, jld. 19, hlm. 118-120
  14. Mas'udi, Itsbat al-Washiah, hlm. 46
  15. Lih. Kitab-e Muqaddas, Kitab-e Paidaysy (kitab kejadian), bab. 27, ayat 1-40; lihat juga: Ma'rifat, Naqd-e Syubhat Piramun-e Qur'an-e Karim (bantahan terhadap syubhat mengenai Alquran al-Karim), hlm. 84
  16. Ma'rifat, Naqd-e Syubhat Piramun-e Qur'an-e Karim, hlm. 84
  17. Ma'rifat, Naqd-e Syubhat Piramun-e Qur'an-e Karim, hlm. 84
  18. Qazwini, al-Mizar, jld. 1, hlm. 86; lihat juga: Mas'udi, Itsbat al-Washiah, hlm. 46
  19. Qs. Hud: 71
  20. Syauqi Abu Khalil, Atlas-e Qur'an, hlm. 54
  21. Mas'udi, Itsbat al-Washiah, hlm. 46
  22. Tabari, Tarikh al-Thabari, jld. 1, hlm. 316
  23. Qs. Maryam: 49
  24. Qs. Al-Ankabut: 27
  25. Qs. Al-An'am: 89
  26. Qs. An-Nisa: 163
  27. Qs. Al-Baqarah: 135-136
  28. Qs. Al-Anbiyah: 73
  29. Qs. Yusuf: 38


Daftar Pustaka

  • Allamah Thabathabai, Sayid Muhammad Husain, al-Mizan fi Tafsir Al-Qur'an, Qom, Maktabah al-Nasyr al-Islami, cet. V, 1417 H
  • Kitab Muqaddas, tanpa kota, Anjumanha Muttahid Kitab-e Muqaddas, 2007
  • Makarim Shirazi, Nashir, Tafsir Nemuneh, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, 1384 S
  • Markaz Farhang wa Ma'arif Qur'an, Dairah al-Ma'arif Qur'an-e Karim, Qom, Muassasah Bustan-e Kitab, 1382 S
  • Mas'udi, Ali bin Husain, Itsbat al-Washiah lil Imam Ali bin Abi Thalib, Qom, Anshariyan, 1384 S
  • Mustafawi, Hasan, al-Tahqiq fi Kalimat al-Qur'an al-Karim, Tehran, Markaz al-Kitab lil Terjemah wa al-Nasyr, 1402 H
  • Qarasyi Banabi, Ali Akbar, Qamus Qur'an, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1412 H
  • Qazvini, Sayid Mahdi, al-Mizar: Madkhal li Ta'yin Qubur al-Anbiya wa al-Syuhadah wa Aulad al-Aimmah wa al-Ulama, riset: Jaudat al-Qazvini, Beirut, Dar al-Rafadain, 1426 H/2005
  • Qurtubi, Muhammad bin Ahmad, al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, Tehran, Intisyarat Nashir Khusru, 1364 S
  • Syauqi Abu Khalil, Atlas-e Qur'an, terj. Muhammad Kermani, Masyhad, Astan-e Quds Rezavi, 1389 S
  • Tabari, Muhammad bin Jarir, Tarikh al-Thabari, riset: Muhammad Abu al-Fadhl Ibrahim, Beirut, Dar al-Turats, 1387 H
  • Tabrani, Sulaeman bin Ahmad, al-Tafsir al-Kabir: Tafsir al-Qur'an al-Azhim, riset: Hisyam Abdul Karim al-Bandarani al-Maushuli, Yordania, Darul Kitab al-Tsaqafi, 2008