Konsep:MA'QIL bin Qays al-Riyahi
- Jangan tertukar dengan Ma'qil (budak Ibnu Ziyad)
Templat:Kotak info sahabat Imam Ali MA'QIL bin Qays al-Riyahi adalah salah satu sahabat Imam Ali (as) dan komandan pasukannya dalam perang Jamal, Shiffin, dan Nahrawan. Ia menjabat sebagai kepala pengawal Imam Ali (as) dan memiliki peran penting dalam menumpas pemberontakan kaum Khawarij, termasuk pemberontakan Khirrit bin Rashid al-Naji.
Imam Ali (as) beberapa kali memuji Ma'qil dan memperkenalkannya sebagai sosok yang tepercaya dan memiliki ketakwaan. Surat kedua belas Nahjul Balaghah ditujukan kepadanya.
Setelah yahadah Imam Ali (as), Ma'qil berdiri di samping Imam Hasan (as) dan hadir dalam peperangan beliau melawan Muawiyah. Setelah perdamaian Imam Hasan dengan Muawiyah dan pengangkatan Mughirah bin Syu'bah sebagai gubernur Kufah, ia menerima usulan Mughirah untuk menghadapi kaum Khawarij seperti Mustawrad bin 'Ullafah dan terbunuh dalam peperangan tersebut.
Biografi
Ma'qil bin Qays al-Riyahi[1] atau al-Hanzhali,[2] yang terkadang nama ayahnya dicatat sebagai Abdul Qays,[3] berasal dari kabilah Bani Tamim[4] dari cabang Bani Yarbu'[5] dan bergelar Aba Rumailah.[6] Ia disebut sebagai penduduk Kufah[7] dan pemimpin kabilahnya[8] serta termasuk orang-orang yang pemberani[9] dan orator.[10]
Beberapa pihak meyakini bahwa ia mendapati masa hidup Nabi (saw),[11] sehingga namanya disebutkan dalam kitab al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah yang merupakan salah satu sumber biografi para sahabat.[12] Meskipun demikian, Dzahabi, penulis kitab Tarikh al-Islam, menolak statusnya sebagai sahabat.[13]
Tidak ada informasi mengenai tanggal lahir Ma'qil, namun beberapa pihak meyakini bahwa ia mendapati masa Jahiliyah.[14] Kematiannya dianggap terjadi pada tahun 39 H,[15] atau 42 H[16] atau 43 H[17] dalam pertempuran melawan Mustawrad bin 'Ullafah.[18]
Pada masa khalifah kedua, ia bertindak sebagai kurir Ammar bin Yasir yang membawa berita Penaklukan Syustar ke Madinah dan menyampaikannya kepada khalifah kedua.[19] Ia termasuk di antara tokoh dan qari Kufah yang memprotes kinerja Walid bin Uqbah, gubernur Utsman bin Affan di Kufah, dan menulis surat kepada Utsman mengenai hal ini.[20]
Ma'qil dianggap sebagai bagian dari kaum Syiah[21] dan pendamping[22] serta komandan pasukan Imam Ali (as).[23] Syekh Thusi mengategorikannya sebagai sahabat Imam Ali (as)[24] dan ia bahkan disebut sebagai salah satu pemimpin sahabat Imam;[25] sebagaimana banyak pujian dari pihak Imam yang dinukil mengenai dirinya.[26]
Anak-anak
Dalam sejarah tidak disebutkan nama anak-anak Ma'qil; namun dalam kitab Rijal al-Thusi[27] dan sumber-sumber yang menukil darinya,[28] seseorang bernama Ibrahim bin Ma'qil bin Qays disebutkan sebagai sahabat Imam as-Sadiq (as); sebagaimana dalam sumber tersebut juga dirujuk saudaranya dengan ungkapan "akhu Ishaq" (saudara Ishaq).[29] Penulis kitab Tanqih al-Maqal meyakini bahwa kemasyhuran Ishaq lebih besar daripada Ibrahim dan ia lebih dikenal daripadanya; karena Syekh Thusi dalam memperkenalkan Ibrahim, menyebutnya sebagai saudara Ishaq.[30] Tentu saja sebagian pihak menduga bahwa ungkapan ini merupakan bentuk perubahan dari Abu Ishaq, yang berarti gelar Ibrahim adalah Abu Ishaq.[31] Ibnu Hajar al-Asqalani meyakini bahwa Ibrahim yang disebutkan adalah Ibrahim bin Ma'qil bin Qays al-Asadi al-Kufi,[32] dalam hal ini ia tidak mungkin merupakan anak dari Ma'qil bin Qays yang masyhur; karena sebagaimana telah disebutkan, Ma'qil berasal dari kabilah Bani Tamim.
Era Imam Ali (as) dan Imam Hasan (as)
Ma'qil adalah kepala pengawal Imam Ali (as)[33] dan hadir di samping Ali (as) dalam tiga peperangan utama beliau.[34] Dalam Perang Jamal, ia menjabat sebagai komandan pasukan infanteri.[35] Sebagian pihak menganggap tanggung jawabnya dalam perang ini adalah memimpin beberapa kabilah termasuk kabilah Quraisy, Bani Kinanah, Bani Tamim, dan Bani Asad.[36] Tanggung jawab yang sama juga disebutkan untuknya saat pengiriman pasukan ke Shiffin.[37]
Ma'qil dianggap sebagai salah satu pejabat Imam Ali di Mosul.[38] Sebelum Perang Shiffin, ia mendapatkan misi dari Imam Ali (as) untuk mengontrol situasi dan menenangkan masyarakat[39] dengan membawa tiga ribu pasukan[40] dari arah Mosul[41] dan Nisibin menuju Shiffin serta bergabung dengan Imam di Raqqah.[42] Surat kedua belas Nahjul Balaghah ditujukan kepada Ma'qil dan berkaitan dengan masa ini.[43] Beberapa ucapan Ma'qil dalam menyatakan kesetiaan kepada Imam saat perjalanan menuju Shiffin telah tercatat.[44]
Muawiyah bin Abi Sufyan setelah Perang Shiffin mengirimkan Yazid bin Syajarah sebagai wakilnya menjadi pemimpin jamaah haji dalam prosesi Haji, yang memicu reaksi Imam Ali (as) dan Imam mengirimkan Ma'qil dengan beberapa ribu pasukan untuk menghadapinya.[45] Imam dalam sebuah surat kepada perwakilannya di haji yaitu Qutham bin Abbas, memperkenalkan Ma'qil sebagai sosok yang memiliki integritas, kokoh, serta bertakwa dan wara'.[46] Imam Ali (as) dalam khutbah lainnya mengajak masyarakat untuk mendampingi Ma'qil dikirim ke Mekah dan memperkenalkan Ma'qil sebagai sosok yang tepercaya dan bertakwa.[47] Wakil Muawiyah pun keluar dari Mekah seiring datangnya Ma'qil.[48]Templat:Y
Ma'qil menjabat sebagai komandan sayap kiri pasukan Imam dalam Perang Nahrawan.[49] Ketika Imam Ali (as) bermaksud menyediakan pasukan untuk kembali menghadapi Muawiyah, beliau—dengan memperhatikan musyawarah dari pihak lain yang memperkenalkan Ma'qil sebagai sosok yang teruji dan dikenal—meminta Ma'qil untuk segera mengumpulkan pasukan.[50] Ia melanjutkan tugas ini hingga masa syahadah Imam.[51]
Ia termasuk di antara kaum Syiah yang menyatakan kesetiaan kepada Imam Hasan (as) untuk berperang melawan Muawiyah dan menjanjikan bantuan. Imam pun mengonfirmasi ucapan mereka dan mendoakannya.[52]
Perang dengan Pemberontak Khawarij
Ma'qil berperan dalam menumpas kaum Khawarij pada masa Imam Ali (as) dan memadamkan pemberontakan Khawarij seperti Hilal bin 'Ullafah atau Alqamah al-Taymi pada tahun 38 H.[53][54] Ia juga mendapatkan tugas dari Imam Ali (as) untuk menghadapi Bani Samah yang kemudian berhasil dikalahkan dan beberapa di antaranya ditawan.[55] Peperangannya dengan Bani Najiyah[56] serta dengan Khirrit bin Rashid al-Naji[57] juga tercatat dalam sejarah.
Setelah syahadah Imam Ali (as), Ma'qil juga mendampingi Mughirah bin Syu'bah, gubernur Muawiyah di Kufah, untuk menumpas kaum Khawarij; di mana pemberontakan kaum Khawarij seperti Farwah bin Naufal, Syabib bin Bajrah,[58] Abi Laila al-Khariji,[59] dan Mustawrad bin 'Ullafah[60] berhasil ditumpas olehnya.
Perang dengan Khirrit bin Rashid
Khirrit bin Rashid—yang terkadang dirujuk dengan nama Harits bin Rashid—[61] merupakan bagian dari sahabat Nabi (saw)[62] yang memberontak pada masa Imam Ali (as). Imam Ali (as) setelah mengutus Ziyad bin Khasafah al-Tamimi,[63] kemudian memberikan misi kepada Ma'qil untuk pergi berperang melawannya dengan membawa dua ribu[64] atau empat ribu[65] pasukan. Sebelum pengiriman Ma'qil, Imam Ali (as) memintanya agar dengan menjaga takwa, ia menjauhkan diri dari melakukan kezaliman dan penindasan terhadap kaum Muslimin dan Ahli Dzimmiah.[66] Ma'qil berhasil mengalahkannya dalam beberapa tahap pertempuran dan membunuhnya.[67]
Ma'qil awalnya berhadapan dengan Khirrit di Ahvaz[68] di sekitar Ram-hormuz[69] dan setelah melakukan hujah (upaya damai), ia memasuki peperangan dengan Khirrit beserta pengikutnya dan mengalahkan mereka.[70] Khirrit bersama orang-orangnya melarikan diri ke pinggiran Teluk Persia.[71] Ma'qil mengabarkan kualitas perang dan hasilnya melalui sebuah surat kepada Imam Ali (as). Imam pun menugaskannya untuk mengejar Khirrit.[72] Oleh karena itu, ia berhadapan dengan pasukan Khirrit di pesisir[73] Teluk Persia[74] atau Laut Oman[75] dan setelah berdialog dengannya, ia mengibarkan bendera perdamaian serta mengumumkan bahwa siapa pun yang memisahkan diri dari pasukan Khirrit akan aman, yang menyebabkan sekelompok besar orang meninggalkan pasukan Khirrit.[76] Ma'qil berhasil mengalahkan sisa pasukan Khirrit dan menyingkirkan Khirrit sendiri.[77]
Ia kemudian membebaskan kaum Muslimin yang menjadi tawanan dari pasukan Khirrit dan membebaskan para orang murtad yang tertawan dengan syarat kembali ke pangkuan Islam, yang mana semuanya menerima syarat tersebut kecuali satu orang.[78] Templat:Y
Perang dengan Mustawrad bin 'Ullafah dan Wafat
Mustawrad bin 'Ullafah[79] atau Alqamah[80] yang termasuk salah satu penyintas kaum Khawarij dalam Perang Nahrawan,[81] memberontak pada tahun 42 H[82] atau 43 H.[83] Mughirah bin Syu'bah, gubernur Muawiyah di Kufah, meminta para pemuka kota untuk membantunya mengalahkan Mustawrad, dan di antara mereka Ma'qil menyatakan kesiapannya.[84] Berdasarkan laporan lain, Mughirah langsung meminta Ma'qil untuk menumpas pemberontakan Mustawrad.[85] Mughirah menggunakan orang-orang Syiah yang dikenal untuk mendampingi Ma'qil dalam menumpas pemberontakan ini.[86] Alasan hal tersebut karena ia mengetahui permusuhan kaum Syiah yang lebih besar terhadap Khawarij.[87] Ucapan Ma'qil juga menyingkap motivasinya mendampingi Mughirah dalam menumpas Khawarij di mana ia mengumumkan bahwa ia memiliki permusuhan yang lebih tinggi dan lebih keras terhadap Khawarij dibandingkan seluruh orang.[88]
Ma'qil bersama tiga ribu pasukan[89] mengejar Mustawrad dan pengikutnya di sekitar Mada'in dan pesisir Sungai Tigris[90] serta dalam beberapa kali perang dan gerilya ia berhadapan dengannya. Ma'qil menerima permintaannya untuk berduel satu lawan satu meskipun ditentang oleh orang-orang di sekitarnya.[91] Meskipun duel ini berakhir dengan kematian Mustawrad, namun Ma'qil pun mengembuskan napas terakhirnya di tempat yang sama akibat serangan Mustawrad.[92]
Catatan Kaki
- ↑ Ibnu Hajar, al-Isabah, 1415 H, jld. 6, hlm. 241; Ibnu A'tsam, al-Futuh, 1411 H, jld. 2, hlm. 390; Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 4, hlm. 116.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 477.
- ↑ Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 7, hlm. 271.
- ↑ Amin, A'yan asy-Syiah, 1403 H, jld. 10, hlm. 131.
- ↑ Minqari, Waq'atu Shiffin, 1382 H, hlm. 96; Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 59, hlm. 367; Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 7, hlm. 271.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 12, hlm. 160.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 12, hlm. 160; Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 59, hlm. 367.
- ↑ Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 7, hlm. 271; Ibnu Khaldun, Tarikh Ibnu Khaldun, 1408 H, jld. 2, hlm. 639.
- ↑ Zubaidi, Taj al-Arus, 1414 H, jld. 4, hlm. 69.
- ↑ Amini, Ashab Amirul Mukminin as, 1412 H, jld. 2, hlm. 554.
- ↑ Ibnu Hajar, al-Isabah, 1415 H, jld. 6, hlm. 241; Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 7, hlm. 271.
- ↑ Lihat Ibnu Hajar, al-Isabah, 1415 H, jld. 6, hlm. 241.
- ↑ Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 4, hlm. 116.
- ↑ Zubaidi, Taj al-Arus, 1414 H, jld. 15, hlm. 514.
- ↑ Ibnu Khayyat, Tarikh Khalifah, 1415 H, hlm. 119.
- ↑ Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 59, hlm. 368; Ibnu Hajar, al-Isabah, 1415 H, jld. 6, hlm. 241.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 209; Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 8, hlm. 24.
- ↑ Ibnu Khayyat, Tarikh Khalifah, 1415 H, hlm. 119; al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 207, 209; Ibnu Hajar, al-Isabah, 1415 H, jld. 6, hlm. 241.
- ↑ Ibnu Hajar, al-Isabah, 1415 H, jld. 6, hlm. 241; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 12, hlm. 160.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 5, hlm. 530; Ibnu A'tsam, al-Futuh, 1411 H, jld. 2, hlm. 390.
- ↑ Sam'ani, al-Ansab, 1382 H, jld. 10, hlm. 212.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 11, hlm. 275.
- ↑ Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 7, hlm. 256.
- ↑ Thusi, Rijal Thusi, 1373 HS, hlm. 82.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 188.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 477; Ibnu A'tsam, al-Futuh, 1411 H, jld. 4, hlm. 222; Thusi, al-Amali, 1414 H, hlm. 174–175; Ibnu Abil Hadid, Syarh Nahjul Balaghah, 1404 H, jld. 2, hlm. 90; Tsaqafi Kufi, al-Gharat, 1353 HS, jld. 2, hlm. 509.
- ↑ Thusi, Rijal Thusi, 1373 HS, hlm. 167.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, 1389 HS, jld. 4, hlm. 394; Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, jld. 1, hlm. 273.
- ↑ Thusi, Rijal Thusi, 1373 HS, hlm. 167.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, 1389 HS, jld. 9, hlm. 211.
- ↑ Syustari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 1, hlm. 303-304.
- ↑ Ibnu Hajar al-Asqalani, Lisan al-Mizan, Beirut, jld. 1, hlm. 112.
- ↑ Ibnu Khayyat, Tarikh Khalifah, 1415 H, hlm. 121; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 12, hlm. 160; Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, jld. 2, hlm. 213.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 236, jld. 3, hlm. 32.
- ↑ Mufid, al-Jamal wa al-Nusrah, 1413 H, hlm. 321; Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 59, hlm. 367.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 236.
- ↑ Minqari, Waq'atu Shiffin, 1382 H, hlm. 117.
- ↑ Zakiri, Simaye Kargozaran-e Ali bin Abi Thalib as, 1399 HS, jld. 1, hlm. 85.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 296; Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 32, hlm. 428.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 296.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 4, hlm. 565.
- ↑ Minqari, Waq'atu Shiffin, 1382 H, hlm. 148; Ibnu Khaldun, Tarikh Ibnu Khaldun, 1408 H, jld. 2, hlm. 626.
- ↑ Syarif Radhi, Nahjul Balaghah, 1414 H, hlm. 372.
- ↑ Minqari, Waq'atu Shiffin, 1382 H, hlm. 96, hlm. 132.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 461-463.
- ↑ Tsaqafi Kufi, al-Gharat, 1353 HS, jld. 2, hlm. 509.
- ↑ Ibnu A'tsam, al-Futuh, 1411 H, jld. 4, hlm. 222.
- ↑ Tsaqafi Kufi, al-Gharat, 1353 HS, jld. 2, hlm. 511.
- ↑ Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 7, hlm. 288; Ibnu Khaldun, Tarikh Ibnu Khaldun, 1408 H, jld. 2, hlm. 640; al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 85.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 477; Thusi, al-Amali, 1414 H, hlm. 174–175; Ibnu Abil Hadid, Syarh Nahjul Balaghah, 1404 H, jld. 2, hlm. 90.
- ↑ Dinawari, Akhbar al-Thiwal, hlm. 213; Thusi, al-Amali, 1414 H, hlm. 175.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 3, hlm. 32; Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, Beirut, hlm. 70; Majlisi, Zendegani Hazret-e Imam Hasan al-Mujtaba as, 1362 HS, hlm. 42.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 482.
- ↑ Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 8, hlm. 91.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 12, hlm. 160.
- ↑ Ibnu al-Faqih, al-Buldan, 1416 H, hlm. 244.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 124-130.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 5, hlm. 166.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 5, hlm. 168; Ibnu Khaldun, Tarikh Ibnu Khaldun, 1408 H, jld. 3, hlm. 179.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 188-209.
- ↑ Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 7, hlm. 308.
- ↑ Ibnu Abdul Bar, al-Isti'ab, 1412 H, jld. 2, hlm. 458-459; Ibnu Hajar, al-Isabah, 1415 H, jld. 2, hlm. 302.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 121.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 85.
- ↑ Ibnu A'tsam, al-Futuh, 1411 H, jld. 4, hlm. 243; Amin, Mustadrakat A'yan asy-Syiah, 1408 H, jld. 2, hlm. 328.
- ↑ Tsaqafi Kufi, al-Gharat, 1353 HS, jld. 1, hlm. 351.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 121-129.
- ↑ Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 2, hlm. 303, 345; al-Futuh, jld. 4, hlm. 243.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 122.
- ↑ Ibnu A'tsam, al-Futuh, 1411 H, jld. 4, hlm. 243.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 124.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 124.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 124, 125.
- ↑ Tsaqafi Kufi, al-Gharat, 1353 HS, jld. 1, hlm. 355.
- ↑ Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, jld. 2, hlm. 195.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 126; Ibnu Hajar, al-Isabah, 1415 H, jld. 2, hlm. 235.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 126; Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 2, hlm. 303.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 2, hlm. 415; al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 127.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 194; Ibnu Hazm, Jamharah Ansab al-Arab, 1403 H, hlm. 199.
- ↑ Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 8, hlm. 24.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 181.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 181, (dengan ungkapan satu riwayat)
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 181; Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 8, hlm. 24.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 5, hlm. 169; al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 188.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 189.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1417 H, jld. 5, hlm. 169; al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 189, 193; Ibnu Khaldun, Tarikh Ibnu Khaldun, 1408 H, jld. 3, hlm. 180.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 188.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 188.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 188; Zirikli, al-A'lam, 1989 M, jld. 7, hlm. 271.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 190; Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, 1407 H, jld. 8, hlm. 25.
- ↑ al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 209.
- ↑ Ibnu Khaldun, Tarikh Ibnu Khaldun, 1408 H, jld. 3, hlm. 180; al-Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 5, hlm. 188-209.
Catatan
Daftar Pustaka
- Ibnu Abil Hadid, Abdul Hamid bin Hibatullah, Syarh Nahjul Balaghah, Qom, Maktabah Ayatullah al-Mar'ashi al-Najafi, 1404 H.
- Ibnu A'tsam al-Kufi, Abu Muhammad Ahmad, Kitab al-Futuh, riset Ali Syiri, Beirut, Dar al-Adhwa', 1411 H.
- Ibnu al-Faqih, Ahmad bin Muhammad bin Ishaq, Kitab al-Buldan, riset Yusuf al-Hadi, Beirut, 'Alam al-Kutub, 1416 H.
- Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali, al-Isabah fi Tamyiz al-Shahabah, riset Adil Ahmad Abdul Maqsud dan Ali Muhammad Mu'awwad, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415 H.
- Ibnu Hazm, Ali bin Ahmad bin Said, Jamharah Ansab al-Arab, riset komite ulama, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1403 H.
- Ibnu Khaldun, Abdurrahman bin Muhammad, Diwan al-Mubtada' wa al-Khabar fi Tarikh al-Arab wa al-Barbar..., riset Khalil Syuhadah, Beirut, Dar al-Fikr, cetakan kedua, 1408 H.
- Ibnu Khayyat, Khalifah bin Khayyat bin Abi Hubairah al-Laytsi, Tarikh Khalifah bin Khayyat, riset Fawwaz, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415 H.
- Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali, Lisan al-Mizan, Muassasah al-A'lami li al-Mathbu'at, Beirut, cetakan ketiga, tanpa tahun.
- Ibnu Abdul Bar, Yusuf bin Abdullah bin Muhammad, al-Isti'ab fi Ma'rifat al-Ashab, riset Ali Muhammad al-Bajawi, Beirut, Dar al-Jil, 1412 H.
- Ibnu Asakir, Ali bin Hasan, Tarikh Madinah Dimasyq, riset Ali Syiri, Beirut, Dar al-Fikr, 1415 H.
- Ibnu Katsir, Ismail bin Umar, al-Bidayah wa al-Nihayah, Beirut, Dar al-Fikr, 1407 H.
- Isfahani, Abu al-Faraj Ali bin al-Husain, Maqatil al-Thalibiyyin, riset Sayyid Ahmad Shaqar, Beirut, Dar al-Ma'rifah, tanpa tahun.
- Amini, Muhammad Hadi, Ashab Amirul Mukminin as wa al-Ruwat 'anhu, Beirut, Dar al-Kitab al-Islami, 1412 H.
- Amin, Hasan, Mustadrakat A'yan asy-Syiah, Beirut, Dar al-Ta'aruf li al-Mathbu'at, 1408 H.
- Amin, Muhsin, A'yan asy-Syiah, Beirut, Dar al-Ta'aruf li al-Mathbu'at, 1403 H.
- Baladzuri, Ahmad bin Yahya bin Jabir, Ansab al-Asyraf, riset Suhail Zakkar dan Riyadh Zirikli, Beirut, Dar al-Fikr, 1417 H.
- Tsaqafi Kufi, Ibrahim bin Muhammad, al-Gharat, 1353 HS, riset Jalaluddin Hosayni Ormavi, Teheran, Anjoman-e Atsar-e Milli, 1353 HS.
- Khoei, Sayyid Abu al-Qasim, Mu'jam Rijal al-Hadits wa Tafshil Thabaqat al-Ruwat, Qom, Markaz-e Nasyr al-Tsaqafah al-Islamiyyah, 1372 HS.
- al-Amili, Muhammad bin al-Hasan, Tafshil Wasa'il asy-Syiah ila Tahshil Masail asy-Syari'ah, Qom, Muassasah Al al-Bait (as), 1409 H.
- Dinawari, Abu Hanifah Ahmad bin Dawud, al-Akhbar al-Thiwal, riset Abd al-Mun'im Amir, Qom, Mansyurat al-Radhi, 1368 HS.
- Zakiri, Ali Akbar, Simaye Kargozaran-e Ali bin Abi Thalib Amirul Mukminin as, Qom, Bustan-e Ketab, 1399 HS.
- Dzahabi, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad, Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir, riset Umar Abdussalam Tadmuri, Beirut, Dar al-Kitab al-Arabi, cetakan kedua, 1413 H.
- Zubaidi, Muhammad Murtadha, Taj al-Arus min Jawahir al-Qamus, Beirut, Dar al-Fikr, 1414 H.
- Zirikli, Khairuddin, al-A'lam, Beirut, Dar al-Ilm li al-Malayyin, cetakan kedelapan, 1989 M.
- Sam'ani, Abdurrahman bin Muhammad bin Manshur al-Tamimi, al-Ansab, riset Abdurrahman bin Yahya al-Mu'allimi, Hyderabad, Majelis Dairatul Ma'arif al-Utsmaniyyah, 1382 H.
- Syarif al-Radhi, Muhammad bin al-Husain, Nahjul Balaghah (lil-Subhi Salih), Qom, Hijrat, 1414 H.
- Syustari, Muhammad Taqi, Qamus al-Rijal, Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1410 H.
- al-Thabari, Muhammad bin Jarir, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, riset Muhammad Abul Fadhl Ibrahim, Beirut, Dar al-Turats, 1387 H.
- Thusi, Muhammad bin al-Hasan, al-Amali, Qom, Dar al-Tsaqafah, 1414 H.
- Thusi, Muhammad bin al-Hasan, Rijal al-Thusi, Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan ketiga, 1373 HS.
- Mamaqani, Muhammad Ridha, Tanqih al-Maqal fi 'Ilm al-Rijal, Qom, Muassasah Al al-Bait (as), 1389 HS.
- Majlisi, Muhammad Baqir bin Muhammad Taqi, Bihar al-Anwar al-Jami'ah li-Durar Akhbar al-Aimmah al-Ath-har, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan kedua, 1403 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir, Zendegani Hazret-e Imam Hasan al-Mujtaba as (Terjemahan jilid 44 Bihar al-Anwar), Teheran, Islamiyyeh, cetakan kedua, 1362 HS.
- Mas'udi, Ali bin al-Husain, Muruj al-Dzahab wa Ma'adin al-Jauhar, riset As'ad Daghir, Qom, Dar al-Hijrah, cetakan kedua, 1409 H.
- Mufid, Muhammad bin Muhammad, al-Jamal wa al-Nusrah li-Sayyid al-Itrah fi Harb al-Bashrah, Qom, Kongres Syekh Mufid, 1413 H.
- Minqari, Nashr bin Muzahim, Waq'atu Shiffin, riset Abdussalam Muhammad Harun, Kairo, al-Muassasah al-Arabiyah al-Haditsah, cetakan kedua, 1382 H.
- Ya'qubi, Ahmad bin Abi Ya'qub, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, Dar Sadir, tanpa tahun.