Lompat ke isi

Konsep:Hawariyun

Dari wikishia

Hawariyun adalah gelar bagi dua belas sahabat khusus Nabi Isa (as) yang bermakna murid dan penolong. Istilah ini disebutkan dalam Al-Qur'an dan Perjanjian Baru, dan asal penamaannya merujuk pada kesucian dari dosa serta upaya untuk menyucikan orang lain. Dalam riwayat-riwayat Islam, gelar ini juga digunakan untuk para sahabat dekat Nabi (saw) dan Imam Syiah yang akan dipanggil pada hari kiamat. Nama-nama mereka disebutkan dalam Injil dan sumber-sumber Islam, di mana Syimon (Petrus) adalah yang terbesar dan Yudas Iskariot adalah pengkhianat Nabi Isa (as). Berdasarkan Al-Qur'an, mereka meminta hidangan surgawi kepada Nabi Isa (as), yang setelah penurunannya, orang-orang kafir tertimpa siksaan yang tiada tandingannya.

Hawariyun

Hawariyun merujuk pada dua belas sahabat dan murid khusus Nabi Isa (as)[1] yang dalam Perjanjian Baru[2] disebut sebagai rasul. Al-Qur'an menyebutkan mereka dengan gelar ini dalam empat ayat,[3] yang bermakna murid dan penolong.[4] Berdasarkan sebuah hadis dari Imam Ridha (as), alasan penamaan Hawariyun adalah karena kesucian mereka dari dosa dan upaya mereka dalam menyucikan orang lain, bukan karena pekerjaan mencuci pakaian sebagaimana yang disangka sebagian orang.[5]

Istilah Hawariyun juga digunakan untuk para sahabat dekat Nabi Islam (saw).[6] Berdasarkan ayat Al-Qur'an,Templat:Yad Hawariyun Nabi Isa (as) adalah para penolongnya di jalan Allah, oleh karena itu dalam riwayat-riwayat, para sahabat khusus Nabi (saw) dan Imam Syiah juga disebut sebagai Hawari. Menukil dari Imam al-Kadzim (as), pada hari kiamat penyeru pertama-tama akan memanggil Hawariyun Nabi (saw) (Salman, Abu Dzar, Miqdad) dan kemudian Hawariyun Imam Ali (as) (Amru bin Hamq, Muhammad bin Abi Bakar, Maitsam al-Tammar, Uwais al-Qarni). Selanjutnya, Hawariyun para Imam lainnya dari kalangan Syiah yang terdepan dan dekat juga akan dipanggil.[7]

Nama-nama

Al-Qur'an tidak menyebutkan nama-nama Hawariyun; namun beberapa sumber Islam[8] dan Injil-Injil memperkenalkan mereka sebagai berikut: Syimon yang dikenal sebagai Petrus, Andreas saudaranya, Yakobus anak Zebedeus, Yohanes saudaranya, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Matius, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Syimon orang Zelot, dan Yudas Iskariot.[9] Dikatakan bahwa Syimon adalah yang terbesar di antara mereka, yang oleh Nabi Isa (as) dinamai Petrus (bermakna batu karang).[10] Berdasarkan Perjanjian Baru[11] dan beberapa sumber Islam,[12] Yudas Iskariot mengkhianati Nabi Isa (as) dan menyerahkannya kepada orang-orang Yahudi.

Iman Hawariyun

Al-Qur'an dalam ayat-ayat Surah Ali Imran[13] dan Surah As-Shaff[14] mengisyaratkan pada keimanan Hawariyun dan pertolongan mereka di jalan Allah. Berdasarkan Injil, Nabi Isa (as) menyebut Hawariyun sebagai rasul-rasulnya,[15] memberi mereka banyak nasihat,[16] dan memberi mereka kekuatan untuk menyembuhkan penyakit serta mengusir roh-roh jahat.[17]

Permintaan Hidangan Surgawi

Berdasarkan Al-Qur'an, Hawariyun meminta kepada Nabi Isa (as) agar menurunkan hidangan dari langit untuk mereka. Permintaan ini sempat menimbulkan keraguan pada Nabi Isa atas iman mereka, namun mereka berkata hal itu untuk ketenangan hati. Nabi Isa memohon hidangan ini kepada Allah dan memperingatkan mereka bahwa setelah penurunannya, siapa pun yang menjadi kafir akan ditimpa siksaan yang tiada tandingannya.[18]

Catatan Kaki

  1. Taufiqi, Asyina'i ba Adiyan-e Bozorg, 1389 HS, hlm. 147.
  2. Injil Matius, bab 10, ayat 2; Injil Lukas, bab 7, ayat 13.
  3. Surah Ali Imran, ayat 52; Surah Al-Ma'idah, ayat 111 dan 112; Surah As-Shaff: ayat 14.
  4. Taufiqi, Asyina'i ba Adiyan-e Bozorg, 1389 HS, hlm. 147.
  5. Syeikh Saduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1378 H, jld. 2, hlm. 79.
  6. Ibn Sayyid al-Nas, Uyun al-Atsar, 1414 H, jld. 2, hlm. 385.
  7. Qumi, Syeikh Abbas, Safinat al-Bihar, jld. 2, hlm. 495; Qumi, Nafas al-Mahmum, Penerbit al-Haidariyah, hlm. 116.
  8. Ibn Khaldun, Tarikh Ibn Khaldun, 1408 H, jld. 2, hlm. 172.
  9. Injil Matius, bab 10, ayat 2-4.
  10. Taufiqi, Asyina'i ba Adiyan-e Bozorg, 1389 HS, hlm. 148.
  11. Injil Matius, bab 10, ayat 4 dan bab 27, ayat 3.
  12. Ibn Habib, al-Muhabbar, 1421 H, hlm. 427.
  13. Surah Ali Imran, ayat 52-53.
  14. Surah As-Shaff, ayat 14.
  15. Injil Lukas, bab 6, ayat 13.
  16. Injil Matius, bab 10, ayat 5-42.
  17. Injil Matius, bab 10, ayat 1.
  18. Lihat Surah Al-Ma'idah, ayat 112-115.

Catatan

Templat:Catatan

Daftar Pustaka

  • Ibn Habib, Muhammad. Kitab al-Muhabbar. Riset: Ilse Lichtenstädter. Beirut, Dar al-Afaq al-Jadidah, tanpa tahun.
  • Ibn Khaldun, Abdurrahman bin Muhammad. Diwan al-Mubtada' wa al-Khabar fi Tarikh al-'Arab wa al-Barbar wa man 'Asharahum min Dzawi al-Sya'n al-Akbar (Tarikh Ibn Khaldun). Riset: Khalil Syahadah. Beirut, Dar al-Fikr, cetakan kedua, 1408 H.
  • Ibn Sayyid al-Nas, Muhammad bin Yahya. Uyun al-Atsar. Catatan: Ibrahim Muhammad Ramadhan. Beirut, Dar al-Qalam, 1414 H.
  • Qumi, Syeikh Abbas. Safinat al-Bihar. Qom, Penerbit Uswah, 1413 H.
  • Syeikh Saduq, Muhammad bin Ali. Uyun Akhbar al-Ridha (as). Riset dan koreksi: Mahdi Lajevardi. Tehran, Penerbit Jahan, cetakan pertama, 1378 H.
  • Taufiqi, Husain. Asyina'i ba Adiyan-e Bozorg (Mengenal Agama-agama Besar). Qom, Thaha wa Jami'ah al-Mustafa al-'Alamiyah, cetakan ketiga belas, 1389 HS.