Lompat ke isi

Konsep:Allahumma Shalli 'ala Fathimah wa Abiha wa Ba'liha wa Baniha

Dari wikishia
Allahumma Shalli 'ala Fathimah wa Abiha wa Ba'liha wa Baniha
Kaligrafi Selawat Sayidah Fatimah sa
Kaligrafi Selawat Sayidah Fatimah sa
Nama lainSelawat khusus Sayidah Zahra sa, Selawat Fatimi
TemaTawasul kepada Sayidah Fatimah sa
Sumber SyiahAl-Amali Syaikh Shaduq, Al-Mishbah Kaf'ami


Allahumma shalli 'ala Fathimah wa abiha wa ba'liha wa baniha ( اَللّهُمَّ صَلِّ عَلی فاطِمَةَ وَ اَبیها وَ بَعْلِها وَ بَنیها) adalah sebuah selawat yang dikenal sebagai "Selawat Khusus Sayidah Zahra sa" atau "Selawat Fatimah". Selawat ini dibaca sebagai perantara (tawasul) untuk mendekatkan diri kepada Sayidah Zahra sa dan memohon terkabulnya hajat. Dengan menyebutkan ayah (Nabi Muhammad saw), suami (Imam Ali as), dan anak-anaknya (Imam Hasan dan Imam Husain as), selawat ini menegaskan posisi sentral Sayidah Fatimah sa dalam keluarga Lima Manusia Suci (Ahlul Kisa).

Selawat versi ringkas ini telah tercatat dalam sumber-sumber Syiah klasik. Namun, dalam literatur yang lebih kemudian (muta'akhirin), muncul redaksi yang lebih panjang dengan tambahan frasa "wa al-sirri al-mustauda'i fiha" (dan rahasia yang disimpan padanya).

Terdapat perbedaan pendapat mengenai asal-usul dan makna frasa tambahan ini. Sebagian menafsirkannya sebagai Imam Mahdi (ajf) atau rahasia-rahasia Imamah yang diamanatkan kepada Sayidah Fatimah. Beberapa Marja Taklid, seperti Mar'asyi Najafi, menganjurkan untuk membacanya dalam qunut salat. Kendati demikian, keabsahan (validitas) bagian tambahan ini masih menjadi bahan diskusi dan perbedaan pandangan di kalangan para peneliti.

Pentingnya dan Validitas Selawat Fatimi

Selawat khusus untuk Fatimah az-Zahra sa, yang juga dikenal sebagai Selawat Fatimi,[1] adalah sebuah kumpulan Doa yang biasa dibaca dalam majelis-majelis keagamaan untuk bertawasul kepada Sayidah Fatimah sa dan untuk memohon terkabulnya hajat.[2] Dikatakan bahwa doa ini menegaskan peran sentral Sayidah Zahra sa di antara Lima Manusia Suci.[3]

Selawat untuk Sayidah Fatimah sa diriwayatkan dalam beberapa varian bentuk.[4] Dalam sumber-sumber awal Syiah, selawat ini hanya disebutkan dengan redaksi ringkas: «صَلَّی اللهُ عَلَیْهَا وَ عَلَی أَبِیهَا وَ بَعْلِهَا وَ بَنِیهَا» (Semoga Allah melimpahkan selawat kepadanya, kepada ayahnya, suaminya, dan anak-anaknya). Beberapa sumber yang menyebutkannya antara lain:

Namun, dalam beberapa kitab dari abad ke-14 dan ke-15 Hijriah—seperti Fathimah al-Zahra Bahjah Qlb al-Musthafa[10] dan Al-Shahifah al-Mahdiyyah[11]—doa ini disebutkan dengan tambahan frasa yang lebih panjang, yaitu: «وَ السِّرِّ الْمُسْتَوْدَعِ فِیهَا بِعَدَدِ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ» (wa al-sirri al-mustauda'i fiha bi 'adadi ma ahatha bihi 'ilmuka).

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلی فاطِمَة وَ اَبیها وَ بَعْلِها وَ بَنیها وَ السِرِّ الْمُسْتَوْدَعِ فیها بِعَدَدِ ما اَحَاطَ بِهِ عِلْمُکَ
Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Fatimah dan ayahnya, suaminya, dan anak-anaknya, serta rahasia yang dititipkan padanya, sebanyak apa yang diliputi oleh ilmu-Mu.


Sayid Syihabuddin Mar'asyi Najafi, salah seorang Marja Taklid Syiah pada abad ke-14 HS, meriwayatkan—melalui sanad guru-gurunya yang bersambung hingga Sayid Ibnu Thawus—bahwa Sayidah Zahra sa sendiri membaca selawat dengan redaksi lengkap ini dalam qunut salatnya.[12]

Namun, sebagian peneliti meragukan validitas riwayat ini. Mereka berpendapat bahwa selawat dengan redaksi panjang tersebut bukanlah riwayat yang otentik dari Sayidah Zahra sa, melainkan kemungkinan besar merupakan doa yang disusun oleh Ibnu Thawus sendiri.[13]

Di sisi lain, terdapat klaim dalam sejumlah sumber bahwa Syekh Anshari memperoleh selawat ini (dengan bagian tambahannya) secara langsung saat berjumpa dengan Imam Mahdi ajf.[14] Akan tetapi, klaim ini pun tidak lepas dari keraguan dan menjadi bahan perdebatan di kalangan ahli hadis.[15]

Topik Selawat Sayidah Zahra sa telah menjadi bahan kajian tersendiri. Sejumlah buku dan artikel telah ditulis untuk mengkajinya, salah satunya adalah risalah "Risalah fi al-Sirr wa Haqiqah al-Sirr al-Mustauda' fi Fathimah al-Zahra" karya Muhammad Fadhil Mas'udi.

Sirah Ulama dalam Membaca Selawat Fatimi

Mar'asyi Najafi, seorang marja taklid Syiah, menganjurkan untuk membaca Selawat Fatimi ini dalam qunut salat.[16]

Ahmad Rahmani Hamedani, penulis kitab Fathimah al-Zahra Bahjah Qalb al-Musthafa, menukil bahwa gurunya, Mulla Ali Ma'sumi Hamadani (w. 1357 HS), biasa membaca selawat ini sebanyak 530 kali saat bertawasul kepada Sayidah Zahra sa.[17]

Sayid Musa Syubairi Zanjani, salah seorang Marja Taklid Syiah, dalam kitab Jur'ei az Darya menceritakan bahwa Mulla Ali Ma'sumi membaca selawat ini sebelum melakukan Istikharah dengan Al-Qur'an. Ia mempelajari metode ini dari gurunya, Agha Ahmad Qummi, salah seorang ulama Teheran. Namun, rasa hormatnya menghalanginya untuk menanyakan sumber istikharah jenis ini kepada sang guru.[18]

Tafsir "Sirr al-Mustauda' Fiha"

Mengenai tafsir kalimat "wa al-sirri al-mustauda'i fiha" (dan rahasia yang dititipkan padanya), terdapat beberapa kemungkinan yang diajukan para ulama. Sebagian peneliti bahkan mengajukan dua puluh kemungkinan tafsir dan melakukan kritik serta analisis terhadapnya.[19]

Beberapa tafsir yang diajukan antara lain:



Catatan Kaki

  1. Zare'pur, "Ma'na-syenasi va Ma'akhadz-yabi-ye Sirr-e Mustauda' dar Salavat-e Fatimi sa", hlm. 279.
  2. Mujtahidi, Al-Shahifah al-Mahdiyyah, 1432 H, hlm. 276; Zare'pur, "Ma'na-syenasi va Ma'akhadz-yabi-ye Sirr-e Mustauda' dar Salavat-e Fatimi sa", hlm. 278.
  3. Ma'rifat, Parto-e Velayat, 1384 HS, hlm. 147.
  4. Sebagai contoh lihat: Thabathaba'i Yazdi, Al-Urwah al-Wutsqa wa al-Ta'liqat 'Alaiha, 1430 H, jld. 7, hlm. 440; Rahmani Hamedani, Bahjah Qalb al-Musthafa, 1413 H, jld. 1, hlm. 252.
  5. Syaikh Shaduq, Al-Amali, 1376 HS, hlm. 276.
  6. Thabari, Dalail al-Imamah, 1413 H, hlm. 83.
  7. Hilli, Al-Udad al-Qawiyyah, 1408 H, hlm. 224.
  8. Kaf'ami, Al-Mishbah, 1405 H, hlm. 506.
  9. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 8, hlm. 35.
  10. Rahmani Hamedani, Bahjah Qlb al-Musthafa, 1413 H, jld. 1, hlm. 252.
  11. Mujtahidi, Al-Shahifah al-Mahdiyyah, 1432 H, hlm. 276.
  12. Thabathaba'i Yazdi, Al-Urwah al-Wutsqa wa al-Ta'liqat 'Alaiha, 1430 H, jld. 7, hlm. 440.
  13. Zare'pur, "Ma'na-syenasi va Ma'akhadz-yabi-ye Sirr-e Mustauda' dar Salavat-e Fatimi sa", hlm. 286.
  14. Mujtahidi, Al-Shahifah al-Mahdiyyah, 1432 H, hlm. 276.
  15. Zare'pur, "Ma'na-syenasi va Ma'akhadz-yabi-ye Sirr-e Mustauda' dar Salavat-e Fatimi sa", hlm. 285.
  16. Thabathaba'i Yazdi, Al-Urwah al-Wutsqa wa al-Ta'liqat 'Alaiha, 1430 H, jld. 7, hlm. 440; Lihat juga: Syarifi Asykuri, Faqarat Fiqhiyyah, 1381 HS, jld. 1, hlm. 582.
  17. Rahmani Hamedani, Bahjah Qlb al-Musthafa, 1413 H, jld. 1, hlm. 252.
  18. Shubairi Zanjani, Jur'ei az Darya, 1389 HS, jld. 2, hlm. 650.
  19. Sebagai contoh lihat: Zare'pur, "Ma'na-syenasi va Ma'akhadz-yabi-ye Sirr-e Mustauda' dar Salavat-e Fatimi sa", hlm. 289-290.
  20. Tabrizi, Shirath al-Najat, 1427 H, jld. 10, hlm. 384; Lihat juga: Muntazeri, Pasokh be Porsesy-haye Dini, 1389 HS, hlm. 213.
  21. "Aks-nevesht Dosyanbeh 6 Azar-mah 1402", Pusat Pengaturan dan Penerbitan Karya Ayatullah Bahjat.
  22. Montazeri, Pasokh be Porsesy-haye Dini, 1389 HS, hlm. 213.
  23. Ma'rifat, Parto-e Velayat, 1384 HS, hlm. 147.

Daftar Pustaka

  • "Aks-nevesht Dosyanbeh 6 Azar-mah 1402" (Catatan Gambar Senin 6 Azar 1402). Pusat Pengaturan dan Penerbitan Karya Ayatullah Bahjat. Tanggal posting: 6 Azar 1402 HS. Tanggal kunjungan: 20 Azar 1404 HS. URL: Link
  • Hilli, Ali bin Yusuf. Al-Udad al-Qawiyyah li Daf'i al-Makhawif al-Yaumiyyah. Peneliti: Mahdi Raja'i dan Mahmud Mar'ashi. Qom, Perpustakaan Ayatullah Mar'ashi Najafi, Cetakan pertama, 1408 H.
  • Kaf'ami, Ibrahim bin Ali Amili. Al-Mishbah (Jannah al-Aman al-Waqiyah). Qom, Dar al-Radhi (Zahidi), Cetakan kedua, 1405 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li Durar Akhbar al-Aimmah al-Athhar as. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Cetakan kedua, 1403 H.
  • Ma'rifat, Muhammad Hadi. Parto-e Velayat (Cahaya Wilayah). Qom, Tamhid, 1384 HS.
  • Montazeri, Husain Ali. Pasokh be Porsesy-haye Dini (Jawaban atas Pertanyaan Agama). Qom, Kantor Ayatullah al-Uzhma Montazeri, 1389 HS.
  • Mujtahidi, Murtadha. Al-Shahifah al-Mahdiyyah. Qom, Almas, 1432 H.
  • Rahmani Hamedani, Ahmad. Fathimah al-Zahra Salamullah 'Alaiha Bahjah Qalb al-Musthafa (saw). Beirut, Muassasah al-Nu'man, 1413 H.
  • Shubairi Zanjani, Sayid Musa. Jur'ei az Darya. Qom, Muassasah Ketab-syenasi-ye Syi'ah, 1389 HS.
  • Syarifi Asykuri, Ilyas. Faqarat Fiqhiyyah: Risalah Amaliyyah. Qom, Alu Ayyub, 1381 HS.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali. Al-Amali. Teheran, Kitabchi, Cetakan keenam, 1376 HS.
  • Tabrizi, Jawad. Shirath al-Najat. Qom, Dar al-Shiddiqah al-Syahidah, Cetakan pertama, 1427 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir bin Rustam. Dalail al-Imamah. Peneliti: Bagian Studi Islam Muassasah al-Bi'tsah. Qom, Bi'tsat, Cetakan pertama, 1413 H.
  • Thabathaba'i Yazdi, Sayid Muhammad Kazim. Al-Urwah al-Wutsqa wa al-Ta'liqat 'Alaiha. Muassasah Jahani Sibthain as, 1430 H.
  • Zare'pur, Muhsin. "Ma'na-syenasi va Ma'akhadz-yabi-ye Sirr-e Mustauda' dar Salavat-e Fatimi sa" (Semantik dan Penelusuran Sumber 'Rahasia yang Dititipkan' dalam Selawat Fatimi). Majallah Muthala'at-e Fahm-e Hadits. No. seri 22, Ordibehesht 1404 HS.