Lompat ke isi

Konsep:Ummu Athiyyah al-Anshari

Dari wikishia
Nusaybah binti al-Harits
Info pribadi
Nama lengkapNusaybah binti al-Harits
JulukanUmmu Athiyyah
Tempat TinggalMadinah
Wafat/SyahadahTahun 17 H
Informasi Keagamaan
Memeluk Islam Baiat Aqabah Kedua
Keikutsertaan dalam GhazwahPerang Uhud, Perang Khaibar, dan lainnya
Terkenal sebagaiBerpartisipasi dalam peperangan dan mengobati korban luka
Aktivitas lainPerawi hadis dalam topik seperti mandi jenazah


Ummu Athiyyah al-Anshari, adalah seorang sahabat perempuan Nabi saw dan perawi hadis. Ia berpartisipasi dalam peperangan dan bertugas mengobati korban yang terluka. Setelah Imam Ali as terluka dalam Perang Uhud, Ummu Athiyyah diperintahkan oleh Nabi saw untuk mengobati beliau.

Sumber-sumber Syiah dan Ahlusunah meriwayatkan hadis darinya mengenai topik-topik seperti haid, mandi jenazah, mengantar jenazah, dan berkabung untuk orang mati. Salah satu riwayatnya adalah mengenai keutamaan Imam Ali as dan doa Nabi saw untuk keselamatan beliau, yang dinukil dalam sumber-sumber Fariqain.

Ummu Athiyyah bertugas memandikan jenazah perempuan di Madinah. Ia memandikan Zainab putri Nabi saw. Ia mempelajari tata cara memandikan jenazah dari Nabi saw dan mengajarkannya kepada sahabat lainnya. Abdullah Mamaqani, seorang pakar Ilmu Rijal Syiah, menganggap Ummu Athiyyah sebagai majhul al-hal (tidak diketahui keadaannya), namun kepercayaan kaum Muslimin terhadap riwayatnya mengenai mandi jenazah dianggap sebagai bukti ketsiqahan atau setidaknya husnu al-hal (kebaikan keadaan) dirinya.

Pengenalan

Ummu Athiyyah al-Anshari, yang namanya disebut sebagai Nusaybah al-Anshariyah[1] atau Nusaybah binti al-Harits,[2] adalah salah seorang sahabat Nabi saw dan perawi hadis.[3] Sebagian menganggapnya sebagai sahabat besar Nabi saw,[4] memiliki keutamaan (fadhilah),[5] berkedudukan agung,[6] dan fakih.[7] Dikatakan bahwa ia lebih dikenal dengan kunyahnya (Ummu Athiyyah)[8] dan masyhur dengan panggilan tersebut.[9]

Nusaybah berbaiat kepada Nabi saw setelah memeluk Islam dan menyertai beliau dalam berbagai perang.[10] Menurut Hassun, penulis kitab A'lam al-Nisa al-Mukminat, ia termasuk orang yang berbaiat dalam Baiat Aqabah Kedua dan juga Baiat Ridwan.[11]

Ummu Athiyyah berasal dari Basrah[12] dan setelah datang ke Madinah, ia tinggal di pemukiman Bani Khalaf.[13] Sebelum memeluk Islam, ia melakukan khitan (sunat) untuk perempuan[14] dan setelah masuk Islam, ia melanjutkan pekerjaannya dengan persetujuan Nabi saw. Nabi saw juga memberikan beberapa nasihat kepadanya terkait hal ini.[15] Pekerjaannya ini membuatnya juga dikenal dengan nama Ummu Athiyyah al-Anshariyah al-Khafidzah (Penyunat).[16]

Ibnu Jauzi, penulis kitab Al-Muntazham, meyakini bahwa ia wafat pada tahun 17 H.[17] Namun, ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa ia masih hidup hingga tahun 70 H.[18]

Perawi Hadis

Ummu Athiyyah dianggap sebagai salah satu perawi hadis Nabi saw.[19] Selain dari Nabi saw, ia juga meriwayatkan hadis dari Umar bin Khattab.[20] Dikatakan bahwa ia meriwayatkan 40 hadis dari Nabi saw.[21] Riwayat-riwayat ini disebutkan dalam Sihah Sittah.[22] Muhammad bin Ismail al-Bukhari dan Muslim bin Hajjaj Naisyaburi meriwayatkan 6 hadis darinya secara bersamaan (muttafaq 'alaih), dan masing-masing meriwayatkan satu hadis secara tersendiri darinya.[23] Dikatakan bahwa Thabarani menyebutkan hampir 85 hadis darinya.[24]

Muhammad bin Sirin[25] dan saudarinya Hafshah,[26] Anas bin Malik,[27] Abdul Malik bin Umair,[28] Ali bin al-Aqmar,[29] Ismail bin Abdurrahman bin Athiyyah,[30] dan Ummu Syarahil[31] termasuk di antara mereka yang meriwayatkan hadis dari Ummu Athiyyah.[32]

Riwayat-riwayatnya mencakup topik-topik seperti haid, mandi jenazah, mengantar jenazah,[33] dan berkabung untuk orang mati.[34] Salah satu riwayatnya yang sering muncul dalam sumber-sumber manaqib (keutamaan) dan biografi Syiah[35] serta Ahlusunah[36] adalah hadis dari Nabi saw yang menunjuk pada salah satu keutamaan Imam Ali as dan doa Nabi saw untuk keselamatannya. [catatan 1]

Ketsiqahan

Syekh Thusi[37] dan mengikuti jejaknya para ahli rijal Syiah lainnya[38] menyebut Ummu Athiyyah sebagai salah satu sahabat Nabi saw; namun, mereka tidak memberikan komentar mengenai ketsiqahannya. Abdullah Mamaqani, penulis kitab rijal Tanqih al-Maqal, menganggapnya majhul al-hal (tidak diketahui keadaannya), namun mengikuti jejak kaum Muslimin terhadapnya dalam tata cara mandi jenazah dianggap sebagai bukti ketsiqahan atau setidaknya husnu al-hal (kebaikan keadaan) dirinya.[39]

Kehadiran dalam Peperangan

Ummu Athiyyah berpartisipasi dalam banyak peperangan[40] bersama Nabi saw.[41] Ia hadir dalam 7 ghazwah,[42] termasuk Perang Khaibar.[43] Dikatakan bahwa ia termasuk di antara dua puluh wanita yang berpartisipasi dalam Perang Khaibar.[44]

Ummu Athiyyah, bersama sejumlah wanita lain dengan pakaian khusus,[45] berada di belakang perkemahan pasukan Islam untuk membantu para pejuang[46] serta memberikan layanan seperti memasak, menjaga barang-barang prajurit, merawat orang sakit, dan mengobati yang terluka.[47] Karena alasan ini, ia juga disebut sebagai wanita perawat/penolong.[48] Dikatakan bahwa ia termasuk wanita yang diberikan bagian dari harta rampasan perang oleh Nabi saw.[49]

Mengobati Luka Imam Ali as

Dalam salah satu laporan disebutkan bahwa setelah luka parah yang dialami Amirul Mukminin as dalam Perang Uhud, Nabi saw memerintahkan Ummu Athiyyah bersama Ummu Sulaim untuk mengobati Ali as. Setelah putus asa dalam mengobati luka-luka Imam, Ummu Athiyyah memberitahu Rasulullah saw tentang bahayanya luka-luka tersebut. Nabi saw kemudian mengusap luka-luka itu dan mendoakan Imam, seraya bersabda: "Barangsiapa yang menjadi seperti ini di jalan Allah, maka ia telah melalui ujiannya dengan cara terbaik dan telah menunaikan tanggung jawabnya." Imam juga berterima kasih kepada Allah karena tidak melarikan diri dan tidak membelakangi musuh.[50] Dikatakan bahwa Imam Ali as sering pergi ke rumah Ummu Athiyyah dan melakukan tidur siang (qailulah) di sana.[51]

Memandikan Jenazah

Ummu Athiyyah termasuk orang yang memandikan jenazah.[52] Menurut beberapa laporan, atas perintah Nabi saw,[53] ia memandikan Zainab putri Nabi saw.[54] Selain itu, Nabi saw mengajarkan tata cara memandikan jenazah kepada Ummu Athiyyah dan memberikan beberapa wasiat kepadanya. Ibnu Abdil Barr, salah satu ahli hadis Ahlusunah, meyakini bahwa ia menyaksikan pemandian jenazah putri Nabi saw dan menukil kisah-kisah darinya.[55]

Dalam beberapa sumber juga disebutkan bahwa ia memandikan Ummu Kultsum putri Nabi.[56] Beberapa sahabat dan Tabiin[57] penduduk Basrah[58] mempelajari tata cara mandi jenazah darinya. Hadisnya mengenai bab mandi jenazah dianggap sebagai prinsip yang tetap dan pasti.[59]

Kesamaan Nama dengan Ummu 'Umarah

Kesamaan nama Ummu Athiyyah dengan Nusaybah binti Ka'ab yang berjuluk Ummu 'Umarah, salah satu sahabat wanita lainnya, menyebabkan perbedaan pendapat di antara para penulis biografi. Beberapa peneliti telah menunjukkan perbedaan ini.[60] Sebagian dari mereka menyatukan informasi mengenai kedua orang ini,[61] sebagaimana disebutkan dalam kutipan dari Yahya bin Ma'in dan Ahmad bin Hanbal yang menganggap Ummu Athiyyah al-Anshari sebagai Nusaybah binti Ka'ab;[62] namun kelompok lain seperti Ibnu Abdil Barr, penulis kitab Al-Isti'ab, memperkenalkan kedua orang ini secara terpisah.[63] Beberapa orang menyebut namanya sebagai Nusaybah binti Ka'ab, meskipun menganggapnya berbeda dengan Ummu 'Umarah.[64][65]

Dikatakan bahwa namanya dibaca Nusaybah maupun Nasibah;[66] namun sebagian lain meyakini bahwa Ummu Athiyyah adalah Nusaybah, sedangkan Ummu 'Umarah adalah Nasibah.[67]

Catatan Kaki

  1. Hassun, A'lam al-Nisa al-Mukminat, 1421 H, hlm. 733.
  2. Azdi, Al-Mu'talif wa al-Mukhtalif, 1428 H, jld. 2, hlm. 692; Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1947; Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 502.
  3. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 333.
  4. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1947; Hassun, A'lam al-Nisa al-Mukminat, 1421 H, hlm. 202; Khuza'i, Takhrij al-Dalalat, 1419 H, hlm. 753.
  5. Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 502; Hassun, A'lam al-Nisa al-Mukminat, 1421 H, hlm. 733.
  6. Hassun, A'lam al-Nisa al-Mukminat, 1421 H, hlm. 202.
  7. Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, 1405 H, jld. 2, hlm. 218.
  8. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1919.
  9. Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 280.
  10. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 333.
  11. Hassun, A'lam al-Nisa al-Mukminat, 1421 H, hlm. 733.
  12. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1947; Hassun, A'lam al-Nisa al-Mukminat, 1421 H, hlm. 202; Aliyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 568.
  13. Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 438.
  14. Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 367.
  15. Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 367; A'lami Ha'iri, Tarajim A'lam al-Nisa, 1407 H, jld. 1, hlm. 287; Sahmi, Tarikh Jurjan, 1407 H, hlm. 559.
  16. Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 367.
  17. Ibnu al-Jauzi, Al-Muntazham, 1412 H, jld. 4, hlm. 246.
  18. Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, 1405 H, jld. 2, hlm. 218.
  19. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 333.
  20. Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 437; Husaini, Al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah, 1418 H, jld. 4, hlm. 2359; Gharawi Na'ini, Muhadditsat Syiah, 1375 HS, hlm. 85.
  21. Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 503.
  22. Pusat Manajemen Hauzah Ilmiah Putri, Banuan-e 'Alimeh wa Asrar-e Anha, 1379 HS, hlm. 22; Gharawi Na'ini, Muhadditsat Syiah, 1375 HS, hlm. 86.
  23. Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 503.
  24. Pusat Manajemen Hauzah Ilmiah Putri, Banuan-e 'Alimeh wa Asrar-e Anha, 1379 HS, hlm. 22; Gharawi Na'ini, Muhadditsat Syiah, 1375 HS, hlm. 86.
  25. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 53, hlm. 186.
  26. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 352.
  27. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1947; Husaini, Al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah, 1418 H, jld. 4, hlm. 2359; Hassun, A'lam al-Nisa al-Mukminat, 1421 H, hlm. 203.
  28. Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 9, hlm. 112.
  29. Ibnu Qani' Baghdadi, Mu'jam al-Shahabah, 1425 H, jld. 14, hlm. 5216.
  30. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 8, hlm. 262.
  31. Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 42, hlm. 337.
  32. Abu Nu'aim, Ma'rifah al-Shahabah, 1422 H, jld. 5, hlm. 315; Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 437; Gharawi Na'ini, Muhadditsat Syiah, 1375 HS, hlm. 85.
  33. Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 502.
  34. Shalihi al-Dimasyqi, Subul al-Huda wa al-Rasyad, 1414 H, jld. 12, hlm. 211.
  35. Sebagai contoh lihat: Ibnu Syahrasyub, Al-Manaqib, Qom, jld. 2, hlm. 221; Ibnu Hayyun, Syarh al-Akhbar, 1409 H, jld. 2, hlm. 302; Karajiki, Kanz al-Fawaid, 1410 H, jld. 1, hlm. 296; Mar'asji Syusytari, Ihqaq al-Haq, 1409 H, jld. 7, hlm. 81.
  36. Sebagai contoh lihat: Ibnu Hanbal, Fadhail al-Shahabah, 1430 H, jld. 2, hlm. 754; Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 42, hlm. 337; Ibnu al-Maghazili, Manaqib al-Imam Ali bin Abi Thalib as, 1424 H, hlm. 142.
  37. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1427 H, hlm. 52.
  38. Sebagai contoh lihat: Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 12, Al-Alqab al-Mansubah, hlm. 211; Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 24, hlm. 205; Tafrisyi, Naqd al-Rijal, 1377 HS, jld. 5, hlm. 307.
  39. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, Tanpa Tahun, jld. 3, Al-Kuna, hlm. 73.
  40. Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 502; Abu Nu'aim, Ma'rifah al-Shahabah, 1422 H, jld. 5, hlm. 315.
  41. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1947.
  42. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 333; Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 5, hlm. 289.
  43. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 334.
  44. Waqidi, Al-Maghazi, 1409 H, jld. 2, hlm. 685; Maqrizi, Imta' al-Asma, 1420 H, jld. 1, hlm. 321; Yusufi Gharawi, Tarikh-e Tahqiqi-ye Islam (Mausu'ah al-Tarikh al-Islami), 1383 HS, jld. 4, hlm. 26.
  45. Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 3, hlm. 483.
  46. Sekelompok Penulis, Tarikh-e Islam Dauran-e Payambar saw, 1380 HS, hlm. 322.
  47. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 333; Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 5, hlm. 289.
  48. Sekelompok Penulis, Tarikh-e Islam Dauran-e Payambar saw, 1380 HS, hlm. 322.
  49. Halabi Syafi'i, Al-Sirah al-Halabiyyah, 1427 H, jld. 3, hlm. 82; Murtadha Amili, Al-Shahih min Sirah al-Nabi al-A'zham, Qom, jld. 18, hlm. 59; Suhaili, Al-Raudh al-Unf, 1412 H, jld. 6, hlm. 585.
  50. Ibnu Syahrasyub, Al-Manaqib, Qom, jld. 2, hlm. 119; Hurr Amili, Itsbat al-Hudah, 1425 H, jld. 1, hlm. 368.
  51. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 334; Hassun, A'lam al-Nisa al-Mukminat, 1421 H, hlm. 203; Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Ishabah, 1415 H, jld. 8, hlm. 438.
  52. Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 502; Abu Nu'aim, Ma'rifah al-Shahabah, 1422 H, jld. 5, hlm. 315.
  53. Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 5, hlm. 289.
  54. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 8, hlm. 333; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 3, hlm. 482; Abu Nu'aim, Hilyah al-Auliya, Kairo, jld. 6, hlm. 340; Mehrizi, Mirats-e Hadis-e Syiah, 1380 HS, jld. 16, hlm. 39.
  55. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1947.
  56. Thabari, Tarikh al-Thabari, 1387 H, jld. 3, hlm. 124; Namazi Syahrudi, Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits, 1414 H, jld. 8, hlm. 555; Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 384; Ibnu al-Jauzi, Al-Muntazham, 1412 H, jld. 3, hlm. 375.
  57. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1947.
  58. Hassun, A'lam al-Nisa al-Mukminat, 1421 H, hlm. 203.
  59. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1947; Khuza'i, Takhrij al-Dalalat, 1419 H, hlm. 753.
  60. Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 280.
  61. Ibnu Hibban, Tarikh al-Shahabah, 1410 H, hlm. 254.
  62. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1947; Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 503.
  63. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1919.
  64. Ibnu al-Jauzi, Shifah al-Shafwah, 1423 H, jld. 2, hlm. 50.
  65. Ibnu al-Jauzi, Al-Muntazham, 1412 H, jld. 4, hlm. 246.
  66. Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 503.
  67. Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 503.

Catatan

  1. Dari Abu al-Jarrah, ia berkata: Jabir bin Shabih menceritakan kepadaku, dari Ummu Syarahil, dari Ummu Athiyyah: "Bahwa Rasulullah saw mengutus Ali dalam sebuah pasukan (sariyyah), lalu aku melihat beliau mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: 'Ya Allah, jangan matikan aku hingga Engkau memperlihatkan Ali kepadaku'."

Daftar Pustaka

  • Abu Nu'aim, Ahmad bin Abdullah. Hilyah al-Auliya wa Thabaqat al-Ashfiya. Kairo: Dar Umm al-Qura, Tanpa Tahun.
  • Abu Nu'aim, Ahmad bin Abdullah. Ma'rifah al-Shahabah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhun, 1422 H.
  • A'lami Ha'iri, Muhammad Husain. Tarajim A'lam al-Nisa. Beirut: Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1407 H.
  • Aliyari Tabrizi, Ali bin Abdullah. Bahjah al-Amal fi Syarh Zubdah al-Maqal. Tehran: Bunyad-e Farhang-e Islami-ye Kushanpur, cetakan kedua, 1412 H.
  • Amin, Muhsin. A'yan al-Syi'ah. Beirut: Dar al-Ta'aruf lil Mathbu'at, 1403 H.
  • Azdi, Abdul Ghani bin Sa'id. Al-Mu'talif wa al-Mukhtalif fi Asma Naqalah al-Hadits wa Asma Abaihim wa Ajdadihim. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 1428 H.
  • Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Siyar A'lam al-Nubala. Beirut: Muassasah al-Risalah, 1405 H.
  • Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam. Peneliti: Umar Abdus Salam Tadmuri. Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi, cetakan kedua, 1413 H.
  • Gharawi Na'ini, Nahlah. Muhadditsat Syiah. Tehran: Universitas Tarbiat Mudarris, 1375 HS.
  • Halabi Syafi'i, Abu al-Faraj. Al-Sirah al-Halabiyyah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1427 H.
  • Hassun, Muhammad. A'lam al-Nisa al-Mukminat. Tehran: Uswah, cetakan kedua, 1421 H.
  • Hurr Amili, Muhammad bin Hasan. Itsbat al-Hudah bi al-Nushush wa al-Mu'jizat. Beirut: A'lami, 1425 H.
  • Husaini, Muhammad bin Ali. Al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah. Kairo: Maktabah al-Khanji, 1418 H.
  • Ibnu Abdil Barr, Yusuf bin Abdullah. Al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ash'hab. Beirut: Dar al-Jil, 1412 H.
  • Ibnu al-Atsir, Ali bin Muhammad. Usd al-Ghabah fi Ma'rifah al-Shahabah. Beirut: Dar al-Fikr, 1409 H.
  • Ibnu al-Jauzi, Abdurrahman bin Ali. Al-Muntazham fi Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Peneliti: Muhammad Abdul Qadir Atha dan Musthafa Abdul Qadir Atha. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1412 H.
  • Ibnu al-Jauzi, Abdurrahman bin Ali. Shifah al-Shafwah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhun, cetakan ketiga, 1423 H.
  • Ibnu al-Maghazili, Ali bin Muhammad al-Jallabi. Manaqib al-Imam Ali bin Abi Thalib as. Beirut: Dar al-Adhwa, cetakan ketiga, 1424 H.
  • Ibnu Asakir, Ali bin Hasan. Tarikh Madinah Dimasyq wa Dzikru Fadhliha wa Tasmiyah Man Hallaha min al-Amatsil au Ijtaza bi Nawahiha min Wardiha wa Ahliha. Beirut: Dar al-Fikr, 1415 H.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali. Al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhun, 1415 H.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali. Tahdzib al-Tahdzib. Beirut: Dar Shadir, 1325 H.
  • Ibnu Hanbal, Ahmad bin Muhammad. Fadhail al-Shahabah. Kairo: Dar Ibn al-Jauzi, cetakan keempat, 1430 H.
  • Ibnu Hayyun, Nu'man bin Muhammad. Syarh al-Akhbar fi Fadhail al-Aimmah al-Ath'har as. Qom: Jamiah Mudarrisin, 1409 H.
  • Ibnu Hibban, Muhammad bin Hibban. Tarikh al-Shahabah al-Ladzina Rawa 'Anhum al-Akhbar. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhun, 1408 H.
  • Ibnu Qani' Baghdadi, Abdul Baqi. Mu'jam al-Shahabah. Beirut: Dar al-Fikr, 1424 H.
  • Ibnu Sa'ad, Muhammad bin Sa'ad. Al-Thabaqat al-Kubra. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhun, 1410 H.
  • Ibnu Syahrasyub, Muhammad bin Ali. Al-Manaqib. Qom: Allamah, Tanpa Tahun.
  • Karajiki, Muhammad bin Ali. Kanz al-Fawaid. Qom: Dar al-Dzakhair, 1410 H.
  • Khui, Abul Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits wa Tafshil Thabaqat al-Ruwat. Tanpa Penerbit, Tanpa Tempat, cetakan kelima, 1413 H.
  • Khuza'i, Ali bin Muhammad. Takhrij al-Dalalat. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 1419 H.
  • Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi Ilm al-Rijal. Tanpa Penerbit, Tanpa Tempat, Tanpa Tahun.
  • Mar'asji Syusytari, Qadhi Nurullah. Ihqaq al-Haq wa Izhaq al-Bathil. Qom: Maktabah Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1409 H.
  • Maqrizi, Ahmad bin Ali. Imta' al-Asma bi Ma lil Nabi min al-Ahwal wa al-Amwal wa al-Hafadah wa al-Mata'. Peneliti: Muhammad Abdul Hamid al-Namisi. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1420 H.
  • Mehrizi, Mahdi. Mirats-e Hadis-e Syiah. Qom: Muassasah Ilmi Farhangi Darul Hadits, 1380 HS.
  • Murtadha Amili, Ja'far. Al-Shahih min Sirah al-Nabi al-A'zham. Qom: Dar al-Hadits, Tanpa Tahun.
  • Namazi Syahrudi, Ali. Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits. Tehran: Anak Penulis, 1414 H.
  • Nawawi, Yahya bin Syaraf. Tahdzib al-Asma wa al-Lughat. Damaskus: Dar al-Risalah al-Alamiyyah, 1430 H.
  • Pusat Manajemen Hauzah Ilmiah Putri, Deputi Riset. Banuan-e 'Alimeh wa Asrar-e Anha. Qom: Pusat Manajemen Hauzah Ilmiah Putri, 1379 HS.
  • Sahmi, Hamzah bin Yusuf. Tarikh Jurjan. Beirut: Alam al-Kutub, cetakan keempat, 1407 H.
  • Sekelompok Penulis. Tarikh-e Islam Dauran-e Payambar saw. Tehran: Departemen Pendidikan Ideologi Politik Perwakilan Wali Fakih di Sepah, cetakan keempat, 1380 HS.
  • Shalihi al-Dimasyqi, Muhammad bin Yusuf. Subul al-Huda wa al-Rasyad. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1414 H.
  • Suhaili, Abdurrahman. Al-Raudh al-Unf. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1412 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan ketiga, 1427 H.
  • Syusytari, Muhammad Taqi. Qamus al-Rijal. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan kedua, 1410 H.
  • Tafrisyi, Musthafa bin Husain. Naqd al-Rijal. Qom: Muassasah Al al-Bait as Li Ihya al-Turats, 1377 HS.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Beirut: Dar al-Turats, cetakan kedua, 1387 H.
  • Waqidi, Muhammad bin Umar. Al-Maghazi. Beirut: A'lami, 1409 H.
  • Yusufi Gharawi, Muhammad Hadi. Tarikh-e Tahqiqi-ye Islam (Mausu'ah al-Tarikh al-Islami). Qom: Muassasah Imam Khomeini, cetakan keempat, 1383 HS.