Lompat ke isi

Konsep:Ayat 8 Surah Al-Ma'idah

Dari wikishia
Ayat 8 Surah Al-Ma'idah
Informasi Ayat
SurahAl-Ma'idah
Ayat8
Juz6
Informasi Konten
Sebab
Turun
Konspirasi pembunuhan Nabi Muhammad saw oleh Yahudi Bani Quraizhah
Tempat
Turun
Madinah
TentangAkhlak dan Sosial
DeskripsiTakwa dan ajakan kepada keadilan
Ayat-ayat terkaitAyat 135 Surah An-Nisa


Ayat 8 Surah Al-Ma'idah (bahasa Arab: آیة ۸ سورة المائده) memerintahkan orang-orang beriman untuk bangkit (qiyam) demi keridhaan Allah dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam memberikan kesaksian. Qiyam ini bermakna berdiri tegak demi kebenaran dan keadilan, bukan demi kepentingan pribadi, bukan demi pengaruh duniawi, dan bukan di bawah pengaruh emosi serta kecenderungan individu.[1] Menurut Allamah Thabathaba'i, dalam ayat ini keadilan diperkenalkan sebagai syarat takwa.[2] Syekh Thabrisi juga dalam menafsirkan ayat ini menganggap takwa sebagai rasa takut kepada Allah dalam melaksanakan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan.[3]

Para mufasir meyakini bahwa Ayat 8 Surah Al-Ma'idah dan Ayat 135 Surah An-Nisa mengacu pada kesaksian dan keadilan, namun dengan perbedaan penekanan. Dalam ayat An-Nisa, penekanannya adalah bahwa kesaksian harus karena Allah dan menghindari kepatuhan pada hawa nafsu, sedangkan dalam ayat Al-Ma'idah penekanannya adalah pada keadilan dalam kesaksian dan harus menjauhi pengaruh permusuhan atau kezaliman. Secara umum, kedua ayat tersebut mengajak untuk bangkit (qiyam) karena Allah dan memberikan kesaksian yang adil.[4]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Maidah : 8)

Penggunaan sebagian Ayat 8 Surah Al-Ma'idah dalam logo Komando Penegakan Hukum Republik Islam Iran

Sebagian peneliti dengan bersandar pada Ayat 8 Surah Al-Ma'idah menganggap Hadis Mubahitah tidak valid,[5] karena hadis tersebut memerintahkan untuk melakukan buhtan (fitnah/tuduhan palsu) terhadap lawan agama, sementara ayat ini menekankan pada penegakan keadilan dan انصاف (insaf/sikap adil) terhadap musuh.[6] Sayid Ali Khamenei juga dalam penjelasan ayat ini meyakini bahwa dalam masalah politik, seseorang harus memperlakukan lawan dan musuh dengan insaf dan adil.[7] Jawadi Amuli juga menganggap penegakan keadilan bahkan terhadap musuh sebagai kewajiban[8] dan menganggap segala bentuk ifrath dan tafrith (sikap ekstrem berlebihan atau meremehkan) dalam persahabatan dan permusuhan bertentangan dengan keadilan dan takwa.[9]

Syekh Thusi menyebutkan tempat turunnya ayat 8 Surah Al-Ma'idah adalah Madinah, dan menjelaskan sebab turunnya terkait dengan peristiwa ketika Nabi Muhammad saw pergi ke arah benteng dan tembok kabilah Bani Quraizhah untuk membayar Diyat, namun orang-orang Yahudi berniat membunuh Nabi. Dalam peristiwa ini, Allah menggagalkan konspirasi tersebut dengan memberi tahu Nabi.[10]

Mengingat tugas Komando Penegakan Hukum Republik Islam Iran dalam kewajiban bangkit (qiyam) untuk menindak penjahat, serta upaya untuk menegakkan keadilan dalam masyarakat Islam, bagian awal ayat ini digunakan dalam logo dan lambang lembaga ini serta dianggap sebagai moto lembaga militer tersebut.[11]

Catatan Kaki

  1. Qasim, Mihrab al-Taqwa wa al-Bashirah, 1437 H, jld. 4, hlm. 359-360; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 4, hlm. 299.
  2. Thabathaba'i, Tafsir Al-Mizan, 1390 H, jld. 5, hlm. 236; Faidh Kasyani, Tafsir Al-Shafi, 1374 HS, jld. 2, hlm. 20.
  3. Syekh Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 3, hlm. 292.
  4. Thabathaba'i, Tafsir Al-Mizan, 1390 H, jld. 5, hlm. 236; Qurasyi, Tafsir Ahsan al-Hadits, 1391 HS, jld. 3, hlm. 35.
  5. Sima'i, Masyhurat-e Bi E'tebar dar Tarikh va Hadits, 1400 HS, hlm. 172-182.
  6. Sima'i, Masyhurat-e Bi E'tebar dar Tarikh va Hadits, 1400 HS, hlm. 172-182.
  7. "Dekhalat Nadadan-e Hobb va Boghzh-ha va Jaryansazi-haye Siyasi" (Tidak Melibatkan Cinta, Kebencian, dan Arus Politik), Situs Informasi Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei.
  8. Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1390 HS, jld. 22, hlm. 121.
  9. Jawadi Amuli, Tafsir Tasnim, 1390 HS, jld. 22, hlm. 123.
  10. Syekh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 3, hlm. 461; Thabari, Jami' al-Bayan, 1374 H, jld. 6, hlm. 91.
  11. "Porsesh az Arm-e Niru-haye Mosallah" (Pertanyaan tentang Lambang Angkatan Bersenjata), Situs Muassasah Tahqiqati Hazrat Valiasr (aj).

Daftar Pustaka

  • Faidh Kasyani, Muhammad Muhsin. Tafsir Al-Shafi. Qom, Muassasah al-Hadi, Cetakan kedua, 1374 HS.
  • Jawadi Amuli, Abdullah. Tafsir Tasnim. Qom, Asra, 1390 HS.
  • Khamenei, Sayid Ali. "Dekhalat Nadadan-e Hobb va Boghzh-ha va Jaryansazi-haye Siyasi" (Tidak Melibatkan Cinta, Kebencian, dan Arus Politik). Situs Informasi Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei, Tanggal dimuat: 7 Tir 1389 HS, Tanggal diakses: 14 Aban 1402 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan pertama, 1374 HS.
  • Muassasah Tahqiqati Hazrat Valiasr (aj). "Porsesh az Arm-e Niru-haye Mosallah" (Pertanyaan tentang Lambang Angkatan Bersenjata). Tanggal diakses: 14 Aban 1402 HS.
  • Qasim, Isa Ahmad. Mihrab al-Taqwa wa al-Bashirah. Tanpa Tempat, Dar al-Faqih al-Muqawim (Hifzh wa Nasyr-e Atsar-e Ayatullah Qasim), 1437 H.
  • Qurasyi Banabi, Sayid Ali Akbar. Tafsir Ahsan al-Hadits. Qom, Daftar-e Nashr-e Navid-e Eslam, Cetakan pertama, 1391 HS.
  • Sima'i, Mahdi. Masyhurat-e Bi E'tebar dar Tarikh va Hadits (Hal-hal Masyhur yang Tidak Valid dalam Sejarah dan Hadis). Qom, Nashr-e Taha, 1400 HS.
  • Syekh Thabrisi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1415 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Tanpa tahun.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Kairo, 1374 H.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1390 H.