Konsep:Abdurrahim Ha'iri
| Informasi Pribadi | |
|---|---|
| Nama Lengkap | Abdurrahim Ha'iri Fushuli |
| Terkenal dengan | Penentu batas makam para Imam Baqi as, pascaperistiwa penghancuran |
| Garis keturunan | Keluarga Shahib al-Fushul |
| Lahir | 1874-1875 |
| Tempat lahir | Karbala |
| Tempat tinggal | Teheran |
| Wafat/Syahadah | 1948-1949 |
| Tempat dimakamkan | Teheran |
| Kerabat termasyhur | Cucu Muhammad Husain Ha'iri Isfahani |
| Informasi ilmiah | |
| Guru-guru | Zainul Abidin Mazandarani, Sayid Muhammad Hasyim Khwansari |
| Tempat pendidikan | Karbala, Najaf, Isfahan |
| Karya-karya | Hidayah al-Ammah, Mujiz al-Maqal fi al-Dirayah, Manzhumah Mulakhkhash al-Maqal fi al-Rijal |
| Kegiatan Sosial dan Politik | |
| Politik | Mendirikan Syarikat Islami dan penjualan saham untuk mendukung ekonomi Islam |
| Sosial | Membentuk Jami'ah Ikhwan Islami |
Abdurrahim Ha'iri (1874–1949), yang juga masyhur dengan sebutan Abdurrahim Fushuli atau Abdurrahim Shahib Fushul, merupakan cendekiawan terkemuka yang berperan penting dalam menetapkan batas-batas makam para Imam di Baqi as pascaperistiwa penghancuran oleh kaum Wahabi. Pada tahun 1345/1926-27, tepat setahun setelah insiden perusakan tersebut, ia bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Haji. Melalui negosiasi langsung dengan Raja Arab Saudi, ia berhasil mengantongi perizinan resmi—baik secara tertulis maupun lisan—untuk menentukan batasan makam para Imam Baqi as. Secara akademis, Ha'iri mengenyam pendidikan agama di Karbala, Najaf, dan Isfahan, serta telah dianugerahi lebih dari tiga puluh ijazah periwayatan dan ijtihad dari jajaran ulama terkemuka.
Pada fase kehidupannya yang selanjutnya, ia memutuskan untuk menetap di Teheran. Selain memegang amanah sebagai Imam Jamaah dan aktif berdakwah di salah satu masjid di Teheran, ia juga memprakarsai berdirinya perkumpulan Jami'ah Ikhwan Islami (Persaudaraan Islam) di ibu kota tersebut, yang kemudian merambah ke berbagai kota lain seperti Qom, Arak, dan Masyhad. Sosok Ha'iri Shahib Fushul juga diakui sebagai seorang sastrawan dan penyair ulung yang telah mewariskan lebih dari lima belas karya tulis. Beberapa karyanya yang paling menonjol meliputi Hidayah al-Ammah fi Itsbat al-Imamah, Manzhumah Mulakhkhash al-Maqal fi al-Rijal, serta Manzhumah Mujiz al-Maqal di bidang Ilmu Dirayah.
Kakeknya, Muhammad Husain Ha'iri Isfahani, merupakan seorang pakar Ushul sekaligus fakih kenamaan abad ke-13 Hijriah, serta penulis kitab monumental berjudul Al-Fushul al-Gharawiyyah. Berkat reputasi keilmuan dari karya agung inilah, garis keturunannya kelak dikenal luas dengan lakab Fushuli atau Shahib Fushul.
Penentuan Batas Makam Imam Baqi
Menyusul tragedi penghancuran makam para Imam Baqi as pada tahun 1344/1925-26 oleh kelompok Wahabi, yang dibarengi dengan kebijakan pelarangan ibadah Haji oleh otoritas pemerintah Iran pada masa itu,[1] Ha'iri berinisiatif menziarahi Baitullah pada tahun berikutnya guna mencari jalan keluar. Langkah diplomasi awalnya ditempuh dengan berkunjung ke Suriah untuk mengadakan audiensi bersama Duta Besar Arab Saudi di Damaskus. Setelah sukses memperoleh jaminan keamanan yang memadai, ia pun berangkat menunaikan ibadah haji.[2]
Setibanya di Arab Saudi pada tahun 1345/1926-27,[3] Ha'iri melangsungkan dua putaran negosiasi strategis dengan penguasa Arab Saudi, Raja Malik Abdul Aziz bin Abdurrahman, di kota Mekah. Melalui pertemuan krusial tersebut, ia sukses meraih dokumen perizinan resmi dari sang Raja[4] untuk memetakan batas makam para Imam Baqi as dan mendirikan pagar pembatas dari batu di sekelilingnya. Struktur demarkasi historis ini bahkan masih berdiri dan dipertahankan keberadaannya hingga awal abad ke-21 Masehi.[5] Terdapat pula riwayat yang menyebutkan bahwa Ayatullah Burujerdi, yang di kemudian hari menjadi Marja Taklid Syiah, turut mendampingi Ha'iri Fushuli dalam ekspedisi bersejarah ini.[6]
Isi Surat Izin Tertulis dan Lisan

Dalam surat bersejarah tersebut, yang turut dilansir oleh surat kabar Ettela'at pada masa itu guna menindaklanjuti dan mengantisipasi potensi gangguan terhadap jemaah asal Iran dalam pelaksanaan ibadah haji,[7] termuat titah yang tegas mengenai kewajiban pemuliaan terhadap makam para Imam Baqi as, komitmen pemeliharaan struktur makam Nabi Muhammad saw, jaminan kebebasan berziarah ke Baitullah bagi semua kalangan tanpa diskriminasi, serta perizinan konkret untuk membangun tembok pelindung di sekeliling pusara-pusara suci tersebut.[8] Lebih jauh lagi, ia juga memperoleh lampu hijau secara lisan untuk merestorasi area makam, dengan syarat proses tersebut tidak berseberangan dengan prinsip-prinsip teologis kaum Ahlusunah.[9]
Biografi
Abdurrahim Ha'iri Fushuli, putra dari Abdul Husain, dilahirkan pada tanggal 2 Rabiul Awal 1294 H (bertepatan dengan tahun 1874-1875) di kota suci Karbala.[10] Kakeknya, Muhammad Husain Ha'iri Isfahani (wafat sekitar tahun 1261/1845), merupakan sosok intelektual sentral di balik penyusunan kitab Al-Fushul al-Gharawiyyah.[11] Karya cemerlangnya dalam mengukir risalah Al-Fushul ini kelak menjadi cikal bakal penisbatan gelar "Fushuli" atau "Shahib Fushul" pada keluarga keturunannya.[12] Ha'iri menempuh perjalanan hijrah ke Isfahan pada tahun 1310/1892-93. Selang sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1320/1902-03, ia kembali menginjakkan kaki di Irak dan memusatkan kehidupannya di Najaf.[13] Pada 1330/1912, rute hidupnya membawanya kembali ke Iran, di mana ia mendirikan permukiman permanen di Teheran[14] dan mempersunting putri Sayid Shadiq Thabathabai, seorang figur sentral yang kala itu menjabat sebagai Ketua Majelis Syura Nasional Iran.[15] Memasuki tahun 1349/1930-31, setelah menyempurnakan ibadah hajinya untuk yang kedua kalinya, Ha'iri memutuskan pindah ke Qom dan menetap selama kurun waktu tiga tahun. Perjalanannya berlanjut ke kota Arak selama satu tahun, sebelum akhirnya bermuara kembali di Teheran pada tahun 1354/1935-36.[16]
Wafat
Ha'iri Fushuli berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 6 Dzulkaidah 1367/10 September 1948 (Agustus 1948)[17] dan, selaras dengan amanat wasiatnya, jasad sang ulama dimakamkan di lahan perkebunan pribadinya di kawasan Teheran.[18]
Menurut analisis mendalam yang diutarakan oleh Mahdawi, pakar sejarah kenamaan Isfahan, pernyataan Agha Buzurg Tehrani dalam kitabnya, Mushaffa al-Maqal, yang menarasikan bahwa Ha'iri mengasingkan diri dan berafiliasi dengan sufisme di pengujung usianya—serta diklaim wafat di Sultan Abad (kini Arak)—dinilai tidak berdasar. Bantahan argumentatif ini dikuatkan oleh fakta bahwa literatur karya Ha'iri sendiri justru memuat sanggahan tajam terhadap diskursus tasawuf, di samping realitas historis bahwa ia wafat dan dikebumikan secara sah di Teheran.[19]
Pendidikan dan Ijazah
Hingga menginjak usia 15 tahun, Ha'iri telah secara intensif mendalami fondasi keilmuan, mencakup literatur sastra Arab, penguasaan ilmu aqli (ilmu rasional), serta kerangka dasar Fikih dan Ushul.[20] Pembentukan kapasitas intelektualnya digembleng langsung oleh ulama-ulama mahsyur di Karbala dan Najaf,[21] di antaranya meliputi Zainul Abidin Mazandarani, Mulla Ismail Burujerdi,[22] Sayid Muhammad Baqir Hujjat, Muhammad Baqir Isfahani,[23] dan Muhammad Hasyim Chaharsuqi Isfahani.[24] Ia juga menorehkan jejak pendidikan akademisnya di Isfahan.[25] Sebagai bentuk rekognisi atas kapasitas keilmuannya yang mumpuni, Ha'iri berhasil meraih lebih dari 30 ijazah periwayatan maupun ijtihad dari deretan pakar dan fakih Syiah.[26]
Aktivitas
Pada rentang tahun 1347/1928-29, Ha'iri Fushuli menunaikan ibadah hajinya kembali dengan melintasi jalur Jabal—sebuah rute yang sesungguhnya diharamkan bagi penganut mazhab Syiah. Sepanjang perjalanan yang penuh rintangan tersebut, ia dengan gagah berani membangun dialog bersama kelompok ulama serta tokoh puritan setempat yang secara sepihak melegalkan penumpahan darah kaum Syiah dan mendiskreditkannya sebagai tindakan yang mubah.[27]
Di mata Haidari, seorang peneliti Islam terkemuka, Ha'iri menempati posisi eksklusif di antara segelintir ulama penulis kajian Dirayah. Melalui magnum opusnya, Mujiz al-Maqal fi Maqashid 'Ilm al-Dirayah, ia secara khusus mendedikasikan sebuah bab yang mengupas tuntas etika belajar, metodologi menghafal, hingga disiplin penulisan hadis.[28] Di luar kapasitas religiusnya, ia juga masyhur sebagai sastrawan dan penyair yang merangkai sebuah diwan berisi puisi-puisi bernuansa irfan (mistis).[29] Salah satu cuplikan mahakarya syair dari diwan tersebut bersenandung:
> Dengan nama Zat yang merajut hati bagaikan hamparan taman bunga > Menyingkapkan kelopak-kelopak rahasia dari relung jiwanya > Di taman ini, Dia menitahkan nurani sebagai sang juru pelihara > Menahbiskan Nabi Muhammad saw beserta para Wali sebagai episentrum semesta[30]
Selama menetap di Teheran, Fushuli mengemban tanggung jawab mulia sebagai Imam Jamaah sekaligus mubalig sentral di sebuah masjid terkemuka di ibu kota.[31] Ia menjadi sosok perintis di balik berdirinya konsorsium Jami'ah Ikhwan Islami (Perkumpulan Persaudaraan Islam) di Teheran,[32] yang kelak cabangnya sukses didirikan di beragam kota lintas provinsi seperti Qom, Arak, hingga Masyhad.[33] Kontribusi kemasyarakatannya turut diwujudkan dalam penyelenggaraan Salat Jumat, yang pada mulanya dirintis di lingkungan Masjid setempat sebelum secara permanen dikukuhkan di Masjid Syah (saat ini dikenal luas sebagai Masjid Imam Khomeini).[34]
Di ranah pemberdayaan masyarakat Teheran, selain mendedikasikan diri menyiarkan fikih muamalah, Ha'iri merupakan perancang inovatif di balik pendirian entitas korporat berbasis kepemilikan saham. Berpijak pada anggaran dasar perusahaan yang dirumuskan secara presisi, ia giat mengadvokasi masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk kepemilikan saham maupun properti niaga komersial demi membangun fondasi ketahanan ekonomi Islam yang berkelanjutan.[35] Konon, ia bahkan diakui sebagai salah seorang perumus utama narasi kemandirian nasional melalui gagasannya ihwal nasionalisasi industri minyak Iran.[36] Usulan fundamental nan revolusioner ini kemudian diedarkan dan dijembatani menuju lingkar kekuasaan Reza Shah lewat mediasi tokoh prominen, Sayid Muhammad Khatunabadi (lebih familier disapa Sayid Muhammad Imami atau Imamzadeh), yang saat itu menduduki posisi sebagai Imam Jumat Teheran dan memiliki privilese afiliasi keraton Pahlavi.[37]
Karya
Sebagai seorang penulis produktif, Ha'iri Isfahani tercatat berhasil merampungkan lebih dari 15 literatur akademis,[38] dengan beberapa judul pamungkas di antaranya:
- Hidayah al-Ammah fi Itsbat al-Imamah;[39]
- Manzhumah Mujiz al-Maqal, rujukan referensial mendalam di ranah ilmu dirayah;[40]
- Ghana'im al-Tibyan, kompendium definitif yang difungsikan sebagai pengantar kajian tafsir Al-Qur'an;[41]
- Bada'i al-Ahkam fi Syarh Syara'i al-Islam;[42]
- Manzhumah Mulakhkhash al-Maqal, pedoman otoritatif dalam koridor kepakaran ilmu rijal dan ahwal rijal;[43]
- Kumpulan Korespondensi Ha'iri atau Nahj al-Basirah. Karya ini merupakan antologi surat-surat interaktif sang ulama kepada lingkaran sahabat dan barisan murid-muridnya, yang direstorasi dan dihimpun secara komprehensif oleh muridnya, Abuturab Hudai.[44]
Galeri
-
Tampilan makam Imam-imam Baqi as pascapenetapan batas oleh Ha'iri
-
Tampilan pusara Ha'iri Fushuli
-
Potret lawas kebersamaan Ha'iri dengan Rahim Arbab
-
Tampilan gerbang masuk menuju pusara Abdurrahim Ha'iri di Teheran
-
Potret masa muda Shahib Fushuli
Catatan Kaki
- ↑ Ahmadi, Rawabit-e Iran va Arabestan dar Sadeh Bistom (Doureh Pahlavi), 1386 HS, hlm. 53; Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 30.
- ↑ «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 52; Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 30.
- ↑ «Ziraki-ye 'Allamah Shahib al-Fushul dar Gereftan-e Ijazah-nameh-ye Syah-e Saudi baraye Tarmim va Ziarat-e Qubur-e Aimmah Baqi (as)», Situs Kantor Berita Tasnim.
- ↑ «Ziraki-ye 'Allamah Shahib al-Fushul dar Gereftan-e Ijazah-nameh-ye Syah-e Saudi baraye Tarmim va Ziarat-e Qubur-e Aimmah Baqi (as)», Situs Kantor Berita Tasnim; Jafariyan, «Didar-e Shegeft va Khandani-ye Yek Ruhani-ye Irani ba Malek Abdul Aziz Saudi dar Sal-e 1304 HS», Situs Perpustakaan Khusus Sejarah Islam dan Iran.
- ↑ «Ziraki-ye 'Allamah Shahib al-Fushul dar Gereftan-e Ijazah-nameh-ye Syah-e Saudi baraye Tarmim va Ziarat-e Qubur-e Aimmah Baqi (as)», Situs Kantor Berita Tasnim.
- ↑ Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 34.
- ↑ Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 34.
- ↑ Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 31.
- ↑ «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 52; Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 31 dan 34.
- ↑ Agha Buzurg Tehrani, Mushaffa al-Maqal, 1408 H, hlm. 226-227; Mahdawi, Daneshmandan va Bozorgan-e Isfahan, 1384 HS, jld. 1, hlm. 412; Abbasi dkk, Atsar Afarinan: Zendeginameh Namavaran-e Farhangi-ye Iran, 1384 HS, jld. 2, hlm. 244.
- ↑ Agha Buzurg Tehrani, Nuqaba' al-Basyar, 1388 HS, jld. 3, hlm. 1104; Makarim, «Khordeh-giran bar Hekmat-e Muta'aliyeh va Muntaqidan-e Sadrul Muta'allihin», hlm. 296.
- ↑ «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 52; Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 27.
- ↑ Musyar, Muallifin-e Kotob-e Chapi-ye Farsi va Arabi az Aghaz-e Chap Taknun, 1340 HS, jld. 3, hlm. 827; Mahdawi, A'lam-e Isfahan, 1386 HS, jld. 4, hlm. 207; Agha Buzurg Tehrani, Nuqaba' al-Basyar, 1388 HS, jld. 3, hlm. 1104.
- ↑ Mahdawi, Tadzkirah Syu'ara-ye Mo'aser-e Isfahan, 1334 HS, hlm. 151-152; Musyar, Muallifin-e Kotob-e Chapi-ye Farsi va Arabi az Aghaz-e Chap Taknun, 1340 HS, jld. 3, hlm. 827.
- ↑ Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 30.
- ↑ Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 35.
- ↑ Musyar, Muallifin-e Kotob-e Chapi-ye Farsi va Arabi az Aghaz-e Chap Taknun, 1340 HS, jld. 3, hlm. 827; Mahdawi, Tarikh-e 'Ilmi va Ijtima'i-ye Isfahan dar Do Qarn-e Akhir, 1367 HS, jld. 3, hlm. 232.
- ↑ Makarim, «Khordeh-giran bar Hekmat-e Muta'aliyeh va Muntaqidan-e Sadrul Muta'allihin», hlm. 297; Mahdawi, Daneshmandan va Bozorgan-e Isfahan, 1384 HS, jld. 1, hlm. 412.
- ↑ Mahdawi, Tarikh-e 'Ilmi va Ijtima'i-ye Isfahan dar Do Qarn-e Akhir, 1367 HS, jld. 3, hlm. 232-233.
- ↑ Mahdawi, A'lam-e Isfahan, 1386 HS, jld. 4, hlm. 206; Musyar, Muallifin-e Kotob-e Chapi-ye Farsi va Arabi az Aghaz-e Chap Taknun, 1340 HS, jld. 3, hlm. 826-827.
- ↑ Agha Buzurg Tehrani, Mushaffa al-Maqal, 1408 H, hlm. 227; Abbasi dkk, Atsar Afarinan: Zendeginameh Namavaran-e Farhangi-ye Iran, 1384 HS, jld. 2, hlm. 244; Mahdawi, Tadzkirah Syu'ara-ye Mo'aser-e Isfahan, 1334 HS, hlm. 151.
- ↑ Abbasi dkk, Atsar Afarinan: Zendeginameh Namavaran-e Farhangi-ye Iran, 1384 HS, jld. 2, hlm. 244; Agha Buzurg Tehrani, Nuqaba' al-Basyar, 1388 HS, jld. 3, hlm. 1104.
- ↑ «Al-Syaikh Abdul Rahim Hafid Shahib al-Fushul al-Gharawiyyah», Situs Markaz Turats al-Karbala.
- ↑ Agha Buzurg Tehrani, Nuqaba' al-Basyar, 1388 HS, jld. 3, hlm. 1104; Mahdawi, Tarikh-e 'Ilmi va Ijtima'i-ye Isfahan dar Do Qarn-e Akhir, 1367 HS, jld. 3, hlm. 231.
- ↑ Agha Buzurg Tehrani, Mushaffa al-Maqal, 1408 H, hlm. 227; Mahdawi, Tarikh-e 'Ilmi va Ijtima'i-ye Isfahan dar Do Qarn-e Akhir, 1367 HS, jld. 3, hlm. 231.
- ↑ Abbasi dkk, Atsar Afarinan: Zendeginameh Namavaran-e Farhangi-ye Iran, 1384 HS, jld. 2, hlm. 244; Makarim, «Khordeh-giran bar Hekmat-e Muta'aliyeh va Muntaqidan-e Sadrul Muta'allihin», hlm. 296; Mahdawi, A'lam-e Isfahan, 1386 HS, jld. 4, hlm. 206.
- ↑ «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 52; Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 35.
- ↑ Haidari Fithrat, «Manzhumah-ye Danes-ha-ye Haditsi-ye Syi'ah; ba Negah be Falsafeh-ye 'Elm va Ta'kid bar Danesh-ha-ye Fa'al», hlm. 42.
- ↑ Mahdawi, A'lam-e Isfahan, 1386 HS, jld. 4, hlm. 206; Mahdawi, Tadzkirah Syu'ara-ye Mo'aser-e Isfahan, 1334 HS, hlm. 152-155.
- ↑ Mahdawi, Tadzkirah Syu'ara-ye Mo'aser-e Isfahan, 1334 HS, hlm. 152.
- ↑ Agha Buzurg Tehrani, Nuqaba' al-Basyar, 1388 HS, jld. 3, hlm. 1104; Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 30.
- ↑ Agha Buzurg Tehrani, Nuqaba' al-Basyar, 1388 HS, jld. 3, hlm. 1104; Mahdawi, Tarikh-e 'Ilmi va Ijtima'i-ye Isfahan dar Do Qarn-e Akhir, 1367 HS, jld. 3, hlm. 231.
- ↑ «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 53; Abbasi dkk, Atsar Afarinan: Zendeginameh Namavaran-e Farhangi-ye Iran, 1384 HS, jld. 2, hlm. 244.
- ↑ Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 37.
- ↑ «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 52; Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 41-43.
- ↑ Abbasi dkk, Atsar Afarinan: Zendeginameh Namavaran-e Farhangi-ye Iran, 1384 HS, jld. 2, hlm. 244.
- ↑ «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 53; Abbasi dkk, Atsar Afarinan: Zendeginameh Namavaran-e Farhangi-ye Iran, 1384 HS, jld. 2, hlm. 244; Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 43-44.
- ↑ Lihat: Mahdawi, A'lam-e Isfahan, 1386 HS, jld. 4, hlm. 207-208; «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 52.
- ↑ Makarim, «Khordeh-giran bar Hekmat-e Muta'aliyeh va Muntaqidan-e Sadrul Muta'allihin», hlm. 297; Ghaffarzadeh, Da'vat-e Basyar be Yeganegi, 1374 HS, hlm. 36.
- ↑ Musyar, Muallifin-e Kotob-e Chapi-ye Farsi va Arabi az Aghaz-e Chap Taknun, 1340 HS, jld. 3, hlm. 828; Mahdawi, Tadzkirah Syu'ara-ye Mo'aser-e Isfahan, 1334 HS, hlm. 152; Agha Buzurg Tehrani, Mushaffa al-Maqal, 1408 H, hlm. 227.
- ↑ Mahdawi, Daneshmandan va Bozorgan-e Isfahan, 1384 HS, jld. 1, hlm. 412; Makarim, «Khordeh-giran bar Hekmat-e Muta'aliyeh va Muntaqidan-e Sadrul Muta'allihin», hlm. 298.
- ↑ Mahdawi, Tadzkirah Syu'ara-ye Mo'aser-e Isfahan, 1334 HS, hlm. 152; «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 52; Mahdawi, Tarikh-e 'Ilmi va Ijtima'i-ye Isfahan dar Do Qarn-e Akhir, 1367 HS, jld. 3, hlm. 231.
- ↑ Agha Buzurg Tehrani, Nuqaba' al-Basyar, 1388 HS, jld. 3, hlm. 1104; Mahdawi, A'lam-e Isfahan, 1386 HS, jld. 4, hlm. 207; Agha Buzurg Tehrani, Mushaffa al-Maqal, 1408 H, hlm. 227; Musyar, Muallifin-e Kotob-e Chapi-ye Farsi va Arabi az Aghaz-e Chap Taknun, 1340 HS, jld. 3, hlm. 828.
- ↑ Makarim, «Khordeh-giran bar Hekmat-e Muta'aliyeh va Muntaqidan-e Sadrul Muta'allihin», hlm. 299; «Az Gusyeh-ye Gomnami», dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, hlm. 52.
Daftar Pustaka
- Abbasi, Habibullah dkk. Atsar Afarinan: Zendeginameh Namavaran-e Farhangi-ye Iran. Tanpa tempat, Anjuman-e Atsar va Mafakhir-e Farhangi, Cetakan kedua, 1384 HS.
- Agha Buzurg Tehrani, Muhammad Muhsin. Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syi'ah. Disusun oleh Ahmad bin Muhammad Husaini. Beirut, Dar al-Adhwa', 1403 H.
- Agha Buzurg Tehrani, Muhammad Muhsin. Mushaffa al-Maqal fi Mushannifi 'Ilm al-Rijal. Disunting oleh Ahmad Monzavi. Beirut, Dar al-Ulum, 1408 H.
- Agha Buzurg Tehrani, Muhammad Muhsin. Nuqaba' al-Basyar. Diteliti oleh Abdul Aziz Thabathabai dan Muhammad Thabathabai Bahbahani. Masyhad, Dar al-Murtadha li al-Nasyr, 1388 HS.
- Ahmadi, Hamid. Rawabit-e Iran va Arabestan dar Sadeh Bistom (Doureh Pahlavi). Tanpa tempat, Markaz-e Asnad va Tarikh-e Diplomasi-ye Vezarat-e Omur-e Kharejeh, 1386 HS.
- «Az Gusyeh-ye Gomnami» (Dari Sudut Keterasingan). Dalam Majalah Keyhan-e Farhangi, No. 62, Ordibehesht 1368 HS.
- Ghaffarzadeh, Sa'id. Da'vat-e Basyar be Yeganegi; Syarhi bar Chahar Maqaleh Ostad Allamah Haj Syeikh Abdurrahim Shahib al-Fushul "Ha'iri". Teheran, Sa'id Ghaffarzadeh, 1374 HS.
- Haidari Fithrat, Jamaluddin. «Manzhumah-ye Danes-ha-ye Haditsi-ye Syi'ah; ba Negah be Falsafeh-ye 'Elm va Ta'kid bar Danesh-ha-ye Fa'al». Dalam Jurnal Dua Bulanan Hadis-e Hauzeh, No. 15, Musim Gugur dan Musim Dingin 1396 HS.
- Jafariyan, Rasul. «Didar-e Shegeft va Khandani-ye Yek Ruhani-ye Irani ba Malek Abdul Aziz Saudi dar Sal-e 1304 HS» (Pertemuan Menakjubkan dan Menarik Seorang Rohaniwan Iran dengan Raja Abdul Aziz Saudi pada Tahun 1304 HS). Situs Perpustakaan Khusus Sejarah Islam dan Iran. Tanggal posting: 19 Azar 1393 HS. Tanggal akses: 22 Azar 1402 HS.
- Mahdawi, Mushlihuddin. A'lam-e Isfahan. Disunting dan diteliti oleh Gholamreza Nasrullahi. Isfahan, Sazman-e Farhangi Tafrihi-ye Syahrdari-ye Isfahan, Cetakan pertama, 1386 HS.
- Mahdawi, Mushlihuddin. Daneshmandan va Bozorgan-e Isfahan. Disusun oleh Mohammadreza Nilforoushan dan Rahim Qasemi. Isfahan, Goldasteh, 1384 HS.
- Mahdawi, Sayid Mushlihuddin. Tarikh-e 'Ilmi va Ijtima'i-ye Isfahan dar Do Qarn-e Akhir. Qom, Nasyr al-Hidayah, Cetakan pertama, 1367 HS.
- Mahdawi, Sayid Mushlihuddin. Tadzkirah Syu'ara-ye Mo'aser-e Isfahan. Isfahan, Ketabforushi-ye Ta'id-e Isfahan, 1334 HS.
- Makarim, Hadi. «Khordeh-giran bar Hekmat-e Muta'aliyeh va Muntaqidan-e Sadrul Muta'allihin». Dalam Majalah Hauzeh, No. 93, Mordad dan Shahrivar 1378 HS.
- Musyar, Khan Baba. Muallifin-e Kotob-e Chapi-ye Farsi va Arabi az Aghaz-e Chap Taknun. Tanpa tempat, Tanpa penerbit, 1340 HS.
- «Al-Syaikh Abdul Rahim Hafid Shahib al-Fushul al-Gharawiyyah». Situs Markaz Turats al-Karbala. Tanggal posting: 21 Azar 1395 HS. Tanggal akses: 21 Azar 1402 HS.
- «Syamayel-e Konuni-ye Baqi ra Che Kasi Sakht+Aks» (Siapa yang Membangun Bentuk Baqi Saat Ini+Foto). Situs Jaringan Al-Kawthar. Tanggal posting: 1 Tir 1397 HS. Tanggal akses: 21 Azar 1402 HS.
- «Ziraki-ye 'Allamah Shahib al-Fushul dar Gereftan-e Ijazah-nameh-ye Syah-e Saudi baraye Tarmim va Ziarat-e Qubur-e Aimmah Baqi (as)» (Kecerdikan Allamah Shahib al-Fushul dalam Mendapatkan Surat Izin Raja Saudi untuk Renovasi dan Ziarah Makam Para Imam Baqi as). Situs Kantor Berita Tasnim. Tanggal posting: 26 Aban 1396 HS. Tanggal akses: 20 Azar 1402 HS.