Prioritas: a, Kualitas: b

Sayid Ali Sistani

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Sayid Ali Sistanihttp://en.wikishia.net
سید علی سیستانی.jpg
Informasi Pribadi
Nama Lengkap Sayid Ali Sistani
Lahir 1349 H/1930
Tempat lahir Masyhad
Tempat tinggal Najaf
Informasi ilmiah
Guru-guru Sayyid Abu al-Qasim Musawi Khui • Husain al-Hilli • Sayyid Husain Burujerdi
Tempat pendidikan MasyhadQomNajaf
Karya-karya Minhaj al-Shalihin dan ...
Kegiatan Sosial dan Politik
Situs resmi www.sistani.org

Sayid Ali Sistani (bahasa Arab:السيد علي السيستاني) adalah seorang marja' Taklid Syiah dan guru pelajaran Kharij Fiqh dan Ushul di Najaf. Ia mempelajari ilmu-ilmu hauzah di Masyhad, Qom dan Najaf. Ia mengikuti pelajaran-pelajaran Ayatullah Burujerdi, Sayid Muhammad Hujjat Kuhkamarei dan Ayatullah Khui. Setelah Ayatullah Khui meninggal dunia pada tahun 1413 H/1992, ia menjadi marja'. Setelah Shaddam Hussein tergulingkan ia memberikan kontribusi yang penting dalam penetapan undang-undang baru di Irak.

Sistani mengeluarkan fatwa wajib kifayah untuk mempertahankan serangan ISIS dan pergerakan mereka ke pusat kota dan ke selatan kota Irak. Sebagian karya-karyanya dalam bidang fikih seperti Qaidah La Dharar wa La Dhirar telah terbit. Sangat banyak yayasan-yayasan pusat-pusat keilmuan, pendidikan dan pengajaran, perpustakaan, pusat layanan masyarakat di banyak kota-kota dunia seperti di Iran, Turki, Irak, Inggris dan Libanon yang berada di bawah manajemen kantor Ayatullah Sistani.

Peri Kehidupan

Sayid Ali Husaini Sistani, lahir pada 9 Rabiul Awwal 1349 H/4 Agustus 1930 di Masyhad Iran. Ayahnya, Sayid Muhammad Baqir adalah seorang ulama Syiah dan ibundanya adalah seorang syarifah putri Sayid Ridha Sarabi. Kakeknya adalah Sayid Ali Sistani, murid Mirzai Syirazi di Najaf yang pada tahun 1318 H kembali ke Masyhad. [1]

Pelajaran: Semenjak dari Masyhad, Qom dan Najaf

Sistani memulai pelajaran dasar di Masyhad. Semenjak tahun 1360 H, ia memulai pelajaran-pelajaran permulaan di Hauzah. Sastra Arab ia pelajari dari Adib Nisyaburi, Syarah Lum'ah dan Qawanin ia pelajari dari Sayid Ahmad Mudarris Yazdi, Kitab-kitab 'Sutuh ‘Alie Fikih' dan Ushul Fiqh ia pelajari dari Mirza Hasyim Qazwini, pelajaran-pelajaran filsafat ia pelajari dari Saifullah Isa Miyanji, Syaikh Mujtaba Qazwini dan Mirza Mahdi Isfahani. Sayid Ali Sistani juga mengikuti pelajaran 'bahtsul kharij' Mirza Mahdi asytiyani dan Mirza Hasyim Qazwini. [2]

Sayid Ali Sistani hijrah ke Qom pada tahun 1368 H dan mengikuti pelajaran 'Kharij Fiqh' dan Ushul Ayatullah Burujerdi. Ia juga ikut pelajaran Sayid Muhammad Hujat Kuhkumrehi.[3]

Pada masa ini ia dan Sayid Ali Behbahani mengikuti maktab fiqih Muhaqiq Tehrani. Sayid Ali Sistani menulis buku tentang menentukan arah kiblat, akhirnya Sayid Ali Behbahani pada surat yang ditulis pada tanggal 7 Rajab 1370 H menulis surat kepada Sayid Ali Sistani yang kala itu berusia 21 tahun menilai bahwa ia adalah ulama terkemuka dan fuqaha cerdas dan memiliki ketelitian tinggi dan akhirnya kelas pelajaran yang akan diadakan dengannya ditunda. [4]

Hijrah ke Najaf

Sayyid Ali Sistani pergi ke Najaf pada tahun 1371 H dan tinggal di Madrasah Bukhara. Ia hadir dalam pelajaran Ayatullah Khui dan Syaikh Husain Hilli. Ia disamping mengikuti kelas-kelas pelajaran kedua ulama besar ini juga mengikuti pelajaran-pelajaran Sayyid Muhsin Hakim dan Sayyid Muhsin Syahrudi dalam waktu yang lama. [5]

Ijithad dan Marja'iyah

Sayyid Ali Sistani memperoleh izin untuk melakukan ijtihad secara mutlak dari dua ulama yaitu Ayatullah Khui dan Syaikh Husain Hilli pada tahun 1380 H ketika ia berada pada usia ke-31 tahun. [6] Agha Buzurg Tehrani dalam pernyataannya pada tahun 1380 H memberi kesaksian atas kemampuan dan kelayakan Sayyid Ali Sistani dalam Ilmu Rijal dan Hadis. [7]

Ayatullah Sistani menjadi imam jamaah masjid Khadhra' atas perintah gurunya, Ayatullah Khui semenjak 5 Jumadil Akhir 1409 H dimana sebelumnya imam jamaahnya adalah Ayatullah Khui dan pemberian tugas yang diberikan kepada muridnya ini karena fisik Ayatullah Khui yang telah udzur. Sayyid Ali Sistani menjadi imam hingga akhir Jum'at pada bulan Dzulhijjah 1414 H ketika pemerintah Irak pada zaman Shaddam Husain menutup masjid tersebut. [8]

Sayyid Ali Sistani menjadi marja' setelah meninggalnya Ayatullah Khui. Meninggalnya Sayyid Abdul A'la Sabzawari dan Sayyid Muhammad Ridha Gulpaigani pada tahun 1414 H dan demikian juga wafatnya Muhammad Ali Araki dan Sayyid Muhammad Ruhani menyebabkan pengikut (muqallid) Ayatullah Khui semakin bertambah. [9]

Karya

Sebagian karya Ayatullah Sistani yang telah diterbitkan, sebagian hal-hal berikut kebanyakan berupa penjelasan dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan pelajarannya. Tulisan-tulisan itu diantaranya adalah:

  • Minhaj al-Shalihin (منهاج الصالحین) adalah kitab yang berisi fatwa Sayid Ali Sistani, terhimpun dalam 3 jilid dan dicetak pada tahun 1315 H di Qom. Minhaj al-Shalihin adalah kitab karangan Sayid Muhsin Hakim dimana dari kitab itu, Ayatullah Khui menulikan fatwanya sendiri dengan menambah bab-bab dan pasal-pasal di dalamnya, dan kemudian setelahnya, yaitu muridnya, Ayatullah Ali Sistani melanjutkan tradisi ini. Tanggal yang tercantum dalam mukadimah ini ditulis oleh Ayatullah Sistani tertulis sebagai tanggal 20 Dzulhijjah 1413 H. [10]
  • Qaidah La Dzarar wa la Dzarar (قاعدة لا ضرر و لا ضرار) adalah ulasan atas pelajarah Fikih Ayatullah Sistani ditulis oleh Sayid Muhammad Ridha Sistani dicetak tahun 1414 H. [11]
  • Ikhtilaf Hadits (اختلاف الحدیث) adalah ulasan atas hadits-hadits Ayatullah Sistani pada tahun 1396 H yang ditulis oleh Sayid Hasyim Hasyimi, muridnya dan secara tidak resmi diterbitkan dalam 195 halaman. Diktat ini menunjukkan langkah Sayid Ali Sistani dalam upayanya untuk menyelesaikan perbedaan hadist sebelum menggunakan kaidah "Ta'adul dan tarajih", ia meneliti sumber perbedaan dalam hadits. [12]
  • Urwah al-Wutsqa (العروة الوثقی), kitab yang berisi penjelasan secara ringkas (ta'liq) Sayid Ali Sistani atas kitab Sayid Kadhim Yazdi yang cetakan keduanya dicetak di Beirut pada tahun 1431 H. Kitab ini terdiri dari dua jilid. [13]
  • Al-Rafad fi al-Ushul (الرافد فی الاصول), karya Sayid Munir Sayid Adnan al-Qathihi, transkrip pelajaran Ushul Ayatullah Sistani, dicetak dalam satu jilid dalam bahasa Arab berisi tentang pentingnya dan kedudukan Ilmu Ushul dalam tradisi Imamiyah, Adwā re Fikri Ushuli (periode pemikiran kaum Ushuliyun) dan hal-hal yang berkaitan dengan hal ini. [14]

Yayasan-yayasan Terkait

Yayasan-yayasan dan pusat-pusat keilmuan dan kebudayaan yang berada dibawah pengawasan Ayatullah Sistani berdiri di berbagai kota di Irak bahkan hingga luar negeri, seperti Qom, London, Beirut, Istanbul dan Ilam. Sebagian yayasan-yayasan ini adalah:

  • Yayasan Imam Ali as di Qom berdiri pada tahun 1994. [15] Tujuan pendiriannya adalah penerjemahan dan penerbitan kitab-kitab Islam dan ajaran-ajaran Ahlulbait as dan mencetak ke dalam 25 bahasa asing. Yayasan ini memiliki kantor perwakilan di London dan Beirut yang dibentuk pada tahun 1416 dan 1417 H. [16]
  • Yayasan Kebudayaan Al al-Bait as di Istanbul, Turki didirikan pada tahun 2010 dengan tujuan menghidupkan kembali kebudayaan Ahlulbait dan mengenalkan masyarakat dengan maktab ini serta menjaga nilai-nilai ke-Islam-an dan madzhab. Kegiatan-kegiatan yayasan ini adalah menyelenggarakan kelas-kelas Al-Quran, akidah, mengadakan acara-acara peringatan keagamaan-keagamaan, mendirikan perpustakaan khusus Ahlulbait yang pertama kali di Turki, mengadakan seminar-seminar keagamaan dan madzhab, menerjemahkan dan menerbitkan kitab-kitab dan majalah-majalah keagamaan. [17] Dan di Jerman yayasan ini telah aktif sejak tahun 2005. [18]
  • Pusat Penelitian Akidah Qom, menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti mendirikan perpustakaan, tim untuk menjawab soal-soal akidah dan membantah syubhat-syubhat, memberi perhatian kepada orang-orang yang telah mendapatkan hidayah, mengadakan seminar-seminar akidah dan pelatihan internet untuk penggunaan keperluan keagamaan. [19]
  • Pusat Penelitian Islam al-Musthafa didirikan di Qom dengan tujuan membentuk bank informasi akidah dari sumber-sumber Syiah dan Sunni dan mengumpulkan dan meneliti tiga ribu kitab untuk membuat ensiklopedia akidah. [20]
  • Pusat Pemeliharaan Warisan Islam di dirikan di Qom untuk mengumpulkan manuskrip-manuskrip berupa tulisan tangan. [21]
  • Pusat Penelitian Perbintangan di Qom, dibentuk pada tahun 1418 H. Tujuan dibentuknya lembaga ini adalah memberi pengajaran tentang astronomi, tata surya, astrologi ilmu perbintangan Islami dan fisika perbintangan. Pusat penelitian ini juga memiliki program lain diantaranya mendirikan perguruan tinggi astronomi dan astrologi, mendirikan perpustakaan khusus astronomi, menerjemahkan makalah astronomi, mendirikan observatorium, mencetak karya ulama-ulama tentang astronomi dan mencetak kalender perbintangan. [22]
  • Lembaga Kebudayaan Imam Shadiq as. Lembaga ini berdiri tahun 2006 di Beirut. Program-program lembaga ini adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah-masalah keagamaan, mendirikan perpustakaan dan menyediakan ruangan-ruangan untuk seminar. Di samping itu, salah satu tujuan dibentuknya lembaga ini adalah memberikan layanan umum kemasyarakatan dan kebudayaan. [23]
  • Pusat Penerangan Āl al-Bayt Dunia, berdiri di Qom pada musim semi 1988. Diantara kegiatannya adalah diresmikannya site Syiah dengan laman: http://www.al-shia.org yang bertujuan untuk menyebarkan ajaran-ajaran Syiah dan maarif Ahlulbait as. [24] [25] Site ini telah memiliki program dalam 29 bahasa asing. [26] Terdapat pula lembaga-lembaga dengan nama ini di Najaf [27], Karbala [28], Kazhimain [29], Isfahan, Tehran dan Ilam [30] dengan tujuan untuk memanfaatkan internet dalam memperluas dan menyebarkan ajaran Ahlul Bayt as.
  • Perpustakaan Khusus di Qom, Salah satu lembaga-lembaga lain yang berada dibawah naungan Ayatullah Sayyid Sistani. Lembaga ini bergerak diberbagai bidang seperti tafsir dan ulumul Qur'an, Ulumul Hadits, Fiqih dan Ushul, Filsafat dan Kalam, Tata bahasa Arab, Sejarah Islam dan Iran.
  • Perpustakaan khusus di Qom berdiri pada tahun 1418 H dengan koleksi lebih dari 15 ribu kitab berbahasa Arab. [31]
  • Perpustakaan Khusus Ulumul Hadis di Qom berdiri tahun 1418 H dan berisi kitab-kitab dalam berbagai tema seperti Syiah, Rijal dan Dirayah, kamus-kamus dan sumber-sumber hadis dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman dan juga berisi majalah-majalah hadis. [32]
  • Perpustakaan khusus Fiqih dan Ushul Qom didirikan pada tahun 1420 H dengan koleksi 15 ribu kitab dan 1580 majalah dengan tema-tema fiqih dan ushul. Perpustakaan ini terdiri dari koleksi-koleksi dalam bidang fiqih, ushul, rijal dan huquq. [33]
  • Perpustakaan khusus Filsafat dan Kalam di Qom, berisi kitab-kitab dnegan tema-tema Filsafat, Kalam, Mantik, Sejarah, Hikmah, Irfan, Madzhab-madzhab Islam dan agama-agama lain. [34]
  • Perpustakaan Tata Bahasa Arab di Qom didirikan pada tahun 1418 H dengan memiliki koleksi lebih dari 45 ribu jilid kitab berbahasa Persia dan Arab. [35]
  • Perpustakaan Khusus Sejarah Islam dan Iran di Qom dengan koleksi lebih dari 4 ribu kitab telah berdiri di Qom pada tahun 1995 dan pada tahun 2011 koleksinya telah mencapai 115 ribu kitab. Hingga sekarang telah terbit buku dengan 16 judul dari perpustakaan ini. [36]

Lembaga-lembaga yang berdiri diberbagai tempat untuk memberikan layanan kepada masyarakat:

  • Perumahan Madinatul 'Imi di Najaf dengan tujuan menyediakan perumahan bagi pelajar Hauzah Ilmiyah yang meliputi perumahan-perumahan tempat tinggal, penitipan anak, sekolah SD, SMP dan SMA, balai-balai pengobatan dan pertokoan dan juga perpustakaan. [37] Perumahan Ayatullah Sistani juga didirikan di Qom pada tahun 1416 H dengan maksud sebagai tempat tinggal bagi para pelajar agama. [38] Kantor Ayatullah Sistani juga berperan aktif dalam membangun Perumahan Mahdiyah di Qom yang merupakan salah satu tempat tinggal bagi para pelajar Hauzah Ilmiyah Qom. [39] Perumahan Tsamin al-Hujaj as di Masyhad [40] dan Perumahan Imam Hadi as di Qom [41] juga merupakan salah satu dari contoh-contoh perumahan ini.
  • Madrasah Ilmiyah Balaghi [42] dan Najm al-Aimah [43] di Najaf, Madrasah Al-Qur'an Karbala [44] dan demikian juga Madrasah Ruqayah di Karbala yang peruntukannya bagi anak yatim juga dibangun dan dengan menejemen kantor Ayatullah Sistani. [45]
  • Klinik Imam Shadiq as di Qom [46], Klinik Imam Hasan Mujtaba di Ilam [47], Klinik spesialis Imam Husain as di Karbala [48], Pusat Spesialis Mata Jawad al-Aimah as di Qom [49] dan demikian juga Yayasan Kesejahteraan al-Ain yang bertujuan untuk mendukung dan memberi perlindungan kepada anak yatim [50] juga merupakan lembaga-lembaga yang berada dibawah pengawasan kantor Ayatullah Sistani bidang kebudayaan.

Peran Penting dalam Politik dan Kemasyarakatan

  • Mensalati jenazah Ayatullah Khui. Setelah Ayatullah Khui meninggal, Sayyid Ali Sistani yang merupakan murid paling menonjol dari Ayatullah Sistani menjadi imam dalam salat mayat atas jenazah Ayatullah Khui. Berdasarkan tradisi yang ada di hauzah, siapa saja yang menjadi Imam pada jenazah si mayit, maka ia yang akan menggantikan posisi gurunya [51] namun karena adanya berbagai alasan khusus dan keadaan yang menimpa para pengikut Syiah dan Hauzah Ilmiyah Najaf pada masa Shaddam Husain demikian juga karena Sayid Abdul A'la Sabzamari masih hidup, maka kemarja'iyahan Ayatullah Sistani menjadi redup. [52] Meskipun demikian, Ja'far Nathnazi salah satu murid Ayatullah Khui yakin bahwa salatnya Ayatullah Sistani pada jenazah Ayatullah Khui tidak dapat diartikan serta merta sebagaimana yang telah diuraikan karena menurut perkataannya tidak ada seorang pun yang ada di Najaf (sehingga wajar jika Ayatullah Sistani yang mensalatkan jenazah Ayatullah Khui). Nathnazi juga masih berpendapat mengenai salat jenazah Ayatullah Sistani atas Ayatullah Khui: Acara itu bukanlah prosesi pemakaman, melainkan hanya jenazah Ayatullah Khui dibawa dan ia pun mensalatkannya dan kemudian ia pergi. Setelah itu tidak ada tindakan yang mencerminkan kemarjaiyahannya karena ia adalah seorang yang berilmu dan setelahnya Agha Sayyid Abdul A'la menjadi marja. [53]
  • Berperan aktif dalam mengubah peraturan dan undang-undang di Irak: Ayatullah Sistani setelah penyerangan tentara Amerika Serikat ke Irak dan penggulingan Shaddam Husain, tidak pernah menolak untuk berjuang melawan Amerika. Ia menolak untuk menerima otoritas Amerika seperti Jay Garner dan Paul Bremer. Ia juga berperan aktif mendorong warga Irak untuk ikut serta dalam pemilu dan pembuatan undang-undang baru. [54]
  • Menyelesaikan pertikaian antara Muqtada Shadr dan angkatan bersenjata Amerika dan Irak: Pembredelan surat kabar Al-Hauzah karena menyuarakan nilai-nilai Islami dan sikap anti Amerika Muqtada Shadr yang terbit di surat kabar itu [55] pada tahun 2004 yang berakibat pada konflik milisi bersenjata Jaish al-Mahdi dengan angkatan bersenjata Amerika yang hadir di Irak. [56] Krisis ini mengakibatkan masuknya tank-tank Amerika ke Karbala dan terjadi bentrokan antara pasukan Amerika Serikat dan pendukung Muqtada Shadr di kota Karbala, Najaf dan Kufah dan puluhan orang terbunuh dalam bentrokan ini. [57] Bentrokan yang berulang antara pasukan al-Mahdi, angkatan perang Amerika dan demikian juga angkatan bersenjata Irak bermula semenjak bulan Mei dan Juni 2004 dan berujung pada dikepungnya kota Najaf, kerusakan haram Imam Ali, tewasnya puluhan penduduk Syiah di Irak dan dijadikannya Haram Imam Ali as sebagai benteng pertahanan bagi tentara al-Mahdi. [58] [59] Krisis ini berakhir ketika Ayatullah Sistani turut serta menyelesaikan masalah pada 27 Agustus 2004 degan disepakatnyai resolusi damai. Dalam peristiwa ini pihak pengelola haram Imam Ali dan Masjid Kufah menyerahkan tanggung jawab itu kepada otoritas kemarjaiyahan. [60]
  • Menyerukan rakyat Irak berperang melawan ISIS: Setelah kejatuhan Mosul di Irak dan merangseknya ISIS ke pusat dan selatan Irak, Ayatullah Sistani menilai wajib kifayah bagi setiap muslim untuk mempertahankan negara, rakyat dan nilai-nilai kesakralan seraya meminta kepada masyarakat yang memiliki kemampuan untuk mengangkat senjata supaya memerangi terorisme dan bergabung dengan pasukan keamanan. [61] Tuntutan Ayatullah Sistani yang dibacakan oleh Abdul Karbalai, pemimpin shalat Jumat Karbala dan wakil Sayyid Ali Sistani, meskipun bukan merupakan fatwa tapi memiliki fungsi seperti fatwa [62] dan membuat banyak orang bergabung dengan barisan yang melawan ISIS. [63][64]

Catatan Kaki

  1. Peri Kehidupan Ayatullah Sistani
  2. Peri Kehidupan Ayatullah Sistani, Site resmi kantor Ayatullah Sistani.
  3. Peri Kehidupan Ayatullah Sistani, Site resmi kantor Ayatullah Sistani.
  4. Peri Kehidupan Ayatullah Sistani, Site resmi kantor Ayatullah Sistani.
  5. Peri Kehidupan Ayatullah Sistani, Site resmi kantor Ayatullah Sistani.
  6. Peri Kehidupan Ayatullah Sistani, Site resmi kantor Ayatullah Sistani.
  7. Peri Kehidupan Ayatullah Sistani, Site resmi kantor Ayatullah Sistani.
  8. Peri Kehidupan Ayatullah Sistani, Site resmi kantor Ayatullah Sistani.
  9. Peri Kehidupan Ayatullah Sistani, Site resmi kantor Ayatullah Sistani.
  10. Minhaj al-Shālihin (lil Sistani), jld. 1, hlm. 5
  11. Qaidah Lā Dhahar wa Lā Dhirar (Husaini, Sistani, Ali), Perpustakaan Digital Nur.
  12. Ayatullah Adzimi Sistani wa Ikhtilāf al-Hadis, Site Mubahitsat, 24 Aban 1393 S.
  13. Al-Urwah al-Wutsqa (Kadzim Yazdi) 1431 H]
  14. Al-Rafid fi Ilm al-Ushul, 1414 H
  15. Muarifi Muasasah, Site Muassasah Imam Ali as.
  16. Yayasan Imam Ali as, Qom, Site Ayatullah Sistani.
  17. Yayasan Imam Ali as, Qom, Site Ayatullah Sistani.
  18. Yayasan Imam Ali as, Qom, Site Ayatullah Sistani.
  19. Markaz Payuhesyhāi I'tiqādi, Site Ayatullah Sistani.
  20. http://www.sistani.org/persian/institute/560/ Markaz Tahqiqat Islāmi al-Musthafa Saw, Qom, Site Ayatullah Sistani.]
  21. Markaz Tahqiqat Islāmi al-Musthafa Saw, Qom, Site Ayatullah Sistani.
  22. Markaz Payuhesyhāi Mirats Islami, Qom, Site Ayatullah Sistani.
  23. Mujtama' Farhanggi Imām Shadiq as, Beirut, Site Ayatullah Sistani.
  24. Halaman pengenalan site di site al-Syi'ah.
  25. Markaz Jahāni Ithila' Rasāni Ali al-Bait (as), Qom, Site Kantor Ayatullah Sistani.
  26. Lihat Site al-Syiah: al-shia.org
  27. Markaz Ithilā' Rasāni Āl al-Bait as, Syabakeh Karbala, Site Kantor Ayatullah Sistani.
  28. [http://www.sistani.org/persian/institute/567/ Markaz Ithilā' Rasāni Ali al-Bait as, Chanel Karbala, Site Kantor Ayatullah Sistani
  29. Markaz Ithilā' Rasāni Ali al-Bait as, Chanel Kazhimain.
  30. Marākiz wa Muasisāt, Site Kantor Ayatullah Sistani.
  31. Perpustakaan Khusus Tafsir dan Ulumul Quran, Qom, Site Ayatullah Sistani
  32. Perpustakaan Khusus Tafsir dan Ulumul Quran, Qom, Site Ayatullah Sistani.
  33. Perpustakaan Khusus Fiqih dan Ushul, Qom, Site Ayatullah Sistani.
  34. Perpustakaan Khusus Filsafat dan Kalam, Site Ayatullah Sistani.
  35. Perpustakaan Khusus Adabiyat, Qom, Site Ayatullah Sistani.
  36. [http://www.sistani.org/persian/institute/558/ Perpustakaan Khusus Sejarah Islam dan Iran, Qom, Site Ayatullah Sistani
  37. Mujtama Farhanggi Maskuni Madinatul 'Ilmi, Najaf asyraf, Site Kantor Ayatullah Sistani.
  38. Mujtama' Maskuni Hadhrat ayatullah Adhimi Sistani, Qom, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  39. Mujtama' Maskuni Mahdiyah, Qom, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  40. Mujtama' Maskuni Tsamin al-Hujaj as, Masyhad, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  41. Mujtama' Maskuni Imam Hadi as, Qom, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  42. Madrasah Allamah Balaghi, Najaf asyraf, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  43. Madrasah Dini Najmul Aimah, Najaf al-asyraf, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  44. Madrasah Qurani, Karbala, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  45. Madrasah Hadhrat Ruqayyah as diperuntukkan bagi anak yatim, Karbala, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  46. Klinik Khairiyyah Imam Shadiq as, Qom, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  47. Klinik Khairiyyah Imam Hasan Mujtaba as, Ilam, Site Daftar Ayatullah Sistani.
  48. Klinik Spesialis Imam Husain as, Karbala, Site Kantor Ayatullah Sistani.
  49. Pusat pengobatan dan spesialis mata Jawad al-Aimah as, Qom, Site Site Kantor Ayatullah Sistani.
  50. Yayasan Ekonomi dan Budaya al-Ain, Site Kantor Ayatullah Sistani.
  51. Fathi, Faqihi untuk semua masa, site Din Online, 30 Khurdad 1393 S.
  52. Syiah semakin memiliki kehormatan dengan adanya Ayatullah Sistani, wawancara dengan Ja'far Nathnazi, Site Din Online, 17 Dei 1393 S.
  53. Syiah semakin memiliki kehormatan dengan adanya Ayatullah Sistani, wawancara dengan Ja'far Nathnazi, Site Din Online, 17 Dei 1393 S.
  54. Fathi, Faqihi untuk semua masa, site Din Online, 30 Khurdad 1393 S.
  55. Siapakah bintang ilmu dan jihad di Irak? Site Danesyju, 21 Adzar 1394.
  56. Selamat tinggal Muqtada Shadr, Sekilas tentang peri kehidupannya, Site Kebudayaan Iranm 27 Bahman 1392 S.
  57. Perang Darah di Najaf, Masuknya tong Amerika ke Karbala, Site Syahid Awini, 19 Urdibehest 1383 S.
  58. Permulaan dan akhir Jisy al-Mahdi, Kelompok Persenjataan Shadr, Site Militer, 17 April 2014.
  59. Siapakah bintang ilmu dan jihad di Irak? Site Danesyju, 21 Adzar 1394.
  60. Perjalanan Pengobatan Ayatullah Sistani, Kembalinya ke Irak dan penyelesaian krisis Najaf, Bagian akhir, Site Syafaqna, 4 Khurdad 1392 S.
  61. Peranan fatwa jihad Ayatulah Sistani dalam mencegah perpecahan di Irak, Site Mehr, 26 Khurdad 1394.
  62. Makmuri, Peranan Ayatullah Sistani dalam menambah pertanggungjawaban akhlak dalam perjalanan dengan ISIS, Site BBC Persia, 10 Khurdad 1395.
  63. Peranan Ayatullah Sistani dalam menambah pertanggungjawaban akhlak dalam perjalanan dengan ISIS, Site BBC Persia, 26 Khurdad 1394.
  64. Ayatullah Sistani mengeluarkan fatwa jihad, Site Rasa, 23 Khurdad 1393.

Referensi