tanpa prioritas, kualitas: b
tanpa referensi

Salat-salat di Bulan Ramadhan

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling penting digunakan untuk beribadah. Pada bulan Ramadhan, di samping memiliki amalan salat-salat (bahasa Arab: الصلوات فی شهر رمضان) seperti salat-salat wajib, nafilah dan salat malam juga memiliki salat-salat khusus yang jumlahnya cukup banyak. Sebagian salat-salat ini dikerjakan pada setiap malan dan sebagian lainnya dikerjakan pada malam-malam atau hari-hari tertentu. Pada malam Lailatul Qadar juga memiliki salat-salat khusus.

Dua rakaat pada setiap malam

Pada kitab "Mafatih al-Jinan" [1] tercantum bahwa pada setiap malam bulan Ramadhan terdapat amalam untuk mengerjakan dua rakaat salat dimana dalam setiap rakaat membaca Surah Al-Fatihah sebanyak sekali dan membaca surah Al-Ikhlash sebanyak 3 kali dan setelah salam mengucapkan: Tabel Kemudian dilanjutkan dengan membaca tasbihat arba'ah (سبحان الله و الحمدلله و لا اله الا الله و الله اکبر)) sebanyak tujuh kali dan kemudian membaca:

Tabel

Kemudian ditutup dengan membaca [salawat]] sebanyak 10 kali. Barang siapa yang mengerjakan salat dua rakaat ini, maka Allah swt akan mengampuni dosa-dosanya sebanyak 70 ribu dari dosanya.

Salat-salat khusus setiap malam

Salat-salat khusus pada setiap malam, berdasarkan yang tercantum dalam kitab "Mafatih al-Jinan" [2] adalah sebagai berikut:

Salat Malam Tata Cara Pelaksanaan
Pertama 4 Rakaat; setiap rakaat membaca Surah Tauhid sebanyak 15 kali setelah membaca Surah Al-Fatihah
Kedua 4 Rakaat; setiap rakaat membaca Surah Al-Qadr sebanyak 20 kali setelah membaca Surah Al-Fatihah.
Ketiga 10 Rakaat; setiap rakaat membaca Surah Tauhid sebanyak 50 kali setelah membaca Surah Al-Fatihah
Keempat 8 Rakaat; setiap rakaat memabca Surah Tauhid sebanyak 20 kali setelah membaca Surah Al-Fatihah
Kelima 2 Rakaat; setiap rakaat membaca Surah Tauhid sebanyak 50 kali setelah membaca Surah Al-Fatihah dan usai salat membaca 100 kali shalawat.
Keenam 4 Rakaat; setiap rakaat membaca Surah Al-Mulk setelah membaca Surah Al-Fatihah.
Ketujuh 4 Rakaat; setiap rakaat membaca Surah Al-Qadr sebanyak 13 kali setelah membaca Surah Al-Fatihah
Kedelapan 2 Rakaat; setiap raakat membaca Surah Tauhid sebanyak 10 kali setelah membaca Surah Al-Fatihah kemudian setelah salam membaca subhanallah sebanyak 1000 kali.
Kesembilan 6 Rakaat; antara Maghrib dan Isya, setiap rakaat membaca Ayat Kursi sebanyak 7 kali kali setelah membaca Surah Al-Fatihah kemudian setelah salam membaca shalawat sebanyak 50 kali.
Kesepuluh 20 Rakaat; setiap rakaat membaca Surah Al-Ikhlash sebanyak 30 kali setelah membaca Surah Al-Fatihah

Seribu rakaat selama satu bulan

Pada sepuluh hari pertama dan kedua bulan Ramadhan pada setiap malam mengerjakan sebanyak sebanyak 20 rakaat (semuanya terdiri dari 2 rakaat): 8 rakaat setelah salat maghrib, 12 rakaat setelah salat Isya dan pada 10 malam terakhir mengerjakan salat sebanyak 30 rakaat, dengan cara yang sama: 8 rakaat dikerjakan setelah salat maghrib dan 22 rakaat setelah salat Isya. 300 rakaat lagi disamping dikerjakan pada malam-malam itu juga dikerjakan pada malam-malam lailatul Qadar. [3]

Salat-salat Malam lailatul Qadar

Dua rakaat salat yang pada setiap rakaatnya setelah membaca [[ surah Al-Fatihah] membaca surah Al-Ikhlash dan setelah selesai salat, membaca dzikir «أستغفرُ اللّهَ وَ أتوبُ إليه» sebanyak 70 kali. Berdasaran hadis Nabi Muhammad Saw, barang siapa yang melakukanannya, maka ia dan kedua orang tuanya akan diampuni dosa-dosanya. [4] Membaca 100 rakaat dimana sebaiknya setelah membaca surah al-fatihah membaca surah tauhid sebanyak 10 kali. [5]

Catatan Kaki

  1. Qumi, Mafātih al-Jinān, setelah Doa Iftitah, hlm. 329.
  2. Qumi, Mafātih al-Jinān, setelah Amalan hari ke-30 bulan Ramadhan, hlm. 433.
  3. Qumi, Mafātih al-Jinān, setelah Amalan-amalan Sahar Bulan Ramadhan, hlm. 330.
  4. Qumi, Mafātih al-Jinān, Amalan Umum Malam Lailatul Qadar, hlm. 408.
  5. Qumi, Mafātih al-Jinān, Amalan Umum Malam Lailatul Qadar, hlm. 409.

Daftar Pustaka

Qumi, Syaikh Abas, Mafātih al-Jinān, Markaz Nasyar Farhanggi Raja, 1369 S.