Prioritas: c, Kualitas: b

Doa Abu Hamzah al-Tsumali

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Doa, Munajat dan Ziarah
مسجد جامع خرمشهر.jpg

Doa Abu Hamzah al-Tsumali (bahasa Arab:دعاء أبي حمزة الثمالي) adalah sebuah doa yang dinukil oleh Abu Hamzah al-Tsumali dari Imam Sajjad as. Doa ini mencakupi sifat-sifat indah Allah dan nama-nama agun-Nya (ism al-A'zham) dan juga memiliki pemahaman-pemahaman yang sangat tinggi seperti kesulitan-kesulitan di alam kubur dan hari Kiamat, beratnya beban dosa-dosa dan keharusan taat dan mengikuti Nabi yang mulia saw dan keluarganya yang disucikan. Disarankan doa ini untuk dibaca pada Bulan Suci Ramadhan di saat-saat sahur dan ia merupakan doa sahur terpanjang di bulan suci Ramadhan.

Sisi Penamaan

Perawi doa ini adalah Abu Hamzah al-Tsumali;salah seorang dari para sahabat Imam Sajjad as, Imam Baqir as dan Imam Shadiq as. Ia meriwayatkan doa ini dari Imam Sajjad as dan oleh karenanya doa ini terkenal dengan namanya.

Silsilah Sanad

Sayid Ibnu Thawus dalam kitab Iqbāl al-A'māl[1] dengan sanadnya dari Abu Muhammad Harun bin Musa Tal'ukbari dengan sanad Hasan bin Mahbub al-Zarad dari Abu Hamzah al-Tsumali meriwayatkan bahwa: "Imam Sajjad as banyak menghabiskan malam-malam bulan Ramadhan dengan mendirikan salat dan ketika sampai waktu sahur beliau sibuk dengan membaca doa ini."

Doa ini juga dinukil oleh Syaikh Thusi dalam Misbāh al-Mutahajjid, [2] Kaf'ami dalam al-Balad al-Amin[3] dan al-Misbah, [4] Majlisi dalam Zād al-Ma'ād [5] dan Bihar al-Anwar [6] dan Syaikh Abbas Qommi dalam Mafatih al-Jinan [7] .

Kandungan-kandungan

Doa yang dimulai dengan bacaan: إِلَهِي لا تُؤَدِّبْنِي بِعُقُوبَتِكَ dan diakhiri dengan bacaan: وَ رَضِّنِي مِنَ الْعَيْشِ بِمَا قَسَمْتَ لِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِين ini, mengandung makna-makna yang tinggi dan lafaz-lafaz yang fasih dan ungkapan yang sangat indah. Doa ini menggambarkan jalan untuk bertobat, kembali, tunduk, menjaga diri dan mensyukuri nikmat-nikmat Ilahi yang sangat besar juga mengingatkan pada kesulitan-kesulitan alam kubur dan hari Kiamat, kegelapan, kesendirian dan juga beratnya beban dosa, menegaskan untuk senantiasa melakukan taat dan mengikuti Nabi Muhammad saw dan keluarganya yang suci. Dan memohon kepada Allah swt untuk diluaskan rizeki, diberi kamampuan untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah, dijaga dari kejahatan setan dan para penguasa yang zalim, dan dibersihkan dari sifat-sifat yang tercela, malas, frustasi, sedih dan lara.

Dalam doa ini selain dimuat pelajaran-pelajaran pengetahuan tentang Tuhan dan hari akhir dan penegasan tentang kedudukan kenabian dan kepemimpinan, juga dijelaskan paling lengkapnya permohonan-permohonan setiap mukmin untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. [8]

Jawadi Amuli mengenai doa ini mengatakan, doa mulia ini memiliki paragraf beragam dan kalimat yang banyak yang semuanya tidak berada dalam satu tingkatan, sebab para pendoa tidak berada dalam satu level. Sebagian mereka memiliki problem dalam tingkatan takut, sebagian lagi memiliki problem dalam tingkatan harapan dan kelompok ketiga tertimpa kedua problem tersebut. Doa yang komprehensip ini bermanfaat untuk semua kalangan. tentu saja, kajian-kajian inti dari doa ini adalah masalah tauhid yang dilontarkan di sela-sela persoalan-persoalan tersebut.[9] Ia juga mengatakan, meskipun pada permualaan doa ini tidak terdapat بِسْمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحیم, namun doa ini dimulai dengan menyebut nama Allah dan kata الهی (Wahai Tuhanku). Oleh sebab itu, dikarenakan doa ini dimulai dengan nama Allah, maka tidak akan termasuk dalam kategori hadis yang menyatakan bahwa setiap pekerjaan yang tidak diawali dengan nama Allah niscaya akan terputus dan tidak akan menghasilkan buah apapun.[10]

Penggalan Doa Abu Hamzah Tsumali:
فَمَا لِي لا أَبْكِي أَبْكِي لِخُرُوجِ نَفْسِي أَبْكِي لِظُلْمَةِ قَبْرِي أَبْكِي لِضِيقِ لَحْدِي أَبْكِي لِسُؤَالِ مُنْكَرٍ وَ نَكِيرٍ إِيَّايَ، أَبْكِي لِخُرُوجِي مِنْ قَبْرِي عُرْيَانا ذَلِيلا حَامِلا ثِقْلِي عَلَى ظَهْرِي أَنْظُرُ مَرَّةً عَنْ يَمِينِي وَ أُخْرَى عَنْ شِمَالِي إِذِ الْخَلائِقُ فِي شَأْنٍ غَيْرِ شَأْنِي
“ Bagiamana aku tidak menangis, aku menangis karena keluarnya nafasku dari tubuhku, aku menangis karena gelapnya kuburku, aku menangis karena sempitnya liang lahatku, aku menangis karena pertanyaan Mungkar dan Nakir kepadaku, aku menangis karena aku keluar dari dalam kuburku dalam keadaan telanjang, hina dan memikul beban di atas punggungku; sesekali aku menengok ke sebelah kananku dan sesekali aku menengok ke sebelah kiriku, aku dapatkan kedudukan makhluk-makhluk lain tidak seperti kedudukanku.”
Sayid Ibnu Thawus, Iqbāl A'mal, hlm. 340-341.

Waktu Pembacaan

Doa Abu Hamzah dalam banyak tempat dan kota-kota penduduk Syiah dibaca secara individu ataupun di sebuah perkumpulan besar dan kecil pada malam-malam hari atau pada saat-saat sahur di Bulan Suci Ramadhan.

Penjelasan-penjelasan

Banyak penjelasan-penjelasan yang sudah ditulis untuk doa Abu Hamzah ini, diantaranya adalah:

  1. Syarh Doa Abu Hamzah al-Tsumali, karya Syaikh Muhammad Ibrahim bin al-Maula Abdulwahab Sabzawari.
  2. Syarh Doa Abu Hamzah al-Tsumali, karya Maula Muhammad Taqi bin Husain Ali Harawi Isfahani Hairi.
  3. Syarh Doa Abu Hamzah al-Tsumali, karya Sayid Husain bin Abi al-Qasim, Jafar bin Husain Musawi Khansari, ustadz Sayid Mahdi Bahrululum.
  4. Syarh Doa Abu Hamzah al-Tsumali, karya Sayid Mir Muizuddin bin Mir Masih Ishthahbanati. [11]
  5. Tuhfatu al-A'izzah; karya Syaikh Agha Syamili Syirazi yang terbit pada tahun 1352.
  6. Al-Jauharah al-Azizah fi Syarhi Duai Abi Hamzah; karya Sayid Abulfadhl Husaini, cetakan tahun 1379 H.
  7. Isyq wa Rastegari; karya Ahmad Zumurudiyan Syirazi, terbit pada tahun 1346. [12]
  8. Matn, Syarh wa Tafsir Doa Abu Hamzah al-Tsumali, karya Muhammad Ali Khazili, terbit tahun 1387.

Catatan Kaki

  1. Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, hlm.334-345.
  2. Thusi, Misbāh al-Mutahajjad, hlm. 405-416.
  3. Kaf'ami, al-Balad al-Amin, hlm. 288-299.
  4. Kaf'ami, al-Misbah, hlm. 781-798.
  5. Kaf'ami, al-Misbah, hlm. 781-798.
  6. Majlisi,Bihār al-Anwār, jld. 95, hlm. 82.
  7. Qommi, Mafatih al-Jinan, 334-358.
  8. Dāiratul Ma'ārif Tasyayu', jld.7, hlm. 521.
  9. Jawadi Amuli, Syarh Du'a-ye Abu Hamzah Tsumali, pertemuan 1, 1385 HS
  10. Jawadi Amuli, Syarh Du'a-ye Abu Hamzah Tsumali, pertemuan 1, 1385 HS
  11. Agha Buzurg Tehrani, Al-Dzari'ah, jld.13, hlm.247.
  12. Dāiratul Ma'ārif Tasyayu', jld.7, hlm. 521.

Daftar Pustaka

  • Agha Bujurg Tehrani. Al-Dzari'ah ila Tashānif al-Syiah. Dar al-Adwa'. Beirut:1378 H.
  • Ibnu Thawus. Iqbal al-A'mal. Cet A'lami, Beirut: 1417 H/1996 M.
  • Kaf'ami, Ibrahim bin Ali Amili. Al-Misbah fi al-Ad'iah wa al-Shalawat wa al-Ziyarat. Dar al-Radhi. Qom: 1405 M.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihār al-Anwār. Dar Ihya Turats Arabi. Beirut: 1403 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Zād al-Ma'ād. Percetakan Ala'uddin A'lami. Beirut: 1423 H/2003 M.
  • Qommi, Abbas. Mafātih al-Jinān. Pusat penerbitan kebudayaan Raja', 1369 HS.
  • Sadr Sayid Jawadi, Ahmad. Dāiratul Ma'ārif Tasayyu'. Penerbit Syahid Said Muhibbi. Tehran: 1380 HS.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Misbāh al-Mutahajjad. Percetakan Ala'uddin A'lami. Beirut: 1418 H/1998 M.