tanpa prioritas, kualitas: b

Doa Jausyan Kabir

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Doa, Munajat dan Ziarah
مسجد جامع خرمشهر.jpg

Jausyan Kabir (bahasa Arab: دعاء جوشن الکبیر) adalah doa dari Nabi Muhammad saw yang terdiri dari 100 bait yang memuat 1001 nama dan sifat Allah swt. Doa ini diajarkan oleh Malaikat Jibril as kepada Nabi Muhammad saw. Dalam tradisi umat Islam Syiah, khususnya di Iran, membaca doa ini menjadi salah satu rutinitas amalan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadr pada bulan Ramadhan. Menurut sejumlah riwayat, doa ini disunnahkan ditulis pada kain kafan.

Peristiwa Turunnya Doa

Imam Sajjad as menukil dari ayahnya yaitu Imam Husain as dan Imam Husain as menukil dari Imam Ali as dan Imam Ali as menukil dari Nabi Muhammad saw bahwa pada salah satu peperangan, Nabi Muhammad saw mengenakan baju besi yang berat sehingga menyulitkannya, kemudian malaikat Jibril as datang dan berkata: "Wahai Muhammad, Tuhanmu menyampaikan salam untukmu dan berfirman: Lepaslah baju besi itu dan sebagai gantinya bacalah doa ini sehingga kau dan umatmu akan terlindungi." [1] Pemberian nama doa ini dengan nama doa Jausyan Kabir (dengan arti baju besi besar) karena hal ini. Namun peristiwa ini dalam literatur sejarah tidak disebutkan. Doa Jausyan Kabir hanya terdapat dalam kitab al-Mishbah [2] dan al-Balad al-Amin [3] yang ditulis oleh Ibrahim bin Ali Amili al-Kaf'ami.

Kandungan

Doa ini terdiri dari 100 bait dan setiap bait terdiri dari 10 asma dari asma-asma Allah swt, kecuali pada bait ke-55 yang mencakupi 11 nama Allah. Oleh karena itu, secara keseluruhan, doa ini memiliki 1001 nama Allah swt. [4] Pada akhir setiap bait ditutup dengan membaca: سُبْحَانَک‏ یا لَا إِلَهَ‏ إِلَّا أَنْتَ‏ الْغَوْثَ‏ الْغَوْثَ‏ خَلِّصْنَا مِنَ‏ النَّارِ یا رَبِّ Pada kitab al-Balad al-Amin pada setiap permulaan bait diawali dengan بسم الله dan pada akhir bait dengan: سُبْحَانَک‏ یا لَا إِلَهَ‏ إِلَّا أَنْتَ‏ الْغَوْثَ‏ الْغَوْثَ‏ صَلِّ عَلَی مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ یا رَبِّ یا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِکرَامِ یا أَرْحَمَ الرَّاحِمِینَ

Pada kitab Zad al-Ma'ad pada permulaan bagian, dijelaskan mengenai manfaat-manfaat membaca setiap bait doa Jausyan Kabir. Misalnya pada bait ke-3 dikatakan untuk mendapatkan pertolongan dan untuk memperluas rezeki dan begitu juga pada bait ke-24. Sedangkan pada bait ke-47 untuk mendapatkan cahaya atas hati dan mata. Pada doa ini, sebagian besar mencakupi nama-nama Allah swt dan ibarat-ibarat lain yang berasal dari Alquran dan disusun dalam satu kesatuan, disamping memiliki susunan seperti puisi-puisi dan bait-baitnya, dalam sebagian besar setiap baitnya memiliki kemiripan dari sisi huruf akhir dan juga memiliki satu bentuk. [5]

Diantara Sifat-sifat yang Terjadi Pengulangan

Terdapat 6 sifat Tuhan yang diulang dalam doa-doa ini:

  • یا من لم یتخذ صاحبه و لا ولدا pada bait ke 62 dan 84
  • یا نافع pada bait ke 9 dan 32
  • یا من هو بمن رجاه کریم pada bait 8 dan 96
  • یا من هو بمن عصاه حلیم pada bait 18 dan 96
  • یا من فضله عمیم pada bait 48 dan 98
  • یا انیس من لا انیس له pada bait 28 dan 59

Kemungkinan pengulangan ini karena adanya kesalahan dan perbedaan dari naskah pertama dimana pada naskah pertama terulang dan hal itu terulang juga pada sanad-sanad berikutnya.

Keutamaan

Berdasarkan riwayat, barang siapa yang membaca doa ini ketika ia akan keluar, maka Allah swt akan menjaganya dan akan memberikan pahala yang banyak sekali kepadanya. Barang siapa yang menuliskan doa itu pada kain kafannya, maka ia akan terbebas dari azab kubur dan barang siapa yang membaca doa ini pada awal bulan Ramadhan maka Allah akan melimpahkan ia untuk mendapatkan Lailatul Qadr. Barang siapa yang membaca doa ini sebanyak tiga kali dalam bulan Ramadhan, maka ia akan dilindungi oleh Allah swt selama hidupnya. [6]

Doa Jausyan Kabir termasuk doa terkenal yang dibaca oleh umat Islam Syiah pada Lailatul Qadar baik secara bersama-sama maupun sendiri.

Syarah-syarah

Ulama Syiah telah menulis syarah atas doa Jausyan Kabir. [7] Syarah paling terkenal adalah syarah yang ditulis oleh Mulla Hadi Sabziwari. Syarah ini memiliki corak irfan dan filsafat. Ia menulis syarah atas doa Jausyan Kabir atas dasar penggalan-penggalan yang ada, menggunakan syair-syair Persia dan Arab dan untuk pembahasan-pembahasan lughawi, ia sangat banyak menggunakan Kamus Lughah Firuz Abadi. Ia juga membahas permasalahan dalam berbagai tema seperti filsafat, irfan dan teologi. [8]

Catatan Kaki

  1. Lih: Kaf'ami, Al-Mishbāh, hlm. 246; Syaikh Abbas Qumi, Mafatih al-Jinan.
  2. Kaf'ami, al-Mishbah, hlm. 247-260.
  3. Al-Balad al-Amin, 544-558.
  4. Silakan lihat Al-Mishbāh, hlm. 247-260.
  5. Silakan lihat: Al-Misbāh, hlm. 247-260.
  6. Al-Mishbāh, hlm. 247-246, khasyiyah.
  7. Silakan lihat: Agha Buzurg Tehrani, jld. 2, hlm. 66-67, jld. 5, hlm. 287, jld. 13, hlm. 247-248.
  8. Syarah al-asma, Muqadimah Habibi, hlm. 33.

Daftar Pustaka

  • Tehrani, Agha Buzurg, Ibnu Thawus, Mahjah al-Da’wat wa Minhaj al-Ibādah, Beirut, 1399 H.
  • Hadi bin Mahdi Sabzawari, Syarah Al-asmā (Syarah Doa Jausyan Kabir), Tehran, cet. Najaf Ali Habibi, 1375 S.
  • Kaf’ami, Ibrahim bin Ali, Al-Balad al-Amin wa Dara’ al-Hushain, Beirut, cet. Alauddin A’lami, 1418 H.
  • Kaf’ami, Ibrahim bin Ali, Al-Mishbah bin Ali, Al-Mishbah, cet. Sanggi, Tehran, 1321, cet. Offset, Qum, 1405.