Konsep:Shalat Hadiah
Tampilan
Shalat Hadiah atau Shalat al-Hadiyyah, adalah shalat yang diriwayatkan dari Imam-imam Syiah[1] dan hukumnya Mustahab untuk dilakukan pada hari Jumat sebanyak delapan rakaat (empat kali shalat dua rakaat) dan pada hari-hari lainnya dalam sepekan dilakukan sebanyak empat rakaat (dua kali shalat dua rakaat)[2] di mana pahala shalat tersebut pada setiap harinya dihadiahkan untuk salah satu dari Empat Belas Manusia Suci.[3]
Berdasarkan apa yang tercantum dalam sumber-sumber agama, tata cara pelaksanaan shalat pada setiap harinya adalah sebagai berikut:
- Hari Jumat: Delapan rakaat shalat; yakni setelah setiap dua rakaat mengucapkan salam, dan empat rakaat di antaranya dihadiahkan kepada Rasulullah saw serta empat rakaat lainnya dihadiahkan kepada Sayyidah Fatimah (sa).
- Hari Sabtu: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam Ali (as).
- Hari Minggu: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam Hasan (as).
- Hari Senin: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam Husain (as).
- Hari Selasa: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam Sajjad (as).
- Hari Rabu: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam al-Baqir (as).
- Hari Kamis: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam Jafar as-Sadiq (as).
- Hari Jumat: Kembali delapan rakaat; empat rakaat dihadiahkan kepada Rasulullah saw dan empat rakaat lainnya dihadiahkan kepada Sayyidah Fatimah (sa).
- Hari Sabtu: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam al-Kazhim (as).
- Hari Minggu: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam al-Ridha (as).
- Hari Senin: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam al-Jawad (as).
- Hari Selasa: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam al-Hadi (as).
- Hari Rabu: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam al-Askari (as).
- Hari Kamis: Empat rakaat dan dihadiahkan kepada Imam al-Mahdi (afj).[4]
Disebutkan bahwa setelah setiap dua rakaat dari shalat-shalat ini, hendaknya membaca doa khusus ini dan pada kata "fulan", sebutkan nama Imam yang kepadanya shalat tersebut didirikan.[5]
- أَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَ مِنْک اَلسَّلاَمُ وَ اِلَیک یعُودُ السَّلامُ حَیِّنا رَبَّنَا مِنْک بِالسَّلامِ اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ الرَّکعات هَدِیةٌ مِنَّا إِلَی وَلِیک فلان فَضْلِ عَلی مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ بَلِّغْهُ اِیاهَا وَ أَعْطِنِی أَفْضَلَ أَمَلِی وَ رَجائِی فِیک وَ فِی رَسُولِک صَلَوَاتُک عَلَیهِ وَ آلِهِ وَ فِیهِ.[6]
Catatan Kaki
- ↑ Thusi, Misbah al-Mutahajjid, 1411 H, hlm. 322.
- ↑ Sayyid Ibnu Thawus, Jamal al-Usbu', 1408 H, hlm. 23.
- ↑ Majlisi, Tuhfat al-Za'ir, 1386 HS, hlm. 658.
- ↑ Thusi, Misbah al-Mutahajjid, 1411 H, hlm. 322.
- ↑ Majlisi, Tuhfat al-Za'ir, 1386 HS, hlm. 658.
- ↑ Sayyid Ibnu Thawus, Jamal al-Usbu', 1408 H, hlm. 24.
Daftar Pustaka
- Majlisi, Mohammad Baqir. Tuhfat al-Za'ir. Qom, Muassasah Payam-e Imam Hadi (as), 1386 HS.
- Sayyid Ibnu Thawus, Ali bin Musa. Jamal al-Usbu' bi-Kamal al-'Amal al-Masyru'. Teheran, Dar al-Radhi, 1408 H.
- Thusi, Muhammad bin Hasan. Misbah al-Mutahajjid. Qom, Muassasah Fiqh asy-Syiah, 1411 H.