Konsep:Ibnu Sabil
Ibnu Sabil merujuk kepada musafir yang terhenti di tengah perjalanan dan tidak memiliki kemampuan finansial untuk mencapai tujuannya. [1] Istilah Ibnu Sabil disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur'an: dalam Al-Baqarah, [2] An-Nisa, [3] Al-Isra, [4] dan Ar-Rum [5] sebagai salah satu pihak yang berhak menerima infaq; dalam Surah At-Taubah sebagai salah satu penerima zakat; [6] serta dalam Surah Al-Anfal dan Al-Hasyr dianggap berhak menerima khumus dan fay'. [7]
Dalam sebagian hadits, tamu yang membutuhkan dan orang yang berniat melakukan perjalanan namun tidak memiliki biaya (munsyi' al-safar) juga disebut sebagai Ibnu Sabil. [8]
Dalam fikih, Ibnu Sabil dibahas dalam bab zakat, khumus, dan fay'. [9] Berdasarkan ayat 60 Surah At-Taubah, Ibnu Sabil adalah salah satu dari delapan kelompok (asnaf) penerima zakat. [10] Beberapa fukaha menyatakan bahwa jika seorang musafir memiliki kemampuan finansial di daerah asalnya tetapi mengalami kesulitan di tengah perjalanan, ia diperbolehkan menerima zakat. [11] Beberapa fukaha membatasi kelayakan ini hanya untuk perjalanan wajib atau mustahab, sementara yang lain mencakup perjalanan mubah. [12] Syahid Tsani mensyaratkan ketidakmampuan musafir untuk menjual atau mengonversi harta benda serta tidak adanya kemungkinan untuk meminjam uang sebagai syarat menerima zakat. [13] Sebagian menghubungkan syarat ini dengan pendapat masyhur para fukaha. [14] Mayoritas fukaha berpendapat jika masih ada sisa uang zakat setelah Ibnu Sabil sampai di tujuannya, maka sisa tersebut harus dikembalikan. [15]
Mengenai khumus dan fay', mayoritas fukaha Imamiyah meyakini bahwa jika Ibnu Sabil berasal dari kalangan Sadat, maka biaya perjalanannya dibayarkan melalui Saham Sadat atau fay'. [16] Syarat pembayaran khumus meliputi perjalanan tersebut bukan merupakan perjalanan haram dan ketidakmampuan untuk menyediakan biaya melalui pinjaman atau penjualan aset. [17]
Catatan Kaki
- ↑ Hasyimi Syahrudi, Farhang-e Fiqh, 1382 HS, jld. 1, hlm. 221; Muhaqqiq Damad dan Paketchi, "Ibn al-Sabil", 1369 HS, jld. 3, hlm. 664.
- ↑ Surah Al-Baqarah, ayat 177 dan 215.
- ↑ Surah An-Nisa, ayat 36.
- ↑ Surah Al-Isra, ayat 26.
- ↑ Surah Ar-Rum, ayat 28.
- ↑ Surah At-Taubah, ayat 60.
- ↑ Surah Al-Anfal, ayat 41; Surah Al-Hasyr, ayat 7.
- ↑ Ibnu Asyur, Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir, 1420 H, jld. 2, hlm. 130; Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, 1403 H, jld. 1, hlm. 415 dan jld. 4, hlm. 225.
- ↑ Ibnu Barraj, al-Muhadzdzab, 1406 H, jld. 1, hlm. 169; Muhaqqiq Hilli, al-Mukhtashar al-Nafi', 1418 H, jld. 1, hlm. 63.
- ↑ Najafi, Jawahir al-Kalam, 1367 HS, jld. 15, hlm. 372 dan 373.
- ↑ Thusi, al-Nihayah, 1400 H, jld. 1, hlm. 192.
- ↑ Allamah al-Hilli, Mukhtalif al-Syiah, 1413 H, jld. 3, hlm. 206.
- ↑ Syahid Tsani, al-Raudhah al-Bahiyyah, 1410 H, jld. 2, hlm. 50.
- ↑ Muasasah Da'irat al-Ma'arif-e Fiqh-e Eslami, Farhang-e Fiqh, 1382 HS, jld. 1, hlm. 221.
- ↑ Najafi, Jawahir al-Kalam, 1367 HS, jld. 15, hlm. 372 dan 373.
- ↑ Najafi, Jawahir al-Kalam, 1367 HS, jld. 15, hlm. 372 dan 373.
- ↑ Muasasah Da'irat al-Ma'arif-e Fiqh-e Eslami, Farhang-e Fiqh, 1382 HS, jld. 1, hlm. 221.
Daftar Pustaka
- Allamah al-Hilli, Hasan bin Yusuf. Mukhtalif al-Syiah fi Ahkam al-Syari'ah. Qom, Daftar Penerbit Islami Jamiah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom, cet. 2, 1413 H.
- Ibnu Asyur, Muhammad Thahir. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir al-Ma'ruf bi Tafsir Ibnu Asyur. Beirut, Muasasah al-Tarikh al-Arabi, cet. 1, 1420 H.
- Ibnu Barraj, Abdul Aziz. Al-Muhadzdzab. Qom, Daftar Penerbit Islami Hauzah Ilmiah Qom, cet. 1, 1406 H.
- Javadi Amoli, Abdullah. Tasnim: Tafsir-e Qur'an-e Karim (Tasnim: Tafsir Al-Qur'an al-Karim). Riset dan penyuntingan: Ruhullah Rizqi. Qom, Isra, cet. 1, 1393 HS.
- Muasasah Da'irat al-Ma'arif-e Fiqh-e Eslami. Farhang-e Fiqh Mutabiq-e Madzhab-e Ahlulbait (as) (Kamus Fikih Sesuai Mazhab Ahlulbait (as)). Di bawah pengawasan: Sayid Mahmud Hasyimi Syahrudi. Qom, Muasasah Da'irat al-Ma'arif-e Fiqh-e Eslami, 1382 HS.
- Muhaqqiq Damad, Sayid Mustafa dan Ahmad Paketchi. "Ibn al-Sabil". Da'irat al-Ma'arif-e Bozorg-e Eslami (Ensiklopedi Besar Islam). Di bawah pengawasan: Muhammad Kazim Musawi Bojnurdi. Teheran, Pusat Ensiklopedi Besar Islam, 1369 HS.
- Muhaqqiq Hilli, Najmuddin Ja'far bin Hasan. Al-Mukhtashar al-Nafi'. Qom, Muasasah al-Mathbu'at al-Diniyah, cet. 6, 1418 H.
- Najafi, Muhammad Hasan. Jawahir al-Kalam fi Syarh Syara'i' al-Islam. Koreksi: Abbas Quchani dan Ali Akhundi. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cet. 7, 1367 HS.
- Suyuthi, Jalaluddin. Al-Durr al-Mantsur. Beirut, Dar al-Fikr, cet. 1, 1403 H.
- Syahid Tsani, Zainuddin bin Ali. Al-Raudhah al-Bahiyyah fi Syarh al-Lum'ah al-Dimasyqiyyah. Qom, Toko Buku Dawari, cet. 1, 1410 H.
- Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Nihayah. Beirut, Dar al-Kutub al-Arabi, cet. 2, 1400 H.