Konsep:Hadis Dzikru Aliyyin Ibadah
Templat:Infobox riwayat Dzikru 'Aliyyin 'Ibādah (Mengingat Ali adalah ibadah) adalah sebuah hadis dari Nabi Islam mengenai bernilai ibadahnya mengingat Imam Ali (as) yang dihitung sebagai sebuah keutamaan baginya. Hadis ini diriwayatkan dalam sumber-sumber Syiah dan Sunni.
Beberapa ulama Syiah menganggap maksud ibadah dalam hadis ini bukan sekadar pengulangan nama Imam Ali (as), melainkan merujuk pada tafakur tentang kedudukannya. Mengingat Imam Ali (as) dan maksumin (as) lainnya diperkenalkan sebagai pendahuluan untuk meneladani perilaku dan amal mereka.
Kedudukan dan Sanad Hadis
Hadis Dzikru 'Aliyyin 'Ibādah diriwayatkan dari Nabi Islam[1] dan dihitung sebagai sebuah keutamaan bagi Imam Ali (as).[2] Hadis ini dilaporkan dalam berbagai sumber Syiah[3] dan Sunni.[4] Dalam kitab Ikhtishash, ungkapan ini terdapat dalam sebuah riwayat nabawi yang di dalamnya mengingat Allah, Nabi, dan Ali serta imam-imam (as) lainnya dihitung sebagai ibadah.[5] Selain itu, dalam kitab Manaqib Ali Abi Thalib karya Ibnu Syahr Asyub (w. 588 H)[6] dan Kasyaf al-Yaqin[7] gubahan Allamah Hilli (w. 726 H) juga telah diriwayatkan.
Hadis ini dalam sumber-sumber Ahlusunah seperti Manaqib Ibnu Maghazili (w. 483 H),[8] Fath al-Kabir karya Suyuthi (w. 911 H)[9] dan Syarh Jami' Shaghir karya Shon'ani (w. 1182 H)[10] diriwayatkan dengan menukil dari Aisyah.[11]
Beberapa ulama Ahlusunah menganggap Hasan bin Sabir Kasa'i, salah satu perawinya, sebagai orang yang lemah.[12] Kitab Al-Ibādah li-Hukmi al-Wadh'i 'alā Hadīts Dzikru 'Aliyyin 'Ibādah, karya Sayid Hasan Husaini al-Mujaddid Shirazi membahas tentang sanad-sanad riwayat ini dalam sumber-sumber Ahlusunah dan membela kredibilitasnya.[13]
Maksud Ibadah dan Zikir dalam Hadis Dzikru Aliyyin Ibadah
Menurut kata Sayid Muhammad Muhsin Husaini Tehrani (w. 1440 H) dari ulama Syiah, maksud dari "Dzikru 'Aliyyin 'Ibādah" bukan sekadar pengulangan nama "Ali", melainkan merujuk pada berpikir tentang kedudukan Imam Ali dan imamah serta kemungkinan peneladanan praktis terhadap Sirah Alawi. Menurutnya, Ibadah mencakup segala sesuatu yang menyebabkan pendekatan diri kepada Allah.[14] Hossein Ansarian juga meyakini mengingat Imam Ali (as) menyebabkan manifestasi mengingat Allah dalam hati manusia dan oleh karena itu dihitung sebagai ibadah. Menurutnya, mengingat para maksum (as) adalah landasan untuk peneladanan praktis dari mereka dalam kehidupan.[15] Beberapa ulama Ahlusunah menganggap maksud zikir dalam hadis ini adalah menjelaskan manakib dan keutamaan Imam Ali (as), menukil perkataan beliau, menceritakan kembali nasihat-nasihat beliau atau menukil hadis-hadis dari beliau.[16]
Hadis Dzikru Aliyyin Ibadah dalam Karya Sastra
Hadis "Dzikru 'Aliyyin 'Ibādah", telah tercermin dalam karya sastra beberapa penyair termasuk Mahmoud Zholideh (lahir: 1341 HS):[17]Templat:Bait
Catatan Kaki
- ↑ Muqaddas Ardabili, Hadiqah al-Syiah, 1383 HS, jld. 2, hlm. 777.
- ↑ Shon'ani, Al-Tanwir Syarh al-Jami' al-Shaghir, 1432 H, jld. 6, hlm. 178.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Syekh Mufid, Al-Ikhtishash, 1413 H, hlm. 224; Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Ali Abi Thalib, 1379 H, jld. 3, hlm. 202; Allamah Hilli, Kasyaf al-Yaqin, 1411 H, hlm. 449;
- ↑ Munawi, Faidh al-Qadir, 1356 H, jld. 3, hlm. 565; Ibnu Maghazili, Manaqib Amirul Mukminin, 1424 H, hlm. 268; Suyuthi, Al-Fath al-Kabir, 1423 H, jld. 2, hlm. 115, hadis 6460; Shon'ani, Al-Tanwir Syarh al-Jami' al-Shaghir, 1432 H, jld. 6, hlm. 178.
- ↑ Syekh Mufid, Al-Ikhtishash, 1413 H, hlm. 224.
- ↑ Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Ali Abi Thalib, 1379 H, jld. 3, hlm. 202.
- ↑ Allamah Hilli, Kasyaf al-Yaqin, 1411 H, hlm. 449.
- ↑ Ibnu Maghazili, Manaqib Amirul Mukminin, 1424 H, hlm. 268.
- ↑ Suyuthi, Al-Fath al-Kabir, 1423 H, jld. 2, hlm. 115, hadis 6460.
- ↑ Shon'ani, Al-Tanwir Syarh al-Jami' al-Shaghir, 1432 H, jld. 6, hlm. 178.
- ↑ Munawi, Faidh al-Qadir, 1356 H, jld. 3, hlm. 565; Ibnu Maghazili, Manaqib Amirul Mukminin, 1424 H, hlm. 268; Suyuthi, Al-Fath al-Kabir, 1423 H, jld. 2, hlm. 115, hadis 6460; Shon'ani, Al-Tanwir Syarh al-Jami' al-Shaghir, 1432 H, jld. 6, hlm. 178.
- ↑ Lihat: Munawi, Faidh al-Qadir, 1356 H, jld. 3, hlm. 565; Shon'ani, Al-Tanwir Syarh al-Jami' al-Shaghir, 1432 H, jld. 6, hlm. 178.
- ↑ "Al-Ibadah li-Hukm al-Wadh'" (Pemusnahan Hukum Pemalsuan), Perpustakaan Madrasah Faqahat.
- ↑ "Hadaf az Huzhur dar Majales-e Dzikr" (Tujuan Menghadiri Majelis Zikir), Maktab-e Wahy.
- ↑ "Tahlil-e Hadis-e Dzikru Aliyyin Ibadah" (Analisis Hadis Dzikru Aliyyin Ibadah), Kantor Berita Mehr.
- ↑ Lihat: Munawi, Faidh al-Qadir, 1356 H, jld. 3, hlm. 565; Shon'ani, Al-Tanwir Syarh al-Jami' al-Shaghir, 1432 H, jld. 6, hlm. 178.
- ↑ "Hadis-e Dzikru Aliyyun Ibadah Khod Guyast" (Hadis Mengingat Ali adalah Ibadah Sudah Menjelaskan Sendiri), Imam 8.
Daftar Pustaka
- Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf, Kasyaf al-Yaqin fi Fadha'il Amirul Mukminin (as), riset dan koreksi Hossein Dargahi, Tehran, Kementerian Irsyad, cetakan pertama, 1411 H.
- Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Ali Abi Thalib 'alaihimus-salam, Qom, Penerbit Allamah, cetakan pertama, 1379 H.
- Ibnu Maghazili, Ali bin Muhammad, Manaqib Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (ra), riset: Abu Abdurrahman Turki bin Abdullah al-Wadi'i, Sana'a, Dar al-Atsar, cetakan pertama, 1424 H.
- Suyuthi, Jalaluddin, Al-Fath al-Kabir fi Dhommi al-Ziyadah ila al-Jami' al-Shaghir, riset: Yusuf al-Nabhani, Beirut, Dar al-Fikr, cetakan pertama, 1423 H.
- Syekh Mufid, Al-Ikhtishash, riset dan koreksi Ali Akbar Ghaffari dan Mahmoud Moharrami, Qom, Al-Mu'tamar al-Alami li-Alfiyah al-Syaikh al-Mufid, cetakan pertama, 1413 H.
- Shon'ani, Muhammad bin Ismail, Al-Tanwir Syarh al-Jami' al-Shaghir, riset Muhammad Ishaq, Riyadh, Maktabah Dar al-Salam, cetakan pertama, 1432 H.
- Muqaddas Ardabili, Hadiqah al-Syiah, koreksi Shadiq Hasanzadeh, Qom, Penerbit Ansariyan, cetakan ketiga, 1383 HS.
- Munawi, Abdur-Ra'uf, Faidh al-Qadir Syarh al-Jami' al-Shaghir, Mesir, Al-Maktabah al-Tijariyah al-Kubra, cetakan pertama, 1356 H.
```