Lompat ke isi

Konsep:Abu 'Amru Zadhan

Dari wikishia

Templat:Infobox perawi Abu 'Amru Zadhan (wafat 82 H) adalah salah satu Tabiin dan sahabat Imam Ali (as) yang mana banyak sekali hadis tentang keutamaan Ahlulbait dinukil darinya. Abu 'Amru menukil hadis dari Imam Ali (as), Imam Hasan (as), Salman, Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, Abu Dzar, Umar, dan Aisyah, serta ia adalah perawi hadis Munasyadah. Pekerjaannya adalah penjual kain. Juga diriwayatkan bahwa pada awalnya ia adalah seorang pemusik dan penyanyi; namun atas nasihat Imam Ali (as) ia beralih membaca Al-Qur'an. Zadhan berpartisipasi dalam pemberontakan melawan Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi dan wafat setelah peristiwa Dair al-Jamajim pada tahun 82 Hijriah.

Biografi

Nama dan Gelar

Namanya adalah Zadhan dan kunyah-nya berdasarkan mayoritas sumber adalah Abu 'Amru.[1] Dalam beberapa sumber lainnya, ia disebut dengan kunyah Abu 'Umar[2] dan sebagian juga menganggap kunyah-nya adalah Abu 'Amrah.[3]

Abu 'Amru memiliki beberapa gelar yang sebagian merujuk pada profesi dan sebagian lagi pada asalnya. Gelar Bazzaz merujuk pada pekerjaannya sebagai penjual kain, gelar al-Farisi merujuk pada asalnya (Persia), dan gelar al-Kufi merujuk pada tempat tinggalnya di Kufah.

Kelahiran

Tanggal pasti kelahiran Abu 'Amru tidak diketahui, namun sebagian menganggap kelahirannya terjadi pada masa hidup Rasulullah saw.[4] Berdasarkan beberapa laporan, ia menghabiskan masa mudanya di Kufah dan sempat tinggal beberapa lama di Madain bersama Salman al-Farisi.

Berhenti Bermusik

Laporan sejarah mengabarkan bahwa Zadhan adalah seorang pemusik dan penyanyi sebelum menjadi qari Al-Qur'an. Dalam laporan disebutkan bahwa Zadhan melakukan tobat di tangan Imam Ali (as).

Suatu hari saat Zadhan sedang bernyanyi, Imam Ali (as) lewat di sampingnya dan bersabda:

"Wahai Zadhan, mengapa engkau tidak membaca Al-Qur'an dengan suaramu yang bagus ini?" Zadhan mengungkapkan ketidakmampuannya dalam membaca Al-Qur'an, lalu Imam membisikkan sebuah kalimat di telinganya dan saat itu juga Zadhan menyadari bahwa ia telah menghafal seluruh Al-Qur'an.[5]

Karomah serupa dari Imam Ali (as) juga dilaporkan terkait orang lain bernama Mughanni Khayyath.[6]

Tentu saja dalam sumber Ahlusunah disebutkan tentang tobat Zadhan di tangan Abdullah bin Mas'ud.[7] Namun mengingat kedekatannya dengan Imam Ali (as) dan Salman, hal semacam itu tampaknya mustahil.

Kedudukan Hadis

Termasuk Tabiin

Zadhan tidak menjumpai Nabi saw, oleh karena itu ia tidak termasuk dalam jajaran sahabat Nabi, namun menurut perkataan Abdul Husain Amini, ia termasuk tokoh besar Tabiin.[8] Dan sebagian menganggapnya sebagai ulama besar Kufah.[9]

Riwayat-riwayat Zadhan lebih banyak mengenai keutamaan Imam Ali (as) dan Ahlulbait (as).

Orang-orang yang mana Zadhan meriwayatkan dari mereka adalah: Imam Ali (as),[10] Imam Hasan (as),[11] Salman,[12] Hudzaifah bin al-Yaman,[13] Abu Dzar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Mas'ud,[14] Aisyah,[15] Umar bin Khattab,[16] Jarir bin Abdullah al-Bajali,[17] Bara' bin 'Azib,[18] Ibnu Umar.[19]

Orang-orang yang meriwayatkan dari Zadhan adalah: Ashbagh bin Nubatah, Abu Hamzah al-Tsumali, Abu al-Aswad al-Du'ali dan putranya Abu al-Harb, Atha bin Sa'ib, Abu Shalih al-Samman, Amru bin Murrah, Laits bin Abi Sulaim, Hilal bin Yasaf.[20]

Riwayat-riwayatnya terdapat dalam kitab-kitab Syiah seperti al-Kafi, Tahdzib, dan Kamil al-Ziyarat, serta kitab-kitab Ahlusunah seperti Adab al-Mufrad karya Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan Ibnu Majah, Sunan al-Tirmidzi, dan Sunan al-Nasa'i.

Tautsiq

Zadhan termasuk perawi yang mana para pakar rijal Syiah dan Sunni telah melakukan tautsiq kepadanya. Allamah Hilli[21] dan Mamaqani[22] telah men-tautsiq-nya, dan Syeikh Thusi[23] serta Barqi[24] menganggapnya sebagai sahabat khusus Imam Ali (as). Qadhi Nurullah Syustari berkata mengenainya:

"Ia berada pada derajat kebaikan yang tertinggi, dalam keagungan dan kebesarannya cukuplah fakta bahwa ia dihitung sebagai hawari Imam Ali (as). Sebagian menganggapnya sebagai orang dekat Salman al-Farisi, sebagian lagi sebagai kenalan Abu Lu'lu'ah, dan kelompok lain menganggapnya sebagai orang dekat Abu Khalid al-Kabuli."[25]

Dzahabi,[26] Ibnu Ma'in, Ibnu Sa'ad,[27] Ijali[28], Ibnu Hibban[29], dan Ibnu Hajar al-Asqalani[30] dari kalangan ulama Ahlusunah telah men-tautsiq-nya.

Contoh Hadis

  1. Hadis Munasyadah: Zadhan adalah salah satu perawi hadis Munasyadah yang mana di dalamnya Imam Ali (as) di Kufah meminta saksi atas peristiwa Ghadir, dan 13 orang di sana memberikan kesaksian atas peristiwa Ghadir tersebut.[31] Hadis Munasyadah yang dinukil dari Zadhan telah berkali-kali disebutkan dalam al-Ghadir.[32]
  2. Al-Qur'an dengan suara merdu: Zadhan menukil bahwa Nabi saw bersabda: "Bacalah Al-Qur'an dengan suara yang indah karena suara indah akan menambah keindahan Al-Qur'an."[33]
  3. Nasihat Salman kepada Umar bin Khattab: Zadhan menukil:
Suatu hari Umar berkata kepada Salman: "Apakah aku seorang sultan ataukah khalifah?" Salman berkata: "Jika engkau mengambil satu dirham atau kurang dari itu dari harta kaum Muslimin dan engkau letakkan bukan pada tempatnya, maka engkau adalah sultan dan bukan khalifah."
Umar menangis setelah mendengar perkataan ini.[34]

Kebersamaan dengan Salman al-Farisi

Templat:Utama Salah satu poin penting dalam kehidupan Zadhan adalah kebersamaannya dengan Salman, kebersamaan ini berlanjut sedemikian rupa sehingga sebagian menyangka bahwa ia adalah pelayan Salman.[35]

Zadhan berada di samping Salman saat kewafatannya dan bertanya: "Siapa yang akan memandikan Anda?" Salman berkata: "Orang yang sama yang memandikan Nabi saw." Zadhan bertanya dengan heran: "Namun beliau berada di Madinah dan Anda di Madain, bagaimana mungkin beliau akan memandikan Anda?" Salman menjawab: "Begitu engkau menutup daguku, engkau akan mendengar suara langkah kakinya, Rasulullah saw telah mengabarkan hal ini kepadaku." Zadhan berkata: "Begitu ruh suci Salman meninggalkan dunia ini dan aku menutup dagunya, aku pergi ke depan pintu rumah dan melihat Imam Ali (as) serta Qanbar turun dari kuda." Imam bertanya: "Apakah Salman telah wafat?" Aku berkata: "Ya." Imam Ali (as) membuka kain penutup dari wajah Salman yang mana senyum terukir di wajahnya, lalu beliau bersabda: "Berbahagialah engkau wahai Abu Abdillah (kunyah Salman)! Saat engkau menghadap Nabi saw, sampaikanlah kepada beliau apa yang telah mereka lakukan kepadaku..." Kemudian Imam Ali (as) mempersiapkan Salman untuk pemakaman dan setelah mengkafani, beliau menshalati jenazahnya dengan takbir yang lantang.[36]

Wafat

Zadhan masih hidup hingga masa Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi dan ia ikut serta dalam pemberontakan Abdurrahman bin Muhammad bin al-Asy'ats melawannya. Ia menyebut pemberontakan melawan Hajjaj sebagai jihad,[37] dan ia berkata bahwa Hajjaj miskin dalam agama.[38]

Sebagian mengatakan bahwa ia gugur syahid dalam peristiwa tersebut. Namun sebagian menganggap kematiannya alami namun terjadi setelah peristiwa Dair al-Jamajim.[39] Tanggal wafatnya disebutkan pada tahun 82 H.[40] Ibnu Sa'ad dalam menjelaskan wafatnya Zadhan setelah peristiwa Jamajim, berkata mengenainya: "Ia bersifat tsiqah dan sedikit meriwayatkan hadis."[41]

Keturunan

Keturunan Zadhan dinisbatkan sebagai Zadhani. Terdapat keluarga besar di Qazvin dari keturunan Zadhan yang dikenal sebagai Zadhani.

  • Ziyad bin Zadhan al-Kufi.
  • Muhammad bin Ibrahim bin Ali bin 'Ashim bin Zadhan.
  • Qadhi Abu Hafsh Umar bin Abdullah bin Zadhan bin Abdullah bin Zadhan al-Qazwini,[42] Sam'ani menganggapnya berasal dari keluarga ilmu.[43]

Catatan Kaki

  1. Amiri, al-Ghadir, 1416 H, jld. 1, hlm. 149; Amin, A'yan al-Syiah, 1403 H, jld. 2, hlm. 390; Zabidi, Taj al-'Arus, 1414 H, jld. 18, hlm. 259; Ibnul Jauzi, al-Muntazham, 1412 H, jld. 6, hlm. 252.
  2. Sam'ani, al-Ansab, 1962 M, jld. 6, hlm. 226; Ibnu Sa'ad, at-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 6, hlm. 216; Amin, A'yan al-Syiah, 1403 H, jld. 2, hlm. 390.
  3. Thusi, Rijal, 1381 H, hlm. 42; Gharawi Ha'iri, Jami' al-Ruwat, jld. 1, hlm. 324; Amin, A'yan al-Syiah, 1403 H, jld. 2, hlm. 390.
  4. Azizi, ar-Ruwat al-Musytarakun, jld. 1, hlm. 324.
  5. Quthb Rawandi, al-Khara'ij wa al-Jara'ih, jld. 1, hlm. 195; Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 41, hlm. 195; Hur Amili, Itsbat al-Hudah, jld. 3, hlm. 545.
  6. Hur Amili, Itsbat al-Hudah, jld. 3, hlm. 545.
  7. Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 6, hlm. 65; Ibnu Hajar, Tahdzib al-Tahdzib, jld. 3, hlm. 260.
  8. Amini, al-Ghadir, 1416 H, jld. 1, hlm. 149.
  9. Amini, Mohammad Hadi, Ashab Amirul Mukminin (as) wa al-Ruwat 'Anhu, jld. 1, hlm. 221.
  10. Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 263.
  11. Ataridi, Musnad al-Imam al-Mujtaba (as), hlm. 760.
  12. Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 3, hlm. 511; Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 263.
  13. Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 263.
  14. Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 263.
  15. Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 263.
  16. Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 263.
  17. Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 263.
  18. Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 263.
  19. Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 263; Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 6, hlm. 64; Ibnu Sa'ad, at-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 6, hlm. 216.
  20. Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 7, hlm. 286.
  21. Hilli, Khulashah al-Aqwal, hlm. 307.
  22. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, jld. 1, hlm. 437.
  23. Thusi, Rijal, 1381 H, hlm. 42.
  24. Barqi, Rijal al-Barqi, hlm. 4.
  25. Syustari, Ihaq al-Haq, jld. 3, hlm. 415.
  26. Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, jld. 4, hlm. 280.
  27. Ibnu Sa'ad, at-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 6, hlm. 216.
  28. Ijali, Tarikh al-Tsiqat, hlm. 163.
  29. Ibnu Hibban, Kitab al-Tsiqat, jld. 4, hlm. 265.
  30. Ibnu Hajar, Tahdzib al-Tahdzib, jld. 3, hlm. 261.
  31. Kufi, Manaqib Amirul Mukminin (as), jld. 2, hlm. 409.
  32. Amini, al-Ghadir, 1416 H, jld. 1, hlm. 343; jld. 1, hlm. 563; jld. 1, hlm. 393.
  33. Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 31, hlm. 174.
  34. Ibnu Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh, jld. 3, hlm. 59.
  35. Majlisi, Bihar al-Anwar, jld. 22, hlm. 348; Bahrani, Madinah al-Ma'ajiz, jld. 1, hlm. 257.
  36. Ibn Syahr Asyub, al-Manaqib, jld. 2, hlm. 302; Bahrani, Madinah al-Ma'ajiz, jld. 2, hlm. 419.
  37. Ibnu A'tsam, al-Futuh, jld. 7, hlm. 92.
  38. Qurasyi, Hayah al-Imam Muhammad al-Baqir (as), jld. 2, hlm. 25.
  39. Ibnu Hibban, Kitab al-Tsiqat, jld. 4, hlm. 266.
  40. Ibnu Atsir, al-Kamil, jld. 4, hlm. 477; Mizzi, Tahdzib al-Kamal, jld. 9, hlm. 165.
  41. Ibnu Sa'ad, at-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 6, hlm. 217.
  42. Zabidi, Taj al-'Arus, 1414 H, jld. 5, hlm. 370.
  43. Sam'ani, al-Ansab, 1962 M, jld. 6, hlm. 226.

Daftar Pustaka

  • Al-Amin, Sayid Muhsin. A'yan al-Syiah. Beirut, Dar al-Ta'aruf, 1403 H.
  • Al-Asy'ari al-Tsaqafi, Ibrahim bin Muhammad. al-Gharat. 283 H. Qom, 1410 H.
  • Al-Bahrani, Sayid Hasyim. Madinah al-Ma'ajiz al-A'immah al-Itsna 'Asyar wa Dala'il al-Hujaj 'ala al-Basyar. Qom, Muassasah al-Ma'arif al-Islamiyyah.
  • Al-Barqi, Ahmad bin Muhammad bin Khalid. al-Mahasin. Qom, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan kedua, 1371 HS.
  • Al-Barqi, Ahmad bin Muhammad bin Khalid. Kitab al-Rijal. Tehran, Universitas Tehran, 1342 HS.
  • Al-M Mizzi, Yusuf. Tahdzib al-Kamal fi Asma al-Rijal. Beirut, Muassasah al-Risalah, cetakan pertama, 1407 H.
  • Al-Rawandi, Quthb. al-Khara'ij wa al-Jara'ih. Madrasah al-Imam al-Mahdi (aj), Qom, 1409 H.
  • Al-Syahrastani, Muhammad bin Abd al-Karim. al-Milal wa al-Nihal. Cetakan Ahmad Fahmi Muhammad. Kairo, 1367-1368 HS.
  • Al-Zabidi al-Wasithi, Sayid Murtadha. Taj al-'Arus min Jawahir al-Qamus. Beirut, Dar al-Fikr, 1414 H.
  • Amini, Abdul Husain. al-Ghadir fi al-Kitab wa al-Sunnah wa al-Adab. Qom, Markaz al-Ghadir lil Dirasat al-Islamiyyah, 1416 H.
  • Amini, Mohammad Hadi. Ashab Amirul Mukminin (as) wa al-Ruwat 'Anhu. Beirut, Dar al-Kitab al-Islami, 1412 H.
  • Azizi, Hossein; Parviz Rastegar; Yousef Bayat. ar-Ruwat al-Musytarakun baina al-Syiah wa al-Sunnah (Perawi Bersama antara Syiah dan Sunnah). Terjemahan Arab oleh Abdul Amir al-Wardi. Lembaga Internasional Pendekatan Antar-Mazhab Islam, 1430 H.
  • Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam. Riset: Umar Abdussalam Tadmuri. Beirut, Dar al-Kitab al-Arabi, cetakan kedua, 1413 H/1993 M.
  • Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Siyar A'lam al-Nubala.
  • Gharawi Ha'iri, Muhammad bin Ali Ardebili. Jami' al-Ruwat. Qom, Penerbit Perpustakaan Ayatullah al-Mar'asyi al-Najafi, 1403 H.
  • Ijali, Ahmad bin Abdullah bin Shalih. Tarikh al-Tsiqat. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1405 H.
  • Ibnu A'tsam al-Kufi. al-Futuh. Beirut, Dar al-Adhwa, 1411 H.
  • Ibnu Faqih al-Hamadani, Ahmad bin Muhammad bin Ishaq. al-Buldan. Beirut, 'Alam al-Kutub, cetakan pertama, 1416 H.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali. Tahdzib al-Tahdzib. Beirut, Dar al-Fikr, cetakan pertama, 1404 H.
  • Ibnu Hibban, Abu Hatim Muhammad bin Hibban bin Ahmad. Kitab al-Tsiqat. Beirut, Dar al-Fikr, 1398 H.
  • Ibnu Jauzi, Abdurrahman bin Ali. al-Muntazham fi Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1412 H.
  • Ibnu Sa'ad, Muhammad bin Sa'ad. at-Thabaqat al-Kubra. Riset: Muhammad Abdul Qadir Atha. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1410 H/1990 M.
  • Ibnu Syahr Asyub. al-Manaqib. Qom, Penerbit Allamah, 1379 HS.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li Durar Akhbar al-A'immah al-Athar. Tehran, Islamiyyah, 1363 HS.
  • Qurasyi, Muhammad Baqir Syarif. Hayah al-Imam Muhammad al-Baqir (as). Beirut, Dar al-Balaghah, 1413 H.
  • Sam'ani, Abd al-Karim bin Muhammad. al-Ansab. Riset: Abdurrahman bin Yahya al-Mu'allami al-Yamani. Hyderabad, Majlis Daira al-Ma'arif al-Utsmaniyyah, cetakan pertama, 1382 H/1962 M.
  • Syustari (Tustari Mar'asyi), Qadhi Nurullah. Ihaq al-Haq wa Izhaq al-Bathil. Qom, Perpustakaan Ayatullah al-Mar'asyi al-Najafi, 1409 H.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Najaf, Maktabah al-Haidariyyah, 1381 H.
  • Ya'qubi, Ahmad bin Abi Ya'qub. al-Buldan. Tehran, Bongah-e Tarjomeh va Nasyr-e Ketab, 1356 HS.