Konsep:Jannah al-Ma'wa
Jannah al-Ma'wa adalah salah satu nama Surga dan yang paling khusus di antaranya, yang terletak di ujung langit ketujuh, di samping atau di atas Sidratulmuntaha dan di sisi kanan Arasy Allah, serta dikatakan sebagai tempat penyaksian Allah oleh para makhluk. Istilah ini bermakna "Surga tempat tinggal" dan dalam riwayat-riwayat dikabarkan terdapat beribu-ribu kota dengan tujuh puluh ribu tempat tinggal. Jannah al-Ma'wa dalam Al-Qur'an adalah salah satu dari empat surga yang disebutkan bersama Jannah Adn, Firdaus, dan Na'im, serta disebutkan sebanyak dua kali dalam ayat 15 surah an-Najm dan ayat 19 surah as-Sajdah.
Nama Jannah al-Ma'wa juga terdapat dalam doa-doa seperti Jausyan Kabir. Dikatakan bahwa Nabi saw pada malam mikraj melihat Jannah al-Ma'wa di samping Sidratulmuntaha, dan Amirul Mukminin as dalam adu argumen dengan Yahudi menganggap penglihatan ini sebagai tanda keunggulan Nabi saw atas orang lain. Beberapa orang berdasarkan ayat 19 surah as-Sajdah menganggap Jannah al-Ma'wa sebagai surga akhirat dan menganggapnya sebagai dalil eksplisit atas mikraj Nabi saw.
Di antara para mufasir terdapat perbedaan pendapat mengenai Jannah al-Ma'wa; sekelompok menganggapnya sama dengan surga keabadian, Allamah Tabataba'i menganggapnya sebagai surga setelah Kiamat di mana para mukmin akan tinggal di sana selamanya, sementara beberapa orang lainnya menganggapnya sebagai surga barzakh, dan Tafsir Nemuneh mengisyaratkan bahwa Nabi saw melihat beberapa orang di Jannah al-Ma'wa.
Jannah al-Ma'wa adalah tempat bagi Ashabul Yamin, para mukmin, Muttaqin, muqarrabin, arwah para syuhada, penuntut ilmu, dan secara umum orang-orang khusus serta orang-orang ikhlas. Tempat ini juga merupakan tempat tinggal Hazrat Adam as pada awal penciptaan, tempat kehadiran Jibril dan para malaikat, serta titik pendakian terakhir Jibril dalam mikraj Nabi saw. Beberapa orang menganggapnya sebagai tempat bagi Imam Ali as serta rumah beliau dan Nabi saw dalam mikraj, dan juga tempat bagi para nabi yang bersaksi atas wasiat Imam Ali as.
Hakikat
Jannah al-Ma'wa adalah salah satu nama Surga[1] atau salah satu dari surga-surga.[2] Istilah ini adalah nama salah satu dari surga yang empat[3] atau lima[4][5] dan nama surga khusus[6] yang terletak di ujung Langit ketujuh[7] [8] dan berada di samping[9] atau di atas Sidratulmuntaha[10] serta di sisi kanan Arasy Allah.[11] Surga ini menurut sebuah pernyataan adalah tempat penyaksian Allah oleh para makhluk.[12][13] Beberapa orang meyakini bahwa tidak ada surga yang lebih tinggi darinya.[14] Surga ini disebut juga dengan nama Jannah al-Mabit.[15] Dalam sebuah riwayat, Jannah al-Ma'wa dianggap sebagai nama sebuah sungai yang terletak di tengah surga, di mana Surga Adn dan Firdaus juga berada di dalam surga tersebut.[16]
Jannah al-Ma'wa adalah kata majemuk[17] yang berarti surga tempat tinggal.[18] "Ma'wa" adalah ism makan (kata benda keterangan tempat)[19] yang bermakna tempat tinggal[20] dan posisi di mana mereka akan tinggal di dalamnya secara kekal (khulud).[21][22]
Dalam beberapa riwayat, dibahas mengenai detail dan karakteristik Jannah al-Ma'wa, di antaranya keberadaan beribu-ribu kota di surga ini yang di setiap kotanya juga terdapat tujuh puluh ribu tempat tinggal.[23] [24] Istilah Jannah al-Ma'wa juga terdapat dalam berbagai doa termasuk doa Jausyan Kabir (Ya man lahu al-jannatu al-ma'wa, bait ke-56)[25] dan memiliki cerminan yang luas dalam sastra dan puisi bahasa Persia[26] maupun Arab.[27] Buku-buku dengan nama ini juga telah ditulis; di antaranya buku Jannah al-Ma'wa karya Muhaddis Nuri[28] dan Jannah al-Ma'wa karya Mohammad Husain Kasyif al-Ghitha.[29]
Istilah Al-Qur'an
Istilah Jannah al-Ma'wa muncul dua kali dalam Al-Qur'an, sekali dalam bentuk tunggal (Ayat 15 Surah an-Najm) dan sekali lagi dalam bentuk jamak (Jannatul Ma'wa) (Ayat 19 Surah as-Sajdah). Jannah al-Ma'wa dalam Al-Qur'an adalah salah satu dari empat surga yang disebutkan bersama Jannah Adn, Firdaus, dan Na'im.[30]
Nabi saw pada malam mikraj melihat sebagian dari ayat-ayat dan tanda-tanda besar Allah termasuk Jannah al-Ma'wa di samping Sidratulmuntaha. Amirul Mukminin as dalam adu argumen dengan Yahudi, mengemukakan mikraj Nabi saw dan penglihatan Jannah al-Ma'wa sebagai tanda keunggulan beliau dibandingkan para nabi lainnya.[31]
Beberapa orang dengan bersandar pada Ayat 19 Surah as-Sajdah, menganggap maksud dari Jannah al-Ma'wa adalah surga akhirat dan meyakini dengan memperhatikan keberadaan Jannah al-Ma'wa di langit, ayat ini merupakan dalil eksplisit atas mikraj Nabi saw.[32] Beberapa kitab tafsir dengan pendekatan riwayat telah mengumpulkan riwayat-riwayat tafsir mengenai Jannah al-Ma'wa.[33]
Surga Barzakh atau Surga Keabadian
Mengenai surga yang mana Jannah al-Ma'wa itu, terdapat perbedaan pendapat di antara para mufasir.[34] Sekelompok menganggap Jannah al-Ma'wa adalah surga keabadian itu sendiri.[35] Allamah Tabataba'i penulis kitab Al-Mizan menganggap Jannah al-Ma'wa adalah surga di mana para mukmin setelah surga sementara (surga Barzakh), akan tinggal di dalamnya selamanya, dan waktunya adalah setelah Kiamat.[36] Namun sekelompok lainnya menganggap tempat ini sebagai surga barzakh. Dalam kitab Tafsir Nemuneh disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw melihat sekelompok orang di Jannah al-Ma'wa, sementara tidak ada seorang pun yang masuk ke surga keabadian sebelum hari kiamat, karena ayat-ayat Al-Qur'an dengan baik menunjukkan bahwa orang-orang bertakwa masuk ke surga setelah perhitungan amal di hari kiamat, bukan segera setelah kematian, dan arwah para syuhada pun berada di surga barzakh, karena mereka pun tidak masuk ke surga keabadian sebelum datangnya hari kiamat.[37]
Mengenai apakah Allah telah menciptakan surga dan neraka atau akan menciptakannya nanti, terdapat perbedaan pendapat. Beberapa orang dengan bersandar pada kisah Adam dan Hawa serta penempatan awal mereka di surga dan ayat-ayat yang mengisyaratkan Jannah al-Ma'wa, meyakini bahwa surga dan neraka telah diciptakan sebelum kiamat.[38]
Tempat Bagi Orang-orang Saleh
Jannah al-Ma'wa dianggap sebagai tempat bagi Ashabul Yamin,[39] para mukmin,[40] muttaqin[41] dan muqarrabin serta tempat tinggal bagi arwah para syuhada[42] dan para penuntut ilmu, serta dalam satu kalimat dianggap sebagai tempat bagi orang-orang khusus dan orang-orang yang ikhlas.[43]
Jannah al-Ma'wa dianggap sebagai tempat tinggal Hazrat Adam as pada awal penciptaan di mana dari sanalah beliau dikeluarkan ke bumi.[44] Tempat ini merupakan tempat kehadiran Jibril dan para malaikat;[45] sebagaimana dianggap pula sebagai titik terakhir dari pendakian Jibril ke langit pada malam mikraj bersama Nabi saw.[46] Jibril atas perintah Allah mengumumkan janji Ilahi mengenai kemunculan Nabi Islam saw dari tempat ini kepada seluruh penduduk bumi dan langit.[47]
Kedudukan Imam Ali as
Beberapa orang menganggap Jannah al-Ma'wa sebagai tempat Imam Ali as.[48] Dalam sebuah riwayat dari Rasulullah saw dinukil bahwa beliau pada saat mikraj masuk ke Jannah al-Ma'wa bersama Jibril dan melihat rumah beliau sendiri serta Hazrat Ali as di dalamnya.[49] Dalam riwayat lain, surga ini diperkenalkan sebagai tempat bagi para nabi yang bersaksi atas wasiat Amirul Mukminin as.[50] Dalam sebuah ziarah Imam Husain as, beliau diperkenalkan sebagai putra Jannah al-Ma'wa.[51]
Dalam sebuah riwayat dari Amirul Mukminin as setelah memperkenalkan dirinya sebagai khalifah Rasulullah saw, beliau memperkenalkan dirinya sebagai pengajak ke arah Jannah al-Ma'wa.[52] Surga yang merupakan tempat bagi orang-orang yang meninggalkan dunia[53] dan menganggap orang yang celaka (syaqi) adalah orang yang menjual surga ini demi kesenangan dunia yang sedikit.[54]
Lihat Juga
Catatan Kaki
- ↑ Taimi, Tafsir Yahya bin Sallam al-Taimi, 1425 H, jld. 2, hlm. 692.
- ↑ Jorjani, Darj al-Durar, 1430 H, jld. 2, hlm. 598.
- ↑ Mufid, Al-Ikhtishash, 1413 H, hlm. 356; Faidh Kasyani, Al-Wafi, 1406 H, jld. 3, hlm. 686.
- ↑ Dalam beberapa penukilan bahkan dianggap sebagai salah satu dari surga yang tujuh (Raghib al-Isfahani, Mufradat Alfazh al-Qur'an, 1412 H, hlm. 204) atau delapan (Kaf'ami, Al-Mishbah, 1405 H, hlm. 728; Khoei, Minhaj al-Bara'ah, 1400 H, jld. 2, hlm. 26).
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 390.
- ↑ Agha Jamal Khwansari, Syarh Agha Jamal Khwansari, 1366 HS, jld. 4, hlm. 192.
- ↑ Qomi, Tafsir al-Qomi, 1363 HS, jld. 2, hlm. 335; Bahrani, Al-Burhan, 1374 HS, jld. 5, hlm. 192; Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 9, hlm. 426; Qurthubi, Al-Jami' li-Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 17, hlm. 96.
- ↑ Beberapa orang menganggap Jannah al-Ma'wa berada di langit keempat (Khoei, Minhaj al-Bara'ah, 1400 H, jld. 10, hlm. 392 mengutip dari Thabrasi) atau keenam (Majlisi, Asman wa Jahan (Langit dan Dunia), 1351 HS, jld. 2, hlm. 49).
- ↑ Thabrasi, Al-Ihtijaj, 1381 HS, jld. 1, hlm. 48.
- ↑ Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 57, hlm. 248.
- ↑ Qurthubi, Al-Jami' li-Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 17, hlm. 96; Zaid bin Ali, Tafsir Gharib al-Qur'an, 1412 H, hlm. 419.
- ↑ Maha'imi, Tabshir al-Rahman, 1403 H, jld. 2, hlm. 303.
- ↑ Maksud dari penyaksian Allah bukanlah melihat Allah dengan mata lahiriah karena melihat dengan mata lahiriah mengharuskan Allah memiliki dimensi, tempat, dan waktu; padahal Allah suci dari sifat-sifat ini. Selain itu, konsekuensi dari keniscayaan wujud Allah (wujubul wujud) adalah kemujarradan Allah dan penafian arah serta tempat dari-Nya. Dengan menafikan hal-hal ini, melihat Allah dengan mata lahiriah menjadi tertolak. Javadi Amoli, Tauhid dar Qur'an (Tauhid dalam Al-Qur'an), 1395 HS, hlm. 257; Allamah Hilli, Kasyaf al-Murad, 1382 HS, hlm. 46-47.
- ↑ Musthafawi, Al-Tahqiq fi Kalimat al-Qur'an al-Karim, 1368 HS, jld. 5, hlm. 83.
- ↑ Mawardi, Al-Nukat wa al-'Uyun, Beirut, jld. 5, hlm. 396; Qurthubi, Al-Jami' li-Ahkam al-Qur'an, 1364 HS, jld. 17, hlm. 96.
- ↑ Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 1413 H, jld. 1, hlm. 296.
- ↑ Markaz Farhang wa Ma'aref Qur'an, Farhang-e Qur'an (Kamus Al-Qur'an), jld. 9, hlm. 566.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan), 1371 HS, jld. 22, hlm. 498.
- ↑ Qurasyi Bannayi, Qamus Qur'an, 1412 H, jld. 1, hlm. 145; Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415 H, jld. 14, hlm. 50.
- ↑ Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab, 1414 H, jld. 14, hlm. 52.
- ↑ Raghib al-Isfahani, Mufradat Alfazh al-Qur'an, 1412 H, hlm. 104.
- ↑ Qurasyi Bannayi, Qamus Qur'an, 1412 H, jld. 1, hlm. 145.
- ↑ Shaduq, Al-Amali, 1376 HS, hlm. 49.
- ↑ Dalam beberapa sumber diisyaratkan mengenai sebagian tanaman palawija yang ada di Jannah al-Ma'wa di mana Nabi saw saat mikraj melihatnya di surga ini yang telah bersaksi atas keesaan Allah, risalah Nabi saw, dan wilayah Imam Ali as. (Thabrasi, Makarim al-Akhlaq, 1412 H, hlm. 184).
- ↑ Kaf'ami, Al-Mishbah, 1405 H, hlm. 254.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Khoei, Minhaj al-Bara'ah, 1400 H, jld. 21, hlm. 452.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Ibnu Syahr Asyub, Manaqib Ali Abi Thalib (as), jld. 4, hlm. 332.
- ↑ Nuri, Jannah al-Ma'wa fi Dzikr man Faza bi-Liqa' al-Hujjah (af), Qom, Muassasah as-Sayyidah al-Ma'shumah, 1427 H.
- ↑ Kasyif al-Ghitha, Jannah al-Ma'wa, Qom, Muassasah as-Syahid al-Anshari al-Qomi li-Ihya al-Turats, 1420 H.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 8, hlm. 100; Faidh Kasyani, Al-Wafi, 1406 H, jld. 25, hlm. 674.
- ↑ Dailami, Irsyad al-Qulub, 1412 H, jld. 2, hlm. 411.
- ↑ Qurasyi Bannayi, Qamus Qur'an, 1412 H, jld. 3, hlm. 247.
- ↑ Suyuthi, Al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 6, hlm. 125-126.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan), 1371 HS, jld. 22, hlm. 498.
- ↑ Thusi, Al-Tibyan, Beirut, jld. 9, hlm. 426; Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 9, hlm. 265; Thabrasi, Jawami' al-Jami', 1412 H, jld. 4, hlm. 197; Zamakhsyari, Al-Kasysyaf, 1407 H, jld. 4, hlm. 421.
- ↑ Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 19, hlm. 31.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan), 1371 HS, jld. 22, hlm. 499.
- ↑ Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 8, hlm. 205-206, pensyarah.
- ↑ Mufid, Al-Ikhtishash, 1413 H, hlm. 356.
- ↑ Zaid bin Ali, Gharib al-Qur'an, 1412 H, hlm. 419; Tsa'alibi, Tafsir al-Tsa'alibi, 1418 H, jld. 5, hlm. 325; Majlisi, Mir'at al-Uqul, 1404 H, jld. 4, hlm. 276; Agha Jamal Khwansari, Syarh Agha Jamal Khwansari, 1366 HS, jld. 4, hlm. 275.
- ↑ Thabrasi, Jawami' al-Jami', 1412 H, jld. 4, hlm. 197; Zamakhsyari, Al-Kasysyaf, 1407 H, jld. 4, hlm. 421; Baidhawi, Anwar al-Tanzil, 1418 H, jld. 5, hlm. 158; Faidh Kasyani, Tafsir al-Shafi, 1415 H, jld. 5, hlm. 89; Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415 H, jld. 14, hlm. 50.
- ↑ Ibnu Qariya-Ghadi, Al-Bidha'ah al-Muzjah, 1429 H, jld. 2, hlm. 158; Shon'ani, Tafsir al-Qur'an al-'Aziz, 1411 H, jld. 2, hlm. 204; Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 27, hlm. 33.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan), 1371 HS, jld. 22, hlm. 498-499.
- ↑ Thusi, Tahdzib al-Ahkam, 1407 H, jld. 1, hlm. 326; Majlisi, Maladz al-Akhyar, 1406 H, jld. 2, hlm. 559.
- ↑ Thabrani, Al-Tafsir al-Kabir, 2008 M, jld. 6, hlm. 139; Ibnu Jauzi, Zad al-Masir, 1422 H, jld. 4, hlm. 187; Maibodi, Kasyaf al-Asrar, 1371 HS, jld. 9, hlm. 361.
- ↑ Shaduq, Illal al-Syara'i', 1385 HS, jld. 1, hlm. 277; Bahrani, Al-Burhan, 1374 HS, jld. 5, hlm. 195; Qomi Masyhadi, Kanz al-Daqa'iq, 1368 HS, jld. 12, hlm. 484.
- ↑ Bakri, Al-Anwar, 1411 H, hlm. 123.
- ↑ Qomi, Tafsir al-Qomi, 1363 HS, jld. 2, hlm. 170.
- ↑ Ibnu Thawus, Al-Yaqin, 1413 H, hlm. 300; Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 37, hlm. 321.
- ↑ Qazwini, Al-Syafi fi Syarh al-Kafi, 1429 H, jld. 2, hlm. 167.
- ↑ Ibnu Masyhadi, Al-Mazar al-Kabir, 1419 H, hlm. 497; Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 98, hlm. 318.
- ↑ Laitsi, Uyun al-Hikam, 1376 HS, hlm. 165.
- ↑ Laitsi, Uyun al-Hikam, 1376 HS, hlm. 301, 465.
- ↑ Laitsi, Uyun al-Hikam, 1376 HS, hlm. 98.
Daftar Pustaka
- Agha Jamal Khwansari, Muhammad bin Husain. Syarh Agha Jamaluddin Khwansari bar Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim. Tehran, Universitas Tehran, cetakan keempat, 1366 HS.
- Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf. Kasyaf al-Murad. 1382 HS.
- Alusi, Mahmoud bin Abdullah. Ruh al-Ma'ani fi Tafsir al-Qur'an al-'Azhim wa al-Sab' al-Matsani. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1415 H.
- Bahrani, Sayid Hashem bin Sulaiman. Al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Muassasah Ba'tsah, 1374 HS.
- Bakri, Ahmad bin Abdullah. Al-Anwar wa Miftah al-Surur wa al-Afkar fi Maulid al-Nabi al-Mukhtar. Qom, Dar al-Syarif al-Radhi, 1411 H.
- Baidhawi, Abdullah bin Umar. Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1418 H.
- Dailami, Hasan bin Muhammad. Irsyad al-Qulub ila al-Shawab. Qom, Al-Syarif al-Radhi, 1412 H.
- Faidh Kasyani, Muhammad Muhsin bin Syah Murtadha. Al-Wafi. Isfahan, Kitabkhaneh Imam Amirul Mukminin Ali (as), 1406 H.
- Faidh Kasyani, Muhammad Muhsin bin Syah Murtadha. Tafsir al-Shafi. Tehran, Maktabah al-Sadr, cetakan kedua, 1415 H.
- Ibnu Jauzi, Abdurrahman bin Ali. Zad al-Masir fi 'Ilm al-Tafsir. Beirut, Dar al-Kitab al-Arabi, 1422 H.
- Ibnu Masyhadi, Muhammad bin Jafar. Al-Mazar al-Kabir. Qom, Daftar Entesharat-e Eslami, 1419 H.
- Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukram. Lisan al-Arab. Beirut, Dar al-Fikr lil-Thiba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi', cetakan ketiga, 1414 H.
- Ibnu Qariya-Ghadi, Muhammad Husain. Al-Bidha'ah al-Muzjah. Qom, Dar al-Hadits, 1429 H.
- Ibnu Syahr Asyub Mazandarani, Muhammad bin Ali. Manaqib Ali Abi Thalib (as). Qom, Nasyr-e Allamah, 1379 H.
- Ibnu Thawus, Ali bin Musa. Al-Yaqin bi-Ikhtishash Maulana Ali (as) bi-Imrah al-Mukminin. Qom, Dar al-Kitab, cetakan pertama, 1413 H.
- Ibnu Arabi, Muhammad bin Ali. Tafsir Ibnu Arabi (Ta'wilat Abdul Razzaq). Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1422 H.
- Javadi Amoli, Abdullah. Tafsir Mozo'i-ye Qur'an-e Karim - Jild 5 (Ma'ad dar Qur'an). Qom, Isra, 1394 HS.
- Javadi Amoli, Abdullah. Tauhid dar Qur'an. 1395 HS.
- Jorjani, Abdul Qahir bin Abdurrahman. Darj al-Durar fi Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Amman, Dar al-Fikr, 1430 H.
- Kaf'ami, Ibrahim bin Ali Amili. Al-Mishbah (Jannat al-Aman al-Waqiyah wa Jannat al-Iman al-Baqiyah). Qom, Dar al-Radhi (Zahedi), cetakan kedua, 1405 H.
- Kasyif al-Ghitha, Muhammad Husain. Jannah al-Ma'wa. Qom, Muassasah as-Syahid al-Anshari al-Qomi li-Ihya al-Turats, 1420 H.
- Khoei, Mirza Habibullah. Minhaj al-Bara'ah fi Syarh Nahj al-Balaghah. Tehran, Maktabah al-Islamiyah, cetakan keempat, 1400 H.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Riset: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
- Laitsi Wasithi, Ali bin Muhammad. Uyun al-Hikam wa al-Mawa'izh. Qom, Dar al-Hadits, 1376 HS.
- Maibodi, Ahmad bin Muhammad. Kasyaf al-Asrar wa 'Uddah al-Abrar. Tehran, Amirkabir, cetakan kelima, 1371 HS.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Asman wa Jahan (Terjemahan kitab al-Sama' wa al-'Alam Bihar al-Anwar jilid 54). Tehran, Islamiyah, 1351 HS.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li-Durar Akhbar al-Aimmah al-Ath-har. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan kedua, 1403 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Mir'at al-Uqul fi Syarh Akhbar Alu al-Rasul. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan kedua, 1404 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Maladz al-Akhyar fi Fahmi Tahdzib al-Akhbar. Qom, Kitabkhaneh Ayatullah Mar'as-syi Najafi, 1406 H.
- Makarem Shirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan kesepuluh, 1371 HS.
- Markaz Farhang wa Ma'aref Qur'an. Farhang-e Qur'an. Jld. 9.
- Mawardi, Ali bin Muhammad. Al-Nukat wa al-'Uyun Tafsir al-Mawardi. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, tanpa tahun.
- Maha'imi, Ali bin Ahmad. Tafsir al-Qur'an al-Musamma Tabshir al-Rahman wa Taisir al-Mannan. Beirut, Alam al-Kutub, cetakan kedua, 1403 H.
- Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Ikhtishash. Qom, Al-Mu'tamar al-Alami li-Alfiyah al-Syaikh al-Mufid, 1413 H.
- Musthafawi, Hasan. Al-Tahqiq fi Kalimat al-Qur'an al-Karim. Tehran, Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, 1368 HS.
- Nuri, Mirza Husain. Jannah al-Ma'wa fi Dzikr man Faza bi-Liqa' al-Hujjah (af). Qom, Muassasah as-Sayyidah al-Ma'shumah, 1427 H.
- Qazwini, Mulla Khalil bin Ghazi. Al-Syafi fi Syarh al-Kafi. Qom, Dar al-Hadits, 1429 H.
- Qomi Masyhadi, Muhammad bin Muhammad Ridha. Tafsir Kanz al-Daqa'iq wa Bahr al-Ghara'ib. Tehran, Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, 1368 HS.
- Qomi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qomi. Qom, Dar al-Kitab, cetakan ketiga, 1363 HS.
- Qurasyi Bannayi, Ali Akbar. Qamus Qur'an. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan keenam, 1412 H.
- Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li-Ahkam al-Qur'an. Tehran, Nasser Khosrow, 1364 HS.
- Raghib al-Isfahani, Husain bin Muhammad. Mufradat Alfazh al-Qur'an. Beirut, Dar al-Qalam, 1412 H.
- Sayid bin Thawus. Jamal al-Usbu'. 1408 H.
- Syaduq, Muhammad bin Ali. Al-Amali. Tehran, Ketabchi, cetakan keenam, 1376 HS.
- Syaduq, Muhammad bin Ali. Illal al-Syara'i'. Qom, Kitabforusyi Davari, 1385 HS.
- Syaduq, Muhammad bin Ali. Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Qom, Daftar Entesharat-e Eslami, cetakan kedua, 1413 H.
- Shon'ani, Abdurrazzaq bin Hammam. Tafsir al-Qur'an al-'Aziz al-Musamma Tafsir Abdurrazzaq. Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1411 H.
- Suyuthi, Abdurrahman bin Abi Bakar. Al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir bi al-Ma'tsur. Qom, Kitabkhaneh Umum Ayatullah al-Uzhma Mar'as-syi Najafi (ra), 1404 H.
- Tabataba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Matbu'at, cetakan kedua, 1390 H.
- Thabrani, Sulaiman bin Ahmad. Al-Tafsir al-Kabir: Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Irbid Yordania, Dar al-Kitab al-Tsaqafi, 2008 M.
- Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar al-Ma'rifah, 1412 H.
- Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Tafsir Jawami' al-Jami'. Qom, Hauzah Ilmiah Qom, Markaz Modiriyat, 1412 H.
- Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Tehran, Nasser Khosrow, cetakan ketiga, 1372 HS.
- Thabrasi, Ahmad bin Ali. Al-Ihtijaj 'ala Ahl al-Lujaj. Terjemahan Jafari. Tehran, Islamiyah, 1381 HS.
- Thabrasi, Hasan bin Fadhl. Makarim al-Akhlaq. Qom, Al-Syarif al-Radhi, cetakan keempat, 1412 H.
- Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Thusi, Muhammad bin Hasan. Tahdzib al-Ahkam. Riset Kharsan. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan keempat, 1407 H.
- Taimi, Yahya bin Sallam. Tafsir Yahya bin Sallam al-Taimi al-Bashri al-Qairawani. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1425 H.
- Tsa'alibi, Abdurrahman bin Muhammad. Tafsir al-Tsa'alibi al-Musamma bi-al-Jawahir al-Hisan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1418 H.
- Zamakhsyari, Mahmoud bin Umar. Al-Kasysyaf 'an Haqa'iq Ghawamidh al-Tanzil wa 'Uyun al-Aqa'wil fi Wujuh al-Ta'wil. Beirut, Dar al-Kitab al-Arabi, cetakan ketiga, 1407 H.
- Zaid bin Ali bin al-Husain. Tafsir as-Syahid Zaid bin Ali al-Musamma Tafsir Gharib al-Qur'an. Beirut, Al-Dar al-Alamiyah, 1412 H.