Konsep:Doa Ya Man Arju
| Informasi Doa dan Ziarah | |
|---|---|
| Ma’tsur atau Tidak | Ma'tsur |
| Dinukil dari | Imam Shadiq as |
| Sumber-sumber Syiah | Ushul al-Kafi, Mishbah al-Mutahajjid, Iqbal al-A'mal |
| Monografi | Tuhfah Rajabiyah |
| Waktu | Bulan Rajab |
Doa Ya Man Arju (bahasa Arab:دعای یا مَنْ اَرْجوه) adalah doa dari Imam Shadiq as yang dianjurkan untuk dibaca pada bulan Rajab. Doa ini mencakup permohonan atas segala kebaikan dunia dan Akhirat serta perlindungan dari segala keburukan dunia dan Akhirat. Doa ini diriwayatkan oleh beberapa ulama Syiah, termasuk Kulaini, Muhammad bin Umar Kasysyi, Syekh Thusi, dan Sayid Ibnu Thawus.
Berdasarkan riwayat Sayid Ibnu Thawus, saat membaca doa ini, Imam Shadiq as memegang janggutnya dengan tangan kiri dan menggerak-gerakkan jari telunjuk tangan kanannya. Meskipun demikian, terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu pelaksanaan gerakan ini; sebagian meyakini dilakukan sejak awal doa, sementara yang lain berpendapat dilakukan pada bagian akhir doa. Sebagian ulama menganggap gerakan tangan dan jari itu sebagai tanda kerendahan hati dan bentuk doa yang dilakukan saat merasa sangat membutuhkan pertolongan Allah.
Doa "Ya Man Arju" dinukil dalam berbagai sumber dengan sedikit perbedaan pada teks dan sanadnya, serta dianjurkan untuk dibaca pada berbagai waktu, seperti setelah salat wajib atau salat-salat mustahab pada hari Jumat.
Teks dan Terjemahan
Teks bahasa Arab dan terjemahan :
Wahai Zat yang dari-Nya kuharapkan setiap kebaikan, dan kepada-Nya kumohon perlindungan dari murka-Nya dalam setiap keburukan.Wahai Zat yang memberikan pahala berlimpah atas ibadah yang sedikit. Wahai Zat yang memberi kepada setiap orang yang meminta kepada-Nya. Wahai Zat yang juga memberi kepada siapa pun yang tidak meminta dan tidak mengenal-Nya — pemberian-Nya itu semata-mata karena kasih sayang dan rahmat-Nya. Dengan permohonanku kepada-Mu, karuniakanlah kepadaku seluruh kebaikan dunia dan akhirat. Dan dengan permohonanku kepada-Mu, jauhkanlah dariku seluruh keburukan dunia dan akhirat. Karena apa yang Engkau anugerahkan tidak akan pernah berkurang. Tambahlah nikmat-Mu padaku, wahai Pemilik kedermawanan. Wahai Pemilik keagungan, kelembutan, dan kasih sayang. Wahai Pemilik ampunan dan kemurahan. Wahai Pemilik pemberian dan kemuliaan. Haramkanlah janggutku (untuk disentuh) oleh api neraka Jahanam.
Sanad
"Ya Man Arju" adalah doa dari Imam Shadiq as yang dinukil oleh Sayid Ibnu Thawus (wafat 664 H) dalam kitab Iqbal al-A'mal[1] dan validitas sanadnya telah dikonfirmasi oleh Allamah Majlisi.[2] Doa ini juga diriwayatkan oleh Muhammad bin Umar Kasysyi, seorang ahli Rijal Syiah abad ke-4 H,[3] namun Sayid Khui menganggap sanadnya lemah (dhaif);[4] meskipun demikian, beberapa ulama mengkritik pandangan Ayatullah Khui dan menganggap sanad riwayat tersebut shahih.[5]
Sebuah versi dari doa ini, tanpa bagian akhir yang dimulai dengan frasa «یا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِکْرَامِ» (Wahai Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan), juga terdapat dalam kitab al-Kafi;[6] Allamah Majlisi menilai sanad versi ini lemah.[7] Alasannya adalah keberadaan orang-orang yang tidak dikenal (majhul) seperti Husain bin Umarah dan Abi Ja'far dalam rangkaian sanadnya.[8]
Versi lain dari doa ini dengan perbedaan pada frasanya juga terdapat dalam kitab Mishbah al-Mutahajjid karya Syekh Thusi (wafat 460 H).[9] Dikatakan bahwa periwayatan doa ini oleh Kulaini, Kasysyi, Syekh Thusi, dan Sayid Ibnu Thawus memberikan keyakinan bahwa konten doa ini bersumber dari Imam Shadiq as.[10] Selain itu, seluruh ulama penyusun riwayat doa telah menukil doa ini.[11]
Waktu Membaca
Berdasarkan riwayat Sayid Ibnu Thawus, membaca doa Ya Man Arju dianjurkan pada bulan Rajab, pagi dan malam hari, serta setelah setiap salat fardu.[12] Namun, berdasarkan riwayat Kulaini dalam kitab al-Kafi[13] dan riwayat Kasysyi,[14] tidak disebutkan waktu khusus untuk membacanya.
Syekh Thusi dalam kitab Mishbah al-Mutahajjid, pada bagian salat-salat sunnah hari Jumat, menukil sebuah salat untuk terkabulnya hajat di mana doa "Ya Man Arju" dibaca sebagai bagian dari adabnya.[15] Doa ini juga disebutkan dalam adab salat memohon keturunan yang dilakukan pada hari Jumat.[16]
Kandungan
Dalam doa Ya Man Arju, pendoa memohon kepada Allah agar menganugerahkan segala kebaikan dunia dan akhirat serta menjauhkan segala keburukan dunia dan akhirat darinya. Di awal dan akhir doa, Allah dipuji dengan sifat kedermawanan (Al-Jud); sebagai contoh, dalam salah satu bagian doa disebutkan bahwa Allah memberi bahkan kepada orang yang tidak meminta kepada-Nya dan tidak mengenal-Nya karena kasih sayang-Nya.[17] Sebagian orang menafsirkan frasa «یا مَنْ اَرْجوهُ لِکُلِّ خَیر» sebagai bentuk Tafwidh (menyerahkan segala urusan kepada Allah).[18]
Gerakan Tangan dan Jari dalam Doa

Berdasarkan riwayat dalam kitab Iqbal al-A'mal, Imam Shadiq as awalnya membaca doa "Ya Man Arju" tanpa gerakan khusus hingga frasa «وَ زِدْنِی مِنْ فَضْلِکَ یا کَرِیم», kemudian dengan meletakkan tangan kiri di janggut dan menggerakkan jari telunjuk, beliau mengulang doa dari awal dan melanjutkannya hingga akhir.[19] [catatan 1] Allamah Majlisi, ahli hadis Syiah, menukil dari Sayid Ibnu Thawus bahwa tindakan ini dilakukan mulai dari frasa «یا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِکْرَام» hingga akhir doa.[20] Abdullah Jawadi Amuli, mufasir Syiah, berdasarkan riwayat kitab Iqbal berpendapat bahwa Imam as melakukan tindakan ini sejak awal doa.[21] Syekh Abbas al-Qummi juga menukil pelaksanaannya dari awal doa.[22] Muhammad Ali Ismailpur Qomsyei menganggap melakukan tindakan ini dari awal doa adalah mustahab.[23]
Jawadi Amuli menafsirkan meletakkan tangan di dagu, bukan di janggut, sebagai tanda kondisi terdesak (idhthirar).[24] Tharihi, penulis Majma' al-Bahrain, memaknai frasa «یَلوذ بِسَبّابَتِه» yang terdapat dalam riwayat[25] sebagai menggerakkan jari untuk menunjukkan ketidakberdayaan dan ketundukan (tadharru'),[26] sedangkan Allamah Majlisi menafsirkannya sebagai gerakan jari ke kiri dan ke kanan.[27] Sebaliknya, sebagian orang mengaitkan ungkapan ini dengan gerakan pendek jari telunjuk ke atas dan ke bawah.[28]
Beberapa peneliti meyakini bahwa gerakan yang dilaporkan menyertai doa tersebut hanyalah ekspresi keadaan (bayan hal) Imam Shadiq as dan tidak memiliki aspek ritual.[29] Berdasarkan riwayat Kasysyi, Imam tidak meletakkan tangan di janggut dan tidak menggerakkan jari saat membaca doa, melainkan meletakkan tangannya di janggut setelah doa selesai;[30] suatu keadaan yang ditafsirkan sebagai tanda ketundukan dan tangisan.[31]
Syarah (Komentar)

Terdapat banyak syarah yang ditulis untuk doa Ya Man Arju, beberapa di antaranya adalah:
- Risalah al-Rajabiyah karya Muhammad bin Sulaiman Tunakabuni[32] dengan gaya irfan teoretis.[33]
- Syarh Doa Ya Man Arju, karya Abdul Ali Harandi, seorang ulama abad ke-13 H di Isfahan.[34]
- Syarh al-Du'a al-Rajabiyah, karya Abdul Hamid bin Muhammad Husain Musawi Isfahani (hidup pada tahun 1274 H);[35] manuskrip kitab ini disimpan di Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi.[36] Penulis ini juga memiliki syarah lain dengan nama yang sama,[37] yang manuskripnya disimpan di Perpustakaan Masjid Goharshad dan Perpustakaan Ayatullah Golpaygani.[38]
- Syarh Doa Ya Man Arju, karya Sayid Abdul Hamid Musawi Khaju'i (wafat 1316 H); manuskripnya disimpan di Perpustakaan Masjid Goharshad.[39]
- Tuhfah Rajabiyah, syarah ringkas atas doa bulan Rajab, karya Ismail Syaker Ardakani, yang diterbitkan pada tahun 1387 HS di Qom.[40]
Catatan
- ↑ Dari laporan Sayid Ibnu Thawus dalam Iqbal, dipahami bahwa Imam Shadiq as pertama kali membacakan doa untuk perawi (Muhammad Sajjad) dan mengajarkannya kepadanya, dan perawi menuliskannya atas perintah Imam. Doa ini berakhir dengan kalimat (وَ زِدْنِي مِنْ فَضْلِكَ يَا كَرِيمُ). Setelah itu, Imam membaca doa yang sama dengan tambahan di bagian akhirnya (يَا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِكْرَامِ يَا ذَا النَّعْمَاءِ وَ الْجُودِ يَا ذَا الْمَنِّ وَ الطَّوْلِ حَرِّمْ [شبابي و] شَيْبَتِي عَلَى النَّارِ). Sejak awal membaca (yang kedua ini), tangan Imam memegang janggutnya dan beliau menggerakkan jari telunjuk tangan kanannya.
Catatan Kaki
- ↑ Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, 1409 H, jld. 2, hlm. 644.
- ↑ Majlisi, Zad al-Ma'ad, 1423 H, hlm. 16.
- ↑ Kasysyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1404 H, jld. 2, hlm. 667.
- ↑ Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, hlm. 230.
- ↑ Pisygar, «Gune-ha, E'tebar va Sakhtar-e Doa-ye Ya Man Arju», hlm. 70.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1429 H, jld. 4, hlm. 559.
- ↑ Majlisi, Mir'at al-Uqul, 1404 H, jld. 12, hlm. 458.
- ↑ Pisygar, «Gune-ha, E'tebar va Sakhtar-e Doa-ye Ya Man Arju», hlm. 69.
- ↑ Syekh Thusi, Mishbah al-Mutahajjid, 1411 H, jld. 1, hlm. 353 dan hlm. 356.
- ↑ Ghafuri Nejad, «Matn Kavi, E'tebar Sanji va Dalalat Pazhuhi-ye Rivayat-e Doa-ye Ya Man Arju...», hlm. 50.
- ↑ «Syarh Doa-ye Mah-e Rajab», Situs Informasi Kantor Ayatullah Makarem Syirazi.
- ↑ Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, 1409 H, jld. 2, hlm. 644.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1429 H, jld. 4, hlm. 559.
- ↑ Kasysyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1404 H, jld. 2, hlm. 667.
- ↑ Syekh Thusi, Mishbah al-Mutahajjid, 1411 H, jld. 1, hlm. 353 dan hlm. 356.
- ↑ Syekh Thusi, Mishbah al-Mutahajjid, 1411 H, jld. 1, hlm. 378.
- ↑ Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, 1409 H, jld. 2, hlm. 644.
- ↑ «Syarh Doa-ye Mah-e Rajab», Situs Informasi Kantor Ayatullah Makarem Syirazi.
- ↑ Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, 1409 H, jld. 2, hlm. 644.
- ↑ Majlisi, Zad al-Ma'ad, 1423 H, hlm. 16.
- ↑ Jawadi, Dars Kharij Fiqh Mabhats Bai', 11 Khordad 1390 HS, Madrasah Feqahat.
- ↑ Qummi, Mafatih al-Jinan, 1388 HS, hlm. 229.
- ↑ Ismailpur Qomsyei, Al-Dala'il al-Zhahirat, 1394 HS, jld. 2, hlm. 120.
- ↑ Jawadi, Dars Kharij Fiqh Mabhats Bai', 11 Khordad 1390 HS, Madrasah Feqahat.
- ↑ Ibnu Thawus, Iqbal al-A'mal, 1409 H, jld. 2, hlm. 644.
- ↑ Tharihi, Majma' al-Bahrain, 1375 HS, jld. 3, hlm. 188.
- ↑ Majlisi, Zad al-Ma'ad, 1423 H, hlm. 16.
- ↑ Pisygar, «Gune-ha, E'tebar va Sakhtar-e Doa-ye Ya Man Arju», hlm. 70.
- ↑ Pisygar, «Gune-ha, E'tebar va Sakhtar-e Doa-ye Ya Man Arju», hlm. 70.
- ↑ Kasysyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1404 H, jld. 2, hlm. 667.
- ↑ Pisygar, «Gune-ha, E'tebar va Sakhtar-e Doa-ye Ya Man Arju», hlm. 71.
- ↑ Agha Bozorg Tehrani, Al-Dzari'ah, Dar al-Adhwa, jld. 13, hlm. 248; Aqiqi Bakhsyayeshi, Thabaqat Mufassiran Syiah, 1387 HS, hlm. 797.
- ↑ Safreh, Tarikh Hadits Syiah, 1385 HS, hlm. 240.
- ↑ Habib Abadi, Makarim al-Atsar, 1362 HS, jld. 3, hlm. 752.
- ↑ Shadraei Khui, Fehrestgan Noskheh-haye Khatti Hadits..., 1382 HS, hlm. 322.
- ↑ Shadraei Khui, Fehrestgan Noskheh-haye Khatti Hadits..., 1382 HS, hlm. 323.
- ↑ Shadraei Khui, Fehrestgan Noskheh-haye Khatti Hadits..., 1382 HS, hlm. 323.
- ↑ Shadraei Khui, Fehrestgan Noskheh-haye Khatti Hadits..., 1382 HS, hlm. 323.
- ↑ Mahdavi, A'lam Isfahan, 1386 HS, jld. 4, hlm. 183.
- ↑ «Ketabshenasi Tuhfah Rajabiyah», Organisasi Dokumen dan Perpustakaan Nasional Republik Islam Iran.
Daftar Pustaka
- Agha Bozorg Tehrani, Muhammad Muhsin, Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syi'ah, penyusun Ahmad bin Muhammad Husaini, Beirut, Dar al-Adhwa, tanpa tahun.
- Ibnu Thawus, Ali bin Musa, Iqbal al-A'mal, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1409 H.
- Ismailpur Qomsyei, Muhammad Ali, Al-Dala'il al-Zhahirat, Teheran, Raya Farhang, 1394 HS.
- Pisygar, Omid, «Gune-ha, E'tebar va Sakhtar-e Doa-ye Ya Man Arju», dalam Moballeghan, No. 225, Isfand 1396 dan Farvardin 1397 HS.
- Jawadi, Abdullah, Dars Kharij Fiqh Mabhats Bai', 11 Khordad 1390 HS, Madrasah Feqahat, Diakses: 23 Bahman 1399 HS.
- Habib Abadi, Muhammad Ali, Makarim al-Atsar dar Ahwal Rijal Doreh Qajar, Isfahan, Kamal, 1362 HS.
- Khui, Sayid Abul Qasim, Mu'jam Rijal al-Hadits wa Tafshil Thabaqat al-Ruwat, Qom: Markaz Nasyr al-Tsaqafah al-Islamiyah fi al-Alam, 1372 HS.
- «Syarh Doa-ye Mah-e Rajab», Situs Informasi Kantor Ayatullah Makarem Syirazi, Tanggal posting: 17 Isfand 1397 HS, Diakses: 27 Bahman 1399 HS.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan, Mishbah al-Mutahajjid wa Silah al-Muta'abbid, Beirut, Muassasah Fiqh al-Syi'ah, 1411 H.
- Shadraei Khui, Ali, Fehrestgan Noskheh-haye Khatti Hadits wa Ulum Hadits Syiah, Qom: Muassasah Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, Organisasi Percetakan dan Penerbitan, 1382 HS.
- Safreh, Husain, Tarikh Hadits Syiah dar Sadeh-haye Davazdahom va Sizdahom Hijri, Qom: Muassasah Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, Organisasi Percetakan dan Penerbitan, 1385 HS.
- Aqiqi Bakhsyayeshi, Abdurrahim, Thabaqat Mufassiran Syiah, Qom: Daftar Nasyr Navid Eslam, 1387 HS.
- Ghafuri Nejad, Muhammad, «Matn Kavi, E'tebar Sanji va Dalalat Pazhuhi-ye Rivayat-e Doa-ye Ya Man Arju Li Kulli Khair», dalam Jurnal Ilmiah Ulum Hadits, Tanggal posting: 11 Aban 1399 HS, Diakses: 23 Bahman 1399 HS.
- Qummi, Abbas, Mafatih al-Jinan, Terjemahan Husain Ansarian, Qom: Dar al-Irfan, 1388 HS.
- «Ketabshenasi Tuhfah Rajabiyah», Organisasi Dokumen dan Perpustakaan Nasional Republik Islam Iran, Diakses: 24 Bahman 1399 HS.
- Kasysyi, Muhammad bin Umar, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, Dikoreksi oleh Muhammad Baqir bin Muhammad Mir Damad, Diringkas oleh Muhammad bin Hasan Thusi, Qom: Muassasah Al al-Bait (as) Li Ihya al-Turats, 1404 H.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, Al-Kafi, Dikoreksi oleh Dar al-Hadits, Qom: Dar al-Hadits, 1429 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir bin Muhammad Taqi, Zad al-Ma'ad, Tahqiq dan Koreksi Alauddin A'lami, Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1423 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir bin Muhammad Taqi, Mir'at al-Uqul fi Syarh Akhbar Al al-Rasul, Tahqiq dan Koreksi Sayid Hasyim Rasuli Mahallati, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1404 H.
- Mahdavi, Mushlihuddin, A'lam Isfahan, Dikoreksi dan Ditahqiq oleh Gholam Reza Nashrullahi, Isfahan, Organisasi Budaya dan Rekreasi Kota Isfahan, 1386 HS.