Lompat ke isi

Konsep:Ala bin Ziyad al-Haritsi

Dari wikishia
Ala bin Ziyad al-Haritsi
Sahabat dariImam Ali as
Garis keturunanBani Harits
Kerabat termasyhurAshim bin Ziyad al-Haritsi (Saudara) • Rabi' bin Ziyad al-Haritsi (Saudara)
Tempat TinggalBasrah
Wafat/SyahadahTahun 94 H


Ala bin Ziyad al-Haritsi (bahasa Arab:علاء بن زیاد حارثی) adalah seseorang yang ditegur oleh Imam Ali as dalam Khotbah 209 Nahjul Balaghah karena gaya hidup mewahnya. Berdasarkan isi khotbah tersebut, Imam Ali as saat mengunjungi Ala bin Ziyad, selain mengkritik kehidupan mewahnya, sebaliknya juga menegur saudaranya, Ashim bin Ziyad al-Haritsi, karena kezuhudan yang berlebihan. Namun, sebagian peneliti menduga bahwa dalam riwayat ini, Rabi' bin Ziyad al-Haritsi (wafat 53 H) adalah lawan bicara pertama Imam, dan Ala bin Ziyad justru adalah orang yang dikritik Imam Ali as karena kezuhudannya.

Tidak banyak informasi mengenai identitas Ala bin Ziyad dalam sumber-sumber sejarah; sebagian menduga ia adalah Ala bin Ziyad al-Bashri yang meninggal dunia tahun 94 H.

Pengenalan

Ala bin Ziyad al-Haritsi menjadi lawan bicara Imam Ali as dalam Khotbah 209 Nahjul Balaghah.[1] Menurut para peneliti, terdapat informasi yang sangat sedikit dan terkadang bertentangan mengenai identitas Ala bin Ziyad.[2] Beberapa sumber menyebutkan seseorang bernama Ala bin Ziyad al-Bashri sebagai ahli ibadah yang menjauhi dunia dan meninggal pada tahun 94 H;[3] orang ini bergabung dengan penentang Imam Ali as setelah Kesyahidan Imam Ali as.[4] Namun, menurut sumber lain, Ala bin Ziyad disebut sebagai salah satu sahabat Imam Ali as yang kaya raya dan memiliki rumah yang luas.[5]

Ala bin Ziyad dinisbatkan kepada Bani Harits. Bani Harits adalah kabilah dari keturunan Ya'rub bin Qahthan, dari keturunan Nabi Nuh as.[6] Dalam Khotbah 209, Ashim bin Ziyad al-Haritsi disebut sebagai saudara Ala.[7] Menurut para peneliti, tidak ada informasi mengenai Ashim dalam sumber-sumber sejarah.[8] Saudara Ala yang lain, yaitu Rabi' bin Ziyad al-Haritsi, adalah gubernur Sistan pada masa Utsman bin Affan.[9] Rabi' bergabung dengan barisan sahabat Imam Ali as pada masa Pemerintahan Imam Ali as dan dalam Perang Jamal, ia memimpin pasukan dari kabilah ini sebagai bagian dari Suku Madzhij.[10] Ia juga menjadi gubernur Sistan pada masa Muawiyah bin Abi Sufyan.[11]

Ucapan Imam Ali as kepada Ala dan Saudaranya

Dalam Khotbah 209 Nahjul Balaghah disebutkan bahwa Imam Ali as pergi menjenguk salah satu sahabatnya bernama Ala bin Ziyad al-Haritsi di Basrah. Ketika melihat rumah Ala yang besar dan megah, beliau bersabda:

"Apa gunanya rumah besar dan megah ini bagimu di dunia, padahal engkau lebih membutuhkannya di akhirat! Tentu saja jika engkau mau, engkau bisa mendapatkan akhirat dengan rumah ini juga. Engkau menjamu tamu di rumah ini, menyambung silaturahmi dengan kerabat di dalamnya, dan menunaikan hak-hak yang menjadi tanggunganmu melaluinya; jika demikian, maka engkau telah mendapatkan akhiratmu."

Setelah itu, Ala mengeluhkan saudaranya, Ashim bin Ziyad, yang mengenakan pakaian kasar dan meninggalkan dunia layaknya orang-orang zuhud. Imam Ali as memanggil Ashim dan berkata kepadanya bahwa perilakunya ini berasal dari bisikan Setan dan ia tidak boleh menyusahkan istri dan anaknya dengan meninggalkan dunia; karena Allah telah menghalalkan nikmat-nikmat-Nya agar manusia dapat memanfaatkannya. Ashim memprotes dengan mengatakan bahwa Imam sendiri juga mengenakan pakaian kasar dan memakan makanan yang kering dan tidak enak. Imam bersabda kepadanya:

"Celaka engkau! Aku tidak sepertimu; Allah telah mewajibkan kepada para pemimpin yang adil untuk menyamakan diri mereka dengan rakyat yang lemah dan miskin, agar kemiskinan dan kefakiran tidak menekan orang-orang miskin."[12]

Dalam naskah Subhi Shalih, khotbah ini bernomor 209, tetapi dalam koreksi lain penomorannya berbeda. Misalnya, dalam Syarh Ibnu Abi al-Hadid bernomor 202,[13] dalam Syarh Ibnu Maitsam dan terjemahan Sayid Ali Naqi Faidh al-Islam bernomor 200,[14] dan dalam koreksi Mulla Fathullah Kasyani bernomor 237.[15]

Apakah Khotbah 209 Nahjul Balaghah Berkaitan dengan Ala bin Ziyad?

Khotbah 209 Nahjul Balaghah menyebutkan Ala bin Ziyad sebagai lawan bicara pertama Imam Ali as; namun beberapa sumber yang lebih tua menyebutkan Rabi' bin Ziyad al-Haritsi sebagai lawan bicara Imam.[16] Ibnu Abi al-Hadid juga, karena ketidakpopuleran Ala bin Ziyad, menduga bahwa riwayat ini pada aslinya berkaitan dengan percakapan Imam as dengan Rabi' bin Ziyad yang terluka dan dikunjungi Imam di Basrah.[17] Abdullah Mamaqani juga membenarkan pandangan ini.[18]

Mengingat hal-hal tersebut, sebagian peneliti menduga bahwa lawan bicara pertama Imam Ali as adalah "Rabi' bin Ziyad" dan saudara zuhud yang disebutkan dalam riwayat adalah "Ala bin Ziyad".[19] Sebaliknya, dari tulisan-tulisan Nashir Makarim Syirazi tersirat bahwa lawan bicara Imam dalam khotbah ini adalah Ala bin Ziyad, bukan Rabi' bin Ziyad.[20]

Catatan Kaki

  1. Syarif al-Radhi, Nahj al-Balaghah (Subhi Shalih), Khotbah 209, hlm. 324.
  2. Mahdikhani Sarujehani, "Ta'ammuli darbare-ye A'lam...", hlm. 15.
  3. Ibnu Hibban, Masyahir Ulama al-Amshar, 1411 H, hlm. 146.
  4. Mahdikhani Sarujehani, "Ta'ammuli darbare-ye A'lam...", hlm. 15.
  5. Ibnu Maitsam, Syarh Nahj al-Balaghah, 1404 H, jld. 4, hlm. 16.
  6. Naji, "Bani Harits bin Ka'b", hlm. 374.
  7. Syarif al-Radhi, Nahj al-Balaghah (Subhi Shalih), Khotbah 209, hlm. 324.
  8. Mahdikhani Sarujehani, "Ta'ammuli darbare-ye A'lam...", hlm. 15.
  9. Naji, "Bani Harits bin Ka'b", hlm. 374.
  10. Dinawari, Akhbar al-Thiwal, 1373 HS, hlm. 147; Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 6, hlm. 202.
  11. Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 2, hlm. 488.
  12. Iskafi, Al-Mi'yar wa al-Muwazanah, 1402 H, hlm. 243; Nahj al-Balaghah, Koreksi Subhi Shalih, Khotbah 209, hlm. 324.
  13. Ibnu Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, 1404 H, jld. 11, hlm. 32.
  14. Faidh al-Islam, Tarjamah wa Syarh Nahj al-Balaghah, 1368 HS, jld. 4, hlm. 662; Ibnu Maitsam, Syarh Nahj al-Balaghah, 1404 H, jld. 4, hlm. 16.
  15. Kasyani, Tanbih al-Ghafilin, 1378 HS, jld. 2, hlm. 81.
  16. Kulaini, Ushul al-Kafi, Teheran, jld. 1, hlm. 410; Ibnu Abdi Rabbih, Al-'Iqd al-Farid, Beirut, jld. 2, hlm. 214.
  17. Ibnu Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, 1404 H, jld. 11, hlm. 35-36.
  18. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, Muassasah Alu al-Bait, jld. 27, hlm. 136.
  19. Mahdikhani Sarujehani, "Ta'ammuli darbare-ye A'lam...", hlm. 15.
  20. Makarim Syirazi, Nafahat al-Wilayah, 1426 H, jld. 8, hlm. 85.

Daftar Pustaka

  • Dinawari, Ibnu Qutaibah. Akhbar al-Thiwal. Qom: Mansyurat al-Syarif al-Radhi, 1373 HS.
  • Faidh al-Islam, Ali Naqi. Tarjamah wa Syarh Nahj al-Balaghah. Tanpa tempat, tanpa penerbit, 1368 HS.
  • Ibnu Abdi Rabbih, Ahmad bin Muhammad. Al-'Iqd al-Farid. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Tanpa Tahun.
  • Ibnu Abdil Barr, Yusuf bin Abdullah. Al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ashhab. 1412 H/1992 M.
  • Ibnu Abi al-Hadid. Syarh Nahj al-Balaghah. Maktabah Ayatullah al-Uzhma al-Mar'asyi al-Najafi ra, 1404 H.
  • Ibnu Hibban, Muhammad bin Hibban. Masyahir Ulama al-Amshar wa A'lam Fuqaha al-Aqthar. Tanpa Tempat, Dar al-Wafa li al-Thiba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi', 1411 H.
  • Ibnu Maitsam, Maitsam bin Ali. Syarh Nahj al-Balaghah. Teheran: Daftar-e Nasyr-e al-Kitab, 1404 H.
  • Ibnu Sa'ad, Muhammad. Al-Thabaqat al-Kubra. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1410 H/1990 M.
  • Iskafi, Muhammad bin Abdullah. Al-Mi'yar wa al-Muwazanah fi Fadhail al-Imam Amir al-Mu'minin Ali bin Abi Thalib. Tanpa penerbit, tanpa tempat, 1402 H/1981 M.
  • Kasyani, Fathullah bin Syukrullah. Tanbih al-Ghafilin wa Tadzkirah al-Arifin. Teheran: Payam-e Haq, 1378 HS.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1348–1367 HS/1389 H.
  • Mahdikhani Sarujehani, Sayid Hasan. "Ta'ammuli darbare-ye A'lam-e Khothbeh-ayi az Nahjul Balaghah: Ala bin Ziyad wa Ashim bin Ziyad" (Renungan tentang Tokoh-tokoh Sebuah Khotbah dari Nahjul Balaghah: Ala bin Ziyad dan Ashim bin Ziyad). Tarikh wa Tamaddon-e Eslami (Sejarah dan Peradaban Islam), no. 39, Syahriwar 1401 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Nafahat al-Wilayah. Qom: Madrasah al-Imam Ali bin Abi Thalib as, 1426 H.
  • Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi Ilm al-Rijal. Qom: Muassasah Alu al-Bait li Ihya al-Turats, tanpa tahun.
  • Naji, Mohammad Reza. "Bani Harits bin Ka'b" dalam Daneshnameh-ye Jahan-e Eslam (Ensiklopedia Dunia Islam). Jld. 4. Teheran: Bonyad-e Da'irah al-Ma'arif-e Eslami, 1393 HS.
  • Syarif al-Radhi, Muhammad bin Husain. Nahj al-Balaghah (Subhi Shalih). Qom: Nasyr-e Hejrat, cetakan pertama, 1414 H.