Lompat ke isi

Konsep:Tsiqat Amirul Mukminin

Dari wikishia

Tsiqat Amirul Mukminin (bahasa Arab: ثِقاتُ امیرالمؤمنین) atau Tsiqat 'Asyarah (Sepuluh Orang Terpercaya), adalah sepuluh orang kepercayaan Imam Ali as, yang diundang oleh Imam untuk memberikan kesaksian tentang kebenaran surat beliau, agar jika ada yang meragukan penerbitan surat tersebut, mereka dapat menjawabnya. Surat Imam Ali as kepada orang-orang Syiah ini ditulis dalam situasi setelah Perang Nahrawan dan berisi kritik terhadap perilaku Tiga Khalifah sebelum beliau. Imam as meminta Ubaidullah bin Abi Rafi' untuk membacakan surat tersebut kepada orang-orang di hadapan para saksi ini.

Menurut laporan Sayid Ibnu Thawus (589-664 H) dari Muhammad bin Ya'qub al-Kulaini (wafat 328 H) dalam kitab Al-Rasa'il, setelah kembalinya Imam Ali as dari Perang Nahrawan, orang-orang bertanya tentang pandangan beliau mengenai khalifah-khalifah sebelumnya. Imam merasa sedih dan berkata, "Apa gunanya pertanyaan ini bagi kalian ketika Mesir telah diduduki dan Muawiyah telah membunuh Ibnu Khadij dan Muhammad bin Abu Bakr?"[1] Kemudian beliau memanggil juru tulisnya, Ubaidullah bin Abi Rafi', dan menulis surat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Dalam surat itu, Imam menyinggung kondisi buruk Arab Jahiliyah seperti mengubur anak hidup-hidup, penjarahan harta benda, dan penyembahan berhala sebelum Islam.[2] Imam Ali as selanjutnya membahas masalah-masalah penyimpangan dan peristiwa terkait Tiga Khalifah serta kejadian-kejadian pahit dalam sejarah setelah wafatnya Rasulullah saw, alasan-alasan tidak berdasar, dan penyingkiran Imam dari panggung politik dan kekhalifahan.[3]

Untuk penulisan surat tersebut, Imam as meminta Ubaidullah bin Abi Rafi' untuk menghadirkan sepuluh orang kepercayaan Imam. Ubaidullah meminta Imam as untuk menentukan sendiri sepuluh orang tersebut, dan Imam pun menyebutkan nama-nama mereka.[4] Menurut laporan Sayid Ibnu Thawus, Ubaidullah mengundang sebelas orang.[5] Setelah orang-orang itu berkumpul, Imam berkata kepadanya, "Ambillah surat ini, dan setiap hari Jumat Ubaidullah bin Abi Rafi' harus membacakan surat ini kepada orang-orang, dan kalian jadilah saksinya. Jika ada yang membuat fitnah atau protes, ajaklah dia kepada keadilan berdasarkan Kitabullah di antara kalian dan dia."[6]

Sepuluh orang ini, yang juga disebut Tsiqat 'Asyarah (Sepuluh Terpercaya),[7] adalah:

  1. Ibnu Thawus, Kasyf al-Mahajjah, 1375 HS, hlm. 235.
  2. Ibnu Thawus, Kasyf al-Mahajjah, 1375 HS, hlm. 236-237.
  3. Ibnu Thawus, Kasyf al-Mahajjah, 1375 HS, hlm. 236-237; Muhadditsi, Farhang-e Ghadir, 1387 HS, hlm. 178-179.
  4. Ibnu Thawus, Kasyf al-Mahajjah, 1375 HS, hlm. 236-237.
  5. Ibnu Thawus, Kasyf al-Mahajjah, 1375 HS, hlm. 236.
  6. Ibnu Thawus, Kasyf al-Mahajjah, 1375 HS, hlm. 236-237.
  7. Muhadditsi, Farhang-e Ghadir, 1387 HS, hlm. 178-179.
  8. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 30, hlm. 8.
  9. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 81.
  10. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 30, hlm. 8.
  11. Faidh Kasyani, Nawadir al-Akhbar, 1371 HS, hlm. 193.
  12. Ibnu Thawus, Kasyf al-Mahajjah, 1375 HS, hlm. 236.

Catatan Kaki

Daftar Pustaka

  • Faidh Kasyani, Muhammad Muhsin. Nawadir al-Akhbar fima Yata'allaqu bi Ushul al-Din. Peneliti dan Penyunting: Mahdi Anshari Qomi. Teheran, Muassasah Muthala'at va Tahqiqat-e Farhangi, Cetakan pertama, 1371 HS.
  • Ibnu Thawus, Ali bin Musa. Kasyf al-Mahajjah li Tsamarah al-Muhjah. Peneliti dan Penyunting: Muhammad Hassun. Qom, Bustan-e Ketab, Cetakan kedua, 1375 HS.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li Durar Akhbar al-A'immah al-Athhar. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Cetakan kedua, 1403 H.
  • Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi 'Ilm al-Rijal. Peneliti: Muhyiddin Mamaqani dan Muhammad Ridha Mamaqani. Qom, Muassasah Al al-Bait (as) li Ihya al-Turats, Cetakan pertama, 1431 H.
  • Muhadditsi, Jawad. Farhang-e Ghadir. Qom, Ma'ruf, Cetakan ketiga, 1387 HS.

Templat:Sahabat Imam Ali as