Konsep:Penunjuk Kiblat

Penunjuk Kiblat adalah alat untuk menentukan arah Kiblat. Berdasarkan fatwa mayoritas pakar fikih Syiah, penggunaan penunjuk kiblat untuk menentukan arah kiblat hukumnya adalah boleh jika memberikan keyakinan (ithminan) atau dugaan kuat (dhann). Beberapa pakar fikih Syiah menganggap dugaan yang dihasilkan dari penunjuk kiblat lebih kuat daripada cara-cara penentuan kiblat lainnya. Dalam penunjuk kiblat, setelah menentukan arah mata angin utama, perbedaan antara salah satu arah utama dengan posisi Mekah dihitung sehingga arah kiblat dapat diketahui. Pada kebanyakan penunjuk kiblat, kompas digunakan untuk menentukan arah mata angin utama.
Hossein-Ali Razmara (w. 1986]]), seorang pembuat peta, pada 1952 menghadirkan sebuah penunjuk kiblat yang menambah akurasi penentuan kiblat dan disetujui oleh Sayid Husain Tabataba'i Borujerdi, marja taklid Syiah. Kompas daring, sistem penentuan posisi global (GPS), dan formula Azimut Robbins telah meningkatkan keakuratan deteksi kiblat.
Terminologi
Penunjuk kiblat adalah alat yang memiliki jarum logam[2] yang dengannya arah Mekah[3] dan Kiblat ditentukan.[4] Dehkhoda (w. 1955), ahli leksikografi, mencantumkan tiga cara pelafalan untuk kata ini: Qibla-nama (dengan vokal a, u, atau i pada huruf n).[5]
Penunjuk kiblat dianggap sebagai salah satu dari judul masalah-masalah kontemporer yang dibahas dalam bagian shalah serta istifta'at.[6] Alat ini dalam kitab-kitab fikih berbahasa Arab disebut dengan istilah baushalah al-qiblah.[7]
Sejarah

Tidak ada sejarah pasti mengenai penemuan penunjuk kiblat pertama; meskipun demikian, sebuah mangkuk tanah liat disimpan di museum Damaskus yang dibuat pada abad ke-9/15 M dan merupakan alat untuk menemukan kiblat.[9][10] Menurut Rasul Jafarian, peneliti sejarah, penunjuk-penunjuk kiblat sudah populer di Iran pada abad ke-12/18 M, bersamaan dengan periode Safawiyah.[11]
Umat Muslim sebelum penemuan kompas (menurut sebuah riwayat pada abad ke-8/14 M),[12] menggunakan lingkaran India (Dairah Hindi)Templat:Refn untuk menemukan arah-arah utama. Mereka menghitung penyimpangan antara arah selatan dan Mekah dan dengan cara ini mendapatkan arah kiblat.[13] Umat Muslim setelah penemuan kompas, menggunakan kompas sebagai ganti lingkaran India untuk menemukan arah selatan.[14] Nama-nama kota dicantumkan di permukaan kompas sesuai dengan tingkat penyimpangannya, dan ketika jarum kompas menunjukkan arah selatan, arah kiblat kota yang dimaksud dapat diperoleh berdasarkan nama kota tersebut.[15]
Setelah beberapa lama, ditemukan bahwa arah yang ditunjukkan oleh jarum kompas memiliki penyimpangan terhadap dua kutub geografis (deklinasi magnetik); hal ini menyebabkan arah kiblat yang diperoleh dengan kompas tidak akurat.[16] Hossein-Ali Razmara, pembuat peta asal Iran, pada 1952 menghadirkan sebuah penunjuk kiblat yang di dalamnya deklinasi magnetik[17] terhadap seribu lokasi[18] telah diperhitungkan.[19]
Pada kompas digital juga digunakan medan magnet bumi; namun deklinasi magnetik dihapus secara perangkat lunak; oleh karena itu penentuan arahnya dianggap lebih akurat.[20] Pada kompas daring (online), garis lintang dan garis bujur lokasi dideteksi oleh sistem penentuan posisi global (GPS) dan arah kiblat ditentukan dengan algoritma perhitungan daring.[21] Sistem penentuan posisi global (GPS) dianggap sebagai salah satu cara penentuan arah terbaik.[22] Berdasarkan sebuah tindakan di Kementerian Pertahanan Iran, untuk menentukan arah kiblat, alih-alih metode perhitungan deklinasi magnetik, digunakan formula Azimut Robbins yang dikatakan lebih akurat dan lebih cepat daripada metode perhitungan deklinasi magnetik.[23]
Hukum Penunjuk Kiblat

Menurut fatwa Sayid Abul Qasim al-Khoei[25] dan Sayid Muhammad Sa'id al-Hakim (lahir 1354/1935-36),[26] dari marja taklid Syiah, jika diperoleh keyakinan atas kebenaran perhitungan penunjuk kiblat, maka beramal sesuai dengannya hukumnya adalah boleh. Juga menurut fatwa Mirza Javad Tabrizi, jika dari penunjuk kiblat dihasilkan dugaan (dhann) terhadap arah kiblat, maka beramal sesuai dengannya diperbolehkan.[27]
Menurut fatwa Imam Khomeini dan Sayid Ali Khamenei, selama terdapat penunjuk kiblat yang dengannya diperoleh keyakinan terhadap arah kiblat, maka bersandar pada mihrab masjid dan kuburan kaum Muslim untuk menentukan arah kiblat memiliki keraguan (iskyal).[28] Nashir Makarem Shirazi menganggap dugaan yang dihasilkan dari penunjuk kiblat -jika dalam kondisi baik- lebih akurat daripada cara-cara penentuan kiblat lainnya.[29] Mohammad Fadhil Lankarani menganggap dugaan yang dihasilkan dari penunjuk kiblat lebih kuat daripada dugaan yang dihasilkan dari perkataan pemilik rumah, dan atas dasar ini, menurut fatwanya, selama ada penunjuk kiblat tidak boleh mencukupkan diri dengan perkataan pemilik rumah.[30]
Penunjuk Kiblat Razmara

Hossein-Ali Razmara, pembuat peta dan kepala divisi geografis tentara Pahlavi di Iran, pada 1952, menghadirkan sebuah penunjuk kiblat yang dikenal sebagai penunjuk kiblat Razmara.[31] Ia dalam penunjuk kiblat ini memperhitungkan deklinasi kutub magnetik dengan kutub geografis sesuai dengan masanya,[32] di hampir seribu lokasi.[33] Allamah Tabataba'i, mufasir dan filsuf Syiah, menganggap penunjuk kiblat ini mendekati penentuan kiblat yang benar.[34] Dikatakan bahwa penunjuk kiblat Razmara telah disetujui oleh Sayid Husain Tabataba'i Borujerdi, marja taklid Syiah[35] dan Sayid Hibatuddin Syahristani, pakar fikih dan astronom Syiah.[36]
Menurut Hassan Hasanzadeh Amoli, filsuf dan astronom Syiah, penyimpangan antara kutub magnetik dan kutub geografis dalam penunjuk kiblat Razmara telah diperhatikan dengan benar; meskipun demikian, sifat deklinasi magnetik tidaklah tetap dan memiliki perubahan tahunan bahkan harian; oleh karena itu perlu bagi penunjuk kiblat untuk diperbarui setiap beberapa tahun sekali.[37]
Lihat Juga
Catatan Kaki
- ↑ "An unusual qibla-indicator by the master craftsman of late 17th-century Isfahan, Abd al-A’imma", sothby's.
- ↑ Dehkhoda, Loghatnameh Dehkhoda, di bawah kata Qibla-nama.
- ↑ Nazhim al-Athibba, Farhang-e Nafisi, di bawah kata Qibla-nama.
- ↑ Dehkhoda, Loghatnameh Dehkhoda, di bawah kata Qibla-nama.
- ↑ Dehkhoda, Loghatnameh Dehkhoda, di bawah kata Qibla-nama.
- ↑ Muassasah Da'irah al-Ma'arif Fiqh Eslami, Farhang-e Fiqh (Kamus Fikih), 1382 HS, hlm. 448.
- ↑ Khamenei, Ajwibah al-Istifta'at, 1419 H, jld. 1, hlm. 112.
- ↑ Zamani, "Kaseh-ye Lo'abdari-ye Qibla-nama", hlm. 53-54.
- ↑ Zamani, "Kaseh-ye Lo'abdari-ye Qibla-nama", hlm. 53-54.
- ↑ Untuk menentukan arah kiblat, wadah tersebut harus diisi air dan jarum magnet diapungkan di atasnya hingga arah mata angin utama diketahui dan arah kiblat ditentukan. Permukaan dalam penunjuk kiblat ini dibagi menjadi 40 bagian di mana setiap bagian menunjukkan sebuah kota. Kebanyakan kota tersebut adalah tempat-tempat religius Syiah seperti Kufah, Najaf, dan Masyhad.
- ↑ Jafarian, "So'al az Hokm-e Estefadeh az Qibla-nama-ye Dastsakht dar Dowreh-ye Safavi", Kantor Berita Khabar Online.
- ↑ Hasanzadeh Amoli, "Qotb-nama wa Qibla-nama...", 1372 HS, hlm. 88.
- ↑ Allamah Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 1, hlm. 335. Lihat juga Javadi Najafi, "Dairah-ye Hindi wa Karbord-e an", hlm. 85.
- ↑ Allamah Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 1, hlm. 335.
- ↑ Zamani, "Kaseh-ye Lo'abdari-ye Qibla-nama", hlm. 53-54.
- ↑ Hasanzadeh Amoli, "Qotb-nama wa Qibla-nama...", hlm. 88; Allamah Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 1, hlm. 335.
- ↑ Hasanzadeh Amoli, "Qotb-nama wa Qibla-nama...", hlm. 95.
- ↑ Allamah Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 1, hlm. 337-338.
- ↑ Hasanzadeh Amoli, "Qotb-nama wa Qibla-nama...", hlm. 95.
- ↑ Golestanfar, "Qotb-nama-ye Digitali", hlm. 49.
- ↑ "Ta'yin-e Jahat-e Qibla", Situs Jam dan Kalender Harian Iran.
- ↑ Golestanfar, "Qotb-nama-ye Digitali", hlm. 45.
- ↑ "Ta'yin-e Daqiq-e Qibla dar Sazman-e Joghrafiya'i-ye Vezarat-e Defa' Anjam Syod", Kantor Berita IQNA.
- ↑ Musawi, "Jam-e Giti-nama: Yek Qibla-nama-ye Mota'akhir-e Irani", 1393 HS, hlm. 35.
- ↑ Khoei, Sirath al-Najat fi Ajwibah al-Istifta'at, 1374 HS, jld. 1, hlm. 88.
- ↑ Hakim, Mursyid al-Mughtarib, 1431 H, hlm. 190.
- ↑ Khoei, Sirath al-Najat fi Ajwibah al-Istifta'at, 1374 HS, jld. 1, hlm. 88.
- ↑ Imam Khomeini, Taudhih al-Masail (Imam wa Maraji'), 1381 HS, jld. 1, hlm. 441; Khamenei, Ajwibah al-Istifta'at, 1419 H, jld. 1, hlm. 112.
- ↑ Makarem Shirazi, Risalah Taudhih al-Masail, 1424 H, hlm. 133; lihat juga Makarem Shirazi, Al-'Urwah al-Wutsqa ma'a Ta'liqat, 1428 H, jld. 1, hlm. 442.
- ↑ Lankarani, Jami' al-Masail, 1425 H, hlm. 70.
- ↑ Hasanzadeh Amoli, "Qotb-nama wa Qibla-nama...", hlm. 95.
- ↑ Hasanzadeh Amoli, "Qotb-nama wa Qibla-nama...", hlm. 95.
- ↑ Allamah Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 1, hlm. 337-338.
- ↑ Allamah Tabataba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 1, hlm. 337-338.
- ↑ Musawi Tabrizi, Khaterat-e Ayatullah Sayyid Hossein Musawi Tabrizi (Catatan Kenangan Ayatullah Sayid Husain Musawi Tabrizi - Buku Pertama), 1387 HS, hlm. 40.
- ↑ "Nameh-ye Sayyid Hebatuddin Syahrestani be Sartip Razmara babat-e Sakhtan-e Qibla-nama", Kanal Telegram Perpustakaan Sejarah Islam dan Iran.
- ↑ Hasanzadeh Amoli, "Qotb-nama wa Qibla-nama...", hlm. 95.
Daftar Pustaka
- "Ta'yin-e Daqiq-e Qibla dar Sazman-e Joghrafiya'i-ye Vezarat-e Defa' Anjam Syod", Kantor Berita Internasional Al-Qur'an (IQNA), tanggal pemuatan materi: 27 Azar 1386, tanggal kunjungan: 29 Syahrivar 1399 HS.
- "Nameh-ye Sayyid Hebatuddin Syahrestani be Sartip Razmara babat-e Sakhtan-e Qibla-nama", Kanal Telegram Perpustakaan Sejarah Islam dan Iran, tanggal pemuatan materi: 23 Januari 2020, tanggal kunjungan: 15 Aban 1399 HS.
- "Ta'yin-e Jahat-e Qibla", Situs Jam dan Kalender Harian Iran, tanggal kunjungan: 29 Syahrivar 1399 HS.
- Allamah Tabataba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Matbu'at, 1390 H.
- Fadhil Lankarani, Mohammad. Jami' al-Masail. Qom, Penerbit Amin, 1425 H.
- Golestanfar, Mona. "Qotb-nama-ye Digitali". Dalam Keempat Konferensi Mahasiswa Teknik Elektro Iran, Tehran, 1380 HS.
- Hakim, Muhammad Sa'id. Mursyid al-Mughtarib. Qom, Dar al-Hilal, 1431 H.
- Hasanzadeh Amoli, Hassan. "Qotb-nama wa Qibla-nama dar Farq-e Qotb-e Joghrafiya'i wa Qotb-e Maghnatisi-ye Zamin...". Dalam Fasynamah Mirats-e Javidan, Qom, Organisasi Wakaf dan Urusan Amal, tahun pertama, nomor 2, musim panas 1372 HS.
- Imam Khomeini, Sayid Ruhullah dkk. Taudhih al-Masail (Imam wa Maraji'). Pengumpul: Ehsan Ushuli. Qom, Jami'ah Modarresin Hauzah Ilmiah Qom, Daftar Entesharat-e Eslami, 1381 HS.
- Jafarian, Rasul. "So'al az Hokm-e Estefadeh az Qibla-nama-ye Dastsakht dar Dowreh-ye Safavi". Kantor Berita Khabar Online, tanggal pemuatan materi: 30 Mehr 1395, tanggal kunjungan: 27 Ordibehesyt 1399 HS.
- Javadi Najafi, Sayid Mohammad Akbar. "Dairah-ye Hindi wa Karbord-e an". Dalam Fasynamah Misykat, Masyhad, Bonyad-e Pejuhesyhaye Eslami Astan Quds Razavi, nomor 15, musim panas 1366 HS.
- Khamenei, Sayid Ali. Ajwibah al-Istifta'at. Kuwait, Dar al-Naba, 1419 H.
- Khoei, Sayid Abul Qasim. Sirath al-Najat fi Ajwibah al-Istifta'at. Anotasi Mirza Javad Tabrizi. Qom, Bargozideh, 1374 HS.
- Makarem Shirazi, Nashir. Al-'Urwah al-Wutsqa ma'a Ta'liqat. Qom, Madrasah al-Imam Ali bin Abi Thalib (as), 1428 H.
- Makarem Shirazi, Nashir. Risalah Taudhih al-Masail. Qom, Madrasah al-Imam Ali bin Abi Thalib, 1424 H.
- Musawi Tabrizi, Hossein. Khaterat-e Ayatullah Sayyid Hossein Musawi Tabrizi (Buku Pertama). Tehran, Muassasah Tanzim wa Nasyr-e Asar-e Imam Khomeini, 1387 HS.
- Musawi, Razieh. "Jam-e Giti-nama: Yek Qibla-nama-ye Mota'akhir-e Irani". Dalam Majalah Tarikh-e Elm, Tehran, Pejuhesykadeh Tarikh-e Elm Danesy-gah Tehran, periode 12, nomor 1, nomor berturut-turut 16, musim semi dan musim panas 1393 HS.
- Muassasah Da'irah al-Ma'arif Fiqh Eslami. Farhang-e Fiqh (Kamus Fikih) menurut Mazhab Ahlulbait (as). Di bawah pengawasan: Sayid Mahmoud Hashemi Shahroudi. Qom, Muassasah Da'irah al-Ma'arif Fiqh Eslami, 1382 HS.
- Nazhim al-Athibba, Ali-akbar (Nafisi). Farhang-e Nafisi. Tanpa tempat, Toko Buku Khayyam, cetakan offset Marvi, 1355 HS.
- Zamani, Maryam. "Kaseh-ye Lo'abdari-ye Qibla-nama". Dalam Fasynamah Mirats-e Elmi-ye Eslam wa Iran, Tehran, Markaz-e Pejuhesyi Mirats-e Maktub, tahun kedua, nomor kedua (berturut-turut 4), musim gugur dan musim dingin 1392 HS.