Konsep:Ayat Tahrim
Tampilan
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Ayat | Ayat 90 Surah Al-Ma'idah • Ayat 1 Surah At-Tahrim • Ayat 23 Surah An-Nisa |
| Informasi Konten | |
| Tentang | Pengharaman khamr, pernikahan dengan Mahram, pengharaman apa yang dihalalkan Allah atas diri sendiri, pengharaman Riba |
Ayat Tahrim atau Ayat-ayat Tahrim, adalah sebuah gelar yang digunakan dalam tafsir-tafsir Syiah maupun Ahlusunnah mengenai beberapa Ayat.
- Ayat 90 Surah Al-Ma'idah: Gelar Ayat Tahrim dalam sebagian tafsir dan juga riwayat, telah digunakan untuk merujuk pada ayat 90 Surah Al-Ma'idah.[1] Menurut pernyataan Makarim Syirazi, ayat ini secara definitif memerintahkan keharaman meminum khamr[2] dan memerintahkan kaum Muslimin untuk menjauhinya.[3] Allamah Thabathabai juga di bawah Ayat 67 Surah An-Nahl, telah menyebut Ayat 90 Surah Al-Ma'idah sebagai Ayat Tahrim.[4] Selain itu, berdasarkan sebuah riwayat dalam Ushul al-Kafi, Imam Ali as menggunakan gelar Ayat Tahrim untuk merujuk pada ayat ini, ketika Khalifah Pertama mengalami kebingungan dalam menjatuhkan hukuman had minum khamr kepada seorang pria yang mengaku tidak mengetahui keharaman meminum khamr.[5]
- Ayat 23 Surah An-Nisa: Dalam beberapa kitab tafsir dan riwayat[6] ayat ini dinamai dengan Ayat Tahrim.[7] Dalam ayat ini, diperkenalkan tujuh golongan wanita yang Haram dinikahi karena hubungan nasab (darah), dua golongan karena hubungan persusuan, dan empat golongan karena pernikahan atau hubungan sababi.[8]
- Ayat 1 Surah At-Tahrim: Dalam sebagian kitab tafsir[9] dan riwayat[10] telah menggunakan gelar Ayat Tahrim untuk merujuk pada ayat pertama Surah At-Tahrim. Demikian pula dalam ayat ini, Tuhan menegur Nabi saw dikarenakan beliau mengharamkan sebagian hal yang halal atas dirinya demi mencari keridaan istri-istrinya.[11]
- Ayat-ayat lainnya pun telah dinamai dengan istilah Ayat Tahrim oleh para mufasir, seperti: Riba,[12] menikahi lebih dari empat wanita,[13] menikahi dua bersaudara,[14] pernikahan kembali Nabi saw setelah sembilan istri,[15] melarikan diri dari perang,[16] memakan bangkai (maitah),[17] berburu saat Haji,[18] dan Zina.[19]
Catatan Kaki
- ↑ Ayyasyi, Tafsir al-Ayyasyi, 1380 H, jld. 2, hal. 263; Khoei, Al-Bayan fi 'Ulum wa Masail al-Kulli al-Qur'an, 1382 HS, hal. 474; Syah Abdul Azimi, Tafsir Itsna 'Asyari, 1363 HS, jld. 3, hal. 177.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 5, hal. 70.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 5, hal. 72.
- ↑ Thabathabai, Al-Mizan, 1390 H, jld. 12, hal. 290-291.
- ↑ Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jld. 7, hal. 216-217.
- ↑ Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridla, 1378 H, jld. 1, 239.
- ↑ Khorasani, "Ayat-e Nam-dar", hal. 377.
- ↑ Khorasani, "Ayat-e Nam-dar", hal. 377.
- ↑ Amili, Tafsir Surah Hal Ata, 1424 H, jld. 1, hal. 147; Jurjani, Jala' al-Adzhan wa Jala' al-Ahzan, 1378 H, jld. 11, hal. 84.
- ↑ Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 17, hal. 76.
- ↑ Thabathabai, Al-Mizan, 1390 H, jld. 19, hal. 329-330.
- ↑ Abu Zahrah, Zahrat al-Tafasir, Beirut, jld. 3, hal. 1408.
- ↑ Balaghi, Hujjat al-Tafasir, 1386 H, jld. 2, hal. 121.
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1369 HS, jld. 4, hal. 48; Khosrawani, Tafsir Khosrawi, 1390 H, jld. 2, hal. 175.
- ↑ Balaghi, Hujjat al-Tafasir, 1386 H, jld. 5, hal. 213.
- ↑ Thabathabai, Al-Mizan, 1390 H, jld. 9, hal. 221.
- ↑ Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, 1314 H, jld. 6, hal. 149; Jasshas, Ahkam al-Qur'an, 1405 H, jld. 1, hal. 132.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 3, hal. 379.
- ↑ Shadeqi Tehrani, al-Furqan, 1406 H, jld. 21, hal. 264; Esykewari, Tafsir Syarif Lahiji, 1373 HS, jld. 3, hal. 286.
Daftar Pustaka
- Abu Zahrah, Muhammad. Zahrat al-Tafasir. Beirut: Dar al-Fikr, tanpa tahun.
- Esykewari, Muhammad bin Ali. Tafsir Syarif Lahiji. Teheran: Nasyr-e Dad, 1373 HS.
- Balaghi, Abdul Hujjah. Hujjat al-Tafasir wa Balagh al-Iksir. Qom: Nasyr-e Hikmat, 1386 H.
- Jurjani, Husain bin Hasan. Jala' al-Adzhan wa Jala' al-Ahzan. Teheran: Universitas Teheran, 1378 H.
- Jasshas, Ahmad bin Ali. Ahkam al-Qur'an. Beirut: Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1405 H.
- Khorasani, Ali. "Ayat-e Nam-dar". Dalam Dairat al-Ma'arif-e Qur'an-e Karim. Qom: Bustan-e Ketab, 1382 HS.
- Khosrawani, Alireza. Tafsir Khosrawi. Teheran: Kitabforousyi Islamiyah, 1390 H.
- Khoei, Sayid Abul Qasim. al-Bayan fi 'Ulum wa Masail al-Kulli al-Qur'an. Terjemahan: Hashem Hashem-zadeh Herisi dan Mohammad Sadiq Najmi. Teheran: Sazman-e Chap wa Entesyarat Wezarat-e Farhang wa Ersyad-e Eslami, 1382 HS.
- Syah Abdul Azimi, Husain. Tafsir Itsna 'Asyari. Teheran: Nasyr-e Miqat, 1363 HS.
- Shadeqi Tehrani, Mohammad. al-Furqan fi Tafsir al-Qur'an. Qom: Farhang-e Eslami, 1406 H.
- Shaduq, Muhammad bin Ali. Uyun Akhbar al-Ridla 'alaihis salam. Riset: Mehdi Lajevardi. Teheran: Nasyr-e Jahan, 1378 H.
- Thabathabai, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut: Muassasah al-A'lami li al-Mathbu'at, 1390 H.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan. Teheran: Nasir Khosrow, 1372 HS.
- Thayyib, Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran: Penerbit Islam, 1369 HS.
- Amili, Ja'far Murtadha. Tafsir Surah Hal Ata. Beirut: al-Markaz al-Islami li al-Dirasat, 1424 H.
- Ayyasyi, Muhammad bin Mas'ud. Tafsir al-Ayyasyi. Teheran: al-Mathba'ah al-Ilmiyyah, 1380 H.
- Kasyani, Fathullah. Manhaj al-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin. Teheran: Kitabforousyi Islamiyah, 1314 H.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. al-Kafi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut: Dar Ihya at-Turats al-Arabi, 1403 H.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.