Lompat ke isi

Konsep:Ja'dah bin Hubayrah

Dari wikishia
Ja'dah bin Hubayrah



Templat:جعبه اطلاعات یار امام (ع)

Ja'dah bin Hubayrah Makhzumi adalah keponakan Imam Ali (as) dan termasuk salah satu sahabat khusus serta terpercaya beliau. Ia disebut sebagai salah satu pembawa bendera awal Syiah. Ia adalah putra Umm Hani, salah satu perawi dan sahabat Nabi (saw) sekaligus saudari Imam Ali (as). Ia berpartisipasi dalam semua peperangan Imam Ali (as). Perdebatan Ja'dah dengan Utbah bin Abi Sufyan di Perang Siffin mengenai kebenaran Imam Ali (as), membuat Najasyi dan Al-A'war al-Syanni (wafat 50 H) menggubah syair-syair pujian untuk Ja'dah.
Imam Ali (as) setelah Perang Siffin, mengangkat Ja'dah sebagai gubernur Khorasan. Ia tinggal selama satu tahun di Khorasan dan karena perilakunya yang baik, penduduk wilayah tersebut masuk Islam dan menaruh kecintaan kepada Imam Ali (as).
Ja'dah termasuk pecinta Imam Husain (as). Setelah kesyahidan Imam Hasan (as), Ja'dah bersama para pengikut Syiah lainnya mengundang Imam Husain (as) untuk bangkit melakukan perlawanan, namun Imam (as) tidak menerimanya karena adanya perjanjian dengan Muawiyah.

Pengenalan

Ja'dah bin Hubayrah Makhzumi adalah seorang Quraisy dari kabilah Makhzum[1] yang lahir pada masa Rasulullah (saw).[2] Ayahnya, Hubayrah bin Abi Wahb melarikan diri ke Najran pada hari Penaklukan Mekah dan meninggal dalam keadaan kekafiran.[3] Ibunya bernama Fakhtah dengan kunyah Umm Hani, yang merupakan putri Abu Thalib dan saudari Imam Ali (as).[4]
Terdapat perbedaan pendapat mengenai statusnya sebagai sahabi;[5] Syekh Thusi tidak menganggapnya sebagai sahabat;[6] namun Ibn Abi al-Hadid menganggapnya sebagai sahabat yang mendapati masa Rasulullah (saw) pada hari penaklukan Mekah.[7] Ibn Hajar al-Asqalani juga menukil riwayat-riwayat darinya dari Rasulullah (saw).[8] Sebagian juga menganggapnya termasuk bagian dari Tabiin.[9]
Ja'dah menikah dengan Umm al-Hasan, putri Imam Ali (as)[10] dan wafat pada masa kekhalifahan Muawiyah.[11]

Masa Imam Ali (as)

Ja'dah termasuk dalam sahabat khusus dan terpercaya Imam Ali (as)[12] serta termasuk dari kalangan fukaha[13] dan pembawa bendera awal tasyayu'.[14] Menurut sebuah penukilan dari Imam Shadiq (as), 13 kabilah dari Quraisy menjalin hubungan dengan Muawiyah dan hanya Ja'dah bersama 4 orang lainnya dari Quraisy yang menyertai Imam Ali (as).[15] Ja'dah tinggal di Kufah.[16] Imam Ali (as) pun sekembalinya dari Perang Siffin singgah di rumahnya.[17]
Mohammad Hadi Amini Najafi meyakini bahwa setelah Imam Ali (as) terpukul (terluka), ia (Ja'dah) mengimami Salat Subuh secara berjamaah.[18] Imam Ali (as) berwasiat kepada putranya Imam Hasan (as) agar menggali liang makam di rumah Ja'dah juga guna merahasiakan keberadaan makam beliau yang sebenarnya.[19]
Ja'dah adalah seorang penunggang kuda yang pemberani[20] dan berpartisipasi dalam semua Peperangan Imam Ali (as).[21] Alasan kerja kerasnya yang luar biasa adalah karena ia meyakini kedudukan luhur Imam (as).[22] Pada Perang Siffin, Ja'dah berdialog dan berdebat dengan Utbah bin Abi Sufyan dari pasukan Muawiyah mengenai kebenaran Imam Ali (as), namun Utbah mulai mencaci maki Ja'dah.[23] Menyusul hal tersebut, Qais bin Amru bin Malik (Najasyi), penyair sekaligus dari sahabat Imam Ali (as)[24] dan Al-A'war al-Syanni (wafat 50 H)[25] menggubah syair-syair untuk memuji Ja'dah.
Laporan sejarah menunjukkan bahwa Imam Ali (as) setelah Perang Siffin mengangkat Ja'dah sebagai penguasa Khorasan, namun penduduk setempat tidak menerimanya dan Ja'dah kembali ke hadapan Imam Ali (as).[26] Meskipun sebagian meyakini Ja'dah menetap selama satu tahun di Khorasan[27] dan dikarenakan perilakunya yang baik, penduduk wilayah tersebut masuk Islam dan menaruh cinta kepada Imam Ali (as).[28]

Ajakan Putra-putra Ja'dah kepada Imam Husain untuk Bangkit

Berdasarkan laporan al-Baladzuri dalam Ansab al-Asyraf, anak-anak Ja'dah setelah kesyahidan Imam Hasan (as) mengumpulkan para pengikut Syiah di rumah Sulaiman bin Shurad al-Khuzai dan menyusun surat belasungkawa atas nama warga Kufah kepada Imam Husain (as). Dalam surat tersebut, mereka mengundang Imam Husain (as) untuk memegang kepemimpinan kaum Syiah, namun Imam (as) tidak menerimanya berdasarkan poin-poin dalam perdamaian Imam Hasan (as) dengan Muawiyah.[29] Berdasarkan laporan yang dinukil Syekh Mufid dari para sejarawan, para pengikut Syiah dalam surat tersebut telah membicarakan mengenai penggulingan Muawiyah dan pemberian Baiat kepada Imam (as).[30]

Catatan Kaki

  1. Ibn Abd al-Barr, al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ashab, 1412 H, jld. 1, hlm. 240.
  2. Syekh Thusi, Rijal, 1427 H, hlm. 33.
  3. Ibn Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, 1404 H, jld. 10, hlm. 78.
  4. Syekh Thusi, Rijal, 1427 H, hlm. 59-60.
  5. Ibn Hajar al-Asqalani, al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, 1415 H, jld. 1, hlm. 628.
  6. Syekh Thusi, Rijal, 1427 H, hlm. 33.
  7. Ibn Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, 1404 H, jld. 10, hlm. 77.
  8. Ibn Hajar al-Asqalani, al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, 1415 H, jld. 1, hlm. 629; Kassi, al-Muntakhab min Musnad Abd bin Humayd, 1423 H, jld. 1, hlm. 311.
  9. Ataradi, Musnad al-Imam al-Syahid Abi Abdillah al-Husain bin Ali (as), 1376 HS, jld. 3, hlm. 339.
  10. Ibn Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, 1418 H, jld. 11, hlm. 177.
  11. Ibn Hajar al-Asqalani, al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, 1415 H, jld. 1, hlm. 629.
  12. Ataradi, Musnad al-Imam al-Syahid Abi Abdillah al-Husain bin Ali (as), 1376 HS, jld. 3, hlm. 339.
  13. Ataradi, Musnad al-Imam al-Syahid Abi Abdillah al-Husain bin Ali (as), 1376 HS, jld. 3, hlm. 339; Amini, Ashab Amirul Mu'minin (as) wa al-Ruwat 'Anhu, 1412 H, jld. 1, hlm. 111.
  14. Wa'ili, Huwiyat-e Tasyayu', 1380 HS, jld. 31, hlm. 249.
  15. al-Kasysyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1409 H, hlm. 63.
  16. Amini, Ashab Amirul Mu'minin (as) wa al-Ruwat 'Anhu, 1412 H, jld. 1, hlm. 111.
  17. Nashr bin Muzahim, Waq'at Siffin, 1404 H, hlm. 5.
  18. Amini, Ashab Amirul Mu'minin (as) wa al-Ruwat 'Anhu, 1412 H, jld. 1, hlm. 111.
  19. Ibn Thawus, Farhah al-Ghari, Qom, hlm. 32.
  20. Amini, Ashab Amirul Mu'minin (as) wa al-Ruwat 'Anhu, 1412 H, jld. 1, hlm. 111.
  21. Syarif al-Qurasyi, Mausu'ah al-Imam Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib (as), 1423 H, jld. 11, hlm. 78.
  22. al-Kasysyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1409 H, hlm. 63; al-Maghribi, Syarh al-Akhbar fi Fadha'il al-Aimmah al-Ath-har (as), 1409 H, jld. 3, hlm. 244.
  23. Nashr bin Muzahim, Waq'at Siffin, 1404 H, hlm. 463-464.
  24. Nashr bin Muzahim, Waq'at Siffin, 1404 H, hlm. 465.
  25. Nashr bin Muzahim, Waq'at Siffin, 1404 H, hlm. 465-466.
  26. Ibn al-Atsir al-Jazari, al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 326; Ibn al-Jauzi, al-Muntadzam, 1412 H, jld. 5, hlm. 129.
  27. Shahidi, Zandagani-ye Ali bin al-Husain (as), 1380 HS, hlm. 21.
  28. Nashiri Davoodi, Tasyayu' dar Khorasan, 1378 HS, jld. 46, hlm. 280.
  29. al-Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1394 H, jld. 3, hlm. 151.
  30. al-Mufid, al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 32.

Daftar Pustaka

  • Ibn Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, riset dan koreksi: Mohammad Abul Fadhl Ibrahim, Qom, Maktabah Ayatullah al-Mar'asyi al-Najafi, cetakan pertama, 1404 H.
  • Ibn al-Atsir al-Jazari, Ali bin Muhammad, al-Kamil fi al-Tarikh, Beirut, Dar Sader, 1385 H.
  • Ibn al-Jauzi, Abdurrahman bin Ali, al-Muntadzam, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1412 H.
  • Ibn Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali, al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, riset: Adil Ahmad Abd al-Maujud, Ali Muhammad Mu'awwadh, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1415 H.
  • Ibn Sa'ad Katib al-Waqidi, Muhammad bin Sa'ad, al-Thabaqat al-Kubra, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan kedua, 1418 H.
  • Ibn Thawus, Abdul Karim bin Ahmad, Farhah al-Ghari fi Ta'yin Qabr Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib (as) fi al-Najaf, Qom, Mansyurat al-Radhi, cetakan pertama, tanpa tahun.
  • Ibn Abd al-Barr, Yusuf bin Abdullah, al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ashab, riset: Ali Muhammad Bijawi, Beirut, Dar al-Jil, cetakan pertama, 1412 H.
  • Esytehardi, Mohammad Mohammadi, Sirat-e Payambar-e A'zham wa Mehraban, Qom, Naser, cetakan pertama, 1385 HS.
  • Amini, Mohammad Hadi, Ashab Amirul Mu'minin (as) wa al-Ruwat 'Anhu, Beirut, Dar al-Kitab al-Islami, cetakan pertama, 1412 H.
  • Bahrani, Sayyid Hashim, Hilyah al-Abrar fi Ahwal Muhammad wa Alihi al-Ath-har (as), Qom, Muasasah al-Ma'arif al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1411 H.
  • Hejazi, Fakhruddin, Zandagani-ye Hasan bin Ali (as), Teheran, Ba'tsat, 1352 HS.
  • Syarif al-Qurasyi, Baqir, Mausu'ah al-Imam Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib (as), Muasasah al-Kautsar, cetakan pertama, 1423 H.
  • Shahidi, Sayyid Ja'far, Zandagani-ye Ali bin al-Husain (as), Teheran, Daftar-e Nasyr-e Farhang-e Eslami, cetakan kesepuluh, 1380 HS.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan, Rijal, riset dan koreksi: Javad Qayyumi Isfahani, Qom, Kantor Penerbitan Islami, cetakan ketiga, 1427 H.
  • Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad, al-Irsyad fi Ma'rifah Hujajillah 'ala al-Ibad, koreksi Muasasah Alu al-Bait alaihissalam, Kongres Syekh Mufid, Qom, 1413 H.
  • Ataradi, Azizullah, Musnad al-Imam al-Syahid Abi Abdillah al-Husain bin Ali (as), Teheran, Atarad, cetakan pertama, 1376 HS.
  • al-Kasysyi, Muhammad bin Umar, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, riset dan koreksi: Syekh Thusi dan Hasan Musthafawi, Masyhad, Lembaga Penerbitan Universitas Masyhad, cetakan pertama, 1409 H.
  • Kassi, Abdul Hamid bin Humayd, al-Muntakhab min Musnad Abd bin Humayd, riset: Mustafa Adawi, Dar Balansiyah lil Nasyr wa al-Tawzi', cetakan kedua, 1423 H.
  • al-Maghribi, Qadhi Nu'man, Syarh al-Akhbar fi Fadha'il al-Aimmah al-Ath-har (as), Qom, Jami'ah al-Modarresin, cetakan pertama, 1409 H.
  • Nashr bin Muzahim, Waq'at Siffin, riset dan koreksi: Abdussalam Mohammad Harun, Qom, Maktabah Ayatullah al-Mar'asyi al-Najafi, cetakan kedua, 1404 H.
  • Wa'ili, Ahmad, Huwiyat-e Tasyayu', penerjemah: Naser Salmani Izadi, Sabzevar, Universitas Tarbiat Moallem Sabzevar, 1380 HS.
  • al-Baladzuri, Ahmad bin Yahya, Ansab al-Asyraf, Beirut, Dar al-Fikr, 1417 H.