Konsep:Ayat al-'Izz
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | Al-Isra' |
| Ayat | 111 |
| Juz | 15 |
| Informasi Konten | |
| Tempat Turun | Madinah |
| Tentang | Kemuliaan Allah |
| Ayat-ayat terkait | Ayat 65 Surah Yunus, Ayat 139 Surah An-Nisa' |
Ayat al-'Izz (Ayat Kemuliaan), adalah ayat ke-111 Surah Al-Isra' yang menganggap Allah layak mendapatkan pujian dikarenakan tidak memiliki anak, sekutu, maupun kebutuhan akan penolong.[1] Dikatakan bahwa Nabi Akram saw menamai ayat ini dengan nama tersebut.[2] Merujuk pada beberapa riwayat, Nabi Akram saw mengajarkan Ayat al-'Izz kepada anak-anak Bani Hasyim saat mereka mulai memperoleh kemampuan untuk berbicara dengan lancar.[3]
| “ | وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
|
” |
Dan katakanlah: "Segala puji tertentu bagi Allah yang tiada mempunyai anak, dan tiada bagiNya sekutu dalam urusan kerajaanNya, dan tiada bagiNya penolong disebabkan sesuatu kelemahanNya; dan hendaklah engkau membesarkan serta memuliakanNya dengan bersungguh-sungguh!"
Beberapa mufasir menganggap penggalan "lam yattakhidz waladan" sebagai penolakan terhadap keyakinan Yahudi dan Nasrani yang meyakini adanya anak bagi Allah, dan penggalan "lam yakun lahu syarīkun fil mulk" sebagai penolakan terhadap penyembah berhala serta kaum dualisme (tsanawiyah) yang meyakini adanya sekutu bagi Allah.[4] Beberapa pihak juga menganggap penggalan "lam yakun lahu waliyyun minadz dzull" sebagai penolakan terhadap kaum Sabi'un yang berkata: "Jika bukan karena para wali Allah, niscaya Allah itu hina."[5]
Dalam sebuah riwayat dari Nabi saw disebutkan: "Setiap kali suatu urusan membuatku bersedih, Malaikat Jibril akan turun dan memesankan untuk membaca Ayat 111 Surah Al-Isra'."[6] Berdasarkan riwayat dari Imam Shadiq as, mendawamkan bacaan Ayat al-'Izz akan menyebabkan hilangnya waswas, terlunasinya utang, dan melapangkan rezeki.[7] Dalam beberapa riwayat, membaca ayat ini direkomendasikan sebagai instruksi untuk selamat dari kemiskinan dan penyakit.[8] Merujuk pada riwayat yang dinukil oleh Sayidah Fatimah sa dari Nabi Akram saw: "Barangsiapa membaca ayat ini sebelum tidur, maka meskipun ia tidur di tengah-tengah setan maupun hewan pengganggu, ia tidak akan celaka."[9]
Catatan Kaki
- ↑ Hafni, Mausu'ah al-Qur'an al-'Azhim, 2004 M, jld. 1, hal. 51.
- ↑ Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 4, hal. 208.
- ↑ Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 4, hal. 208.
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 8, hal. 32; Thabathabai, Al-Mizan, 1390 H, jld. 13, hal. 226.
- ↑ Jurjani, Jala' al-Adzhan, 1377 HS, jld. 5, hal. 346.
- ↑ Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 4, hal. 208.
- ↑ Huwaizi, Nur al-Tsaqalain, 1415 H, jld. 3, hal. 237 dan 238.
- ↑ Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jld. 8, hal. 93; Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 4, hal. 208; Huwaizi, Nur al-Tsaqalain, 1415 H, jld. 3, hal. 239.
- ↑ Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 4, hal. 208.
Daftar Pustaka
- Jurjani, Husain bin Hasan. Jala' al-Adzhan wa Jala' al-Ahzan. Teheran: Penerbit Universitas Teheran, 1377 HS.
- Hafni, Abdul Mun'im. Mausu'ah al-Qur'an al-'Azhim. Kairo: Maktabah Madbouli, Cetakan Pertama, 2004 M.
- Huwaizi, Abd Ali bin Jumu'ah. Nur al-Tsaqalain. Qom: Penerbit Isma'iliyan, Cetakan Keempat, 1415 H.
- Suyuthi, Jalaluddin. al-Durr al-Mantsur fi Tafsir al-Ma'tsur. Qom: Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1404 H.
- Thabathabai, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1390 H.
- Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran: Penerbit Islam, 1378 HS.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. al-Raudhah min al-Kafi. Terjemahan: Mohammad Baqer Kamare'i. Teheran: Islamiyah, 1382 H.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. al-Kafi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1407 H.