Lompat ke isi

Konsep:Ayat Maji'

Dari wikishia

|| || || || || || || || editorial box

Ayat Maji'
Informasi Ayat
NamaAl-Maji'
SurahSurah Al-Fajr
Ayat22
Juz30
Informasi Konten
Tempat
Turun
Makkah
TentangAkidah
DeskripsiTerjadinya Kiamat dan tibanya perintah Ilahi
Ayat-ayat terkaitAyat 33 Surah An-Nahl


Ayat Maji' (bahasa Arab: آية المجئ) atau Ayat Sifat Maji' adalah ayat ke-22 Surah Al-Fajr yang menyandarkan sifat "datang" kepada Allah swt pada hari Kiamat.[1] Ayat ini mengisyaratkan kembalinya manusia kepada kehidupan baru setelah kebangkitan dan ditegakkannya pengadilan keadilan Ilahi, serta menyatakan bahwa ketika perintah Tuhan tiba, para Malaikat akan hadir berbaris-baris dan mengelilingi orang-orang yang hadir di Mahsyar serta siap untuk melaksanakan perintah Ilahi.[2]

Ayat 22 Surah Al-Fajr dianggap sebagai salah satu ayat Mutasyabih yang ditafsirkan dengan ayat Muhkam.[3] Kelompok Musyabbihah atau Mujassimah berdalil dengan ayat ini untuk membuktikan kemiripan Allah dengan makhluk dan kejismanian-Nya;[4] tentu saja penisbatan semacam ini kepada Allah tidak dianggap benar dalam pandangan teologi Syiah.[5] Oleh karena itu, menurut mufasir Syiah, kedatangan Allah tidak bermakna hakiki (secara harfiah);[6] dan berdasarkan sebagian ayat seperti Ayat 33 Surah An-Nahl dan riwayat-riwayat, mereka menafsirkannya sebagai kedatangan perintah (amr) dan hukum Allah swt[7] atau bermakna kemunculan dan tampaknya kekuasaan Allah.[8]

Aminul Islam al-Thabrisi dalam Majma' al-Bayan menukil bahwa "Ja'a Rabbuka" (Tuhanmu datang) bermakna hilangnya segala bentuk keraguan dan syubhat tentang Allah swt sebagaimana dengan datangnya sesuatu, maka keraguan dan syubhat tentangnya akan hilang.[9]

Catatan Kaki

  1. Pusat Informasi dan Dokumen Islam, Farhang-e Name-ye Ulum-e Quran (Kamus Ilmu-ilmu Al-Qur'an), 1394 HS, jld. 1, hlm. 102.
  2. Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1371 HS, jld. 26, hlm. 469 & 470.
  3. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 20, hlm. 284.
  4. Al-Hilli, Nahj al-Haq wa Kasyf al-Shidq, Dar al-Kitab al-Lubnani, hlm. 47.
  5. Al-Hilli, Nahj al-Haq wa Kasyf al-Shidq, Dar al-Kitab al-Lubnani, hlm. 47.
  6. Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1371 HS, jld. 26, hlm. 470.
  7. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 20, hlm. 284.
  8. Faidh Kasyani, Al-Shafi, 1373 HS, jld. 5, hlm. 326; Qumi Masyhadi, Tafsir Kanz al-Daqaiq, 1423 H, jld. 14, hlm. 273.
  9. Al-Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 10, hlm. 254.

Daftar Pustaka

  • Al-Hilli, Yusuf bin Muthahhar. Nahj al-Haq wa Kasyf al-Shidq. Beirut, Dar al-Kitab al-Lubnani, Tanpa tahun.
  • Al-Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1415 H.
  • Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Al-Shafi. Teheran, Maktabah al-Shadr, 1373 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Namuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan kesepuluh, 1371 HS.
  • Pusat Informasi dan Dokumen Islam. Farhang-e Name-ye Ulum-e Quran (Kamus Ilmu-ilmu Al-Qur'an). Qom, Pusat Penelitian Sains dan Budaya Islam, 1394 HS.
  • Qumi Masyhadi, Muhammad bin Muhammad Ridha. Tafsir Kanz al-Daqaiq wa Bahr al-Gharaib. Teheran, Wazarat-e Farhangk va Ershad-e Eslami, 1423 H.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1390 H.