Lompat ke isi

Konsep:Arkan Arba'ah Syiah

Dari wikishia

Arkan Arba'ah Syiah (Empat Pilar Syiah), adalah empat tokoh utama Syiah yaitu Salman al-Farisi, Miqdad bin Amr, Abu Dzarr al-Ghifari, dan Ammar bin Yasir yang merupakan orang-orang pertama yang meyakini penggantian dan wilayah Imam Ali as. Arkan Arba'ah, selain memiliki kedudukan dan martabat tinggi di sisi kaum Syiah, juga berada pada derajat tsiqah (kredibilitas) yang paling tinggi. Dalam beberapa sumber, Hudzaifah bin al-Yaman disebutkan sebagai pengganti Ammar bin Yasir.

Dalam sumber-sumber rijal dan riwayat, istilah Arkan Arba'ah juga digunakan untuk para sahabat Imam-imam Syiah as.

Menurut keyakinan beberapa peneliti, istilah Arkan Arba'ah tidak terdapat dalam riwayat-riwayat Empat Belas Maksum as dan para muhaddis memperkenalkan mereka sebagai Arkan Arba'ah dengan memperhatikan riwayat-riwayat tentang keutamaan tokoh-tokoh tersebut. Penggunaan tertua istilah Arkan Arba'ah terdapat dalam puisi Ibnu Hammad, salah seorang muhaddis dan penyair abad keempat Hijriah, yang disebutkan oleh Allamah Amini dalam kitab Al-Ghadir. Istilah ini juga dinukil dalam sebuah laporan di kitab Al-Ikhtishash karya Syekh Mufid.

Pengenalan dan Kedudukan

Arkan Arba'ah Syiah ditujukan kepada empat orang dari sahabat Nabi saw dan para pembela Imam Ali as yaitu Salman al-Farisi, Miqdad bin Amr, Abu Dzarr al-Ghifari, dan Ammar bin Yasir.[1] Di sebagian sumber, Hudzaifah bin al-Yaman disebutkan sebagai pilar keempat dan menjadikannya sebagai pengganti Ammar.[2]

Empat pilar tasyayyu'[3] memiliki kedudukan dan martabat yang tinggi di kalangan Syiah serta dipuji oleh Empat Belas Maksum as. Dalam sumber-sumber rijal, mereka berada pada derajat tsiqah tertinggi dan hadis-hadis yang dinukil dari mereka dianggap berada pada tingkat kesahihan yang paling tinggi.[4] Kredibilitas dan posisi tinggi mereka menyebabkan sejumlah ahli rijal menganggap mereka tidak butuh lagi pada pujian apa pun[5] dan menganggap keagungan serta keutamaan mereka azhhara minasy-syams (lebih terang daripada matahari).[6]

Dikatakan bahwa derajat keempat orang ini berbeda satu sama lain dan urutan penyebutannya menunjukkan keunggulan sebagian mereka atas yang lain;[7] oleh karena itu, sebagian orang menyebutkan Arkan Arba'ah dengan mempertimbangkan derajat mereka sesuai urutan: Salman, Miqdad, Abu Dzarr, dan Ammar.[8] Istilah Arkan Arba'ah tercermin dalam puisi para penyair seperti Ibnu Hammad yang wafat pada abad keempat Hijriah.[9]

Perbedaan Pendapat pada Pilar Keempat

Sebagian meyakini dengan memperhatikan riwayat-riwayat,[10] tidak ada perselisihan mengenai posisi Salman, Miqdad, dan Abu Dzarr sebagai pilar;[11] namun mengenai orang keempat antara Ammar atau Hudzaifah, terdapat perbedaan pendapat. Alasan perbedaan ini adalah keberadaan lima orang dalam sumber-sumber rijal yang semuanya disebut sebagai Arkan Arba'ah.[12] Sumber-sumber ini menggunakan istilah Arkan Arba'ah saat memperkenalkan Salman al-Farisi,[13] Miqdad,[14] Abu Dzarr,[15] Ammar,[16] dan Hudzaifah.[17]

Hal inilah yang menyebabkan sejumlah ahli rijal berbicara mengenai pengesampingan Ammar atau Hudzaifah agar jumlah pilar tidak melebihi angka empat.[18] Abdullah Mamagani berkeyakinan bahwa Salman, Miqdad, Abu Dzarr, dan Ammar adalah pilar yang pasti, namun mengenai status Hudzaifah sebagai pilar terdapat perbedaan pendapat.[19] Status Ammar sebagai pilar dianggap sebagai pendapat yang masyhur[20] dan dikatakan bahwa semua kaum Syiah menganggap Ammar sebagai bagian dari Arkan Arba'ah.[21]

Sejumlah ahli rijal berkeyakinan bahwa maksud Syekh Thusi menyebut nama Hudzaifah sebagai Arkan Arba'ah adalah orang keempat dari Arkan Arba'ah kedua; sebagaimana Barqi pun setelah menyebutkan empat nama, mengisyaratkan pula kepada empat orang kedua.[22] Sejumlah peneliti lainnya berbicara mengenai lima pilar Syiah dan berpendapat kemungkinan istilah empat pilar hanyalah sebuah ungkapan semata dan pilar Syiah tidak terbatas pada empat orang.[23]

Alasan Pemilihan

Mengenai pemilihan orang-orang tersebut sebagai Arkan Arba'ah, disebutkan berbagai pendapat dan alasan yang beberapa di antaranya adalah:

  • Mereka adalah para sahabat dan pengikut Syiah yang murni bagi Imam Ali as setelah Wafatnya Nabi saw[24] dan mereka istiqamah dalam mendukung Imam as[25] serta tidak murtad.[26][27]
  • Mereka termasuk sahabat yang paling lama dan paling dekat bagi Imam Ali as.[28]
  • Termasuk orang-orang yang ikut serta dalam Pemakaman Hazrat Fatimah sa dan di samping komitmen kepada Imam Ali as, mereka secara terang-terangan menjelaskan keutamaan Ahlulbait as serta aib-aib musuh mereka dan bersabar dalam menghadapi kesulitan.[29]
  • Posisi mereka yang berbeda dibandingkan orang lain mengenai peristiwa setelah wafatnya Nabi saw dan dukungan mereka kepada Imam Ali as, di mana hal ini menyebabkan mereka dikenal sebagai penganut Syiah pertama bagi Ali as.[30]
  • Orang-orang yang tidak merasa takut dan melakukan penentangan terhadap kaum mereka dalam masalah Khilafah serta berpegang teguh pada wilayah Imam Ali as baik secara lahir maupun batin, secara sembunyi maupun terang-terangan.[31]
  • Tokoh-tokoh yang lebih unggul dalam keutamaan dibandingkan seluruh Sahabat dan di samping mengikuti Ahlulbait as, mereka menentang para penentang Ahlulbait.[32]

Usia Istilah Arkan Arba'ah

Abdullah Mamagani dan lainnya mengklaim bahwa tidak ditemukan riwayat yang mengisyaratkan penamaan empat orang ini sebagai Arkan Arba'ah atau laporan yang berbicara tentang penggunaan istilah ini atau penerapannya dari pihak Maksumin as;[33] meskipun terdapat banyak riwayat yang menyatakan bahwa empat orang ini adalah Muslim yang paling utama dan tidak pernah murtad, serta Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk mencintai keempat orang tersebut.[34] Oleh karena itu, sekelompok orang menganggap akar istilah ini terdapat dalam riwayat-riwayat.[35]

Dikatakan kemungkinan dikarenakan mereka lebih unggul dari seluruh Sahabat dalam hal keutamaan dan berpegang teguh pada Ahlulbait as serta ketaatan kepada mereka, maka mereka diperkenalkan sebagai Arkan Arba'ah oleh para ulama Ilmu Hadis. Syekh Thusi dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan istilah ini; namun sebagian meyakini bahwa istilah ini telah digunakan sebelum Syekh Thusi; sebagaimana Kasy-syi, ahli rijal terdahulu, dalam perbandingan antara Ibnu Mas'ud dan Hudzaifah, menganggap Hudzaifah tidak dapat dibandingkan dengan Ibnu Mas'ud dan memperkenalkannya sebagai pilar (rukn).[36] Sebuah riwayat dalam kitab Al-Ikhtishash karya Syekh Mufid[37] menyebutkan bahwa Muhammad bin Jafar al-Muaddib memperkenalkan Arkan Arba'ah sebagai empat orang dari sahabat yaitu Salman, Miqdad, Abu Dzarr, dan Ammar.[38] Karena alasan inilah sekelompok orang menganggap kitab Al-Ikhtishash karya Syekh Mufid sebagai sumber tertua dalam penyebutan istilah Arkan Arba'ah.[39]

Allamah Amini dalam kitab Al-Ghadir-nya menukil sebuah puisi dari Ibnu Hammad yang wafat pada abad keempat Hijriah, yang tampaknya puisi ini merupakan penggunaan tertua istilah Arkan Arba'ah dalam sumber-sumber.[40][41]

Penggunaan Lain

Dalam sumber-sumber riwayat dan rijal, istilah empat tokoh besar tidak terbatas pada sahabat Nabi saw dan Imam Ali as, melainkan juga digunakan untuk sahabat Imam-imam as lainnya; sebagaimana terdapat banyak riwayat yang memuji empat orang dari sahabat Imam Baqir as dan sahabat Imam Shadiq as serta sahabat imam-imam berikutnya.[42]

Hasan bin Mahbub adalah salah satu sahabat Imam Kazhim as, Imam Ridha as, dan Imam Jawad as[43] serta termasuk ulama dan muhaddis besar Syiah[44] yang secara luas dalam sumber-sumber riwayat dan rijal diperkenalkan sebagai Arkan Arba'ah pada zamannya.[45]

Yunus bin Abdurrahman,[46] Zurarah bin A'yan,[47] Mukmin ath-Thaq[48] dan Abdullah bin Yahya al-Hadhrami[49] termasuk di antara para sahabat Imam as lainnya yang diperkenalkan sebagai Arkan Arba'ah, atau Sulaim bin Qais al-Hilali pun dianggap sebagai Arkan Arba'ah di sisi para Imam as.[50] Dalam penyebutan semua kasus ini, tiga pilar lainnya tidak disinggung. Bagi para tabiin pun dipertimbangkan adanya Arkan Arba'ah di mana Uwais al-Qarni termasuk salah satu di antaranya.[51]

Penggunaan istilah Arkan Arba'ah tidak terbatas dalam rijal-syinasi (studi biografi perawi), dan berbagai sumber dalam memaparkan sebagian pembahasan kalam,[52] irfan[53] dan medis[54] telah menggunakan istilah ini; sebagaimana empat prinsip agama disebut sebagai Arkan Arba'ah[55] atau dalam penyebutan malaikat yang paling utama yaitu Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail disebut sebagai Arkan Arba'ah.[56] Istilah Arkan Arba'ah juga digunakan di kalangan Ahlusunah; sebagaimana empat orang murid Radhiuddin al-Naisaburi seperti Muhammad bin Muhammad al-Amidi yang bergelar Ruknuddin diperkenalkan sebagai bagian dari Arkan Arba'ah.[57]

Catatan Kaki

  1. Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 2, hlm. 739 mengutip dari Barqi; Hurr al-Amili, Tafshil Wasa'il al-Syiah, 1416 H, jld. 30, hlm. 335; Hosseini Sadr, Al-Fawa'id al-Rijaliyah, 1430 H, hlm. 119.
  2. Kasy-syi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1404 H, jld. 1, hlm. 34; Bahrul Ulum, Al-Fawa'id al-Rijaliyah, 1363 HS, jld. 2, hlm. 166; Amin, A'yan al-Syiah, 1403 H, jld. 4, hlm. 593 mengutip dari Kaf'ami.
  3. Syabastari, Al-Tabyin fi Ash-hab al-Imam Amirul Mukminin as wa al-Ruwat 'anhu, 1430 H, jld. 1, hlm. 191, 264, 504.
  4. Hosseini Sadr, Al-Fawa'id al-Rijaliyah, 1430 H, hlm. 119.
  5. Hosseini Sadr, Al-Fawa'id al-Rijaliyah, 1430 H, hlm. 119.
  6. Sebagai contoh lihat: Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 19, hlm. 340.
  7. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 71; jld. 18, hlm. 136.
  8. Madani, Al-Darajat al-Rafi'ah fi Thabaqat al-Syiah, 1983 M, jld. 1, hlm. 206.
  9. Allamah Amini, Al-Ghadir, 1416 H, jld. 4, hlm. 222.
  10. Sebagai contoh lihat: Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 19, hlm. 340-342.
  11. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 72.
  12. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 18, hlm. 136.
  13. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1427 H, hlm. 65; Allamah Hilli, Rijal al-'Allamah al-Hilli, 1402 H, hlm. 84; Bahrul Ulum, Al-Fawa'id al-Rijaliyah, 1363 HS, jld. 3, hlm. 16; Qomi, Muntaha al-Amal, 1379 HS, jld. 1, hlm. 279.
  14. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1427 H, hlm. 81; Allamah Hilli, Rijal al-'Allamah al-Hilli, 1402 H, hlm. 170; Namazi Syahroudi, Mustadrakat 'Ilm Rijal al-Hadits, 1414 H, jld. 7, hlm. 488.
  15. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1427 H, hlm. 59; Allamah Hilli, Rijal al-'Allamah al-Hilli, 1402 H, hlm. 36; Hurr al-Amili, Al-Rijal, 1427 H, hlm. 80; Qomi, Muntaha al-Amal, 1379 HS, jld. 1, hlm. 283.
  16. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1427 H, hlm. 70; Qahpa'i, Majma' al-Rijal, 1364 HS, jld. 4, hlm. 251.
  17. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1427 H, hlm. 60; Allamah Hilli, Rijal al-'Allamah al-Hilli, 1402 H, hlm. 60; Tafresyi, Naqd al-Rijal, 1377 HS, jld. 1, hlm. 408; Hurr al-Amili, Al-Rijal, 1427 H, hlm. 81.
  18. Bahrul Ulum, Al-Fawa'id al-Rijaliyah, 1363 HS, jld. 2, hlm. 167; Kazhimi, Takmilah al-Rijal, 1425 H, jld. 1, hlm. 370-371; Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 71; Amin, A'yan al-Syiah, 1403 H, jld. 4, hlm. 593.
  19. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 70-71.
  20. Kasy-syi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1404 H, jld. 1, hlm. 179.
  21. Mohammad Jafari, Tasyayyo' dar Masir-e Tarikh (Syiah dalam Lintasan Sejarah), 1382 HS, hlm. 71.
  22. Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 2, hlm. 739.
  23. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 18, hlm. 136.
  24. Gharawi Na'ini, Muhadditsat-e Syiah, 1375 HS, hlm. 80.
  25. Kasy-syi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1404 H, jld. 1, hlm. 178.
  26. Allamah Hilli, Rijal al-'Allamah al-Hilli, 1402 H, hlm. 36, 84; Hurr al-Amili, Al-Rijal, 1427 H, hlm. 80; Namazi Syahroudi, Mustadrakat 'Ilm Rijal al-Hadits, 1414 H, jld. 4, hlm. 104; jld. 13, hlm. 340.
  27. Murtad setelah Nabi saw bukan bermakna murtad secara istilah yang berarti keluar dari Islam menuju kekafiran dan kesesatan serta kembali pada kegelapan masa Jahiliah, melainkan yang dimaksud adalah tidak menepati janji yang diambil Nabi saw dari umatnya di Ghadir Khum dan tempat lainnya mengenai wilayah dan khilafah Hazrat Ali as (Situs kantor Marja Agung Ayatullah al-Uzhma Makarem Shirazi).
  28. Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 9, hlm. 199; jld. 19, hlm. 340.
  29. Thabrasi, Al-Ihtijaj, 1361 HS, jld. 1, hlm. 155; Namazi Syahroudi, Mustadrakat 'Ilm Rijal al-Hadits, 1414 H, jld. 4, hlm. 104; jld. 13, hlm. 340.
  30. Mohammad Jafari, Tasyayyo' dar Masir-e Tarikh, 1382 HS, hlm. 71.
  31. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 72.
  32. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 71; Amin, A'yan al-Syiah, 1403 H, jld. 4, hlm. 593.
  33. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 71; Amin, A'yan al-Syiah, 1403 H, jld. 4, hlm. 593; Kazhimi, Takmilah al-Rijal, 1425 H, jld. 1, hlm. 371.
  34. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 72-76.
  35. Lahiji, "Arkan Arba'ah Faratar az Tautsiq", hlm. 133.
  36. Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 71-72; Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 5, hlm. 226-227.
  37. Mufid, Al-Ikhtishash, 1413 H, hlm. 6.
  38. Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 19, hlm. 340; Hassun, A'lam al-Nisa' al-Mukminat, 1421 H, hlm. 114; Al-Mu'tamar al-Alami li-Alfiyah al-Syaikh al-Mufid, Al-Maqalat wa al-Rasail, 1413 H, jld. 24, hlm. 12.
  39. Lahiji, "Arkan Arba'ah Faratar az Tautsiq", hlm. 131.
  40. Allamah Amini, Al-Ghadir, 1416 H, 4, hlm. 222; Allamah al-Amini, Ibnu Hammad al-Abdi wa Syi'ruhu fi al-Ghadir, hlm. 22.
  41. Templat:Bait
  42. Untuk informasi lebih lanjut rujuklah: Mamagani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 2, hlm. 78.
  43. Agha Bozorg Tehrani, Al-Dzari'ah, 1403 H, jld. 4, hlm. 248; Syabastari, Subul al-Rasyad, 1421 H, hlm. 47, 83.
  44. Syabastari, Subul al-Rasyad, 1421 H, hlm. 47, 83.
  45. Syekh Thusi, Al-Fihrist, Najaf, hlm. 46; Allamah Hilli, Rijal al-'Allamah al-Hilli, 1402 H, hlm. 37; Qomi, Al-Kuna wa al-Alqab, 1429 H, hlm. 306; Taqiuddin Hilli, Al-Rijal, 1342 HS, hlm. 116; Syekh Thusi, Tahdzib al-Ahkam, al-Masyikhah, 1365 HS, jld. 10, hlm. 52; Rifa'i, Mu'jam ma Kutiba 'an al-Rasul wa Ahlil Bait Shalawatullahi 'alaihim, 1371 HS, jld. 11, hlm. 181.
  46. Ataradi, Akhbar wa Asar-e Hazrat-e Imam Ridha as, 1397 H, hlm. 804.
  47. Jaza'iri, Riyadh al-Abrar, 1427 H, jld. 2, hlm. 253.
  48. Taqiuddin Hilli, Al-Rijal, 1342 HS, hlm. 394.
  49. Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 11, hlm. 403.
  50. Khwansari, Raudhat al-Jannat, 1390 H, jld. 4, hlm. 66.
  51. Al-Mu'tamar al-Alami li-Alfiyah al-Syaikh al-Mufid, Al-Maqalat wa al-Rasail, 1413 H, jld. 24, hlm. 12.
  52. Sebagai contoh: Alu Kasyif al-Ghitha, Ashl al-Syiah wa Ushuluha, 1413 H, hlm. 61; Mehrizi, Mirats-e Hadits-e Syiah, 1380 HS, jld. 16, hlm. 212.
  53. Ghazali, Raudhat al-Thalibin wa 'Umdah al-Salikin, 1416 H, hlm. 98.
  54. Ibnu Juljul, Thabaqat al-Athibba' wa al-Hukama, 1955 M, hlm. 46; Ibnu Abi Ushaibi'ah, Uyun al-Anba' fi Thabaqat al-Athibba, 2001 M, jld. 1, hlm. 348.
  55. Alu Kasyif al-Ghitha, Ashl al-Syiah wa Ushuluha, 1413 H, hlm. 61.
  56. Mehrizi, Mirats-e Hadits-e Syiah, 1380 HS, jld. 15, hlm. 225.
  57. Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Beirut, jld. 4, hlm. 257; Safadi, Al-Wafi bi al-Wafayat, 1401 H, jld. 1, hlm. 280; Ibnu Abi al-Wafa, Al-Jawahir al-Mudhi'ah, Muassasah al-Risalah, jld. 4, hlm. 388.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Abi Ushaibi'ah, Ahmad bin Qasim. Uyun al-Anba' fi Thabaqat al-Athibba'. Kairo, Al-Hai'ah al-Mishriyah al-'Ammah lil-Kitab, 2001 M.
  • Ibnu Abi al-Wafa, Abdul Qadir bin Muhammad. Al-Jawahir al-Mudhi'ah fi Thabaqat al-Hanafiyah. Tanpa tempat, Muassasah al-Risalah, cetakan kedua, tanpa tahun.
  • Ibnu Khallikan, Ahmad bin Muhammad. Wafayat al-A'yan wa Anba' Abna' al-Zaman. Beirut, Dar al-Fikr, tanpa tahun.
  • Ibnu Juljul, Sulaiman bin Hassan. Thabaqat al-Athibba' wa al-Hukama'. Kairo, Al-Ma'had al-Ilmi al-Fransi lil-Atsar al-Syarqiyah, 1955 M.
  • Amin, Mohsen. A'yan al-Syiah. Beirut, Dar al-Ta'aruf lil-Mathbu'at, 1403 H.
  • Agha Bozorg Tehrani, Mohammad Mohsen. Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syiah. Beirut, Dar al-Adhwa', cetakan kedua, 1403 H.
  • Alu Kasyif al-Ghitha, Muhammad Husain. Ashl al-Syiah wa Ushuluha. Beirut, Muassasah al-A'lami, cetakan keempat, 1413 H.
  • Bahrul Ulum, Mohammad Mahdi. Rijal al-Sayyid Bahrul 'Ulum "al-Ma'ruf bi al-Fawa'id al-Rijaliyah". Tehran, Maktabah al-Shadiq (as), 1363 HS.
  • Tafresyi, Mushthafa bin Husain. Naqd al-Rijal. Qom, Muassasah Alu al-Bait (as) li-Ihya al-Turats, 1377 HS.
  • Taqiuddin Hilli, Hasan bin Ali. Al-Rijal. Tehran, Universitas Tehran, 1342 HS.
  • Jaza'iri, Sayid Ni'matullah. Riyadh al-Abrar fi Manaqib al-Aimmah al-Ath-har. Beirut, Muassasah al-Tarikh al-Arabi, 1427 H.
  • Hurr al-Amili, Muhammad bin Hasan. Al-Rijal. Qom, Muassasah Elmi Farhangi Dar al-Hadits, Sazman Chap wa Nasyr, 1427 H.
  • Hurr al-Amili, Muhammad bin Hasan. Tafshil Wasa'il al-Syiah ila Tahshil Masail al-Syari'ah. Qom, Muassasah Alu al-Bait (as) li-Ihya al-Turats, cetakan ketiga, 1416 H.
  • Hassun, Mohammad. A'lam al-Nisa' al-Mukminat. Tehran, Uswah, cetakan kedua, 1421 H.
  • Hosseini Sadr, Ali. Al-Fawa'id al-Rijaliyah. Qom, Dalil-e Ma, 1430 H.
  • Khwansari, Mohammad Baqir. Raudhat al-Jannat fi Ahwal al-Ulama' wa al-Sadat. Qom, Dehaqani (Isma'iliyan), 1390 H.
  • Khoei, Sayid Abul Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits wa Tafshil Thabaqat al-Ruwat. Tanpa nama, tanpa tempat, cetakan kelima, 1413 H.
  • Rifa'i, Abdul Jabbar. Mu'jam ma Kutiba 'an al-Rasul wa Ahlil Bait Shalawatullahi 'alaihim. Tehran, Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, Sazman Chap wa Entesyarat, 1371 HS.
  • Syabastari, Abdul Husain. Al-Tabyin fi Ash-hab al-Imam Amirul Mukminin 'alaihis-salam wa al-Ruwat 'anhu. Qom, Al-Maktabah al-Tarikhiyah al-Mukhtashah, 1430 H.
  • Syabastari, Abdul Husain. Subul al-Rasyad ila Ash-hab al-Imam al-Jawad (as). Qom, Kitabkhaneh Takhasusi Tarikh-e Eslam wa Iran, 1421 H.
  • Syusytari, Mohammad Taqi. Qamus al-Rijal. Qom, Jemaah Mudarrisin di Hauzah Ilmiah Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan kedua, 1410 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom, Jemaah Mudarrisin di Hauzah Ilmiah Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan ketiga, 1427 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Fihrist. Najaf, Maktabah al-Murtadhawiyah, tanpa tahun.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Tahdzib al-Ahkam. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan keempat, 1365 HS.
  • Shahib bin Abbad, Ismail bin Abbad. Al-Muhith fi al-Lughah. Beirut, Alam al-Kutub, tanpa tahun.
  • Safadi, Khalil bin Aibak. Al-Wafi bi al-Wafayat. Beirut, Dar al-Nasyr Franz Steiner, cetakan kedua, 1401 H.
  • Thabrasi, Ahmad bin Ali. Al-Ihtijaj 'ala Ahl al-Lujaj. Masyhad, Nasyr al-Murtadha, 1361 HS.
  • Ataradi, Azizullah. Akhbar wa Asar-e Hazrat-e Imam Ridha 'alaihis-salam. Tehran, Kitabkhaneh Sadr, 1397 H.
  • Allamah Amini, Abdul Husain. Al-Ghadir fi al-Kitab wa al-Sunnah wa al-Adab. Qom, Markaz al-Ghadir lil-Dirasat al-Islami, 1416 H.
  • Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf. Rijal al-'Allamah al-Hilli. Qom, Al-Syarif al-Radhi, cetakan kedua, 1402 H.
  • Gharawi Na'ini, Nahleh. Muhadditsat-e Syiah. Tehran, Universitas Tarbiat Modarres, 1375 HS.
  • Ghazali, Abu Hamid Muhammad. Raudhat al-Thalibin wa 'Umdah al-Salikin (Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali). Beirut, Dar al-Fikr, 1416 H.
  • Qomi, Abbas. Al-Kuna wa al-Alqab. Qom, Jemaah Mudarrisin di Hauzah Ilmiah Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan kedua, 1429 H.
  • Qomi, Abbas. Muntaha al-Amal. Qom, Dalil-e Ma, 1379 HS.
  • Qahpa'i, Inayatullah. Majma' al-Rijal. Qom, Isma'iliyan, cetakan kedua, 1364 HS.
  • Kazhimi, Abdunnabi. Takmilah al-Rijal. Qom, Anwar al-Huda, 1425 H.
  • Kasy-syi, Muhammad bin Umar. Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal. Qom, Muassasah Alu al-Bait (as) li-Ihya al-Turats, 1404 H.
  • Al-Mu'tamar al-Alami li-Alfiyah al-Syaikh al-Mufid. Al-Maqalat wa al-Rasail. Qom, Al-Mu'tamar al-Alami li-Alfiyah al-Syaikh al-Mufid, 1413 H.
  • Lahiji, Mahdi, Rasul Talayiyan. "Arkan Arba'ah Faratar az Tautsiq". Jurnal Danesy-ha wa Amuzeh-haye Qur'an wa Hadits, nomor berturut-turut 4, tahun 1398 HS.
  • Mamagani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi 'Ilm al-Rijal. Qom, Muassasah Alu al-Bait (as) li-Ihya al-Turats, 1431 H.
  • Mohammad Jafari, Hossein. Tasyayyo' dar Masir-e Tarikh. Terjemahan Sayid Mohammad Taqi Ayatollahi. Tehran, Daftar Nasyr Farhang-e Eslami, cetakan kesebelas, 1382 HS.
  • Madani, Alikhan bin Ahmad. Al-Darajat al-Rafi'ah fi Thabaqat al-Syiah. Beirut, Muassasah al-Wafa', cetakan kedua, 1983 M.
  • Musthafawi, Hasan. Al-Tahqiq fi Kalimat al-Qur'an al-Karim. Beirut, cetakan ketiga, tanpa tahun.
  • Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Ikhtishash. Qom, Kongres Syekh Mufid, 1413 H.
  • Mehrizi, Mahdi. Mirats-e Hadits-e Syiah. Qom, Muassasah Elmi Farhangi Dar al-Hadits, Sazman Chap wa Nasyr, 1380 HS.
  • Namazi Syahroudi, Ali. Mustadrakat 'Ilm Rijal al-Hadits. Tehran, putra penulis, 1414 H.