tanpa prioritas, kualitas: c
tanpa foto
tanpa referensi

Abdullah bin 'Afif al-Azdi

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Sahabat Imam
Abdullah bin 'Afif al-Azdi
Nama Lengkap Abdullah bin 'Afif al-Azdi
Sahabat dari Imam Ali asImam Husain as
Kerabat termasyhur Shafiyyah (anak)
Tempat Tinggal Kufah
Wafat/Syahadah 61 H/681
Penyebab
Wafat / Syahadah
Dibunuh atas perintah Ibnu Ziyad
Tempat dimakamkan Kufah
Aktivitas Bergabung dalam Perang Jamal dan Perang Shiffin • Memprotes khutbah Ibnu Ziyad


Abdullah bin 'Afif al-Azdi (bahasa Arab: عبدالله بن عفیف الأزدي) (w. 61 H/681) adalah salah seorang sahabat Imam Ali as dan Imam Husain as. Ia bergabung dengan pasukan Imam Ali as dalam Perang Jamal dan Perang Shiffin dan kehilangan kedua matanya dalam pertempuran tersebut. Setelah Peristiwa Asyura, ia memprotes khutbah Ibnu Ziyad yang mengutuk Ahlulbait di Masjid Kufah, yang akhirnya lewat perintah Ibnu Ziyad kepalanya dipisahkan dari tubuhnya, dan tubuhnya digantung di pinggiran Kufah. Ia adalah Syiah pertama yang syahid pasca kesyahidan Imam Husain as.

Pada Periode Imam Ali as

Abdullah bin 'Afif al-Azdi adalah salah seorang sahabat Imam Ali as. Ia ikut dalam Perang Jamal dan Perang Shiffin. Pada Perang Jamal, ia kehilangan mata kirinya dan pada Perang Shiffin ia kehilangan mata kanannya demi membela Imam Ali as. [1]

Peristiwa Asyura

Setelah kesyahidan Imam Husain as, Ubaidillah bin Ziyad menyampaikan khutbah kemenangan di atas mimbar di Masjid Kufah. Dalam khutbahnya ia mengutuk Ahlulbait as. Menurut riwayat Thabari dan yang lainnya, Ibnu Ziyad berkata:

الحمد لله الذی اظهر الحق و اهله، و نصر امیرالمؤمنین یزید بن معاویه و حزبه، و قتل الكذاب ابن الكذاب، الحسین بن علی و شیعته

"Puji syukur ke hadirat Allah swt yang telah menampakkan kebenaran dan pemiliknya. Dia telah menolong Amirul Mukminin Yazid bin Muawiyah dan pendukungnya dan telah membunuh pendusta putra seorang pendusta (Husain bin Ali) dan para pengikutnya."

Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, Abdullah bin 'Afif memprotes keras dengan berkata, "

یا بن مرجانة، ان الكذاب ابن الكذاب أنت و ابوك و الذی ولاك و أبوه، یا بن مرجانة، أتقتلون أبناء النبیین، و تكلمون بكلام الصدیقین

"Wahai putra Marjanah, sesungguhnya pendusta putra seorang pendusta adalah kau dan ayahmu dan yang memberikan padamu dan ayahmu jabatan gubernur. Wahai putra Marjanah, apakah kau membunuh keturunan Nabi saw dan kau berbicara seperti orang suci?" [2]

Mendengar protes itu, Ibnu Ziyad memerintahkan untuk dia ditangkap. [3]Ia memanggil kabilahnya untuk mendapatkan perlindungan dan lewat bantuan keluarganya, ia keluar dari masjid. Namun malam harinya, rumahnya dikepung oleh agen-agen Ibnu Ziyad.[4] Ia buta namun melalui petunjuk putrinya Shafiyyah, ia mengetahui posisi musuh dan melakukan perlawanan. [5]Pada akhirnya ia tertangkap, dan dibawa ke hadapan Ubadillah bin Ziyad. Setelah terjadi percakapan antar keduanya, lewat perintah Ibnu Ziyad kepala Abdullah bin 'Afif dipenggal dan dipisahkan dari tubuhnya. Tubuhnya kemudian digantung di tempat pembuangan sampah Kufah, di sebuah tempat yang bernama Sabkhah. [6] Ia adalah Syiah pertama yang syahid usai Peristiwa Asyura.

Keturunan

Ia memiliki putri bernama Shafiyyah. Sebagaimana yang tercatat dalam kitab sejarah, sewaktu agen-agen Ibnu Ziyad melakukan penyerangan ke rumahnya, Shafiyyah mendengar suara langkah-langkah kuda, dan mengabarkan hal tersebut kepada ayahnya. Dikarenakan ayahnya buta, dialah yang menyampaikan kepada ayahnya dimana posisi musuh.[7]

Dalam pertempuran itu Abdullah bin 'Afif bersyair:

"Demi Allah, sekiranya aku bisa melihat, akan sulit bagi kalian menyakitiku"

Catatan kaki

  1. Baladzuri, Ansab al-Asyraf, jld. 3, hlm. 210; Ibnu Atsir, al-Kamil, jld. 4, hlm. 83; Thabari, Tarikh, jld. 5, hlm. 458
  2. Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, jld. 8, hlm. 191; Thabari, Tarikh, jld. 5, hlm. 459
  3. Ibnu Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, jld. 8, hlm. 191; Thabari, Tarikh, jld. 5, hlm. 459
  4. Ibnu Atsir, al-Kamil, jld. 4, hlm. 83; Thabari, Tarikh, jld. 5, hlm. 459
  5. Muhallati, Riyahain al-Syari'ah, jld. 6, hlm. 365; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, jld. 3, hlm. 210
  6. Thabari, Tarikh, jld. 5, hlm. 459
  7. Muhallati, Riyahain al-Syari'ah, jld. 6, hlm. 365; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, jld. 3, hlm. 210

Daftar Pustaka

  • Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Ansāb al-Asyrāf. Jld. 3. Riset Muhammad Baqir al-Mahmudi. Beirut: Dar at-Ta 'aruf li al-Mathbu'at, 1397 H.
  • Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad al-Jazari. Al-Kāmil fī At-Tārīkh. Beirut: Dar ash-Shadir, 1385 H.
  • Ibnu Katsir, Ismail bin Umar bin Katsir ad-Dimasyqi. Al-Bidāyah wa an-Nihāyah. Beirut: Dar al-Fikr, 1407 H.
  • Mahallati, Dzabihullah. Rayāhīn asy-Syarī'ah. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1373 HS (1995).
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Tārīkh al-Umam wa al-Mulūk. Cet. II. Riset Muhammad Abul Fadhl Ibrahim. Beirut: Daru Ihya' at-Turats al-'Arabi, 1387 H.