tanpa foto
tanpa infobox
tanpa referensi

Rifa'ah bin Syaddad al-Bajali

Dari Wiki Shia
Lompat ke: navigasi, cari

Rifa'ah bin Syaddad al-Bajali al-Fityani (bahasa Arab: رِفاعَة بن شَدّاد البَجَلي الفِتیاني) (w. 66 H/685) adalah salah seorang sahabat Imam Ali as. Ia adalahpemimpin Tawwabin dan salah seorang pendukung Mukhtar. Ia ikut terlibat dalam Perang Jamal dan Perang Shiffin, dan dimasa kekuasaan Imam Ali as ia menjadi hakim di Ahwaz.

Rifa'ah adalah orang pertama yang mengirim surat kepada Imam Husain as yang berisi ajakan untuk ke Kufah, namun ia tidak hadir di Karbala. Pasca terjadinya peristiwa Asyura, ia bersama dengan Sulaiman bin Shard al-Khaza'i mempelopori gerakan perlawanan Tawwabin. Ketika perlawanannya berhasil dipadamkan, ia bergabung dengan pasukan Mukhtar. Literatur sejarah menyebutkan mengenai terpisahnya dia dengan Mukhtar dalam beberapa waktu. Ia terbunuh dalam perlawanannya bersama Mukhtar.

Nasab

Rifa'ah berasal dari suku Bajila. Kebanyakan orang dari suku ini mendukung Imam Ali as selama masa khilafahnya, dan dalam Perang Shiffin, hampir semuanya tergabung dalam pasukan Imam Ali as.[1]Pada masa Imam Baqir as dan Imam Shadiq as, mayoritas dari suku ini menjadi murid dan pendukung dari kedua imam ini begitupun dengan imam-imam setelahnya. Najasyi mencatat dalam kitab Rijalnya, lebih dari 50 orang perawi hadis berasal dari kabilah ini.[2]

Periode Imam Ali as

Bersama Malik al-Asytar, Rifa'ah mengikuti pemakaman Abu Dzar di Rabadha.[3] Di masa kekhalifahan Imam Ali as dia menjabat sebagai hakim di Ahwaz. Surat Imam Ali as yang ditujukan kepadanya, didokumentasikan dalam kitab-kitab, diantaranya penggalan dari surat tersebut ditulis dalam kitab Da'aim al-Islam.[4]Surat ini juga telah ditulis dan diterbitkan secara terpisah. [5]

Rifa'ah adalah komandan infanteri dalam Perang Jamal.[6]Di Shiffin, Imam Ali as mengangkatnya sebagai komandan untuk pasukan dari kabilah Bajila.[7]

Setelah Periode Imam Ali as

Syaikh Thusi menyebut Rifa'ah sebagai salah seorang sahabat Imam Hasan as.[8]Sewaktu Ziyad bin Ubaih meminta sahabat-sahabat Hujr bin 'Adi menghadap, ia dan 'Amru bin Hamiq melarikan diri ke al-Madain. Namun dalam perjalanan ke Mosul, 'Amru jatuh sakit. 'Amru meminta Rifa'ah untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan berkata, "Selamatkan dirimu sendiri." Ia pun kemudian pergi menuju Mosul.[9]

Pada Peristiwa Karbala

Rifa'ah adalah yang pertama mengirimkan surat kepada Imam Husain as dan mengajaknya ke Kufah, [10]namun ia tidak hadir di Karbala. Ia bersama Sulaiman bin Shurad menjadi pemimpin gerakan Tawwabin[11]yang menuntut darah Imam Husain as dengan melawan pasukan Yazid bin Muawiyah di 'Ain al-Wardah. Setelah Sulaiman bin Shurad gugur dalam perang, Rifa'ah mengumpulkan pasukan yang tersisa dan memutuskan untuk kembali ke Irak.

Kembali ke Irak, ia bergabung dengan pemberontakan Mukhtar[12]. Namun ketika ia merasa Mukhtar menyembunyikan beberapa niatnya, iapun memisahkan diri dari Mukhtar dan bergabung dengan pasukan musuhnya. [13]Namun ketika ia mendengarkan pasukan musuh Mukhtar meneriakkan "Ya Latsaaraat Utsman" (Wahai penunggang Ustman) ia marah dan kembali bergabung dengan pasukan Mukhtar memerangi pasukan musuh sampai kemudian ia gugur. Peristiwa gugurnya Rifa'ah terjadi pada tahun 66 H. [14]

Riwayat

Rifa'ah meriwayatkan hadis melalui 'Amruh bin Hamaq al-Khazai [15]dan Abdul Mulk bin 'Umair meriwayatkan hadis darinya. [16]

Catatan kaki

  1. Nashr bin Mazahim, hlm. 60, 205, 228-229
  2. Najasyi, hlm. 71, 119, 215, 238, 302, 412, 413, 446
  3. Kasyi, hlm. 65
  4. Da'aam al-Islam, jld. 1, hlm. 227; jld. 2, hlm. 36, 38, 176, 258, 404, 442, 445, 459, 487, 499, 530, 534; Mustadrak, jld. 2, hlm. 450, jld. 13, hlm. 393; Biharul Anwar, jld. 79. hlm. 101
  5. Surat Imam Ali kepada Rifa'ah bin Syadad al-Bajali
  6. Al-Futuh, jld. 2, hlm. 468
  7. Nashr bin Mazahim, hlm. 205
  8. Syaikh Thusi, Rijal, hlm. 94
  9. Usdul Ghabah, jld. 3, hlm. 715; Ansab al-Asyraf, jld. 5, hlm. 272; Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 4, hlm. 88; Thabari, jld. 5, 265
  10. Al-Imamah wa Siyasah, jld. 2, hlm. 7; Ansab al-Asyraf, jld. 3, hlm. 157; Ibnu Khaldun, jld. 3, hlm. 27; Thabari, jld. 3, hlm. 352
  11. Ansab al-Asyraf, jld. 6, hlm. 364
  12. Al-Bidayah wa al-Nihayah, jld. 8, hlm. 264
  13. Al-Bidayah wa al-Nihayah, jld. 8, hlm. 291
  14. Zirkili, al-A'lam, jld. 3, hlm. 29; Thabari, jld. 6, hlm. 616; Ibnu Atsir, al-Kamil, jld. 4, hlm. 235; al-Bidayah wa al-Nihayah, jld. 8, hlm. 267; Thabari, jld. 6, hlm. 50
  15. Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 4, hlm. 87
  16. Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 5, hlm. 227