Lompat ke isi

Konsep:Padang Mahsyar

Dari wikishia
Ma'ad

Padang Mahsyar, Sahnah-e Mahsyar (Panggung Mahsyar),[1] Arshah-e Mahsyar (Arena Mahsyar)[2] atau Zamin-e Mahsyar (Bumi Mahsyar)[3] adalah salah satu istilah yang merujuk pada tempat terjadinya hari Kiamat. Yaumul Hasyar atau Hari Mahsyar juga merupakan salah satu nama hari Kiamat, karena pada hari itu semua manusia akan bangkit dari kubur dan dikumpulkan.[4] Menurut para peneliti, istilah "Sahra-ye 'Arashat" dalam irfan juga berarti Padang Mahsyar.[5] Dehkhoda dalam entri "Mahsyar" menyinggung berbagai kombinasi kata dan dalam penjelasannya mengenai "Sahra-ye Mahsyar" menulis: "Tempat berkumpulnya umat manusia di hari kiamat"[6]

Sayid Radhi mengartikan "Sahirah" sebagai padang pasir yang menakutkan dan terjaga di malam hari, karena di tanah tersebut tidak ada seorang pun yang tidur karena ketakutan.[7] Thabarsi mengartikannya sebagai hamparan bumi dan dataran gurun.[8] Tafsir Al-Qomi juga mendefinisikan "Sahirah" sebagai tanah tempat orang-orang mati keluar dari kuburnya setelah mendengar teriakan keras (shaihah) dan kemudian berada di sana.[9] Mutahhari menafsirkan "Sahirah" sebagai padang pasir yang kosong dan menganggap "Padang Mahsyar" sebagai istilah awam.[10] Selain itu, Sa'di dalam kitab Bustan juga menyinggung Padang Mahsyar dalam sebuah hikayatnya. Templat:Puisi Dalam Al-Qur'an dan riwayat, tempat ini digambarkan dengan karakteristik seperti luas dan berupa gurun pasir.[11] Dalam berbagai tafsir, Padang Mahsyar diartikan sebagai tanah yang luas dan datar di mana tidak ada tumbuhan apa pun di sana[12] dan semua manusia akan dikumpulkan di sana untuk hari kiamat.[13] Karena tempat ini dalam beberapa sumber digambarkan sebagai tempat yang menakutkan dan jauh dari kenyamanan serta ketenangan, beberapa mufasir menyebutnya sebagai simbol dari kesulitan-kesulitan di hari kiamat.[14]

Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa jumlah manusia pada hari kiamat sangatlah banyak sehingga tidak ada tempat untuk berdiri, dan tanah ini seolah-olah ditarik (dibentangkan) seperti kulit, dan tidak akan ada tempat bagi setiap individu kecuali tempat kakinya berpijak.[15]

Catatan Kaki

  1. Dawarpanah, Anwar al-'Irfan, 1375 HS, jld. 14, hlm. 186.
  2. Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 6, hlm. 376.
  3. Maibudi, Kasyf al-Asrar, 1371 HS, jld. 5, hlm. 570.
  4. Syaikh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, jld. 4, hlm. 377, di bawah tafsir Surah Al-A'raf ayat 25.
  5. Sajjadi, Farhang Ma'arif Eslami, jld. 2, hlm. 1098.
  6. Lughat-nameh Dehkhoda, entri "Mahsyar".
  7. Sayid Radhi, Talkhish al-Bayan fi Majazat al-Qur'an, 1374 H, hlm. 358.
  8. Thabarsi, Tafsir Majma' al-Bayan, 1415 H, jld. 10, hlm. 252.
  9. Qomi, Tafsir Qomi, 1404 H, jld. 2, hlm. 403.
  10. "Asynayi ba Qur'an, jld. 11", Sistem Komprehensif Ustadz Syahid Mutahhari.
  11. Surah Al-Insyiqaq, ayat 3 dan Surah Al-Kahf, ayat 47.
  12. Surah Al-Kahf, ayat 8.
  13. Surah Hud, ayat 106-108; Oleh karena itu, berdasarkan konteks ayat dan ayat-ayat lainnya seperti ayat 48 Surah Ibrahim, yang dimaksud dengan "Al-Ardh" (bumi) adalah bumi akhirat. Lihat: Majma' al-Bayan, jld. 5 dan 6, hlm. 296 dan 297; Al-Mizan, jld. 11, hlm. 24.
  14. Farhang-e Qur'an, 1385 HS, jld. 15, hlm. 340-341.
  15. Suyuthi, Al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 6, hlm. 329. Ungkapan "Madd al-Adim" (seperti kulit yang dibentangkan) juga terdapat dalam riwayat-riwayat lain yang mendeskripsikan bumi pada hari kiamat.

Daftar Pustaka

  • Dawarpanah, Abul Fadhl. Anwar al-'Irfan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran: Shadr, cetakan pertama, 1375 HS.
  • Sajjadi, Ja'far. Farhang Ma'arif Eslami. Tanpa tempat: Kumisy, tanpa tahun.
  • Sayid Radhi. Talkhish al-Bayan fi Majazat al-Qur'an. Tanpa tempat, tanpa tahun.
  • Suyuthi, Jalaluddin. Al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir bi al-Ma'tsur. Qom: Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1404 H.
  • Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut: Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, tanpa tahun.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom: Intisyarat Eslami, cetakan kelima, 1417 H.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran: Eslam, cetakan kedua, 1378 HS.
  • Qomi, Ali bin Ibrahim. Tafsir Qomi. Riset dan koreksi: Thayyib Musawi Jazairi. Qom: Dar al-Kitab, 1404 H.
  • Kasyifi Sabzawari, Kamaluddin. Jawahir al-Tafsir. Riset: Jawad Abbasi. Teheran: Daftar Nasyr Mirats Maktub, tanpa tahun.
  • Lughat-nameh Dehkhoda, entri "Mahsyar".
  • Maibudi, Rasyiduddin. Kasyf al-Asrar wa 'Uddat al-Abrar. Riset: Ali Asghar Hekmat. Teheran: Amir Kabir, cetakan kelima, 1371 HS.
  • Naji, Hamed. "Mahsyar". Daneshnameh Qur'an wa Qur'an-Pajouhi. Disusun oleh: Baha'uddin Khorramshahi. Teheran: Doustan Nahid, 1377 HS.
  • Hasyimi Rafsanjani, Akbar dan sekumpulan peneliti. Farhang-e Qur'an. Qom: Bustan-e Ketab, cetakan kedua, 1385 HS.
  • "Unwan: Asynayi ba Qur'an, jld. 11". Sistem Komprehensif Ustadz Syahid Mutahhari. Tanggal akses: 30 Bahman 1404 HS.