Lompat ke isi

Konsep:Masjid Sab'ah

Dari wikishia

Templat:Jangan Tertukar Templat:Infobox Bangunan Keagamaan Masjid Sab'ah (bahasa Arab: المساجد السبعة) atau Masjid-masjid Tujuh, adalah masjid-masjid kecil nan kuno yang terletak di Madinah. Sejarah keberadaan masjid-masjid ini kembali ke masa awal Islam dan dibangun untuk mengenang orang-orang yang hadir atau mendirikan salat di tempat tersebut selama Perang Khandaq. Masjid Fath, Masjid Salman al-Farisi, Masjid Imam Ali as, Masjid Fatimah sa, Masjid Abu Bakar, Masjid Umar, dan Masjid Qiblatain adalah nama-nama dari ketujuh masjid tersebut, meskipun ada perbedaan pendapat mengenai jumlah pastinya. Masjid Sab'ah dulunya merupakan tempat ziarah bagi jemaah haji dan peziarah, hingga sebagian di antaranya, seperti Masjid Imam Ali as dan Masjid Sayidah Fatimah sa, dibiarkan runtuh, ditutup dengan blok semen, dan akhirnya dihancurkan berdasarkan fatwa dari mufti-mufti Wahabi.

Pengenalan

Masjid Sab'ah adalah sebutan untuk tujuh masjid yang letaknya berdekatan di Madinah. Dikatakan bahwa masjid-masjid ini adalah tempat keberadaan atau tempat salat orang-orang yang terlibat dalam peristiwa Perang Khandaq. Masjid-masjid kecil ini terletak di sisi barat Gunung Sal' (Jabal Sal') dan berada di dekat parit (khandaq) yang digali oleh umat Islam pada zaman Nabi Muhammad saw untuk mempertahankan Madinah dari serangan orang-orang kafir.[1] Dari Masjid Sab'ah, hanya Masjid Fath dan Masjid Abu Bakar yang telah direnovasi,[2] sementara beberapa masjid lainnya telah dihancurkan dalam beberapa tahun terakhir.[3] Masjid-masjid ini juga dikenal dengan nama "Masjid Fath" dan "Masjid Khandaq".[4]

Nama-nama

Nama-nama dari tujuh Masjid Sab'ah adalah sebagai berikut:

Papan nama yang dipasang di Masjid Fath menunjukkan renovasi pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdulaziz pada tahun 1411 H.
  • Masjid Fath adalah masjid terpenting di antara Masjid Sab'ah yang juga dikenal dengan nama "Masjid al-A'la" dan "Masjid Ahzab",[5] serta kadang disebut "Masjid Khandaq".[6] Masjid ini, yang terletak di tempat yang tinggi di lereng gunung, adalah tempat di mana doa Nabi Muhammad saw untuk meraih kemenangan dalam perang dikabulkan dan kabar penaklukan serta kemenangan pasukan Islam sampai kepada beliau di tempat ini. Masjid Fath dibangun oleh Umar bin Abdul Aziz dan direnovasi pada masa Saifuddin bin Abi al-Haija', serta dipugar dan direnovasi kembali pada masa pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah.[7] Bangunan Masjid Fath yang sekarang berasal dari masa Sultan Abdul Mejid I dan dibangun pada tahun 1270 H/1854, dan pemerintah Saudi telah memperbaiki masjid ini pada tahun 1411 H/1990-1991.[8]
Foto kuno Masjid Imam Ali as di Madinah
  • Masjid Ali bin Abi Thalib as, dengan luas 35 meter persegi, terletak di sebelah selatan Masjid Salman al-Farisi dan di dekat Masjid Fatimah sa.[9] Selain sebagai pos pemantauan selama perang, masjid ini juga menjadi tempat ibadah Amirul Mukminin.[10] Menurut tulisan Samhudi, seorang ulama bermazhab Syafi'i pada abad ke-10 H, setelah masjid ini hancur, Amir Zainuddin Dhaigham Manshuri, penguasa Madinah, membangunnya kembali pada tahun 876 H/1471.[11] Allamah Majlisi menyebut masjid ini dengan nama Masjid Amirul Mukminin, di mana Imam Ali as pernah mendirikan salat di sana.[12]
Pemandangan Masjid Sayidah Fatimah sa, ditutup dengan blok-blok semen
  • Masjid Fatimah sa, yang terletak di sebelah barat Masjid Imam Ali as, adalah masjid kecil berukuran sekitar 12 meter persegi[13] dan tidak beratap, di mana dikatakan bahwa Sayidah Zahra sa menyiapkan makanan dan roti untuk ayah dan suaminya, Ali as, di tempat ini selama Perang Khandaq,[14] serta berdoa dan mendirikan salat untuk kemenangan umat Islam.[15]
Masjid Salman al-Farisi
  • Masjid Salman al-Farisi, dengan luas 40 meter persegi, terletak di sebelah selatan Masjid Fath. Masjid ini juga dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz.[16] Dalam sumber-sumber Syiah, sangat dianjurkan untuk mendirikan salat di masjid ini.[17]
  • Masjid Abu Bakar terletak di sebelah barat daya Masjid Salman, sekitar lima belas meter darinya. Masjid ini dihancurkan pada tahun 1380 HS/2001, dan saat ini menjadi tempat parkir bagi bus-bus peziarah.[18]

Perbedaan dalam Jumlah

Terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah masjid-masjid ini; beberapa pihak mengatakan bahwa salah satu masjid telah dihancurkan, sementara yang lain berpendapat bahwa pada awalnya terdapat enam masjid, dan Masjid Dzulqiblatain dianggap sebagai yang ketujuh.[22]

Samhudi dalam buku Wafa' al-Wafa hanya menyebutkan tiga masjid, yaitu Masjid Fath, Masjid Salman, dan Masjid Ali as, tanpa menyebutkan masjid keempat yang dinamai Masjid Abu Bakar.[23] Pendiri ketiga masjid ini pada tahun 575 dan 577 H/1179-1182 adalah salah seorang amir (penguasa) dari Dinasti Fathimiyah, yang bernama Amir Saifuddin Husain bin Haija'. Menurut Rasul Jafariyan, ketiga masjid berikutnya dibangun setelah masa ini,[24] dan hingga abad ke-9 Hijriah atau bahkan setelahnya, tidak ada penyebutan nama Masjid Abu Bakar, yang baru dibangun sekitar tahun 1303 H/1885-86.[25]

Penghancuran

Pintu Masjid Fatimah sa masih terbuka hingga tahun 1419 H/1998-99, dan para peziarah dapat melaksanakan salat di dalamnya. Setelah itu, pemerintah Saudi menutupnya karena alasan kerumunan massa yang berlebihan[26] dan menganggap ziarah ke tempat tersebut sebagai bidah,[27] sebelum akhirnya menghancurkannya.[28] Syekh Shalih al-Fawzan, seorang mufti Wahabi dari Arab Saudi, telah menyerukan penghancuran Masjid Sab'ah tersebut.[29]

Ja'far Subhani, salah seorang marja taklid Syiah di Iran, mengeluarkan pernyataan setelah kejadian tersebut, dengan menyebut bahwa penghancuran Masjid Sayidah Fatimah sa merupakan langkah untuk menghapus peninggalan-peninggalan Islam dan melenyapkan nama Ahlulbait as di Arab Saudi.[30]

Catatan Kaki

  1. Amini Golestani, Kasykul Golestani, 1391 HS, jld. 2, hlm. 493 dan 494.
  2. Hasani, Seiri dar Amaken Sarzamin-e Wahy, 1371 HS, hlm. 74.
  3. Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkeh wa Madineh, 1379 HS, hlm. 361.
  4. "Masajid-e Fath ya Masajid-e Khandaq", Situs Web Organisasi Haji dan Ziarah Provinsi Azerbaijan Timur.
  5. Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkeh wa Madineh, 1379 HS, hlm. 357.
  6. "Masjidi ke Yadegar-e Jang-e Khandaq ast", Jaringan Al-Kawthar.
  7. "Masajid-e 'Sab'ah' dar Madineh Monawwareh, Makani baraye Gardesygari-ye Dini", Kantor Berita Shabestan.
  8. Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkeh wa Madineh, 1379 HS, hlm. 359.
  9. "Masajid-e 'Sab'ah' dar Madineh Monawwareh, Makani baraye Gardesygari-ye Dini", Kantor Berita Shabestan.
  10. Hasani, Seiri dar Amaken Sarzamin-e Wahy, 1371 HS, hlm. 74.
  11. Samhudi, Wafa' al-Wafa, 2006 M, jld. 3, hlm. 43 dan 44.
  12. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1404 H, jld. 20, hlm. 230.
  13. "Jorm-e In Masjid-e Kouchak, Nam-e Zahra(s) ast", Rajanews.
  14. "Masajid-e 'Sab'ah' dar Madineh Monawwareh, Makani baraye Gardesygari-ye Dini", Kantor Berita Shabestan.
  15. Hasani, Seiri dar Amaken Sarzamin-e Wahy, 1371 HS, hlm. 74.
  16. "Masajid-e 'Sab'ah' dar Madineh Monawwareh, Makani baraye Gardesygari-ye Dini", Kantor Berita Shabestan.
  17. Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkeh wa Madineh, 1379 HS, hlm. 359.
  18. "Masajid-e 'Sab'ah' dar Madineh Monawwareh, Makani baraye Gardesygari-ye Dini", Kantor Berita Shabestan.
  19. "Masajid-e 'Sab'ah' dar Madineh Monawwareh, Makani baraye Gardesygari-ye Dini", Kantor Berita Shabestan.
  20. "Masajid-e Fath ya Masajid-e Khandaq", Situs Web Organisasi Haji dan Ziarah Provinsi Azerbaijan Timur.
  21. Amini Golestani, Kasykul Golestani, 1391 HS, jld. 2, hlm. 493 dan 494.
  22. "Masajid-e Tarikhi wa Masyhur-e Tamaddon-e Eslami (Masajid-e Sab'ah ya Sittah)", Situs Informasi Hawzah.
  23. Samhudi, Wafa' al-Wafa, 2006 M, jld. 3, hlm. 43 dan 44.
  24. Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkeh wa Madineh, 1379 HS, hlm. 359 dan 360.
  25. Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkeh wa Madineh, 1379 HS, hlm. 362.
  26. Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkeh wa Madineh, 1379 HS, hlm. 361.
  27. "Fatwa-ye Takhrib-e Masajid-e Sab'ah dar Madineh Monawwareh", Kantor Berita Mashregh.
  28. Amini Golestani, Kasykul Golestani, 1379 HS, jld. 2, hlm. 493-495; Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkeh wa Madineh, 1379 HS, hlm. 361.
  29. "Wahabiyoun be donbal-e Takhrib-e Masajid-e Haftganeh dar Madineh Monawwareh Hastand", Kantor Berita IRNA.
  30. "Enteqad-e Ayatullah Subhani az Takhrib-e Masjid-e Hazrat Fatimah(s) Tawasut-e Syahrdari-e Madineh", Kantor Berita Mehr.

Daftar Pustaka