Lompat ke isi

Konsep:Masjid Ali bin Abi Thalib (as)

Dari wikishia
Masjid Ali bin Abi Thalib
LokasiMadinah
Tahun pembangunanAbad ke-1 Hijriah
Informasi arsitektur
Lebar luas882 meter persegi
Ciri khasIslami

Masjid Ali bin Abi Thalib as (bahasa Arab:مسجد علی بن ابی‌طالب(ع)) adalah sebuah Masjid di kota Madinah yang terletak di kawasan Manakhah, tempat Nabi Muhammad saw melaksanakan salat Id pada tahun keenam Hijriah. Masjid ini dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz pada tahun 87 H dan telah diperbaiki selama berabad-abad. Berdasarkan laporan sumber-sumber sejarah, Imam Ali as melaksanakan salat Id di tempat ini selama masa pengepungan Utsman bin Affan. Para jemaah haji juga mengunjungi tempat ini untuk melaksanakan salat selama hari-hari haji.

Masjid ini telah direnowasi beberapa kali di tahun-tahun yang berbeda, hingga akhirnya pada tahun 1411 H dihancurkan sepenuhnya dan dibangun kembali. Luas masjid saat ini adalah 882 meter persegi, jauh lebih besar dibandingkan bangunan lamanya. Masjid Ali bin Abi Thalib as terletak di sepanjang arah barat daya Masjid Nabawi dan dekat dengan Masjid Ghamamah.

Masjid lain dengan nama yang sama juga terdapat di kaki Gunung Sal' Madinah (di selatan Masjid Salman Al-Farisi) yang dibangun di tempat ibadah Imam Ali as selama Perang Khandaq.

Sejarah dan Kedudukan

Menurut penukilan sumber sejarah, Nabi Muhammad saw setelah tiba di Madinah, setiap tahun melaksanakan salat Idulfitri, Idul Qurban, atau salat minta hujan[1] di kawasan Manakhah di ruang terbuka tanpa dinding,[2] yang sekarang disebut Masjid Mushalla.[2] Menurut para sejarawan, Nabi saw melaksanakan salat Id di berbagai bagian kawasan Manakhah[3] dan pada tahun keenam Hijriah, beliau melaksanakan salat Id di tempat yang kemudian dinamakan Masjid Ali bin Abi Thalib.[4] Berdasarkan pendapat lain, Nabi saw melaksanakan salat Id di lokasi ini selama dua tahun.[5]

Sejarawan melaporkan bahwa Imam Ali as juga melaksanakan salat Id di tempat ini saat Utsman bin Affan dikepung oleh para penentangnya.[6] Menurut Ali Ashghar Qa'idan, penulis buku "Tarikh Atsar-e Islami-ye Makkah wa Madinah", umat Islam membangun banyak masjid di kawasan Manakhah untuk menghormati dan menjaga tempat salat Nabi saw,[7] dan Masjid Ali bin Abi Thalib as sebagai masjid Idgah[2] dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz pada tahun 87 H.[8] Masjid ini terletak di arah barat daya pada jarak 300 meter dari Masjid Nabawi dan 122 meter dari Masjid Ghamamah.[9] Selama hari-hari haji, para jemaah pergi ke masjid ini untuk menunaikan salat.[10]

Pembangunan Kembali

Menurut Rasul Jafarian, peneliti sejarah Syiah, Masjid Ali bin Abi Thalib as telah berulang kali diperbaiki selama berabad-abad.[9] Masjid ini mulai mengalami kerusakan pada abad ke-9 Hijriah dan para peziarah yang meninggal di daerah tersebut dimakamkan di sana.[11] Akhirnya, pada tahun 881 H, masjid ini diperbaiki oleh gubernur Madinah, Zainuddin Dzaygham Manshuri.[12] Para penguasa periode Utsmani memberikan perhatian khusus pada perbaikan dan pelestarian Masjid Ali bin Abi Thalib as.[11] Berdasarkan laporan *Shia-News*, masjid ini kembali direnowasi pada tahun 1296 H pada masa Sultan Abdul Majid I.[13] Dalam beberapa tahun terakhir, bangunan kuno masjid ini dihancurkan dan dibangun kembali sepenuhnya pada tahun 1411 H dengan luas 690 meter persegi, tiga kali lipat dari ukuran sebelumnya.[12][11]

Arsitektur Masjid

Luas Masjid Ali bin Abi Thalib saat ini adalah 882 meter persegi.[12] Bangunan masjid ini berbentuk persegi panjang dengan panjang dari timur ke barat mencapai 35 meter dan lebar 9 meter. Masjid ini memiliki satu serambi (ruwaq) yang di sisi barat dan timur terhubung ke sebuah bilik kecil. Sebuah pintu di sisi utara terbuka ke arah halaman yang berbentuk persegi panjang, dan atap serambinya memiliki lima kubah dengan kubah Mihrab berada di atasnya.[13] Mihrab menghadap ke arah Kiblat dan memiliki tinggi tiga meter. Menara masjid terletak di bagian timur dekat pintu masuk dengan posisi yang cukup tinggi. Masjid ini dibangun dari batu basal yang dilapisi dengan marmer putih dan kapur, sementara dinding timurnya dilapisi dengan batu hitam.[13]

Masjid Ali bin Abi Thalib as di Kaki Gunung Sal'

Masjid Imam Ali as di Gunung Sal'

Di sebelah barat laut Madinah, di kaki Gunung Sal', terdapat beberapa masjid yang disebut sebagai Masjid-masjid Fath.[12] Para komandan pasukan Islam selama Perang Khandaq ditempatkan di beberapa titik di Gunung Sal', dan menurut riwayat lain, mereka melakukan salat di tempat tersebut hingga kemudian masjid-masjid dibangun di lokasi ibadah mereka. Salah satu dari masjid tersebut adalah Masjid Ali bin Abi Thalib as yang terletak di selatan Masjid Salman Al-Farisi.[14] Berdasarkan riwayat, Imam Ali as melakukan salat di tempat ini selama malam-malam Perang Khandaq sambil menjaga keamanan kota Madinah.[15]

Catatan Kaki

  1. Qa'idan, Tarikh Atsar-e Islami-ye Makkah al-Mukarramah wa Madinah al-Munawwarah, 1389 HS, hlm. 256.
  2. 2,0 2,1 2,2 Jafarian, Atsar-e Islami-ye Makkah wa Madinah, 1390 HS, hlm. 317.
  3. Samhudi, Wafa al-Wafa, 2006 M, jld. 3, hlm. 4; Ibnu Syabbah, Tarikh al-Madinah, 1399 H, jld. 1, hlm. 133.
  4. Qa'idan, Tarikh Atsar-e Islami-ye Makkah al-Mukarramah wa Madinah al-Munawwarah, 1389 HS, hlm. 257.
  5. Gharawi Qochani dan Khuwailid, "Masajid-e Tarikhi-ye Madinah al-Munawwarah", hlm. 118.
  6. Samhudi, Wafa al-Wafa, 2006 M, jld. 3, hlm. 6.
  7. Qa'idan, Tarikh Atsar-e Islami-ye Makkah al-Mukarramah wa Madinah al-Munawwarah, 1389 HS, hlm. 256.
  8. "Dar-e Baste-ye Masjid-e Hazrat Ali as dar Madinah", Kantor Berita ISNA; Jafarian, Atsar-e Islami-ye Makkah wa Madinah, 1390 HS, hlm. 319.
  9. 9,0 9,1 Jafarian, Atsar-e Islami-ye Makkah wa Madinah, 1390 HS, hlm. 319.
  10. "Masjid-e Imam Ali bin Abi Thalib as dar Madinah al-Munawwarah", Kantor Berita Rasa.
  11. 11,0 11,1 11,2 Qa'idan, Tarikh Atsar-e Islami-ye Makkah al-Mukarramah wa Madinah al-Munawwarah, 1389 HS, hlm. 259.
  12. 12,0 12,1 12,2 12,3 Jafarian, Atsar-e Islami-ye Makkah wa Madinah, 1390 HS, hlm. 320.
  13. 13,0 13,1 13,2 "Masjid-e Ali bin Abi Thalib as Ghorbat-kadeh-i dar Madinah al-Munawwarah", Shia-News.
  14. Qa'idan, Tarikh Atsar-e Islami-ye Makkah al-Mukarramah wa Madinah al-Munawwarah, 1389 HS, hlm. 264.
  15. Qumi, Safinah al-Bihar, 1414 H, jld. 4, hlm. 79.

Daftar Pustaka

  • Gharawi Qochani, Yusuf dan Abdurrahman Khuwailid. "Masajid-e Tarikhi-ye Madinah al-Munawwarah". Dalam majalah Miqat-e Hajj, No. 20, Musim Panas 1376 HS.
  • Ibnu Syabbah, Umar. Tarikh al-Madinah. Riset: Muhammad Syaltut. Jeddah: n.p, 1399 H.
  • Jafarian, Rasul. Atsar-e Islami-ye Makkah wa Madinah. Teheran: Penerbit Masy'ar, 1390 HS.
  • "Dar-e Baste-ye Masjid-e Hazrat Ali as dar Madinah". Kantor Berita ISNA, tanggal posting: 23 Urdibehesyt 1393 HS.
  • "Masjid-e Imam Ali bin Abi Thalib as dar Madinah al-Munawwarah". Kantor Berita Rasa, tanggal posting: 8 Khurdad 1403 HS, diakses: 30 Mehr 1403 HS.
  • "Masjid-e Ali bin Abi Thalib as Ghurbat-kadeh-i dar Madinah al-Munawwarah". Shia-News, tanggal posting: 8 Syahriwar 1394 HS, diakses: 28 Mehr 1403 HS.
  • Qa'idan, Ashghar. Tarikh Atsar-e Islami-ye Makkah al-Mukarramah wa Madinah al-Munawwarah. Qom: Muasseseh Farhangi Hunari Masy'ar, cetakan ke-11, 1389 HS.
  • Qumi, Abbas. Safinah al-Bihar. Qom: Uswah, cetakan pertama, 1414 H.
  • Samhudi, Ali bin Abdullah. Wafa al-Wafa bi Akhbar Dar al-Musthafa. Riset: Khaled Abdul Ghani. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2006 M.