Lompat ke isi

Konsep:Madrasah Hadis al-Hillah

Dari wikishia

Templat:Kotak info madrasah Madrasah Hadis al-Hillah terbentuk sejak Abad ketujuh Hijriah. Aktivitas utama madrasah ini terbagi dalam dua cabang: penyusunan dan penghidupan kembali teks-teks doa serta ziarah, serta aktivitas rijali dan penyusunan daftar pustaka. Pengumpulan hadis dalam bab-bab yang tidak masyhur serta pembagian ilmu rijal dianggap sebagai karakteristik dari madrasah hadis ini.

Di dalam madrasah hadis ini, terdapat tiga arus hadis: arus pengikut madrasah Baghdad, arus yang berpusat pada hadis (tradisionis), dan arus yang berorientasi pada fikih. Di antara tokoh-tokoh terkemuka madrasah ini adalah Ali bin Thawus al-Hilli, Ahmad bin Thawus al-Hilli, Allamah al-Hilli, dan Hasan bin Dawud al-Hilli.

Pengenalan dan Urgensi

Meskipun menurut pandangan beberapa peneliti, Hadis di Hillah berada di bawah bayang-bayang Fikih sehingga terdapat keraguan untuk menganggap Hillah sebagai madrasah hadis yang independen;[1] namun demikian, keberadaan pemikiran dan arus hadis yang terorganisir di madrasah Hillah, pengaruh beberapa pemikiran tokoh besar madrasah ini seperti Allamah al-Hilli terhadap para fukaha dan muhadis Syiah hingga beberapa abad kemudian, beberapa inovasi khusus mereka seperti pembagian hadis menjadi empat kategori, serta banyaknya karya tulis fikih-hadis yang tersisa dari banyak ulama Hillah, dianggap sebagai aspek penting dari Madrasah Hadis al-Hillah.[2]

Awal pembentukan lingkungan hadis Hillah dianggap sejak abad ketujuh; setelah hadis di lingkungan Syiah mengalami stagnasi sejak abad kelima dan tidak adanya pusat hadis yang penting.[3] Aktivitas hadis utama di lingkungan Hillah terbagi dalam dua cabang: penyusunan dan penghidupan kembali teks-teks doa serta ziarah dalam hadis, serta aktivitas rijali dan penyusunan daftar pustaka.[4]

Karakteristik

Beberapa peneliti menyebutkan karakteristik berikut untuk Madrasah Hadis al-Hillah:[5]

Pengumpulan Hadis dalam Bab-bab yang Tidak Masyhur

Menurut beberapa peneliti hadis, meskipun sebelum madrasah Hillah, para muhadis seperti al-Kulaini, Syekh Saduq, Syekh Mufid, dan Syekh Thusi telah melakukan pengumpulan hadis; namun di Hillah, Sayyid Ibnu Thawus al-Hilli (Sayyid Ali bin Thawus al-Hilli) mengumpulkan hadis-hadis yang tidak disebutkan dalam teks kitab-kitab riwayat Saduq, Kulaini, dan Syekh Thusi.[6]

Menurut pandangan beberapa peneliti, Sayyid Ibnu Thawus adalah seorang bibliografer dan pemilik perpustakaan yang juga memiliki akses ke perpustakaan penting Baghdad; oleh karena itu, ia memiliki akses ke beberapa sumber riwayat di bidang doa yang saat ini tidak sampai ke tangan kita namun masih ada hingga abad ketujuh dan kedelapan, dan dengan mengumpulkan riwayat-riwayat ini dalam bab doa dan ziarah, ia telah mencegah kemusnahannya.[7]

Ia juga mengumpulkan hadis-hadis dalam bab tanjim, istikharah, dan etika yang tidak disebutkan dalam kitab-kitab fikih masyhur.[8]

Pembagian Ilmu Rijal

Pembagian inovatif dalam Ilmu Rijal oleh Ahmad bin Thawus al-Hilli dianggap sebagai salah satu karakteristik Madrasah Hadis al-Hillah.[9] Hingga sebelum masanya, kitab-kitab rijal Syiah seperti Fihrist al-Najasyi dan Fihrist Syekh Thusi disusun berdasarkan urutan alfabet; namun Ahmad bin Thawus al-Hilli membagi para perawi berdasarkan kredibilitas (watsaqah) dan kelemahan (dha'f) mereka, dan murid-muridnya Allamah al-Hilli serta Hasan bin Dawud al-Hilli dalam dua kitab rijal mereka yaitu Khulashah al-Rijal dan al-Rijal mengategorikan para perawi ke dalam dua bagian: perawi yang muktabar dan tidak muktabar.[10]

Arus-arus Hadis di Hillah

Buku Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah.

Tiga arus hadis telah diidentifikasi di kalangan ulama Hillah.[11]

Arus Pengikut Madrasah Hadis Baghdad

Pemikiran terpenting dari arus ini, yang dikenal dengan poros Ibnu Idris al-Hilli,[12] adalah sebagai berikut:

  1. Penolakan keras terhadap otoritas Khabar Wahid.[13]
  2. Tidak membahas syarat penerimaan khabar wahid seperti karakteristik perawi dan riwayat.[14]
  3. Tidak menerima riwayat dari perawi non-Imami.[15]
  4. Penguatan argumentasi pada Al-Qur'an dan Ijma' serta prinsip-prinsip mazhab dalam Fikih sebagai ganti khabar wahid.[16]

Arus yang Berpusat pada Hadis (Tradisionis)

Sosok paling menonjol dalam arus yang berpusat pada hadis di madrasah Hillah diperkenalkan sebagai Sayyid Ali bin Thawus al-Hilli, dan setelahnya disebut pula Ibnu al-Bitriq al-Hilli, Warram bin Abi Firas, dan Sayyid Fakhar al-Musawi.[17] Arus hadis ini diperkenalkan dengan aktivitas dan pemikiran sebagai berikut:[18]

  • Upaya dalam menyusun kumpulan-kumpulan doa.[19]
  • Tradisionisme yang rasional.[20]
  • Aktivitas yang kuat dalam menjaga dan mentransmisikan warisan hadis Syiah serta memberikan kredibilitas kepadanya.[21]
  • Keyakinan teguh pada otoritas khabar wahid.[22]
  • Tidak mencampuradukkan dasar-bahasa fikih dan ushul dengan pelemahan (tadh'if) dari para rijali serta memandangnya secara realistis.[23]
  • Menyajikan beberapa dasar yang berguna dalam evaluasi hadis seperti evaluasi sumber dan konten.[24]

Arus yang Berorientasi pada Fikih

Di antara sosok paling menonjol dari arus ini yang memiliki hegemoni ilmiah di lingkungan hadis Hillah,[25] dirujuk kepada Sayyid Ahmad bin Thawus al-Hilli, Allamah al-Hilli, dan Muhaqqiq al-Hilli.[26] Beberapa peneliti merinci karakteristik metodologis dan pemikiran untuk arus yang berorientasi pada fikih di Madrasah Hadis al-Hillah sebagai berikut:[27]

Karakteristik Metodologis

  1. Konsentrasi yang tinggi pada ilmu fikih, ushul, dan kalam sehingga ilmu-ilmu seperti Fikih al-Hadis terpinggirkan, khususnya mengenai hadis non-fikih.[28]
  2. Awal penyusunan kumpulan-kumpulan rijal.[29]
  3. Awal penyusunan kitab rijal dengan poros jarh dan ta'dil (penilaian kredibilitas) perawi.[30]
  4. Awal tren penulisan kitab shahih dan penggunaan pembagian empat kategori hadis oleh Allamah al-Hilli.

[31]

  1. Kelanjutan tren penulisan manakib dan pembuktian imamah Imam Ali (as) serta penulisan sanggahan terhadap ulama Ahlusunah dan menjawab syubhat.[32]

Karakteristik Pemikiran

  1. Penggantian keadilan ('adalah) sebagai ganti kejujuran (shidq) dalam penukilan untuk evaluasi perawi.[33]
  2. Pelemahan perawi Tsiqah yang memiliki mazhab menyimpang (fasid al-mazhab) dan meninggalkan riwayat mereka.[34]
  3. Menonjolkan kriteria pengamalan para sahabat (amal al-ashab) dalam berinteraksi dengan riwayat dha'if.[35]
  4. Adanya ketidakselarasan antara pandangan rijali tentang perawi dengan penerapan fikih.[36]
  5. Tidak digunakannya standar yang sama secara konsisten dalam pembahasan rijal.[37]
  6. Pelemahan banyak perawi dikarenakan analisis yang salah terhadap faktor-faktor pelemahan seperti ghuluw (ekstremisme) dalam perkataan para rijali abad keempat dan kelima.[38]
  7. Munculnya fenomena tawaqquf (menahan diri) dalam evaluasi kepribadian perawi dan riwayat mereka.[39]
  8. Perhatian yang tidak memadai pada ilmu thabaqat (tingkatan perawi) dan pembedaan antara perawi yang memiliki nama serupa (tamyiz al-musytarakat).[40]

Tokoh Besar Hillah

Di antara tokoh-tokoh Madrasah Hadis al-Hillah yang disebutkan namanya adalah:

Ali bin Thawus al-Hilli

Templat:Utama Kunyahnya adalah Abu al-Qasim dan bergelar Radhiuddin.[41] Ia lahir pada bulan Muharram tahun 589 H[42] dan wafat pada bulan Zulkaidah tahun 664 H di Baghdad.[43] Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan Sayyid Ibnu Thawus dalam kitab-kitab hadis adalah Ali bin Thawus ini, sementara dalam kitab-kitab fikih dan rijal adalah Sayyid Ahmad bin Thawus al-Hilli.[44]

Ia dianggap sebagai pelopor aktivitas hadis pada abad ketujuh yang menyusun kitab-kitab berharga dengan corak hadis, sementara mayoritas ulama Hillah memiliki karya tulis di bidang fikih.[45]

Ahmad bin Thawus al-Hilli

Templat:Utama Ia dianggap sebagai salah satu fukaha yang berpengaruh dalam Ilmu-ilmu Islam yang sangat unggul di bidang rijal, Hadis, dan Fikih di antara ulama pada masanya.[46]

Sebuah kitab fikih miliknya bernama Busyra al-Mukhbitin disebutkan namun tidak sampai ke tangan kita.[47]

Dua inovasi penting dalam Ilmu Rijal dinisbatkan kepadanya: pertama, pengategorian kitab rijal ke dalam dua bagian perawi yang tepercaya dan tidak tepercaya; kedua, pembagian empat kategori hadis menjadi shahih, hasan, muwatstsaq, dan dha'if.[48]

Allamah al-Hilli

Templat:Utama Karya hadis independen dari Allamah al-Hilli tidak tersedia; namun dalam kitab Mukhtalaf al-Syiah dan Muntaha al-Mathlab, ia merujuk pada sebuah buku dengan nama Mashabih al-Anwar di mana ia mengumpulkan riwayat-riwayat di dalamnya dan di bawah setiap riwayat ia membahas sanad hadis, kedudukannya, serta pembahasan Fikih al-Hadis.[49] Dikatakan bahwa buku ini adalah kitab hadis pertama yang menggunakan istilah-istilah ilmu dirayah al-hadis.[50]

Untuknya dalam Ilmu Rijal disebutkan dua buku, yang satu terperinci dan yang lainnya ringkas, dan hanya kitab ringkasnya yaitu Khulashah al-Aqwal yang tersisa.[51]

Hasan bin Dawud al-Hilli

Templat:Utama Ia adalah penulis kitab rijal yang dikenal dengan nama Rijal Ibnu Dawud dan disusun dengan gaya Rijal Allamah al-Hilli;[52] namun Allamah al-Hilli dalam bukunya mencantumkan pula kesimpulan-kesimpulan rijali miliknya sendiri, sementara Ibnu Dawud hanya mengumpulkan teks-teks rijal terdahulu dan riwayat-riwayat mengenai penilaian kredibilitas mereka ke dalam dua bab.[53]

Monograf

Buku Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah karya Amin Hussain-puri diterbitkan pada tahun 1390 HS oleh Penerbit Darul Hadith.[54] Penulis dalam buku ini membahas tujuh karakteristik pengenalan lingkungan hadis dan metodologi para muhadis serta mengkaji topik ini dalam tujuh bab.[55]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 260.
  2. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 8-9.
  3. Mehrizi, Hauze-ha va Mazahib-e Hadisi, 1387 HS, hlm. 90.
  4. Mehrizi, Hauze-ha va Mazahib-e Hadisi, 1387 HS, hlm. 91.
  5. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 261-264.
  6. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 262.
  7. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 262.
  8. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 262.
  9. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 263.
  10. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 263.
  11. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 309.
  12. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 309.
  13. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 309.
  14. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  15. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  16. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  17. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 309.
  18. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  19. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  20. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  21. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  22. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  23. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  24. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  25. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 311.
  26. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 309.
  27. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  28. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  29. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  30. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  31. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  32. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 310.
  33. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 311.
  34. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 311.
  35. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 311.
  36. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 311.
  37. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 311.
  38. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 311.
  39. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 311.
  40. Hussain-puri, Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah, 1390 HS, hlm. 311.
  41. al-Qumi, al-Kuna wa al-Alqab, 1429 H, jld. 1, hlm. 392.
  42. Qayumi Isfahani, "Muqaddimah" dalam al-Iqbal bi al-A'mal al-Hasanah, 1415 H, jld. 1, hlm. 7.
  43. Qayumi Isfahani, "Muqaddimah" dalam al-Iqbal bi al-A'mal al-Hasanah, 1415 H, jld. 1, hlm. 15.
  44. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 264.
  45. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 265.
  46. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 265.
  47. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 265.
  48. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 265-267.
  49. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 267.
  50. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 267.
  51. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 267-268.
  52. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 268.
  53. Rabbani, Madrasah-haye Hadisi, tanpa tahun, hlm. 268.
  54. "Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah", Situs Penerbit Darul Hadith.
  55. "Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah", Situs Penerbit Darul Hadith.

Daftar Pustaka

  • Al-Qumi, Syekh Abbas. al-Kuna wa al-Alqab. Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan kedua, 1429 H.
  • Hussain-puri, Amin. Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah. Qom, Muassasah Elmi Farhangi Dar al-Hadits, cetakan pertama, 1390 HS.
  • Mehrizi, Mehdi. Hauze-ha va Mazahib-e Hadisi. Qom, Universitas Al-Qur'an dan Hadis, cetakan pertama, 1387 HS.
  • Qayumi Isfahani, Javad. "Muqaddimah" dalam al-Iqbal bi al-A'mal al-Hasanah karya Ali bin Thawus al-Hilli. Teheran, Penerbit Kantor Tablighat Islam Hauzah Ilmiah Qom, cetakan pertama, 1415 H.
  • Rabbani, Mohammad Hasan. Madrasah-haye Hadisi. Tanpa penerbit, tanpa tempat, tanpa tahun.
  • "Andisye-syenasi-ye Muhadditsan-e Hillah". Situs Penerbit Darul Hadith, tanggal kunjungan: 21 Shahrivar 1402 HS.