Shahihain

Prioritas: c, Kualitas: b
tanpa link
tanpa navbox
Dari wikishia

Shahihain (bahasa Arab: صَحیحَیْن) adalah dua kitab Shahih, yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang merupakan kitab hadis Ahlusunah yang paling muktabar. Ulama Ahlusunah menilai dua kitab ini adalah paling shahihnya kitab setelah Alquran. Dua kitab ini bersama empat kitab yang lain dikenal dengan "Shihah Sittah", yakni enam kitab shahih.

Di dalam Shahihain terdapat hadis-hadis tentang keutamaan Ahlulbait as. Meskipun demikian, orang-orang Syiah mempunyai kritikan terhadap dua kitab ini, yaitu; terdapat hadis yang diriwayatkan dari sebagian perawi yang tidak dapat dipercaya dan musuh Ahlulbait, tidak memperhatikan secara benar tentang keutamaan-keutamaan Ahlulbait as dan sedikit sekali menukil hadis dari Ahlulbait as dan mengutip sebagian riwayat yang bertentangan dengan akal dan agama.

Terminologi

"Shahih" adalah sebuah istilah yang digunakan untuk kitab hadis yang penulisnya hanya menukil hadis yang bersanad dan diyakini shahih.[1] Istilah "Shahihain" mengisyaratkan kepada dua kitab Shahih, yaitu "Shahih Bukhari" dan "Shahih Muslim". Ulama Ahlusunah meyakini dua kitab ini sebagai kitab hadis mereka yang paling muktabar,[2] dan disamping empat kitab hadis yang lain disebut dengan Shihah Siitah, yaitu enam kitab shahih. [3]

Istilah Shahihain juga digunakan untuk kitab yang mana Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dikumpulkan dalam satu kitab, seperti kitab Jam'un Baina al-Shahihain, karya Farra' Baghawi. [4]

Berkas:صحیح بخاری.jpg
Kitab Shahih Bukhari

Shahih Bukhari

Shahih Bukhari ditulis oleh Muhammad bin Ismail Bukhari (192-256 H) seorang ahli hadis tersohor Ahlusunah. Ulama Ahlusunah, kecuali segilintir orang dari mereka, meyakini kitab ini sebagai kitab hadis yang paling muktabar dan shahih setelah Alquran. [5]

Mereka meyakini jumlah hadis kitab ini adalah antara 7000 sampai 9200. Tentunya, sebagian besar hadis-hadis itu pengulangan. [6] Dari Bukhari sendiri dinukilkan bahwa ia memilih hadis-hadis kitabnya di antara 600000 hadis yang telah dia dikumpulkan. [7]

Kitab Shahih Muslim

Shahih Muslim

Shahih Muslim ditulis oleh Muslim bin Hajjaj Naisyaburi (204-261 H) seorang ahli hadis ternama Ahlusunah. Ulama Ahlusunah menilai kitab ini setelah Shahih Bukhari sebagai sumber hadis Ahlusunah yang paling muktabar. Sebagian mereka juga mengatakan, keakuratannya melebihi Shahih Bukhari. [8]

Mereka meyakini bahwa Shahih Muslim memiliki 7275 hadis nabi, yang mana dengan dibuangnya hadis yang beulang-ulang, jumlahnya mencapai sekitar 4000 hadis. [9]

Ahlulbait dalam Shahihain

Di dalam Shahihain dimuat hadis-hadis tentang keutamaan-keutamaan Imam Ali as, Sayidah Zahra sa, Hasanain as, Imam Sajjad as dan [[Imam Mahdi afs]. [10]

Dengan membuang hadis-hadis yang berulang-ulang, di dalam Shahih Bukhari dimuat dua atau tiga hadis tentang keutamaan Imam Ali as[11] dan empat hadis terkait keutamaan Sayidah Zahra sa.[12] Hadis Manzilah,[13] hadis Rayah, hadis Badh'ah ("Fatimah Belahan Jiwaku") [14] dan hadis "Fatimah adalah penghulu wanita surga"[15] adalah diantara hadis-hadis yang dimuat di dalam Shahih Bukhari. [16] Di dalam Shahih Muslim juga dimuat tiga hadis mengenai keutamaan Imam Ali as dan tiga hadis mengenai keutamaan Sayidah Fatimah sa, [17] di antaranya: hadis Manzilah[18], hadis Rayah dan Hadis "Fatimah adalah penghulu wanita surga".[19]

Kritikan-Kritikan Syiah Terhadap Shahihain

Berikut ini adalah sebagian kritikan-kritikan Syiah kepada Shahihain:

  • Sebagian perawi Shahihain adalah pembohong, tidak dapat dipercaya dan menyimpang, seperti Abu Hurairah, Abu Musa Asy'ari, Amr bin Ash. Pribadi-pribadi ini adalah musuh Imam Ali as. Mengingat bahwa berdasarkan hadis-hadis Shahihain, memusuhi Imam Ali as adalah tanda tiadanya iman dan tiadanya iman membuat perawi tidak bernilai, maka perawi-perawi itu tidak bernilai.[20]
  • Bukhari dan Muslim, penulis Shahihain, punya fanatik mazhab dan tidak memuat hadis-hadis shahih yang telah disepakati oleh kaum Muslimin dan telah dimuat juga di dalam kitab-kitab shahih Ahlusunah yang lain hanya dikarenakan menampilkan kelebih unggulan Imam Ali as atas para khalifah. Di antara hadis-hadis ini adalah hadis Ghadir, hadis yang berkaitan dengan ayat Tathir, hadis Sadd al-Bab dan hadis "Aku kotanya ilmu dan Ali pintunya".[21] Dikatakan bahwa Hakim Naisyaburi di dalam kitab al-Mustadrak 'ala al-Shahihain (penyempurna Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) meriwayatkan sekitar 260 hadis mengenai keutamaan Imam Ali as dan Ahlulbait as yang telah memenuhi syarat-syarat untuk dimuat di dalam Shahihain, namun hadis-hadis itu tidak dimuat di dalam dua kitab ini.[22]
  • Di dalam Shahihain hadis-hadisnya dinukil lebih dari 2400 perawi yang sejumlah besar dari mereka merupakan musuh Ahlulbait Nabi as atau tidak diketahui keadaan mereka (majhul), namun tidak banyak dimuat hadis-hadis dari Ahlulbait.[23]
  • Di dalam dua kitab ini terdapat hadis-hadis yang bertentangan dengan akal atau agama. Di antaranya adalah hadis-hadis yang menunjukkan bahwa Allah bisa dilihat dengan mata kepala.[24]

Catatan Kaki

  1. Lihat: Ibnu Hajar Asqalani, Fathu al-Bari, jld. 1, hlm. 7
  2. Ibnu Hajar Asqalani, Fathu al-Bari, jld. 1, hlm. 8
  3. Lihat: Modir Shanehchi, Ilm al-Hadits, hlm. 53, 1381 S
  4. Modir Syanehci, Ilm al-Hadits, hlm. 69, 1381 S
  5. Ibnu Hajar Asqalani, Fathu al-Bari, jld. 1, hlm. 8
  6. Modir Syanehci, Ilm al-Hadits, hlm. 63-66
  7. Ibnu Hajar Asqalani, Fathu al-Bari, jld. 1, hlm. 7
  8. Ibnu Hajar Asqalani, Fathu al-Bari, jld. 1, hlm. 8
  9. Modir Syanehci, Ilm al-Hadits, hlm. 67-68
  10. Zahrab, Faza-ile Ahlebait as dar Shihah Sittah-e Ahlitasannun, hlm. 232-251
  11. Zahrab, Faza-ile Ahlebait as dar Shihah Sittah-e Ahlitasannun, hlm. 233, 1391 S
  12. Zahrab, Faza-ile Ahlebait as dar Shihah Sittah-e Ahlitasannun, hlm. 237, 1391 S
  13. Bukhari, Shahih al-Bukhari, jld. 5, hlm. 19, hadis No. 3706, 1422 H
  14. Bukhari, Shahih Bukhari, jld. 5, hlm. 29, hadis No. 3767
  15. Bukhari, Shahih Bukhari, jld. 5, hlm. 29, hadis No. 3767
  16. Zahrab, Faza-ile Ahlebait as dar Shihah Sittah-e Ahletasannun, hlm. 232-239
  17. Zahrab, Faza-ile Ahlebait as dar Shihah Sittah-e Ahletasannun, hlm. 246-247
  18. Naisyaburi, Shahih Muslim, jld. 4, hlm. 1870, hadis No. 2404
  19. Zahrab, Faza-ile Ahlebait as dar Shihah Sittah-e Ahletasannun, hlm. 245-247, 1391 S
  20. Najmi, Seiri dar Shahihain, hlm. 99-107
  21. Najmi, Seiri dar Shahihain, hlm. 112-113
  22. Mas'udi, al-Mustadrak 'ala al-Shahihain,
  23. Najmi, Seiri dar Shahihain, hlm. 118
  24. Najmi, Seiri dar Shahihain, hlm. 145-146

Daftar Pustaka

  • Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahīh al-Bukhārī. Riset: Muhammad Zuhair bin Nashir an-Nashir. Dar Thauq al-Najah, 1422 H.
  • Ibn Hajar Asqalani. Fath al-Bārī Syarh Shahīh al-Bukhārī. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1424 H.
  • Mas'udi, Jawad. Al-Mustadrak 'alā as-Shahīhain. Site Hawzah (https://hawzah.net/fa/Magazine/View/6441/7043/85422), diakses tanggal 26 Juni 2022.
  • Mudir Syanehci, Kazem. 'Ilm al-Hadīts. Qom: Daftar-e Entesyarat-e Eslami, 1381 HS/2022.
  • Naisyaburi, Muslim bin Hajjaj. Shahīh Muslim. Riset: Fuad Abd al-Baqi. Beirut: Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi, tanpa tahun.
  • Najmi, Muhamad Shadiq. Seiri Dar Shahīhain. Qom: Nasyr al-Mahdi, tanpa tahun.
  • Zahrab (Fazeli), Ali. Fazael-e Ahl-e Beit Alaihim al-Salām Dar Shihāh al-Sittah. Qom: Majma'-e Jahani-e Syie Syenasi, 1391 HS/2012.