Lompat ke isi

Konsep:Ziyad bin Nadhr al-Haritsi

Dari wikishia
Ziyad bin Nadhr al-Haritsi


Ziyad bin Nadhr al-Haritsi adalah salah satu sahabat Imam Ali (as) dan salah seorang komandan pasukannya dalam Perang Shiffin. Imam Ali (as) menulis beberapa surat kepadanya yang sebagiannya dimuat dalam Nahjul Balaghah. Dalam peristiwa pembunuhan Utsman, Ziyad pergi dari Kufah ke Madinah, dan para penentang Utsman bin Affan mengutusnya kepada Imam Ali (as) serta istri-istri Nabi untuk ber-musyawarah.

Imam Ali (as) juga mengutus Ziyad kepada kaum Khawarij sebelum Perang Nahrawan untuk membujuk mereka agar mengurungkan niat berperang.

Pengenalan

Ziyad bin Nadhr al-Haritsi adalah salah satu sahabat Imam Ali (as)[1] yang hadir dalam Perang Shiffin[2] dan berbagai peristiwa Perang Nahrawan.[3] Imam Ali (as) menulis beberapa surat kepadanya yang sebagiannya dinukil dalam Nahjul Balaghah.[4]

Beberapa peneliti menganggap Ziyad termasuk dalam jajaran sahabat Nabi (saw).[5] Menurut penuturan para peneliti, buku-buku sejarah tidak menyebutkan tentang kewafatan Ziyad bin Nadhr.[6]

Kehadiran dalam Peristiwa Pembunuhan Utsman

Ziyad bin Nadhr adalah salah satu orang yang namanya disebutkan dalam peristiwa pembunuhan Utsman.[7] Berdasarkan laporan sejarah, pada tahun 35 H sekelompok sahabat yang menentang Utsman menulis surat kepada berbagai delegasi di seluruh wilayah Islam dan memanggil mereka ke Madinah.[8] Ziyad bin Nadhr pergi ke Madinah bersama beberapa tokoh Kufah lainnya.[9] Para penentang Utsman mengutus Ziyad bin Nadhr kepada istri-istri Nabi (saw) dan kemudian kepada Imam Ali (as) untuk menanyakan apakah mereka diperbolehkan masuk ke Madinah atau tidak.[10] Istri-istri Nabi (saw) menyetujui kedatangan para penentang; namun Imam Ali (as) berkata kepada Ziyad bin Nadhr bahwa mereka harus terlebih dahulu meminta orang-orang dekat Utsman bin Affan untuk membujuknya agar menghentikan perilaku salahnya, jika tidak, maka mereka boleh melakukan apa pun yang mereka inginkan.[11] Menurut penukilan sejarah, peristiwa-peristiwa ini berujung pada terbunuhnya Utsman.[12]

Memimpin Pasukan Imam Ali (as) dalam Perang Shiffin

Templat:Utama Menurut para peneliti, Ziyad bin Nadhr adalah orang pertama yang pada tahun 36 H, sebelum Perang Shiffin, menyampaikan kabar pergerakan pasukan Mu'awiyah menuju Kufah kepada Imam.[13] Sebelum dimulainya pertempuran, Imam Ali (as) mengumpulkan para sahabatnya untuk bermusyawarah dan Ziyad bin Nadhr menyatakan dukungan penuhnya kepada Imam.[14] Imam menjadikannya komandan bagi kabilah-kabilah Madzhij dan Asy'ari.[15]

Dalam laporan kitab Waq'atu Shiffin disebutkan bahwa Imam (as) menyerahkan 8.000 personel di bawah komando Ziyad bin Nadhr dan 4.000 personel di bawah komando Syuraih bin Hani,[16] lalu mengirim mereka untuk menghadapi Mu'awiyah setelah memberikan pengarahan militer.[17] Templat:Yad Beberapa waktu kemudian, kedua komandan ini menulis surat kepada Imam mengenai perselisihan di antara mereka, dan Imam (as) dalam jawabannya—sembari memberikan nasihat militer mengenai formasi pasukan—menetapkan Ziyad bin Nadhr sebagai panglima garda terdepan pasukan dan meminta Syuraih untuk mematuhinya.[18] Sebagian dari rekomendasi ini dimuat dalam Surat 11 Nahjul Balaghah.[19]

Ketika pasukan Imam sampai ke pasukan Mu'awiyah di utara Irak atau Suriah saat ini,[20] Imam Ali (as) menugaskan Malik al-Asytar untuk bergerak menuju medan pertempuran dan menjadikan Ziyad sebagai komandan sayap kanan, serta Syuraih sebagai komandan sayap kiri pasukannya.[21] Teks perintah Imam tersebut dinukil dalam Surat 13 Nahjul Balaghah.[22] Setelah perundingan yang tidak membuahkan hasil antara perwakilan kedua belah pihak, Ziyad bin Nadhr terjun ke dalam pertempuran melawan pasukan Mu'awiyah.[23]

Membela Imam Ali di Hadapan Khawarij

Imam Ali (as) sebelum Perang Nahrawan, mengutus Ziyad kepada kaum Khawarij agar membujuk mereka mengurungkan niat berperang; namun mereka tidak bersedia bekerja sama.[24] Menurut penuturan para sejarawan, dalam dialog ini kaum Khawarij membandingkan Imam Ali (as) dengan Mu'awiyah bin Abi Sufyan; namun Ziyad bin Nadhr mengingatkan mereka bahwa para pengikut Ali (as) ber-baiat kepadanya semata-mata untuk mengamalkan perintah-perintah Kitabullah.[25]

Catatan Kaki

  1. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, 1381 HS, jld. 29, hlm. 70.
  2. Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, tanpa tahun, jld. 4, hlm. 574; Ibnu Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 286.
  3. Ibnu Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 327.
  4. Nahjul Balaghah, koreksi Subhi Shalih, Surat 11 dan 13.
  5. Nazhim-zadeh Qomi, Ashab-e Imam Ali (as), 1387 HS, jld. 1, hlm. 495.
  6. Kumpulan Penulis, Sardar-an-e Sadr-e Eslam, Qom, jld. 6, hlm. 79.
  7. Syeikh Mufid, al-Jamal wa al-Nusrah, 1371 HS, hlm. 138.
  8. Qurasyi, Danesy-nameh Imam Amirul Mukminin, 1394 HS, jld. 2, hlm. 345-347.
  9. Qurasyi, Danesy-nameh Imam Amirul Mukminin, 1394 HS, jld. 2, hlm. 347; Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, tanpa tahun, jld. 4, hlm. 349.
  10. Syeikh Mufid, al-Jamal wa al-Nusrah, 1371 HS, hlm. 138.
  11. Syeikh Mufid, al-Jamal wa al-Nusrah, 1371 HS, hlm. 138.
  12. Ibnu A'tsam, al-Futuh, 1411 H, jld. 2, hlm. 426.
  13. Madelung, Jānesyini-ye Hazrat-e Mohammad (saw) (Suksesi Nabi Muhammad saw), 1377 HS, hlm. 298.
  14. Nashr bin Muzahim, Waq'atu Shiffin, 1404 H, hlm. 101.
  15. Dashti, Imam Ali wa Omur-e Nezhami (Imam Ali dan Urusan Militer), 1388 HS, hlm. 74.
  16. Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, tanpa tahun, jld. 4, hlm. 565; Ibnu Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 281.
  17. Nashr bin Muzahim, Waq'atu Shiffin, 1404 H, hlm. 121-122.
  18. Nashr bin Muzahim, Waq'atu Shiffin, 1404 H, hlm. 123-125.
  19. Nahjul Balaghah, koreksi Subhi Shalih, Surat 11.
  20. Jafarian, Tarikh-e Kholafa (Sejarah Para Khalifah), tanpa tahun, hlm. 276.
  21. Nashr bin Muzahim, Waq'atu Shiffin, 1404 H, hlm. 153-154.
  22. Nahjul Balaghah, koreksi Subhi Shalih, Surat 13.
  23. Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, tanpa tahun, jld. 4, hlm. 574; Ibnu Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 286.
  24. Qazwini, Imam Ali (as) az Veladat ta Syahadat (Imam Ali (as) dari Lahir hingga Syahid), 1379 HS, hlm. 554.
  25. Ibnu Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 3, hlm. 327.

Catatan

Templat:Yad

Daftar Pustaka

  • Dashti, Mohammad. Imam Ali wa Omur-e Nezhami (Imam Ali dan Urusan Militer). Qom, Lembaga Budaya Riset Amirul Mukminin (as), 1388 HS.
  • Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. al-Kamil fi al-Tarikh. Beirut, Penerbit Dar Shadir, 1385 H/1965 M.
  • Ibnu A'tsam Kufi, Ahmad bin A'tsam. al-Futuh. Beirut, Penerbit Dar al-Adhwa, 1411 H.
  • Jafarian, Rasul. Tarikh-e Kholafa (Sejarah Para Khalifah). Qom, Penerbit Dalil-e Ma, tanpa tahun.
  • Madelung, Wilferd. Jānesyini-ye Hazrat-e Mohammad (saw): Pazhuheshi Pirāmun-e Khelāfat-e Nakhostin (Suksesi Nabi Muhammad saw: Penelitian seputar Kekhalifahan Pertama). Masyhad, Astan Quds Razavi, Yayasan Riset Islam, 1377 HS.
  • Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi 'Ilm al-Rijal. Qom, Muassasah Al al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1381 HS/1423 H.
  • Nazhim-zadeh Qomi, Sayid Asghar. Ashab-e Imam Ali (as). Qom, Bustan-e Ketab, 1387 HS.
  • Qazwini, Mohammad Kadzim. Imam Ali (as) az Veladat ta Syahadat (Imam Ali (as) dari Lahir hingga Syahid). Qom, Dalil-e Ma, 1379 H/1421 H.
  • Qurasyi, Baqir Syarif. Danesy-nameh Imam Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (as) (Ensiklopedia Imam Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as). Qom, Penerbit Dar al-Tahdzib, 1394 HS.
  • Syarif al-Radhi, Muhammad bin Husain. Nahjul Balaghah. Koreksi Subhi Shalih. Qom, Muassasah Dar al-Hijrah, 1366 HS/1407 H.
  • Syeikh Mufid, Muhammad bin Muhammad. al-Jamal wa al-Nusrah li Sayyid al-'Itrat fi Harb al-Bashrah. Qom, Kantor Dakwah Islam, 1371 HS/1413 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Beirut, tanpa penerbit, tanpa tahun.