Lompat ke isi

Konsep:Tirkah Mayit

Dari wikishia
Artikel ini adalah tulisan deskriptif tentang suatu konsep fikih dan tidak dapat dijadikan patokan untuk amal ibadah. Untuk amal ibadah, harap merujuk pada sumber-sumber lain.

Tirkah Mayit (Harta Peninggalan Mayit) atau Ma Tarak Mayit[1] adalah sebutan untuk seluruh aset, harta bergerak dan tidak bergerak, serta hak-hak finansial yang tersisa dari seseorang yang telah meninggal dunia.[2] Tirkah mencakup hal-hal seperti piutang (tagihan almarhum kepada orang lain),[3] Hak Khiyar, saluran telepon,[4] dan saham bursa.[5]

Berdasarkan Fikih Syiah, sebelum pembagian aset-aset ini di antara para ahli waris, utang-utang almarhum harus dilunasi dan wasiat-wasiat sahnya harus dijalankan.[6] Menurut konsensus fukaha Syiah,[7] jika mayit tidak memiliki utang atau kewajiban hak kepada orang lain, hartanya akan berpindah kepada ahli waris segera setelah kematiannya.[8]

Terdapat perbedaan pendapat di antara para fukaha mengenai kepemilikan ahli waris atas tirkah sebelum pelunasan utang; sebagian fukaha berpendapat bahwa ahli waris tidak dianggap sebagai pemilik tirkah sebelum utang dan hak-hak lain dibayarkan.[9] Sejumlah ulama Syiah meyakini bahwa jika utang mayit lebih sedikit dari total asetnya, maka ahli waris adalah pemilik tirkah tersebut,[10] dan kelompok lain berpandangan bahwa ahli waris adalah pemilik tirkah sejak saat kematian mayit, bahkan sebelum pelunasan utang.[11]

Tirkah dibahas dalam berbagai bab fikih, termasuk Hajr (mahjur/pencegahan penggunaan harta),[12] Zakat Fitrah,[13] Wasiat,[14] dan Warisan.[15]

Berdasarkan definisi yang tercantum dalam Undang-Undang Perdata Iran, konsep tirkah lebih umum daripada Warisan, karena warisan hanyalah bagian bersih dan tersisa dari tirkah setelah dikurangi utang-utang dan pelaksanaan wasiat.[16]

Catatan Kaki

  1. Mu'assasah Da'irat al-Ma'arif Fiqh Islami, Farhang-e Fiqh (Kamus Fikih), jld. 6, hlm. 397.
  2. Mughniyah, Al-Fiqh 'ala Madzahib al-Khamsah, 1374 HS, hlm. 493.
  3. Imam Khomeini, Hashiyah bar Risale-ye Ers-e Mulla Hasyim Khurasani (Catatan Pinggir Risalah Warisan Mulla Hasyim Khurasani), 1385 HS, hlm. 24.
  4. "Transfer Kartu SIM Orang yang Meninggal", Situs Dadsoo.
  5. "Apa yang Harus Dilakukan dengan Saham Orang yang Telah Meninggal?", Situs Berita Asriran.
  6. Mu'assasah Da'irat al-Ma'arif Fiqh Islami, Farhang-e Fiqh (Kamus Fikih), 1387 HS, jld. 2, hlm. 453; Qiblah'i Khu'i, Erts (Warisan), 1381 HS, hlm. 22.
  7. Husaini Amili, Miftah al-Karamah, t.t, jld. 8, hlm. 89.
  8. Husaini Amili, Miftah al-Karamah, t.t, jld. 8, hlm. 89; Asytiyani, Kitab al-Qadha, 1420 H, jld. 1, hlm. 574.
  9. Muhaqqiq Ardabili, Zubdah al-Bayan, t.t, hlm. 649.
  10. Muhaqqiq Hilli, Syarai' al-Islam, jld. 4, hlm. 816; Mirza-ye Qummi, Jami' al-Sya'tat, t.t, jld. 2, hlm. 595.
  11. Syekh Thusi, Al-Khilaf, 1409 H, jld. 2, hlm. 144; Najafi, Jawahir al-Kalam, 1394 H, jld. 26, hlm. 84-85.
  12. Najafi, Jawahir al-Kalam, 1394 H, jld. 26, hlm. 85; Mirza-ye Qummi, Jami' al-Sya'tat, t.t, jld. 2, hlm. 595.
  13. Syekh Thusi, Al-Khilaf, 1409 H, jld. 2, hlm. 144.
  14. Syekh Anshari, Al-Washaya wa al-Mawarits, 1415 H, hlm. 201.
  15. Muhaqqiq Hilli, Syarai' al-Islam, 1409 H, jld. 4, hlm. 816; Mughniyah, Al-Fiqh 'ala Madzahib al-Khamsah, 1374 HS, hlm. 496.
  16. "Undang-Undang Perdata", Pusat Riset Majelis Syura Islam.

Daftar Pustaka

  • Asytiyani, Muhammad Hasan bin Ja'far. Kitab al-Qadha. Teheran, Penerbit Zuhair Kongres Allamah Asytiyani, 1425 H.
  • Husaini Amili, Sayid Muhammad Jawad. Miftah al-Karamah fi Syarh Qawa'id al-'Allamah. Beirut, Mu'assasah Alu al-Bait, Tanpa Tanggal.
  • Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. Hashiyah bar Risale-ye Ers-e Mulla Hasyim Khurasani (Catatan Pinggir Risalah Warisan Mulla Hasyim Khurasani). Teheran, Mu'assasah Tanzim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini, 1385 HS.
  • Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. Tahrir al-Wasilah. Najaf, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1390 H.
  • Mirza-ye Qummi, Abu al-Qasim bin Hasan. Jami' al-Sya'tat. Teheran, Mansyurat Syarikah al-Ridhwan, Tanpa Tanggal.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Al-Fiqh 'ala Madzahib al-Khamsah. Teheran, Mu'assasah al-Shadiq, 1374 HS.
  • Muhaqqiq Ardabili, Ahmad. Zubdah al-Bayan fi Ahkam al-Qur'an. Teheran, Al-Maktabah al-Murtadhawiyah li Ihya' al-Atsar al-Ja'fariyah, Tanpa Tanggal.
  • Muhaqqiq Hilli, Ja'far bin Hasan. Syarai' al-Islam fi Masa'il al-Haram wa al-Halal. Teheran, Penerbit Esteghlal, 1409 H.
  • Mu'assasah Da'irat al-Ma'arif Fiqh Islami. Farhang-e Fiqh (Kamus Fikih). Di bawah pengawasan Sayid Mahmud Hashemi Syahroudi. Teheran, Mu'assasah Da'irat al-Ma'arif Fiqh Islami, 1387 HS.
  • Najafi, Muhammad Hasan. Jawahir al-Kalam fi Syarh Syarai' al-Islam. Teheran, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1394 H.
  • Qiblah'i Khu'i, Khalil. Erts (Warisan). Teheran, Penerbit SAMT, 1381 HS.
  • "Transfer Kartu SIM Orang yang Meninggal", Situs Dadsoo. Tanggal Posting: 26 Shahrivar 1404 HS, Tanggal Akses: 4 Aban 1404 HS.
  • "Apa yang Harus Dilakukan dengan Saham Orang yang Telah Meninggal?", Situs Berita Asriran. Tanggal Posting: 19 Shahrivar 1400 HS, Tanggal Akses: 4 Aban 1404 HS.
  • "Undang-Undang Perdata", Situs Pusat Riset Majelis Syura Islam. Tanggal Akses: 21 Mehr 1404 HS.
  • Syekh Anshari, Murtadha. Al-Washaya wa al-Mawarits. Qom, Al-Mu'tamar al-'Alami bi Munasabah al-Dzikra al-Mi'awiyah al-Tsaniyah li Milad al-Syaikh al-Anshari, 1415 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Khilaf. Qom, Mu'assasah al-Nasyr al-Islami, 1409 H.