Konsep:Masjid Tana'im
| Lokasi | Mekah |
|---|---|
| Pendiri | Muhammad bin Ali al-Syafi'i |
| Informasi arsitektur | |
| Kapasitas | 15.000 orang |
Masjid Tana'im atau Masjid Aisyah dan Masjid Umrah adalah salah satu masjid di kota Mekah dan merupakan salah satu miqat haji. Masjid ini terletak di jalur Madinah menuju Mekah dan berada di pintu masuk kota, namun setelah perluasan kota Mekah, ia menjadi terhubung dengannya. Dikatakan bahwa karena Nabi (saw) ber-Ihram di tempat ini, maka sebuah masjid didirikan di sana. Masjid Tana'im telah direnovasi dan dibangun kembali di berbagai tahun, di mana renovasi terluasnya dilakukan pada masa pemerintahan Raja Saudi Fahd bin Abdulaziz dan luasnya meningkat menjadi 6.000 meter persegi. Masjid ini saat ini menjadi tempat ber-ihram bagi penduduk Mekah dan jamaah haji yang bermaksud menjalankan manasik haji umrah. Pemakaman para syuhada peristiwa Fakh terletak di dekat Masjid Tana'im.
Urgensi dan Kedudukan
Masjid Tana'im adalah Miqat terdekat bagi penduduk Mekah dan peziarah Baitullah yang dari sana mereka ber-Ihram untuk Umrah.[1] Masjid ini terletak di wilayah Tana'im atau Nu'man dan di antara dua gunung bernama Na'im dan Nu'aim.[2] Alasan penamaan Masjid Tana'im dengan nama ini adalah adanya pohon dengan nama yang sama di wilayah ini.[3]
Dikatakan bahwa pendiri masjid ini adalah Muhammad bin Ali al-Syafi'i[4] dan ia mendirikan masjid tersebut di tempat ihram Nabi (saw) dalam prosesi Haji Wada' serta menamainya Tana'im.[5] Masjid ini juga dikenal sebagai "Masjid Aisyah"; karena dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan istrinya Aisyah agar ber-ihram dari tempat ini bersama saudaranya, Abdurrahman bin Abu Bakar.[6] Karena para jamaah haji ber-ihram dari masjid ini untuk melaksanakan Umrah Mufradah dan adanya nukilan bahwa Nabi (saw) ber-ihram dari tempat ini, maka ia juga masyhur dengan nama "Masjid Umrah".[7]
Renovasi
Masjid Tana'im telah berkali-kali dibangun kembali dan direnovasi. Gubernur Mekah merenovasi masjid tersebut pada tahun 240 H dan membangun sebuah kubah di atas sumur yang ada di dalamnya.[8]
Sebuah prasasti yang tersisa di masjid menunjukkan bahwa renovasi masjid pada tahun 310 H dilakukan oleh al-Muqtadir al-Abbasi dan di dalamnya ditegaskan sebagai Masjid Aisyah.[9]
Abu al-Nashr Astarabadi adalah salah satu orang Iran yang melakukan perbaikan masjid saat memasuki Mekah pada tahun 466 H dan agar tetap dikenang, ia menuliskan namanya di atas sebuah batu di dinding timur masjid.[10]
Prasasti batu lainnya juga ada di masjid yang menunjukkan pembangunan kembali pada tahun 619 H oleh Abu al-Muzaffar Salahuddin Yusuf.[11]
Rasul Jafarian merujuk pada pemugaran Masjid Tana'im pada Era Utsmaniyah di mana renovasi dilakukan, namun masjid tersebut pada masa itu tidak memiliki atap. Renovasi lainnya dilakukan pada tahun 1398 H yang dikerjakan dengan indah dan megah serta luasnya mencapai 1.200 meter.[12]
Perluasan dan renovasi paling mendasar dilakukan pada masa Raja Arab Saudi Fahd bin Abdulaziz, di mana Masjid dibangun kembali dari awal dan luasnya ditingkatkan menjadi 6.000 meter persegi.[13]
Karakteristik
Masjid Tana'im awalnya terletak di jalur Madinah menuju Mekah dan berada di pintu masuk kota, namun dengan perluasan kota Mekah, saat ini ia terletak di dalam kota.[14]
Luas bangunan masjid adalah 6.000 meter persegi dan terdapat kapasitas bagi 15.000 jemaah untuk melaksanakan salat di dalamnya. Area utama masjid beserta fasilitas di sekelilingnya seperti tempat wudu, tempat mandi dan Ihram, serta area parkir mobil diperkirakan seluas sekitar 84.000 meter persegi.[15] Masjid Tana'im terletak tepat di perbatasan tanah haram dan pilar-pilar di tengah serta di pinggir jalan masjid telah ditandai untuk tujuan ini.[16]
Di dekat masjid ini, terletak pemakaman para Syuhada Fakh.[17]
Catatan Kaki
- ↑ Hasani, Seiri dar Amaken-e Sarzamin-e Wahyi, 1371 HS, hlm. 129.
- ↑ Jafarian, Atsar-e Islami-ye Makkah va Madinah, 1389 HS, hlm. 177.
- ↑ Syarifi, Namad va Ramz-vare-haye Haj, hlm. 656.
- ↑ Hammu, Mo'arrefi Amaken-e Makkah Mukarramah, 1391 HS, hlm. 75.
- ↑ Qa'edan, Darsnameh Amaken-e Madzhabi Makkah Mukarramah va Madinah Munawwarah, 1390 HS, hlm. 81.
- ↑ Hurr al-Amili, Wasa'il asy-Syiah, 1414 H, jld. 11, hlm. 217.
- ↑ Syarifi, Namad va Ramz-vare-haye Haj, hlm. 656.
- ↑ Qa'edan, Darsnameh Amaken-e Madzhabi Makkah Mukarramah va Madinah Munawwarah, 1390 HS, hlm. 81.
- ↑ Jafarian, Atsar-e Islami-ye Makkah va Madinah, 1389 HS, hlm. 177-178.
- ↑ Tana'im, Situs Perwakilan Wali Faqih dalam Urusan Haji dan Ziarah, 1393 HS.
- ↑ Jafarian, Atsar-e Islami-ye Makkah va Madinah, 1389 HS, hlm. 177-178.
- ↑ Jafarian, Atsar-e Islami-ye Makkah va Madinah, 1389 HS, hlm. 177-178.
- ↑ Qa'edan, Darsnameh Amaken-e Madzhabi Makkah Mukarramah va Madinah Munawwarah, 1390 HS, hlm. 81-82.
- ↑ Hasani, Seiri dar Amaken-e Sarzamin-e Wahyi, 1371 HS, hlm. 129.
- ↑ Hammu, Mo'arrefi Amaken-e Makkah Mukarramah, 1391 HS, hlm. 75.
- ↑ Jafarian, Atsar-e Islami-ye Makkah va Madinah, 1389 HS, hlm. 178.
- ↑ Qa'edan, Darsnameh Amaken-e Madzhabi Makkah Mukarramah va Madinah Munawwarah, 1390 HS, hlm. 82.
Daftar Pustaka
- Tana'im, Situs Perwakilan Wali Faqih dalam Urusan Haji dan Ziarah, tanggal terbit: 21 Tir 1393 HS.
- Jafarian, Rasul. Atsar-e Islami-ye Makkah va Madinah. Teheran, Penerbit Masy'ar, 1389 HS.
- Hurr al-Amili, Muhammad bin al-Hasan. Wasa'il asy-Syiah. Qom, Alulbait, 1414 H.
- Hasani, Ali Akbar. Seiri dar Amaken-e Sarzamin-e Wahyi. Teheran, Be'sat-e Maqam-e Mo'azzam-e Rahbari Mo'avenat-e Amuzesy va Tahqiqat, 1371 HS.
- Hammu, Mahmoud Muhammad. Mo'arrefi Amaken-e Makkah Mukarramah. Terjemahan: Murtadha Hosseini Fadhel. Teheran, Penerbit Masy'ar, 1391 HS.
- Syarifi, Mojtaba. Namad va Ramz-vare-haye Haj. Teheran, Penerbit Masy'ar.
- Qa'edan, Asghar. Darsnameh Amaken-e Madzhabi Makkah Mukarramah va Madinah Munawwarah. Teheran, Penerbit Masy'ar, 1390 HS.