Lompat ke isi

Konsep:Ibnu Juraij

Dari wikishia
Ibnu Juraij
Informasi Pribadi
Nama LengkapAbdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij
Terkenal denganMuhaddits, Fakih, Hafiz Al-Qur'an, Qari, Mufasir
LakabFakih al-Haram • Syaikh al-Haram
Lahir80/699
Wafat/Syahadah150/767 atau 151/768
Informasi ilmiah
Guru-guruMakki bin Abdan • Amr bin Dinar • Nafi' al-'Adawi • Ibnu Abi Mulaikah • Muhammad bin Munkadir • Maimun bin Mihran • Ibnu Thawus • Hisyam bin Urwah dan lain-lain
Murid-muridMuslim bin Khalid az-Zanji • Abdul Razzaq bin Hammam • Muhammad bin Bakr al-Barsani • Sufyan al-Tsauri • Yahya bin Sa'id al-Anshari • Muhammad bin Umar al-Waqidi dan lain-lain
Ijazah Riwayat dariMuhammad bin Muslim bin Ubaidullah al-Zuhri
Kegiatan Sosial dan Politik


Ibnu Juraij, Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij (bahasa Arab:ابن‌جُرَیج، عبدالملک بن عبدالعزیز بن جریج) yang dijuluki Abu al-Walid dan Abu Khalid (80-150 atau 150 H/ 699-767 atau 768 M), adalah seorang muhaddits, fakih, penghafal Al-Qur'an, qari, dan mufasir dari Mekah. Ia berasal dari Romawi dan juga dijuluki sebagai Fakih al-Haram atau Syaikh al-Haram. Syekh al-Thusi memasukkannya dalam daftar sahabat Imam al-Shadiq as, namun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama Imamiyah mengenai mazhabnya. Terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal lahir dan wafatnya.

Biografi

Ibnu Juraij lahir pada tahun 80 H.[1] Ayahnya, Juraij, adalah budak Ummu Habib —putri Jubair dan istri Abdul Aziz bin Abdullah bin Khalid bin Usaid bin Abi al-'Aish bin Umayyah— dan karena itu, ia dinisbatkan dengan wala' Abdul Aziz.[2] Ibnu Juraij disebut sebagai Maula Ibnu Umayyah Khalid [Umayyah bin Khalid] al-Qurasyi,[3] atau Maula Khalid bin 'Attab bin Usaid,[4] atau Maula Alu Usaid bin Abi al-'Aish bin Umayyah.[5]

Ia wafat pada tahun 150 [6] atau 151 H.[7]

Guru dan Syekh

Ia mempelajari ilmu qiraah dari Makki bin Abdan[8] dan meriwayatkannya dari Abdullah bin Katsir.[9] Menurut Khatib, Ibnu Juraij mendatangi Atha' selama 18 tahun dan mendengar hadits darinya.[10] Ketika Atha' ditanya siapa yang akan menggantikannya setelah ia tiada, ia menunjuk Ibnu Juraij seraya berkata: "Pemuda ini."[11] Guru lainnya adalah Amr bin Dinar, di mana Ibnu Juraij belajar darinya selama 7 tahun setelah Atha'.[12] Guru lainnya adalah Nafi' al-'Adawi.[13] Ibnu Juraij memiliki izin periwayatan hadits dari Muhammad bin Muslim bin Ubaidullah al-Zuhri.[14] Ia juga mendengar hadits dari ayahnya Abdul Aziz bin Juraij,[15] Ibnu Abi Mulaikah, Muhammad bin Munkadir, Maimun bin Mihran, Ibnu Thawus, Hisyam bin Urwah, dan lain-lain.[16] Al-Dzahabi menyebutkan nama sejumlah guru periwayatannya yang lain.[17]

Periwayatan dari Para Imam as

Ibnu Juraij mendengar dan meriwayatkan hadis dari Imam al-Baqir as dan Imam al-Shadiq as.[18] Syekh al-Thusi menganggapnya sebagai sahabat Imam al-Shadiq as.[19] Ia juga memperkenalkan Ibnu Juraij sebagai salah satu perawi kalangan ammah (Sunni).[20]

Kedudukan Ilmiah dan Mazhab

Al-Kulaini berkata: Ismail bin Fadhl al-Hashimi diperintahkan oleh Imam al-Shadiq as untuk menemui Ibnu Juraij agar mempelajari hadits-hadits tentang nikah mut'ah (nikah sementara) darinya. Diktean riwayat Ibnu Juraij kepada Ismail dibenarkan dan dikonfirmasi oleh Imam.[21] Wahid Behbahani menyimpulkan dari konfirmasi ini bahwa Ibnu Juraij kemungkinan adalah Syiah dan bahkan termasuk tsiqah Syiah, serta menduga ia mungkin seorang Zaidiyah.[22] Ayatullah Khui menolak pandangan Behbahani dan lebih memilih pendapat bahwa Ibnu Juraij adalah fukaha Sunni namun membolehkan mut'ah.[23]

Ibnu Sa'd mengutip dari Muhammad bin Umar, menganggapnya tsiqah dan banyak meriwayatkan hadits (katsir al-hadits),[24] dan Ibnu Hanbal menganggapnya shahih al-hadits.[25] Ibnu Hibban memasukkannya ke dalam 12 muhaddits yang meriwayatkan dari enam perawi tsiqah yang menjadi poros hadis.[26] Sebagian orang menganggapnya melakukan tadlis (hadis mudallas) meskipun tsiqah, dan sebagian mengatakan bahwa ia mencampuradukkan antara yang ghats (buruk) dan samin (baik) serta yang tsiqah dan tidak tsiqah.[27]

Ibnu Juraij pertama kali pergi ke Yaman untuk menyebarkan ilmunya.[28] Namun setelah beberapa waktu, ia kembali ke Mekah karena rindu menunaikan haji.[29] Kemudian ia pergi ke Baghdad menemui Mansur al-Dawaniqi, khalifah Bani Abbasiyah, dan menyodorkan kitab karyanya yang berisi hadits-hadits Ibnu Abbas kepada Mansur, serta mengklaim bahwa tidak ada seorang pun yang mengumpulkannya seperti dia. Mansur tidak memberinya hadiah dan mengirimnya kepada Sulaiman bin Mujalid, dan Sulaiman memberinya hadiah sebagai imbalan penyalinan kitab tersebut.[30]

Ia juga melakukan perjalanan ke Kufah dan mengajarkan tafsir di Hasyimiyah Kufah.[31] Pada masa pemerintahan Sufyan bin Muawiyah, Ibnu Juraij pergi ke Basrah, dan tampaknya perjalanan ini terjadi di akhir hayatnya.[32]

Murid

Ibnu Juraij mendidik banyak murid, yang paling menonjol di antaranya adalah Muslim bin Khalid al-Zanji yang belajar fikih darinya.[33] Abdul Razzaq bin Hammam, Muhammad bin Bakr al-Barsani,[34] Sufyan al-Tsauri, Yahya bin Sa'id al-Anshari, dan Muhammad bin Umar al-Waqidi juga termasuk murid-muridnya.[35]

Ibnu Hibban, Khatib, dan Ibnu Hajar menyebutkan sejumlah murid lain dan orang-orang yang meriwayatkan darinya. Para muhaddits, fakih, dan sejarawan terkemuka seperti penulis Kutubus Sittah dan juga Syafi'i, Al-Kulaini, Ibnu Sa'd, dan Al-Baladzuri menukil riwayat-riwayatnya.

Karya

Ibnu Abi Hatim, mengutip dari Abdul Razzaq, menyebutnya sebagai salah satu orang pertama yang menulis kitab.[36] Dikatakan bahwa ia adalah orang pertama yang menyusun kitab dalam Islam.[37] Al-Dzahabi juga menganggapnya sebagai orang pertama yang menyusun ilmu di Mekah.[38] Sezgin menulis: Ia adalah muhaddits Mekah pertama yang menyusun hadits berdasarkan tema.[39] Ibnu Nadim menghubungkan sebuah kitab bernama "Sunan" kepadanya yang berisi pembahasan thaharah, salat, zakat, dan lain-lain.[40]

Dawudi menganggapnya memiliki sebuah tafsir yang tampaknya didiktekan kepada Hajjaj bin Muhammad al-Masyishi.[41] Haji Khalifah juga menyebutkan tiga kitab: "Tafsir", "Sunan", dan "Manasik" yang dinisbatkan kepadanya.[42]

Kumpulan hadits-haditsnya terdapat dalam "Tahdzib" karya Muhammad bin Mukhallad bin Hafsh al-'Aththar (w. 431/942) dengan judul "Ma Rawahu al-Akabir" dari Malik bin Anas, Yahya al-Anshari, dan Ibnu Juraij. Selain itu, hadits-haditsnya juga terdapat dalam koleksi 24 Zhahiriyah, jld. 1, hlm. 117 hingga 135.[43] Menurut Sezgin, tafsir Ibnu Juraij dikutip oleh Al-Thabari.[44]

Catatan Kaki

  1. Zirikli, Al-A'lam, 1989 M, jld. 4, hlm. 160.
  2. Ibnu Sa'd, Al-Thabaqat al-Kubra, jld. 5, hlm. 491-492.
  3. Bukhari, Al-Tarikh al-Kabir, jld. 1, hlm. 423.
  4. Ibnu Abi Hatim, Al-Jarh wa al-Ta'dil, jld. 2, hlm. 356.
  5. Ibnu Nadim, Al-Fihrist, hlm. 226.
  6. Zirikli, Al-A'lam, 1989 M, jld. 4, hlm. 160.
  7. Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 107, hlm. 407.
  8. Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, jld. 10, hlm. 401.
  9. Ibnu Jazari, Ghayah al-Nihayah, hlm. 469.
  10. Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, jld. 10, hlm. 402.
  11. Ibnu Abi Hatim, Al-Jarh wa al-Ta'dil, jld. 2, hlm. 356; Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, jld. 10, hlm. 402.
  12. Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, jld. 10, hlm. 402-403.
  13. Bukhari, Al-Tarikh al-Shaghir, jld. 2, hlm. 92.
  14. Ibnu Abi Hatim, Al-Jarh wa al-Ta'dil, jld. 2, hlm. 358.
  15. Dzahabi, Tadzkirah al-Huffazh, jld. 1, hlm. 169.
  16. Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, jld. 10, hlm. 400.
  17. Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, jld. 6, hlm. 326.
  18. Thusi, Tahdzib al-Ahkam, jld. 7, hlm. 241; Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, jld. 6, hlm. 326.
  19. Thusi, Rijal, hlm. 233.
  20. Thusi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, hlm. 687.
  21. Kulaini, Al-Furu' min al-Kafi, jld. 5, hlm. 451.
  22. Wahid Behbahani, Ta'liqat Manhaj al-Maqal, hlm. 521.
  23. Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, jld. 11, hlm. 19.
  24. Ibnu Sa'd, Al-Thabaqat al-Kubra, jld. 5, hlm. 492.
  25. Ibnu Abi Hatim, Al-Jarh wa al-Ta'dil, jld. 2, hlm. 357.
  26. Ibnu Hibban, Al-Majruhin, jld. 1, hlm. 55.
  27. Ibnu Hibban, Al-Majruhin, jld. 1, hlm. 92; Ibnu Hajar, Taqrib al-Tahdzib, jld. 1, hlm. 520; Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, jld. 10, hlm. 404.
  28. Ibnu Sa'd, Al-Thabaqat al-Kubra, jld. 5, hlm. 492.
  29. Abu al-Faraj al-Isfahani, Al-Aghani, jld. 1, hlm. 49.
  30. Ibnu Hanbal, Al-'Ilal wa Ma'rifah al-Rijal, jld. 1, hlm. 348-349.
  31. Ibnu Hanbal, Al-'Ilal wa Ma'rifah al-Rijal, jld. 1, hlm. 237.
  32. Ibnu Sa'd, Al-Thabaqat al-Kubra, jld. 5, hlm. 492; Dzahabi, Tadzkirah al-Huffazh, jld. 1, hlm. 170.
  33. Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, jld. 6, hlm. 332.
  34. Abu Zur'ah al-Dimasyqi, Tarikh, jld. 1, hlm. 457.
  35. Bukhari, Al-Tarikh al-Kabir, jld. 1, hlm. 423; Ibnu Sa'd, Al-Thabaqat al-Kubra, jld. 5, hlm. 492.
  36. Ibnu Abi Hatim, Al-Jarh wa al-Ta'dil, jld. 2, hlm. 357.
  37. Ibnu Khallikan, Wafayat, jld. 3, hlm. 164.
  38. Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, jld. 6, hlm. 326.
  39. Sezgin, Tarikh al-Turats al-'Arabi, jld. 1, hlm. 166.
  40. Ibnu Nadim, Al-Fihrist, hlm. 226.
  41. Dawudi, Thabaqat al-Mufassirin, jld. 1, hlm. 352.
  42. Haji Khalifah, Kasyf al-Zhunun, jld. 1, hlm. 437, jld. 2, hlm. 1008.
  43. Sezgin, Tarikh al-Turats al-'Arabi, jld. 1, hlm. 167.
  44. Sezgin, Tarikh al-Turats al-'Arabi, jld. 1, hlm. 167.

Daftar Pustaka

  • Abu al-Faraj al-Isfahani, Ali, Al-Aghani, Beirut, 1390 H/1970 M.
  • Abu Zur'ah al-Dimasyqi, Abdurrahman, Tarikh, diedit oleh Syukurullah bin Ni'matullah Qujani, Damaskus, 1400 H/1980 M.
  • Ibnu Abi Hatim, Abdurrahman, Al-Jarh wa al-Ta'dil, Hyderabad Deccan, 1372 H/1952 M.
  • Ibnu Hajar, Ahmad, Taqrib al-Tahdzib, diedit oleh Abdul Wahab Abdul Lathif, Beirut, 1398 H.
  • Ibnu Hanbal, Ahmad, Al-'Ilal wa Ma'rifah al-Rijal, diedit oleh Thal'at Quch Yikit dan Ismail Jarrah Ughli, Ankara, 1963 M.
  • Ibnu Hibban, Muhammad, Al-Majruhin, diedit oleh Mahmud Ibrahim Zaid, Beirut, 1396 H.
  • Ibnu Jazari, Muhammad, Ghayah al-Nihayah, diedit oleh G. Bergsträsser, Beirut, 1402 H/1982 M.
  • Ibnu Khallikan, Wafayat.
  • Ibnu Nadim, Al-Fihrist, diedit oleh Flugel, Leipzig, 1872 M.
  • Ibnu Sa'd, Muhammad, Al-Thabaqat al-Kubra, Beirut: Dar Shadir.
  • Bukhari, Muhammad, Al-Tarikh al-Kabir, Hyderabad Deccan, 1377 H/1958 M.
  • Bukhari, Muhammad, Al-Tarikh al-Shaghir, diedit oleh Mahmud Ibrahim Zaid, Beirut, 1406 H/1986 M.
  • Haji Khalifah, Kasyf al-Zhunun, Istanbul, 1941 M.
  • Khatib al-Baghdadi, Ahmad bin Ali, Tarikh Baghdad, diriset oleh Mustafa Abdul Qadir Atha, Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhun, 1417 H.
  • Khatib al-Baghdadi, Ahmad, Tarikh Baghdad, Kairo: 1350 H/1931 M.
  • Khui, Abu al-Qasim, Mu'jam Rijal al-Hadits, Beirut, 1403 H/1983 M.
  • Kutbi, Muhammad, Uyun al-Tawarikh, Naskah tulisan tangan Ahmad Tsalits, no. 2922.
  • Kulaini, Muhammad, Al-Furu' min al-Kafi, diedit oleh Ali Akbar Ghaffari, Beirut, 1401 H/1981 M.
  • Dawudi, Muhammad, Thabaqat al-Mufassirin, diedit oleh Ali Muhammad Umar, Kairo, 1392 H/1972 M.
  • Dzahabi, Tadzkirah al-Huffazh, Beirut, 1374 H/1954 M.
  • Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, diedit oleh Syu'aib al-Arnauth dan Husain al-Asad, Beirut, 1405 H/1985 M.
  • Zirikli, Khairuddin, Al-A'lam: Qamus Tarajim li Asyhur al-Rijal wa al-Nisa min al-'Arab wa al-Musta'ribin wa al-Mustasyriqin, Beirut: Dar al-'Ilm li al-Malayin, 1989 M.
  • Sezgin, Fuad, Tarikh al-Turats al-'Arabi (Sejarah Warisan Arab), diterjemahkan oleh Mahmud Fahmi Hijazi, Riyadh, 1403 H/1983 M.
  • Thusi, Muhammad, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, diedit oleh Mirdamad Astarabadi dan Mahdi Raja'i, Qom, 1404 H.
  • Thusi, Muhammad, Tahdzib al-Ahkam, diedit oleh Hasan Musawi Kharsan, Beirut, 1401 H/1981 M.
  • Thusi, Muhammad, Rijal, Najaf, 1380 H/1961 M.
  • Fasi, Muhammad, Al-'Iqd al-Tsamin, diedit oleh Fuad Sayid, Beirut, 1405 H/1985 M.
  • Wahid Behbahani, Muhammad Baqir, Ta'liqat Manhaj al-Maqal, cetakan litograf, 1306 H.