Konsep:A'lam al-Hidayah (buku)
| Judul Asli | اعلام الهدایة |
|---|---|
| Penulis | Sayid Munzir Hakim bekerja sama dengan tim penulis |
| Bahasa | Arab |
| Seri | 14 jilid |
| Genre | Kehidupan Empat Belas Maksum |
| Diterbitkan oleh | Lembaga Internasional Ahlulbait as |
| Tanggal Penerbitan | Tahun 1381 HS |
A'lam al-Hidayah (bahasa Arab:أعلام الهداية (كتاب)); (Panji-Panji Petunjuk) adalah judul koleksi buku 14 jilid berbahasa Arab mengenai kehidupan Empat Belas Maksum yang dikumpulkan dan disusun oleh sekelompok peneliti di Deputi Kebudayaan Lembaga Internasional Ahlulbait as. Terjemahan lengkap seri A'lam al-Hidayah atau beberapa jilidnya juga telah diterbitkan dalam bahasa Persia, Turki Istanbul, Urdu, dan Melayu. "Pisyvayan-e Hedayat" adalah judul terjemahan bahasa Persia dari koleksi ini.
Penulis
Penelitian dan penulisan buku ini dilakukan pada tahun 1376 HS/ 1997 M. Penulis buku ini, Sayid Munzir Hakim, lahir pada 1332 HS/ 1953 M di Karbala, yang dikenal di hauzah karena karya-karyanya di bidang Tafsir Al-Qur'an dan sejarah Islam. Selain koleksi empat jilid "Sejarah Islam", karya lainnya adalah buku "Al-Nazhariyah al-Ijtima'iyah fi Fikr al-Syahid al-Sayid Muhammad Baqir al-Sadr" (Sosiologi Qur'ani).[1] Sekelompok peneliti di Lembaga Internasional Ahlulbait as yang terdiri dari: Adi Gharibawi, Wisam Baghdadi, Sayid Syihabuddin Husaini, Sayid Abdurrahim Musawi, Abdurrazzaq Shalishi, dan Irfan Mahmud adalah rekan kerja Sayid Munzir Hakim dalam penyusunan koleksi 14 jilid A'lam al-Hidayah.[2]
Motivasi Penulisan
A'lam al-Hidayah ditulis dengan tujuan untuk menggambarkan peran yang dimainkan oleh para Imam as dengan memperhatikan situasi politik, budaya, dan sosial di setiap zaman.[3]
Sayid Munzir Hakim mengenai motivasi penulisan A'lam al-Hidayah mengatakan:
- Buku-buku yang sebelumnya ditulis mengenai sirah Ahlulbait biasanya memiliki masalah bahwa mereka membahas secara rinci tentang Amirul Mukminin as, Hazrat Zahra sa, Imam Hasan as, dan Imam Husain as, tetapi ketika sampai pada para Imam as lainnya, pembahasannya tidak lebih dari beberapa halaman. Misalnya, yang terbaik adalah buku 14 jilid "Sireh-ye Pisyvayan" yang beberapa jilidnya rinci dan matang dari segi penulisan, sementara yang lain agak lebih ringkas.
- Juga sebelum pekerjaan yang kami lakukan, ada koleksi "Setaregan-e Derakhshan". Dalam koleksi-koleksi ini biasanya sirah Ahlulbait as tidak dilihat secara sistematis dan Anda tidak melihat konsep "Manusia 250 Tahun" dalam karya-karya ini. Dalam buku-buku itu tidak dijelaskan secara tepat bahwa Ahlulbait as semuanya adalah satu cahaya (nur wahid) dan jika dalam sejarah, salah satu dari Ahlulbait as berada di tempat yang lain, mereka akan memainkan peran yang persis sama.[4]
Metode Penulisan
Penulis dan rekan-rekannya dalam menulis sejarah Ahlulbait dipengaruhi oleh pandangan Syahid Sadr dan berdasarkan pandangan Syahid Sadr, perhatian diberikan pada keberadaan periode-periode dalam sejarah kehidupan Ahlulbait as.[5]
Setiap jilid dari versi Arab "A'lam al-Hidayah" bervolume antara 200 hingga 250 halaman dan terjemahan Persianya antara 300 hingga 350 halaman. Ini adalah salah satu ide awal penulisan karya ini, yaitu menyajikan volume materi yang sama untuk setiap Imam as dan semua jilid disajikan dalam tampilan yang seragam agar memberikan kesan kepada pembaca bahwa Ahlulbait adalah satu cahaya dan jika salah satu dari mereka berada di tempat yang lain, mereka akan memiliki perilaku yang sama.
Dalam setiap jilid, pertama-tama disajikan ringkasan beberapa halaman dari sejarah kehidupan setiap maksum dan pasang surut sejarah terpenting kehidupan mereka. Setelah itu, pembaca pada tiga tingkat yang berbeda yang bergerak dari ringkasan ke rincian, akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan dan sirah Imam tersebut serta kondisi sejarah pada periode itu.[6]
Karakteristik
Koleksi A'lam al-Hidayah memiliki latar belakang sejarah dan pembahasan topik teologis (kalam) atau fikih dan hadis yang sesuai dengan setiap maksum tidak menyebabkannya kehilangan garis utamanya. Buku ini tidak masuk ke dalam detail sejarah yang di luar kesabaran pembaca umum dan menghindari penukilan yang syadz (ganjil) dan tidak masyhur serta riwayat-riwayat yang mengandung ghuluw (berlebihan). Pejabat lembaga dan kelompok penulis juga memperhatikan pembaca non-Syiah. Selain itu, A'lam al-Hidayah mencoba menceritakan kehidupan Ahlulbait secara rasional sehingga pembaca akademis yang terpapar teori-teori baru ilmu humaniora juga tidak mengalami konflik dan ambiguitas saat menghadapinya.[7]
Diupayakan agar analisis yang disajikan dalam koleksi ini adalah analisis logis yang sesuai dengan ajaran sosiologi dan psikologi konvensional yang dapat diterima dan dipahami.[8]
Dalam analisis diupayakan agar masalah-masalah gaib yang jauh dari pikiran dan sangat sulit tidak dimasukkan. Bahkan Mukjizat dan Karamah yang disebutkan, bukanlah sesuatu yang sulit diterima oleh akal; melainkan materi yang membangun kehidupan dan memberikan model kehidupan bagi individu. Baik Imamah maupun sirah Imam tersebut diperdalam bagi pembaca dan manusia merasa seolah-olah bergerak bersama Imam tersebut dari awal kelahiran hingga kesyahidan.[9]
Judul Buku
Jilid Pertama
Jilid pertama koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku "Khatam al-Anbiya', Hazrat Muhammad saw". Buku ini memiliki lima bab: Bab pertama tentang kabar gembira para nabi mengenai kemunculan Nabi Muhammad saw dan aspek-aspek kepribadian beliau. Bab kedua tentang kelahiran, pendidikan, dan Pernikahan Nabi saw hingga pengangkatan menjadi nabi. Bab ketiga membahas masa kehadiran Nabi saw di Mekah dan sikap Bani Hasyim terhadap beliau hingga Hijrah ke Madinah. Bab keempat membahas hijrah ke Madinah dan Ghazwah (perang yang diikuti) Nabi saw, dan bab kelima menyinggung Fathu Mekah, kehadiran Islam di luar Jazirah Arab, dan warisan ilmiah Nabi saw.
Jilid Kedua
Jilid kedua koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku "Amir al-Mukminin, Hazrat Ali as". Buku ini memiliki empat bab: Bab pertama tentang aspek-aspek kepribadian Imam Ali as. Bab kedua membahas tahapan kehidupan Hazrat Ali as dari kelahiran hingga wafatnya Nabi saw. Bab ketiga tentang riwayat hidup Imam Ali as setelah wafatnya Nabi saw hingga Pembunuhan Utsman, dan bab keempat tentang Baiat kaum Muslimin kepada Hazrat Ali as, perang-perang, dan warisan ilmiah beliau.
Jilid Ketiga
Jilid ketiga koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku "Shiddiqah Kubra, Hazrat Fatimah Zahra sa". Buku ini memiliki tiga bab. Bab pertama tentang kepribadian dan keutamaan Hazrat Zahra sa. Bab kedua buku ini menyinggung pembahasan kelahiran, pendidikan, dan pernikahan hingga wafatnya Nabi saw. Bab ketiga membahas Peristiwa Saqifah, Fadak, khotbah Hazrat Fatimah Zahra sa di Masjid Madinah, dan warisan ilmiah beliau.
Jilid Keempat
Jilid keempat koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku "Sibth Akbar, Hazrat Imam Hasan as" dan memiliki tiga bab. Bab pertama tentang kepribadian dan keutamaan beliau. Bab kedua membahas tahapan kehidupan Imam Mujtaba as dari kelahiran hingga kesyahidan Imam Ali as. Bab ketiga menyinggung masalah baiat hingga perdamaian, naskah perjanjian damai, nasib perjanjian damai, kesyahidan Imam Hasan as, dan warisan ilmiah beliau.
Jilid Kelima
Jilid kelima koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku "Sayyid al-Syuhada, Hazrat Imam Husain as" dan memiliki tiga bab. Bab pertama tentang gambaran kepribadian Imam Husain as dan keutamaan beliau. Bab kedua membahas kelahiran dan tahapan kehidupan Imam Husain as hingga kesyahidan Imam Hasan Mujtaba as. Bab ketiga tentang era keimamahan Imam Husain as dan membahas topik-topik; permusuhan Muawiyah terhadap Islam, sikap Imam Husain as terhadapnya, perjalanan sejarah dan motif Kebangkitan Imam Husain as, kesyahidan beliau, hasil kebangkitan Husaini, dan warisan ilmiah beliau.
Jilid Keenam
Jilid keenam koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku Zain al-'Abidin, Hazrat Imam Sajjad as" dan memiliki lima bab. Bab pertama tentang kepribadian dan keutamaan Imam Sajjad as. Bab kedua membahas kelahiran dan tahapan kehidupan beliau. Bab ketiga tentang kehidupan Imam Zainal Abidin as setelah tragedi Karbala dan kesyahidan beliau. Bab keempat menyinggung karakteristik zaman dan kehidupan Imam Sajjad as, dan bab kelima tentang warisan ilmiah beliau, Risalah al-Huquq, dan Shahifah Sajjadiyah.
Jilid Ketujuh
Jilid ketujuh koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku "Pembelah Ilmu, Hazrat Imam Muhammad Baqir as" dan memiliki empat bab. Bab pertama tentang kepribadian dan keutamaan Imam Baqir as. Bab kedua tentang tahapan kehidupan beliau. Bab ketiga menyinggung peristiwa-peristiwa penting di zaman Imam Baqir as dan peran beliau dalam memperbaiki penyimpangan. Bab keempat tentang pendirian kelompok elit saleh di mana Imam Baqir as dengan mendirikan kelompok ini berusaha memperbaiki kondisi sosial masyarakat. Akhir bab ini membahas kesyahidan dan warisan Imam Baqir as.
Jilid Kedelapan
Jilid kedelapan koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku "Pemimpin Mazhab, Hazrat Imam Ja'far Shadiq as" dan memiliki empat bab. Bab pertama tentang kepribadian dan keutamaan Imam Shadiq as. Bab kedua tentang kelahiran, pengasuhan, dan tahapan kehidupan beliau. Bab ketiga membahas situasi politik, kondisi pemikiran, kebutuhan zaman Imam Shadiq as, dan peran beliau dalam mendirikan kelompok elit saleh. Bab keempat tentang akhir pemerintahan Umayyah dan awal pemerintahan Abbasiyah, sikap Imam Shadiq as terhadap peristiwa-peristiwa, kesyahidan, dan warisan beliau.
Jilid Kesembilan
Jilid kesembilan koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku "Bab al-Hawaij, Hazrat Imam Musa Kazhim as" dan memiliki empat bab. Bab pertama tentang keutamaan dan kepribadian Imam Kazhim as. Bab kedua tentang pengasuhan dan tahapan kehidupan beliau. Bab ketiga membahas karakteristik zaman Imam Kazim as, sikap beliau terhadap Mansur, Mahdi, dan Hadi Abbasi, serta aktivitas Imam Kazim as. Bab keempat tentang karakteristik zaman Harun al-Rasyid, sikap Imam Kazim as terhadap pemerintahannya, upaya Imam Kazim as untuk memperkuat ikatan politik Syiah dengan garis Ahlulbait as, pemenjaraan, kesyahidan, dan warisan Imam Kazim as.
Jilid Kesepuluh
Jilid kesepuluh koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku Imam Kedelapan, Hazrat Imam Ridha as dan memiliki empat bab. Bab pertama tentang kepribadian dan keutamaan Imam Ridha as. Bab kedua tentang tahapan kehidupan beliau. Bab ketiga membahas kondisi sosial politik Imam Ridha dan kinerja serta peran pemikiran dan keagamaan beliau di masyarakat, dan bab keempat tentang peristiwa sebelum pengangkatan sebagai putra mahkota, aktivitas Imam Ridha as selama masa Wilayatul Ahdi (putra mahkota), perdebatan (ihtijaj), dan warisan Imam Ridha as.
Jilid Kesebelas
Jilid kesebelas koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku Jawad al-Aimmah, Hazrat Imam Muhammad Taqi as dan memiliki empat bab. Bab pertama tentang keutamaan dan karamah Imam Jawad as. Bab kedua membahas tahapan kehidupan Imam Jawad as hingga kesyahidan Imam Ridha as. Bab ketiga tentang karakteristik zaman Imam Jawad, karakteristik penguasa yang sezaman dengan beliau, aktivitas ilmiah Imam Jawad as, dan warisan ilmiah beliau. Bab keempat membahas tuntutan umum dunia Islam, kebutuhan kelompok saleh, madrasah, dan warisan ilmiah Imam Jawad as.
Jilid Kedua Belas
Jilid kedua belas koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku Pemberi Petunjuk Umat, Hazrat Imam Ali Naqi as dan memiliki empat bab. Bab pertama tentang kepribadian dan keutamaan Imam Hadi as. Bab kedua tentang tahapan kehidupan beliau hingga masa kesyahidan Imam Jawad as. Bab ketiga membahas kedudukan Imam Hadi as dalam proses perubahan budaya yang komprehensif dan kondisi zaman beliau. Bab keempat tentang kebutuhan masyarakat Islam di zaman Imam Hadi as, sikap beliau terhadap Ghulat dan sekte-sekte menyimpang, fenomena Ziarah dan perannya dalam pengamanan akidah seperti Ziarah Jami'ah Kabirah dan Ziarah Ghadir, kesyahidan Imam Hadi as, serta mazhab dan warisan ilmiah beliau.
Jilid Ketiga Belas
Jilid ketiga belas koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku Matahari Samarra, Hazrat Imam Hasan Askari as dan memiliki empat bab. Bab pertama tentang kepribadian dan keutamaan Imam Hasan Askari as. Bab kedua tentang kelahiran dan tahapan kehidupan beliau hingga kesyahidan Imam Hadi as. Bab ketiga membahas karakteristik zaman Imam Hasan Askari as serta pengenalan dan kinerja penguasa pada masa itu. Bab keempat tentang kebutuhan masyarakat Islam zaman Imam Hasan Askari as, persiapan Syiah dalam hal kegaiban Imam Mahdi as, dan warisan Imam Hasan Askari as.
Jilid Keempat Belas
Jilid keempat belas koleksi A'lam al-Hidayah adalah buku Penutup Para Wasi, Baqiyatullah, Hazrat Imam Mahdi aj dan memiliki lima bab. Bab pertama tentang kabar gembira kitab-kitab suci samawi mengenai kemunculan Sang Penyelamat dan kegaiban beliau dalam Al-Qur'an dan riwayat Fariqain. Bab kedua menyinggung pertumbuhan dan pengasuhan Imam Mahdi aj serta tahapan kehidupan beliau hingga kesyahidan Imam Hasan Askari as. Bab ketiga membahas topik Ghaibah Sughra, penyebab Ghaibah Sughra, dan tindakan Imam Mahdi aj di era Ghaibah Sughra. Bab keempat tentang Ghaibah Kubra dan penyebabnya, tindakan Imam Mahdi aj, dan tugas Syiah di masa Ghaibah Kubra. Bab kelima tentang tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi aj, sirah beliau di era kemunculan, dan riwayat-riwayat dari Imam Mahdi aj. Periode ini dimulai dengan mengingatkan penekanan Al-Qur'an untuk merenungkan sirah kehidupan para nabi dan pentingnya elemen hidayah (petunjuk) dalam gerak manusia menuju kesempurnaan,[10] dan diakhiri dengan penyebutan ziarah dari kitab Mishbah al-Za'ir karya Sayid Ibnu Thawus tentang Imam Zaman as.[11]
Cetakan dan Terjemahan
Cetakan pertama koleksi ini dalam bahasa Arab dengan nama "Mausu'ah A'lam al-Hidayah" diterbitkan pada tahun 1381 HS/ 2002 M. Terjemahan Persianya dengan nama "Pisyvayan-e Hedayat" dirilis ke pasar pada tahun 1385 HS/ 2006 M.
Terjemahan lengkap seri A'lam al-Hidayah atau beberapa jilidnya juga telah diterbitkan dalam bahasa Turki Istanbul, Urdu, dan Melayu, dan terjemahan ke dalam bahasa Inggris, Prancis, Tajik, Turki Azeri, Norwegia, dan Bosnia sedang berlangsung.[12]
Produksi Perangkat Lunak A'lam al-Hidayah
Perangkat lunak A'lam al-Hidayah diproduksi pada bulan aban Tahun 1388 HS/ 2009 M dalam bahasa Arab dan Persia oleh Departemen Informasi Lembaga Internasional Ahlulbait as dan diluncurkan dalam sebuah upacara.[13]
Catatan Kaki
- ↑ Pisynahadi baraye Motale'eh Sireh Ahlulbait as
- ↑ Diambil dari Software A'lam al-Hidayah
- ↑ Diambil dari Software A'lam al-Hidayah
- ↑ Chera «Pisyvayan-e Hedayat» Khandani Ast?
- ↑ Chera «Pisyvayan-e Hedayat» Khandani Ast?
- ↑ Pisynahadi baraye Motale'eh Sireh Ahlulbait as
- ↑ Pisynahadi baraye Motale'eh Sireh Ahlulbait as
- ↑ Chera «Pisyvayan-e Hedayat» Khandani Ast?
- ↑ Chera «Pisyvayan-e Hedayat» Khandani Ast?
- ↑ Tim Penulis, A'lam al-Hidayah, 1435 H, jld. 1, hlm. 17.
- ↑ Sayid Ibnu Thawus, Mishbah al-Za'ir, 1417 H, hlm. 445.
- ↑ Pisynahadi baraye Motale'eh Sireh Ahlulbait as
- ↑ Runamai az Narm Afzar A'lam al-Hidayah
Pranala Luar
- Jilid 1, Khatam al-Anbiya', Hazrat Muhammad Mustafa saw
- Jilid 2, Amirul Mukminin, Hazrat Ali bin Abi Thalib as
- Jilid 3, Shiddiqah Kubra, Hazrat Fatimah Zahra sa
- Jilid 4, Sibth Akbar, Hazrat Imam Hasan Mujtaba as
- Jilid 5, Sayyid al-Syuhada, Hazrat Imam Husain as
- Jilid 6, Zain al-Abidin, Hazrat Imam Sajjad as
- Jilid 7, Pembelah Ilmu, Hazrat Imam Muhammad Baqir as
- Jilid 8, Pemimpin Mazhab, Hazrat Imam Ja'far Shadiq as
- Jilid 9, Bab al-Hawaij, Hazrat Imam Musa Kazim as
- Jilid 10, Imam Kedelapan, Hazrat Imam Ridha as
- Jilid 11, Jawad al-Aimmah, Hazrat Imam Muhammad Taqi as
- Jilid 12, Pemberi Petunjuk Umat, Hazrat Imam Ali Naqi as
- Jilid 13, Matahari Samarra, Hazrat Imam Hasan Askari as
- Jilid 14, Penutup Para Wasi, Baqiyatullah, Hazrat Imam Mahdi aj