Konsep:Ummu Umarah
| Info pribadi | |
|---|---|
| Nama lengkap | Nusaibah binti Ka'ab |
| Julukan | Ummu Umarah, Ummu Habib |
| Disebut juga dengan | Nusaibah al-Maziniyyah |
| Garis keturunan | Bani Mazen dari Suku Khazraj |
| Kerabat termasyhur | Habib bin Zaid bin 'Ashim, Abdullah bin Zaid (Putra); Abdullah dan Abdurrahman bin Ka'ab (Saudara) |
| Muhajir/Anshar | Anshar |
| Tempat Tinggal | Madinah |
| Wafat/Syahadah | Setelah tahun 13/634-35 |
| Terkenal untuk | Membela Nabi saw dalam Perang Uhud |
| Informasi Keagamaan | |
| Memeluk Islam | Baiat Aqabah Kedua |
| Keikutsertaan dalam Ghazwah | Perang Uhud, Perang Hunain, Perang Khaibar |
| Aktivitas lain | Periwayah |
Nusaibah (Nasaibah) binti Ka'ab (wafat setelah tahun 13/634-35), yang lebih dikenal dengan sebutan Ummu Umarah, adalah salah seorang dari wanita sahabat dan periwayah hadis[1] dari Nabi Muhammad saw. Salah satu hadis tersebut berkaitan dengan momen ketika ia mendatangi Nabi saw dan memprotes kurangnya perhatian terhadap hak-hak wanita, yang kemudian disusul dengan turunnya Ayat 35 Surah Al-Ahzab sebagai jawaban atas protesnya tersebut.[2]
Ummu Umarah berasal dari kabilah Bani Mazen, bagian dari Suku Khazraj, merupakan putri dari Ka'ab bin Amru dan Rubab binti Abdullah.[3] Ia juga dikenal dengan nama Nusaibah al-Maziniyyah. Dua saudara laki-lakinya, Abdullah bin Ka'ab dan Abdurrahman bin Ka'ab, merupakan sahabat Nabi saw.[4]
Ummu Umarah awalnya menikah dengan Zaid bin 'Ashim dan memiliki dua putra bernama Habib dan Abdullah yang keduanya merupakan sahabat Nabi saw.[5] Setelah wafatnya suami pertama dan setelah memeluk Islam, ia menikah dengan Ghazyah bin Amru dari kabilah Bani Najjar[6] dan memiliki dua anak bernama Tamim dan Khaulah.[7]
Dalam Perang Yamamah, Nabi saw mengirim Habib bin Zaid, putra Ummu Umarah, bersama seorang lainnya menemui Musailamah al-Kadzdzab. Musailamah memotong tangan dan kaki Habib hingga ia gugur syahid. Dalam perang yang sama, Abdullah bin Zaid bin 'Ashim, putra Ummu Umarah lainnya, berhasil membunuh Musailamah.[8] Abdullah kemudian terbunuh dalam Peristiwa Harrah pada masa kekhalifahan Yazid bin Muawiyah.[9]
Ummu Umarah adalah salah satu wanita pertama yang masuk Islam dalam Baiat Aqabah Kedua, di mana Ghazyah bin Amru, calon suaminya, juga hadir.[10] Ia ikut serta dalam beberapa peperangan, khususnya dalam Perang Uhud, dan mengalami luka-luka.[11] Nabi saw memujinya dan kemudian menjenguknya.[12]
Ja'far Subhani dalam buku Furugh-e Abadiyat (Cahaya Keabadian) menukil sabda Nabi saw: "Kedudukan Nusaibah binti Ka'ab hari ini lebih baik daripada si fulan dan si fulan," merujuk pada orang-orang yang kelak memegang jabatan besar setelah Nabi saw. Ibnu Abi al-Hadid juga menyebutkan bahwa periwayah hadis menahan diri untuk menyebutkan nama orang-orang tersebut.[13]
Ummu Umarah tidak dapat mengikuti Perang Hamra al-Asad karena luka-lukanya yang parah di Perang Uhud,[14] namun ia hadir dalam Perang Khaibar dan Perang Hunain.[15] Dalam Perang Yamamah pada masa kekhalifahan Abu Bakar, ia ikut bertempur dan kehilangan salah satu tangannya dalam perang tersebut.[16]
Dalam sumber sejarah, tanggal pasti wafatnya tidak disebutkan, namun berdasarkan sebuah riwayat, Umar bin Khattab mengirimkan hadiah untuk Ummu Umarah pada masa kekhalifahannya, yang menunjukkan bahwa ia masih hidup setelah tahun 13/634-35 pada masa kekuasaan Umar.[17]
Catatan Kaki
- ↑ Ahmad bin Hanbal, Musnad, Dar al-Minhaj, jld. 6, hlm. 439; Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, 1395 H, jld. 1, hlm. 556; Hafizh al-Mizzi, Tuhfat al-Asyraf, 1403 H, jld. 13, hlm. 92-93.
- ↑ Kelompok Budaya dan Makrifat Al-Qur'an, A'lam al-Qur'an, 1385 HS, jld. 2, hlm. 368.
- ↑ Ibnu Hisyam, Al-Sirah al-Nabawiyyah, 1391 H, jld. 2, hlm. 319; Baladzuri, Futuh al-Buldan, 1407 H, hlm. 126, menukil dari Waqidi.
- ↑ Kalbi, Nasab Ma'ad wa al-Yaman al-Kabir, Dar al-Yaqzhah al-Arabiyyah, 1988, jld. 2, hlm. 49.
- ↑ Kalbi, Nasab Ma'ad wa al-Yaman al-Kabir, jld. 2, hlm. 49; Ibnu Hisyam, Al-Sirah al-Nabawiyyah, 1391 H, jld. 2, hlm. 319; Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 301.
- ↑ Kalbi, Nasab Ma'ad wa al-Yaman al-Kabir, jld. 2, hlm. 49; Ibnu Hisyam, Al-Sirah al-Nabawiyyah, 1391 H, jld. 2, hlm. 319; Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 301.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 301; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1959, jld. 1, hlm. 250; Ibnu Hisyam, Al-Sirah al-Nabawiyyah, 1391 H, jld. 2, hlm. 319.
- ↑ Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1959, jld. 1, hlm. 324.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 416.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 301; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1959, jld. 1, hlm. 250; Ibnu Hisyam, Al-Sirah al-Nabawiyyah, 1391 H, jld. 2, hlm. 319.
- ↑ Waqidi, Al-Maghazi, 1966, jld. 1, hlm. 268; Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 301.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 302-303; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1959, jld. 1, hlm. 325-326.
- ↑ Subhani, Furugh-e Abadiyat, 1385 HS, hlm. 561.
- ↑ Waqidi, Al-Maghazi, 1966, jld. 1, hlm. 268-273; Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 303.
- ↑ Waqidi, Al-Maghazi, 1966, jld. 2, hlm. 415; Khalifah, Al-Thabaqat, 1966, jld. 2, hlm. 102; Ibnu Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1380 H, jld. 4, hlm. 1947; Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, 1405 H, jld. 2, hlm. 278.
- ↑ Waqidi, Al-Maghazi, 1966, jld. 1, hlm. 269; Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 304; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1959, jld. 1, hlm. 325; Baladzuri, Futuh al-Buldan, 1407 H, hlm. 126; Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, 1405 H, jld. 2, hlm. 281.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1321 H, jld. 8, hlm. 303; Baladzuri, Ansab al-Asyraf, 1959, jld. 1, hlm. 325-326.
Daftar Pustaka
- Ahmad bin Hanbal. Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal. Riset: Ahmad Ma'bad Abdul Karim. Jeddah, Penerbit Dar al-Minhaj, tanpa tahun.
- Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Ansab al-Asyraf. Kairo, Riset: Muhammad Hamidullah, 1959.
- Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Futuh al-Buldan. Beirut, Riset: Abdullah dan Umar Anis al-Thabba', 1407 H/1987.
- Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Siyar A'lam al-Nubala. Beirut, Riset: Syuaib al-Arnauth dkk, 1405 H/1985.
- Hafizh al-Mizzi, Yusuf bin Abdurrahman. Tuhfat al-Asyraf bi Ma'rifat al-Athraf. Mumbai, tanpa penerbit, 1403 H/1982.
- Ibnu Abdil Barr, Yusuf bin Abdullah. Al-Isti'ab. Kairo, Riset: Ali Muhammad al-Bajawi, 1380 H/1960.
- Ibnu Majah, Muhammad bin Yazid. Sunan Ibnu Majah. Beirut, Riset: Muhammad Fuad Abdul Baqi, 1395 H/1975.
- Ibnu Sa'ad, Muhammad. Al-Thabaqat al-Kubra. Leiden, Riset: Brockelmann dkk, 1321 H.
- Ibnu Hisyam, Abdul Malik. Al-Sirah al-Nabawiyyah. Kairo, Riset: Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, 1391 H/1971.
- Kalbi, Hisyam bin Muhammad. Nasab Ma'ad wa al-Yaman al-Kabir. Damaskus, Riset: Mahmud Firdous al-Azhm, Penerbit Dar al-Yaqzhah al-Arabiyyah, tanpa tahun.
- Khalifah bin Khayyath. Al-Thabaqat. Damaskus, Riset: Suhayl Zakkar, 1966.
- Subhani, Ja'far. Furugh-e Abadiyat (Cahaya Keabadian). Qom, Penerbit Bustan-e Ketab, 1385 HS.
- Waqidi, Muhammad bin Umar. Al-Maghazi. London, Riset: Marsden Jones, 1966.