Konsep:Penyembuhan Al-Qur'an
Penyembuhan Al-Qur'an (Bahasa Persia: شفابخشیِ قرآن) bermakna pengaruh ayat-ayat Al-Qur'an dalam menyembuhkan penyakit akidah, akhlak, dan jasmani, serta dianggap sebagai salah satu karakteristik non-materi Al-Qur'an. Para mufasir menganggap pencemaran maknawi seperti kekafiran, kemunafikan, dan kedengkian sebagai bentuk "penyakit hati" yang dapat diperbaiki dengan petunjuk Al-Qur'an. Beberapa surah dan ayat, termasuk Surah Al-Fatihah, Surah An-Nas, Surah Al-Falaq, dan Ayat Kursi, dianjurkan dalam riwayat untuk pengobatan penyakit.
Pengaruh ini dinisbahkan kepada kehendak dan kekuasaan Ilahi serta dianggap melampaui sebab-sebab alami. Meskipun demikian, dalam Sunah Nabi dan Ahlulbait, Al-Qur'an digunakan berdampingan dengan obat dan tabib. Selain itu, pengalaman orang-orang mukmin, laporan dari sebagian ulama Syiah, dan temuan studi psikologi telah mengisyaratkan pengaruh Al-Qur'an dalam pengobatan penyakit, dengan syarat adanya keyakinan terhadap pengaruhnya, keikhlasan dalam membacanya, dan pengamalan terhadap ajaran-ajaran Al-Qur'an.
Konsep dan Kedudukan
Penyembuhan Al-Qur'an bermakna pengobatan atau perbaikan penyakit melalui ayat-ayat Al-Qur'an[1] dan dianggap sebagai salah satu karakteristik non-materi Al-Qur'an.[2] Menurut pandangan mufasir, seluruh ayat Al-Qur'an memiliki khasiat penyembuhan[3] dan mereka menganggap Ayat 82 Surah Al-Isra termasuk ayat yang mengisyaratkan karakteristik ini.[4] Menurut sebagian peneliti, kata syifa dan turunannya digunakan dalam enam ayat Al-Qur'an[5] yang dikenal dengan sebutan ayat-ayat Syifa.[6]
Berdasarkan sebagian riwayat,[7] Al-Qur'an dapat berpengaruh dalam pengobatan penyakit akidah, akhlak, dan bahkan jasmani;[8] tentu saja, pengaruh penyembuhan Al-Qur'an disyaratkan dengan pengamalan terhadap ajarannya.[9] Ayatullah Khamenei menganggap Al-Qur'an sebagai obat bagi penderitaan masyarakat manusia, seperti perang, kezaliman, dan ketidakadilan.[10]
Hubungan Penyembuhan Al-Qur'an dengan Kehendak Ilahi
Penyembuhan Al-Qur'an dinisbahkan kepada kehendak dan kekuasaan Allah; artinya, Allah dapat mewujudkan kesembuhan pasien melampaui sebab-sebab alami. Sebagaimana dalam Al-Qur'an disebutkan mengenai penyembuhan orang sakit dan menghidupkan orang mati oleh Nabi Isa as dengan izin Ilahi.[11][12] Meskipun demikian, dalam analisis riwayat mengenai khasiat surah dan penyembuhan Al-Qur'an, terdapat berbagai pandangan;[13] sekelompok orang menganggap terapi Al-Qur'an sama seperti obat yang efektif bagi semua orang. Sebagian menganggap kesembuhan tersebut sebagai bentuk kasih sayang Ilahi dan sejenis karamah. Sebagian lainnya meyakini bahwa membaca surah tertentu hanya menyediakan landasan bagi pengaruh penyembuhan, bukan sebagai penyebab langsung kesembuhan.[14] Menurut sebagian peneliti, dalam sirah Nabi dan Ahlulbait as, Al-Qur'an digunakan berdampingan dengan obat dan tabib, namun tidak boleh direduksi setingkat obat biasa, melainkan khasiatnya ditafsirkan berdampingan dengan sebab-sebab alami.[15]
Pengaruh terhadap Penyakit Ruhani dan Jiwa
Al-Qur'an menyembuhkan semua penyakit akidah dan akhlak manusia; ia mengobati kebodohan yang merupakan penyakit batin terburuk dengan ilmu, keraguan dengan keyakinan, kesedihan dan duka dengan ketenangan, ketakutan dan kecemasan dengan thuma'ninah (ketentraman) dan harapan, serta kegelisahan dan kekhawatiran akan masa depan dengan tekad dan keteguhan.
Al-Qur'an dianggap sebagai penyembuh penyakit ruhani.[16] Ayatullah Makarim Syirazi, mufasir Syiah, dalam tafsir Ayat 57 Surah Yunus,[17] menganggap yang dimaksud dengan penyakit hati adalah pencemaran maknawi dan ruhani.[18] Kelompok penyakit ini didefinisikan dalam ranah keyakinan (seperti kekafiran dan Syirik) serta akhlak dan perilaku (seperti kedengkian, kekikiran, dan dendam).[19] Menurut keyakinan Fakhrurrazi, salah satu mufasir Ahlusunah, Al-Qur'an dengan menjelaskan hakikat alam semesta dan memperkenalkan hakikat manusia, asal mula, dan hari akhir, memperbaiki keyakinan yang salah, dan dengan menjelaskan sifat-sifat tercela, menyediakan landasan penyembuhannya dan membimbing manusia menuju keutamaan.[20]
Berdasarkan sebuah riwayat dari Imam Ali as,[21] kekafiran, kemunafikan, dan kesesatan termasuk penyakit ruhani manusia yang terpenting, dan Al-Qur'an diperkenalkan sebagai penyembuh bagi penyakit-penyakit tersebut.[22] Ali Nasiri, pendiri Institut Ma'arif Wahyu dan Akal (Ma'aref-e Wahy va Kherad), dengan bersandar pada Ayat 57 Surah Yunus dan Ayat 82 Surah Al-Isra, meyakini bahwa Al-Qur'an memiliki kapasitas penyembuhan bagi seluruh manusia dalam penyakit akidah dan bagi orang-orang mukmin dalam penyakit akhlak.[23]
Pengaruh Al-Qur'an dalam Mengurangi Kecemasan
Menurut sebagian peneliti, studi psikologi menunjukkan bahwa membaca dan memahami Al-Qur'an berpengaruh dalam mengurangi kecemasan dan depresi.[24] Studi yang dilakukan pada berbagai kelompok seperti Wanita Hamil dan pasien juga menunjukkan bahwa mendengarkan lantunan Al-Qur'an membantu memperbaiki kondisi psikologis dan fisik.[25] Selain itu, kontinuitas membaca Al-Qur'an setiap hari selama enam bulan beriringan dengan penurunan kecemasan yang nyata pada pemuda.[26]
Pengaruh Al-Qur'an terhadap Penyakit Jasmani
Berdasarkan pendapat sebagian mufasir, Al-Qur'an dapat berpengaruh dalam pengobatan sebagian penyakit jasmani.[27] Membaca, Tabarruk, dan mengamalkannya dianggap sebagai faktor-faktor yang terkait dengan pengaruh ini.[28] Selain itu, sebagian peneliti dengan mengacu pada ajaran Al-Qur'an mengenai kesehatan dalam topik-topik seperti nutrisi,[29] kesehatan seksual,[30] berpuasa[31] dan konsumsi madu,[32] meyakini bahwa Al-Qur'an dapat berperan dalam kesehatan dan penyembuhan penyakit dalam bentuk hukum-hukum pencegahan.[33]
Riwayat Penyembuhan Al-Qur'an
Banyak riwayat dinukil mengenai khasiat ayat dan surah Al-Qur'an;[34] berdasarkan riwayat-riwayat ini, beberapa surah dianjurkan untuk mengobati penyakit tertentu.[35] Di antaranya:
- Surah Al-Fatihah: Untuk mengobati segala penyakit,[36]
- Surah An-Nas dan Al-Falaq: Untuk menghilangkan rasa sakit yang parah,[37]
- Ayat Kursi: Untuk menolak bencana dan mencegah kelumpuhan,[38] dalam sebuah hadis juga dinukil bahwa Imam Ali as menganjurkan membaca Ayat Kursi untuk mengobati penyakit mata.[39]
- Ayat "Wa In Yakad...":[40] Untuk menolak pandangan jahat (mata hasad).[41]
Tentu saja, pengaruh-pengaruh ini disyaratkan dengan keyakinan terhadap penyembuhan Al-Qur'an.[42] Sebagian ulama seperti Sayid Abu al-Qasim al-Musawi al-Khui, meragukan sanad hadis-hadis semacam ini dan menganggap sebagian darinya sebagai buatan para perawi.[43]
Pengalaman Penyembuhan Al-Qur'an
Pengalaman dan laporan menunjukkan bahwa sebagian Ayat dan surah Al-Qur'an efektif dalam mengobati penyakit jasmani.[44] Ayatullah Jawadi Amoli menganggap penyembuhan Al-Qur'an terhadap penyakit jasmani sebagai sesuatu yang telah teruji (tajrubi).[45] Mulla Shalih Mazandarani, ulama abad ke-11 H, meyakini bahwa setiap ayat Al-Qur'an —terutama jika dibaca dengan keikhlasan dan keyakinan— dapat menyembuhkan, dan Surah Al-Fatihah telah teruji untuk mengobati berbagai jenis penyakit, khususnya dengan membacanya tujuh puluh kali.[46] Muhammad Taqi Majlisi (Majlisi Awwal) juga menyebutkan kesembuhan lebih dari seribu pasien —yang ia saksikan sendiri— dengan membaca Surah Al-Fatihah.[47]
Karya Terkait
Beberapa karya mengenai penyembuhan Al-Qur'an antara lain:
- Bimari-ha-ye Akhlaqi va Syefabakhsyi-ye Qur'ani (Penyakit-penyakit Akhlak dan Penyembuhan Qur'ani), karya Nasser Rafiei Muhammadi; diterbitkan oleh Penerbit Pusat Internasional Penerjemahan dan Penerbitan Al-Mustafa saw pada tahun 1401 HS.[48]
- Bimari-ha-ye Akhlaqi va Darman-ha-ye Qur'ani (Penyakit-penyakit Akhlak dan Pengobatan Qur'ani), karya Mahmoud Akbari; Penerbit Fatian, |tahun 1390 HS, dalam satu jilid.[49]
- Darman ba Qur'an (Pengobatan dengan Al-Qur'an), karya Muhammad Reza Karimi Bakhtiari; mengkaji pengaruh Al-Qur'an, doa, dan munajat dalam penyembuhan penyakit ruhani dan jasmani.[50]
- Syefa va Darman ba Qur'an (Penyembuhan dan Pengobatan dengan Al-Qur'an), karya Mojtaba Rezaei; menyajikan instruksi dari Al-Qur'an untuk selamat dari penyakit disertai kisah-kisah dalam bidang ini.[51]
- Khavash-e Ayat-e Qur'an-e Karim (Khasiat Ayat-ayat Al-Qur'an Al-Karim), karya Muhammad Taqi Aqa Najafi, diterbitkan pada tahun 1385 HS oleh Penerbit Farahani.[52]
Catatan Kaki
- ↑ Farahidi, Kitab al-'Ain, kata "Syafa".
- ↑ Nasiri, Tafsir-e Mozu'i-ye Qur'an-e Karim, 1398 HS, hlm. 55.
- ↑ Fakhrurrazi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 21, hlm. 390; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 13, hlm. 184.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Hasyimi Rafsanjani dan Peneliti, Farhang-e Qur'an, 1383 HS, jld. 17, hlm. 302; Rezaei Isfahani dkk, Tafsir Qur'an Mehr, 1387 HS, jld. 12, hlm. 143; Muhammadi, "Negahi be Syefabakhsyi-ye Qur'an-e Karim", hlm. 195.
- ↑ Surah Al-Isra: 82; Surah Yunus: 57; Surah Fushshilat: 44; Surah At-Taubah: 14; Surah An-Nahl: 69; Surah Asy-Syu'ara: 80.
- ↑ Mohseni, "Qur'an va Syefabakhsyi-ye Bimari-ha-ye Ruhi va Jesmi", hlm. 59.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Imam Askari as, Al-Tafsir al-Mansub ila al-Imam al-Askari, 1409 H, hlm. 14; Nahj al-Balaghah, Tashih: Subhi Shalih, Khotbah 176, hlm. 252.
- ↑ Sa'di, Porseman-e Qera'at-e Qur'an, 1386 HS, jld. 32, hlm. 33; Furqani dan Haidari, Asynayi ba Tafsir va Ravesy-ha-ye Tafsiri, Markaz Tahqiqat Eslami, hlm. 20.
- ↑ Makarem Shirazi, Tafsir Namunah, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1374 HS, jld. 12, hlm. 242.
- ↑ "Bayanat dar Didar-e Syerkat Konandegan dar Mosabeqat-e Beynolmelali-ye Qur'an", Situs Informasi Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamenei.
- ↑ Surah Al-Ma'idah: 110; Surah Ali 'Imran: 49.
- ↑ Mohseni, "Qur'an va Syefabakhsyi-ye Bimari-ha-ye Ruhi va Jesmi", hlm. 59.
- ↑ Alaei dan Rezaei, "Darman-e E'jaz Amiz-e Qur'an", hlm. 83-85.
- ↑ Alaei dan Rezaei, "Darman-e E'jaz Amiz-e Qur'an", hlm. 84-85.
- ↑ Alaei dan Rezaei, "Darman-e E'jaz Amiz-e Qur'an", hlm. 84-85.
- ↑ Jawadi Amoli, Tafsir-e Mozu'i-ye Qur'an-e Karim, 1381 HS, hlm. 236; Mohseni, "Qur'an va Syefabakhsyi-ye Bimari-ha-ye Ruhi va Jesmi", hlm. 57.
- ↑ Surah Yunus: 57.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namunah, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1374 HS, jld. 8, hlm. 318.
- ↑ Mohseni, "Qur'an va Syefabakhsyi-ye Bimari-ha-ye Ruhi va Jesmi", hlm. 57; Nasiri, Tafsir-e Mozu'i-ye Qur'an-e Karim, 1398 HS, hlm. 56.
- ↑ Fakhrurrazi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 21, hlm. 389-390.
- ↑ Nahj al-Balaghah, Tashih: Subhi Shalih, Khotbah 176, hlm. 252; Dailami, A'lam al-Din fi Shifat al-Mu'minin, 1408 H, hlm. 105.
- ↑ Nasiri, Tafsir-e Mozu'i-ye Qur'an-e Karim, 1398 HS, hlm. 57.
- ↑ Nasiri, Tafsir-e Mozu'i-ye Qur'an-e Karim, 1398 HS, hlm. 56.
- ↑ Sekelompok Penulis, Majmu'eh Maqalat-e Awwalin Hamayesy-e Naqsy-e Din dar Behdasyt-e Ravan, 1382 HS, hlm. 88.
- ↑ Mohsenzadeh dan Husaini, "Ta'tsir-e Qur'an dar Darman-e Bimari-ha: Moruri bar Motale'at", hlm. 25.
- ↑ Sekelompok Penulis, Majmu'eh Maqalat-e Awwalin Hamayesy-e Naqsy-e Din dar Behdasyt-e Ravan, 1382 HS, hlm. 79.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Syaikh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 6, hlm. 513; Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 673; Abu al-Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jld. 12, hlm. 277; Faidh Kasyani, Tafsir Al-Shafi, 1415 H, jld. 3, hlm. 213.
- ↑ Muhammadi, "Negahi be Syefabakhsyi-ye Qur'an-e Karim", hlm. 196; Mohseni, "Qur'an va Syefabakhsyi-ye Bimari-ha-ye Ruhi va Jesmi", hlm. 61.
- ↑ Surah Al-A'raf: 31 dan Surah Al-An'am: 145.
- ↑ Surah Al-Baqarah: 222 dan Surah Al-Isra: 32.
- ↑ Surah Al-Ahzab: 35.
- ↑ Surah An-Nahl: 68-69.
- ↑ Alaei dan Rezaei, "Mabani-ye Behdasyt va Salamat dar Qur'an", hlm. 138.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Ibnu Hayyun, Da'a'im al-Islam, 1385 H, jld. 2, hlm. 146; Ibnu Syu'bah Harrani, Tuhaf al-Uqul, 1404 H, hlm. 106; Syaikh Shaduq, Al-Khishal, 1362 HS, jld. 2, hlm. 616; Qutbuddin Rawandi, Al-Da'awat, 1407 H, hlm. 188.
- ↑ Nasiri, Tafsir-e Mozu'i-ye Qur'an-e Karim, 1398 HS, hlm. 57.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 2, hlm. 623, Hadis 15; Syaikh Thusi, Al-Amali, 1414 H, hlm. 284, Hadis 553.
- ↑ Bahrani, Al-Burhan, 1416 H, jld. 5, hlm. 8120; Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 18, hlm. 71.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 2, hlm. 621, Hadis 8; Syaikh Shaduq, Tsawab al-A'mal, 1406 H, hlm. 105.
- ↑ Ibnu Syu'bah Harrani, Tuhaf al-Uqul, 1404 H, hlm. 106; Syaikh Shaduq, Al-Khishal, 1362 HS, jld. 2, hlm. 616.
- ↑ Syu'airi, Jami' al-Akhbar, Mathba'ah Haidariyyah, hlm. 157; Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 92, hlm. 132.
- ↑ Nasiri, Tafsir-e Mozu'i-ye Qur'an-e Karim, 1398 HS, hlm. 57; Mohseni, "Qur'an va Syefabakhsyi-ye Bimari-ha-ye Ruhi va Jesmi", hlm. 62.
- ↑ Muhammadi, "Negahi be Syefabakhsyi-ye Qur'an-e Karim", hlm. 196.
- ↑ Khoei, Al-Bayan, 1418 H, hlm. 28-29.
- ↑ Mohseni, "Qur'an va Syefabakhsyi-ye Bimari-ha-ye Ruhi va Jesmi", hlm. 63.
- ↑ Jawadi Amoli, Tafsir Tasnim, 1381 HS, jld. 1, hlm. 263.
- ↑ Mazandarani, Syarh al-Kafi (Al-Ushul wa Al-Raudhah), 1382 H.
- ↑ Majlisi Awwal, Raudhah al-Muttaqin, 1406 H, jld. 13, hlm. 137.
- ↑ "Bimari-ha-ye Akhlaqi va Syefabakhsyi-ye Qur'ani", Situs Perpustakaan Qaemieh.
- ↑ "Bimari-ha-ye Akhlaqi va Darman-ha-ye Qur'ani", Perpustakaan Digital Noor.
- ↑ "Darman ba Qur'an", Portal Informasi Perpustakaan Iran.
- ↑ "Syefa va Darman ba Qur'an", Portal Informasi Perpustakaan Iran.
- ↑ "Khavash-e Ayat-e Qur'an-e Karim be Hamrah-e Molhaqat", Portal Informasi Perpustakaan Iran.
Daftar Pustaka
- Abu al-Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir al-Qur'an. Tahqiq: Muhammad Ja'far Yahaqqi dan Muhammad Mahdi Nashih. Masyhad, Bonyad-e Pazhuhesy-ha-ye Eslami Astan Quds Razavi, 1408 H.
- Alaei, Husain Ali dan Hasan Reza Rezaei. "Darman-e E'jaz Amiz-e Qur'an". Do Faslnameh Qur'an va Elm, Tahun Ketujuh, No. 9, Pazhuhesy-ha-ye Tafsir va Olum-e Qur'an, Qom, Musim Gugur dan Dingin 1390 HS.
- Alaei, Husain Ali dan Hasan Reza Rezaei. "Mabani-ye Behdasyt va Salamat dar Qur'an". Do Faslnameh Qur'an va Elm, Tahun Ketujuh, No. 12, Pazhuhesy-ha-ye Tafsir va Olum-e Qur'an, Qom, Musim Semi dan Panas 1392 HS.
- Bahrani, Sayid Hasyim. Al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an. Tehran, Bonyad-e Be'tsat, Cetakan Pertama, 1416 H.
- "Bayanat dar Didar-e Syerkat Konandegan dar Mosabeqat-e Beynolmelali-ye Qur'an", Situs Informasi Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamenei, Tanggal dimuat: 3 Isfand 1402 HS, Tanggal kunjungan: 25 Aban 1404 HS.
- "Bimari-ha-ye Akhlaqi va Darman-ha-ye Qur'ani", Perpustakaan Digital Noor, Tanggal kunjungan: 24 Aban 1404 HS.
- "Bimari-ha-ye Akhlaqi va Syefabakhsyi-ye Qur'ani", Situs Perpustakaan Qaemieh, Tanggal kunjungan: 24 Aban 1404 HS.
- Dailami, Hasan bin Muhammad. A'lam al-Din fi Shifat al-Mu'minin. Qom, Muassasah Alu al-Bait as, Cetakan Pertama, 1408 H.
- "Darman ba Qur'an", Portal Informasi Perpustakaan Iran, Tanggal kunjungan: 24 Aban 1404 HS.
- Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir Al-Shafi. Tahqiq: Husain A'lami. Tehran, Entisyarat-e Al-Shadr, Cetakan Kedua, 1415 H.
- Fakhrurrazi, Muhammad bin Umar. Al-Tafsir al-Kabir. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1420 H.
- Farahidi, Khalil bin Ahmad. Kitab al-'Ain. Tashih: Mahdi Makhzumi dan Ibrahim Samara'i. Qom, Nasyr-e Hejrat, Cetakan Kedua, 1410 H.
- Furqani, Qudratullah dan Ahmad Haidari. Asynayi ba Tafsir va Ravesy-ha-ye Tafsiri. Qom, Markaz Tahqiqat Eslami Sepah Pasdaran Enghelab Eslami, Cetakan Pertama, Tanpa Tahun.
- Hasyimi Rafsanjani, Akbar dan Peneliti Pusat Budaya dan Ma'arif Al-Qur'an. Farhang-e Qur'an. Qom, Bustan-e Ketab, Cetakan Kedua, 1383 HS.
- Ibnu Hayyun, Nu'man bin Muhammad al-Maghribi. Da'a'im al-Islam wa Dzikr al-Halal wa al-Haram wa al-Qadhaya wa al-Ahkam. Tahqiq: Ashif Faidhi. Qom, Muassasah Alu al-Bait as, Cetakan Kedua, 1385 H.
- Ibnu Syu'bah Harrani, Hasan bin Ali. Tuhaf al-Uqul an Ali al-Rasul (saw). Tahqiq: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Daftar-e Intisyarat-e Eslami, Cetakan Kedua, 1404 H.
- Imam Askari as, Hasan bin Ali. Al-Tafsir al-Mansub ila al-Imam al-Askari. Qom, Madrasah Imam Mahdi, Cetakan Pertama, 1409 H.
- Jawadi Amoli, Abdullah. Tafsir Tasnim. Editor: Ruhullah Razaqi dan Ahmad Jamali. Qom, Markaz-e Nasyr-e Isra, Cetakan Ketiga, 1381 HS.
- Jawadi Amoli, Abdullah. Tafsir-e Mozu'i-ye Qur'an-e Karim (Qur'an dar Qur'an). Editor: Gholam Ali Amin Din. Qom, Markaz-e Nasyr-e Isra, Cetakan Ketiga, 1381 HS.
- "Khavash-e Ayat-e Qur'an-e Karim be Hamrah-e Molhaqat", Portal Informasi Perpustakaan Iran, Tanggal kunjungan: 24 Aban 1404 HS.
- Khoei, Sayid Abul Qasim. Al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Muassasah Ihya Atsar al-Imam al-Khoei, 1418 H.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Tahqiq: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Keempat, 1407 H.
- Majlisi Awwal, Muhammad Taqi. Raudhah al-Muttaqin fi Syarh Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Tahqiq: Sayid Husain Musawi Kermani, Ali Panah Isytahardi, dan Sayid Fadhlullah Thabathaba'i. Qom, Muassasah Farhangi Eslami Kusyanpur, Cetakan Kedua, 1406 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Cetakan Kedua, 1403 H.
- Makarem Shirazi, Nasser. Tafsir Namunah. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1374 HS.
- Mazandarani, Muhammad Shalih. Syarh al-Kafi (Al-Ushul wa Al-Raudhah). Tehran, Al-Maktabah al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1382 H.
- Mohseni, Muhammad Salim. "Qur'an va Syefabakhsyi-ye Bimari-ha-ye Ruhi va Jesmi". Faslnameh Ilmi Pazhuhesyi Qur'an va Teb, Periode Kesepuluh, No. 1, Musim Semi 1404 HS.
- Mohsenzadeh, Farideh dan Munirussadat Husaini. "Ta'tsir-e Qur'an dar Darman-e Bimari-ha: Moruri bar Motale'at". Nasyriyeh Eslam va Salamat, Periode Ketiga, No. 1, Musim Semi 1395 HS.
- Muhammadi, Muhammad Ali. "Negahi be Syefabakhsyi-ye Qur'an-e Karim". Faslnameh Ilmi-Takhassusi Rahtusyeh, No. 9, Musim Semi 1401 HS.
- Nasiri, Ali. Tafsir-e Mozu'i-ye Qur'an-e Karim. Tehran, Entisyarat-e Ma'aref, 1398 HS.
- Qutbuddin Rawandi, Sa'id bin Hibatullah. Al-Da'awat (Salwah al-Hazin). Qom, Entisyarat-e Madrasah Imam Mahdi (aj), Cetakan Pertama, 1407 H.
- Rezaei Isfahani, Muhammad Ali dkk. Tafsir Qur'an Mehr. Qom, Pazhuhesy-ha-ye Tafsir va Olum-e Qur'an, Cetakan Pertama, 1387 HS.
- Sa'di, Muhammad Jawad. Porseman-e Qera'at-e Qur'an. Qom, Muassasah Bustan-e Ketab, Cetakan Keempat, 1386 HS.
- Sayid Radhi, Muhammad bin Husain. Nahj al-Balaghah. Tahqiq: Subhi Shalih. Qom, Hejrat, Cetakan Pertama, 1414 H.
- Sekelompok Penulis. Majmu'eh Maqalat-e Awwalin Hamayesy-e Naqsy-e Din dar Behdasyt-e Ravan. Tehran, Nahad-e Namayandegi-ye Maqam-e Moazzam-e Rahbari dar Danesygah-ha, Cetakan Pertama, 1382 HS.
- "Syefa va Darman ba Qur'an", Portal Informasi Perpustakaan Iran, Tanggal kunjungan: 24 Aban 1404 HS.
- Syaikh Shaduq (Ibnu Babawaih), Muhammad bin Ali. Al-Khishal. Tahqiq: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Daftar-e Intisyarat-e Eslami, Cetakan Pertama, 1362 HS.
- Syaikh Shaduq (Ibnu Babawaih), Muhammad bin Ali. Tsawab al-A'mal wa 'Iqab al-A'mal. Qom, Dar al-Syarif al-Radhi li al-Nasyr, Cetakan Kedua, 1406 H.
- Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Amali. Qom, Dar al-Tsaqafah, Cetakan Pertama, 1414 H.
- Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Syaikh Agha Buzurg Tehrani, Tahqiq: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Tanpa Tahun.
- Syu'airi, Muhammad bin Muhammad. Jami' al-Akhbar. Najaf, Mathba'ah Haidariyyah, Cetakan Pertama, Tanpa Tahun.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Tashih: Fadhlullah Yazdi Thabathaba'i dan Hasyim Rasuli Mahallati. Tehran, Nashir Khusro, Cetakan Ketiga, 1372 HS.
- Thabathaba'i, Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami li al-Mathbu'at, 1390 H.