Konsep:Muhammad bin Nushair al-Numairi
| Pengaku nabi palsu dan termasuk Ghulat Syiah | |
| Nama lengkap | Muhammad bin Nushair al-Numairi |
|---|---|
| Julukan | Abu Syu'aib |
| Afiliasi agama | Syiah |
| Dikenal sebagai | Pendiri aliran Nushairiyyah |
| Aktivitas | Mengaku sebagai Bab (Pintu) dan Tuhan |
Muhammad bin Nushair al-Numairi (bahasa Arab:محمد بن نصير النميري) adalah salah seorang pengaku nabi palsu yang menganggap dirinya sebagai utusan Imam Hadi as.[1] Menurut para sejarawan, ia hidup pada masa Imam al-Hadi as dan Imam al-Askari as, dan Imam al-Hadi as telah me-laknat-nya.[2] Menurut keyakinan para peneliti, Muhammad bin Nushair al-Numairi adalah salah satu pendiri aliran Nushairiyyah atau Numairiyyah.[3] Al-Thabarsi, salah satu ulama Syiah, menganggapnya termasuk golongan Ghulat dan sahabat Imam al-Askari as.[4]
Menurut laporan Ibnu Abi al-Hadid, setelah kesyahidan Imam al-Askari as, Muhammad bin Nushair awalnya mengaku memegang perwakilan (wikalah) Imam Mahdi ajf, dan kemudian mengaku sebagai Bab (pintu) dan memiliki sifat ketuhanan (uluhiyah).[5] Menurut Syaikh al-Thusi, setelah klaim Muhammad bin Nushair mengenai ke-Bab-an dan ketuhanan, Muhammad bin Utsman 'Amri, salah satu dari Empat Wakil Imam Mahdi as (Empat Wakil Khusus), melarang orang-orang Syiah bergaul dengan Muhammad bin Nushair dan melaknatnya.[6] Menurut Al-Kasyi, Muhammad bin Musa bin Hasan bin Furat adalah salah satu pendukungnya dalam memajukan klaim-klaimnya.[7]
Muhammad bin Nushair al-Numairi dianggap sebagai kaum Ghulat. Ia meyakini ketuhanan Imam al-Hadi as serta membela paham tanasukh (reinkarnasi) dan pengkultusan terhadap kedudukan Imam al-Hadi as.[8] Menurut penjelasan para peneliti, keyakinan lainnya adalah membolehkan pernikahan dengan mahram (inses) dan Homoseksual.[9]
Menurut Syaikh al-Thusi, Muhammad bin Nushair mengalami gagap bicara saat menjelang kematiannya. Ketika ditanya mengenai pengganti setelahnya, dengan kondisi lemah ia hanya menjawab Ahmad lalu meninggal dunia. Setelah itu terjadi perselisihan di antara para pengikutnya. Sebagian menafsirkan maksudnya adalah putranya, Ahmad bin Muhammad; sebagian lain menganggap maksudnya adalah Ahmad bin Muhammad bin Musa bin Hasan bin Furat; dan sebagian lainnya menyatakan maksudnya adalah Ahmad bin Abi Husain bin Basyir.[10]
Sebagian peneliti menganggap kaum Alawiyyin di wilayah Syam (Suriah) sebagai pengikut Nushairiyyah atau Numairiyyah dan menganggap Alawiyyin sebagai nama lain dari aliran tersebut.[11]
Catatan Kaki
- ↑ Al-Thusi, Al-Ghaibah, 1411 H, jld. 1, hlm. 398.
- ↑ Al-Kasyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1409 H, jld. 1, hlm. 520; Al-Hilli, Rijal al-Allamah al-Hilli, 1402 H, hlm. 254.
- ↑ Hajizadeh, Jaryan-e Fekri-ye Ghulu..., hlm. 131.
- ↑ Al-Thabarsi, Al-Ihtijaj, 1403 H, jld. 2, hlm. 474; Al-Thusi, Al-Ghaibah, 1411 H, jld. 1, hlm. 398.
- ↑ Ibnu Abi al-Hadid, Syarh Nahj al-Balaghah, 1404 H, jld. 8, hlm. 122.
- ↑ Al-Thusi, Al-Ghaibah, 1411 H, jld. 1, hlm. 398.
- ↑ Al-Kasyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1409 H, jld. 1, hlm. 521.
- ↑ Al-Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 18, hlm. 317.
- ↑ Al-Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 18, hlm. 317.
- ↑ Al-Thusi, Al-Ghaibah, 1411 H, jld. 1, hlm. 399.
- ↑ Boroumand A'lam, Ferqeh-ye Nushairiyyah..., hlm. 42.
Daftar Pustaka
- Al-Hilli, Hasan bin Yusuf. Rijal al-Allamah al-Hilli. Qom: Al-Syarif al-Radhi, 1402 H.
- Al-Kasyi, Muhammad bin Umar. Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal (Rijal al-Kasyi). Masyhad: Muassasah Nasyr-e Danesygah-e Masyhad, 1409 H.
- Al-Khu'i, Sayid Abu al-Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits. Qom: Muassasah al-Khu'i al-Islamiyyah, 1413 H.
- Al-Thabarsi, Ahmad bin Ali. Al-Ihtijaj. Masyhad: Nasyr-e Murtadha, 1403 H.
- Al-Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Ghaibah. Qom: Dar al-Ma'arif al-Islamiyyah, 1411 H.
- Boroumand A'lam, Abbas. Ferqeh-ye Nushairiyyah, az Aghaz ta Enteqal-e Da'wat beh Syam (Aliran Nusairiyah, dari Awal hingga Perpindahan Dakwah ke Syam). Dalam Majalah Nameh-ye Tarikh Pajuham, No. 5, Musim Semi 1385 HS.
- Hajizadeh, Yadullah. Jaryan-e Fekri-ye Ghulu dar 'Ashr-e Ghaibat-e Sughra wa Naqsy-e Hazrat Hujjat aj dar Mo'arefi-ye Ghalian (Aliran Pemikiran Ghulu pada Masa Gaib Kecil dan Peran Imam Mahdi aj dalam Memperkenalkan Ghulat). Dalam Majalah Masyriq-e Mau'ud, No. 36, Musim Dingin 1394 HS.
- Ibnu Abi al-Hadid, Abdul Hamid. Syarh Nahj al-Balaghah. Qom: Ayatullah Mar'asye Najafi, 1404 H.