Konsep:Mu'adz bin Muslim
|| ||
|| - ||
||
||
|| ||
| Nama lengkap | Mu'adz bin Muslim bin Abi Usarah |
|---|---|
| Kunyah | Abu Muslim • Abu Ali |
| Gelar | Al-Harra' • Al-Nahwi • Al-Sharfi • Al-Anshari |
| Tempat tinggal | Kufah |
| Wafat | 187 H, setelah Imam Shadiq as |
| Kerabat terkenal | Husain bin Mu'adz (anak) • Muhammad bin al-Husain (sepupu) |
| Mazhab | Syiah |
| Perawi dari Ma'shum | Imam Shadiq as |
| Para perawi darinya | Husain bin Ali bin Fadhal • Abdullah bin Sinan |
| Kredibilitas | Tsiqah |
| Topik riwayat | Akidah • Fikih dan Akhlak |
| Jumlah riwayat | Lebih dari 30 pembahasan |
Mu'adz bin Muslim (bahasa Arab: مُعاذِ بن مُسلِم) atau معاذ الهراء النحوی Mu'adz al-Harra' al-Nahwi adalah sahabat Imam Baqir as dan Imam Shadiq as, seorang fakih dan muhaddits Syiah pada abad ke-2 H. Ia juga dikenal sebagai penyair, ahli ilmu Nahwu, dan penemu ilmu Sharaf. Ia menulis banyak buku tentang ilmu Nahwu, dan ulama seperti Al-Farra' dan Al-Kisa'i termasuk murid-muridnya. Mu'adz dan keluarganya dikenal sebagai orang-orang yang berilmu dan memiliki keutamaan.
Terdapat berbagai riwayat yang dinukil dari Mu'adz bin Muslim, salah satunya adalah riwayat nash keimamahan Imam Kazhim as. Para ahli Rijal Syiah menganggapnya tsiqah dan meyakini tidak ada celaan yang tercatat mengenainya dalam sumber-sumber Rijal, serta menganggap pengukuhan (tautsiq) dari ahli Rijal terdahulu seperti Najasyi dan Kasyi sebagai bukti keagungan dan kemuliaan kedudukannya.
Pengenalan
Mu'adz bin Muslim bin Abi Usarah[1] atau Mu'adz al-Harra' al-Nahwi,[2] adalah salah satu tokoh besar Syiah[3] serta sahabat Imam Baqir as[4] dan Imam Shadiq as[5] yang tinggal di Kufah.[6] Ia juga dikenal sebagai penyair[7] dan ulama masyhur[8] dalam ilmu nahwu.[9] Dikatakan bahwa ia adalah sahabat khusus[10] dan syekh dari sahabat Imam Shadiq as[11] serta salah satu fakih yang mengeluarkan fatwa dan hukum untuk masyarakat.[12] Ia juga digambarkan sebagai orang yang sangat tawadhu.[13]
Ia juga merupakan salah satu pejabat pemerintahan Abbasiyah dan diangkat oleh Mahdi Abbasi menjadi Gubernur Khorasan.[14] Sumber-sumber sejarah menyebutkan tentang peperangannya melawan Hakim al-Muqanna' al-Khurasani pada tahun 161 H.[15]
Julukan dan Kunyah
Dalam kitab-kitab Rijal, kunyah Mu'adz disebutkan sebagai Abu Ali,[16] Abu Muslim,[17] dan Abu Abdillah.[18] [catatan 1] Syekh Thusi menyebut Mu'adz bin Muslim dengan julukan Al-Harra' sebagai sahabat Imam Baqir as, dan dengan julukan Al-Harra' Al-Anshari Al-Nahwi Al-Kufi sebagai sahabat Imam Shadiq as.[19] Beberapa ulama ahli Rijal seperti Sayid Abu al-Qasim al-Musawi al-Khui dalam kitab-kitab mereka merujuk pada empat Mu'adz bin Muslim dengan julukan berbeda secara terpisah, namun meyakini bahwa mereka semua adalah satu orang yang sama.[20]
Mengenai alasan penamaan Mu'adz dengan Al-Harra', dikatakan bahwa ia berasal dari Herat di Khorasan,[21] seorang pedagang,[22] dan penjual pakaian Herati[23] di Kufah,[24] oleh karena itu ia juga disebut Al-Harawi.[25] Beberapa sumber menyebut Mu'adz bin Muslim dengan julukan Al-Farra';[26] Mamaqani menganggap menyamakan dirinya dengan Al-Farra' adalah kesalahan.[27] Sebagian merujuk pada kedua julukan tersebut[28] dan menganggap kedua kasus tersebut benar.[29]
Syekh Shaduq meyakini bahwa Mu'adz bin Muslim adalah Mu'adz bin Katsir.[30] Syusytari menolak penyamaan ini dan meyakini bahwa dalam Rijal Barqi dan Rijal Syekh Thusi mereka dianggap sebagai dua orang berbeda; di mana Ibnu Katsir diperkenalkan dengan julukan "Bayya' al-Karabis" dan "Bayya' al-Aksiyah", sedangkan Ibnu Muslim dengan julukan Al-Harra' dan Al-Nahwi.[31]
Keluarga Terkemuka
Mu'adz bin Muslim dianggap berasal dari Kabilah Alu Abi Usarah[32] yang merupakan salah satu keluarga Syiah terkenal di Kufah.[33] Najasyi, salah satu tokoh besar ilmu Rijal Syiah, memperkenalkan ia dan keluarganya sebagai orang-orang yang berilmu dan beradab.[34]
Putranya, Husain bin Mu'adz, dianggap sebagai sahabat Imam Shadiq as,[35] imamiyah,[36] dan tsiqah.[37] Sepupunya, Muhammad bin Hasan, juga dianggap sebagai sahabat Imam Baqir as dan Imam Shadiq as.[38]
Wafat
Menurut beberapa sumber sejarah, Mu'adz bin Muslim lahir pada masa pemerintahan Yazid bin Abdul Malik.[39] Ia hidup pada masa kekuasaan Barmakiyah dalam pemerintahan Abbasiyah dan meninggal dunia pada tahun 187 H ketika kaum Barmakid dibantai.[40] Beberapa sumber menyebutkan wafatnya pada tahun 190 H.[41]
Mazhab dan Validitas
Mu'adz bin Muslim dianggap sebagai Syiah[42] dan fakih yang saleh,[43] bahkan dikatakan bahwa ia adalah tokoh besar Syiah,[44] tsiqah,[45] agung kedudukannya (jalil al-qadr),[46] dan termasuk orang-orang yang dipuji dari kalangan Imamiyah.[47]
Ulama Rijal dalam mengukuhkan kepercayaannya (tautsiq) bersandar pada riwayat yang sering muncul dalam sumber-sumber. Riwayat ini menunjukkan penguasaannya terhadap dasar-dasar fikih dan akidah berbagai mazhab Islam dan Imam Shadiq as juga menyetujui metode dan sirahnya.[48] Bahkan dalam beberapa riwayat serupa, disebutkan bahwa Imam Shadiq as mendoakan rahmat untuknya.[49] Mamaqani menganggap riwayat ini sebagai bukti ketsiqahan Mu'adz.[50] Dikatakan bahwa dari riwayat ini dapat dipahami bahwa Imam Shadiq (as) memperkenalkannya sebagai tsiqah dan memberinya izin untuk ijtihad dan fatwa.[51]
Najasyi tidak hanya menegaskan ketsiqahan Mu'adz, tetapi juga menganggap seluruh keluarganya tsiqah dan meyakini bahwa tidak ada ahli Rijal yang melemahkannya.[52] Sebagian lainnya juga menganggapnya layak ditsiqahkan karena tautsiq dari Najasyi dan Allamah Hilli,[53] bahkan ungkapan Kasysyi ("Dan di dalam [kitab] Kasysyi terdapat apa yang menunjukkan keagungan kedudukannya")[54] dan Najasyi[55] dianggap sebagai bukti keagungan kedudukannya.
Kedudukan Ilmiah
Perawi Hadis
Mu'adz bin Muslim dianggap sebagai perawi hadis dan namanya muncul lebih dari tiga puluh kali dalam rangkaian perawi hadis.[56] Ia adalah salah satu perawi nash keimamahan Imam Kazhim as dari Imam Shadiq as.[57] Riwayat darinya dinukil dalam bidang fikih seperti salat dan haji, serta pahala membaca Al-Qur'an dan beberapa keutamaan akhlak.[58] Riwayat-riwayatnya juga terdapat dalam kitab Al-Kafi, Tahdzib, dan Istibshar.[59]
Ia meriwayatkan dari Imam Shadiq as, Ammar bin Musa Sabathi,[60] Atha' bin Sa'ib, dan lain-lain.[61] Orang-orang seperti Hasan bin Ali bin Fadhal, Husain bin Mu'adz, Abdullah bin Sinan,[62] Abdullah bin Mughirah, Muawiyah bin Wahab, Abul Faraj Qumi, Hammad bin Abi Thalhah, Hudzaifah bin Manshur, dan Murazim bin Hakim[63] meriwayatkan darinya.
Ulama Sastra Arab
Mu'adz bin Muslim diperkenalkan sebagai sastrawan[64] bahkan salah satu pemimpin ilmu sastra Arab[65] dan dikatakan bahwa ia juga ahli dalam ilmu Qira'ah Sab'ah.[66]
Dikatakan bahwa ia adalah orang pertama yang menciptakan ilmu Sharaf,[67] oleh karena itu ia diberi julukan Al-Sharfi.[68] Namun demikian, tidak ada karya tulis dalam bidang ini yang dilaporkan darinya.[69]
Mu'adz adalah penulis banyak buku[70] dalam ilmu Nahwu[71] dan Qira'ah[72] yang saat ini tidak ada jejaknya.[73]
Penyair
Mu'adz bin Muslim juga dianggap sebagai penyair[74] dan sebagian meyakini bahwa banyak berita dan syair dinukil darinya.[75] Sebagian syair Mu'adz berkaitan dengan bidang ilmu nahwu.[76]
Ia adalah salah satu teman Kumait bin Zaid Asadi,[77] salah satu penyair Syiah terkemuka. Nasihatnya kepada Kumait yang tidak diindahkan sehingga menyebabkan Kumait dalam masalah dan dipenjara, terekam dalam sumber-sumber.[78] Ia menyebut Kumait sebagai penyair terbaik dari awal hingga akhir.[79]
Catatan
- ↑ Sebagian menyebutkan dua kuniyah baginya, yaitu Abu Ali dan Abu Muslim (Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 288; Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 3, hlm. 261). Dikatakan bahwa kunyahnya adalah Abu Muslim, namun setelah kelahiran putranya Ali, ia dikenal dengan Abu Ali (Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Beirut, jld. 5, hlm. 221; Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 538).
Catatan Kaki
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 324.
- ↑ Kasyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, dengan komentar Mir Damad Astarabadi, 1404 H, jld. 2, hlm. 522.
- ↑ Shan'ani, Nasmah al-Sahar, 1999 M, jld. 3, hlm. 196.
- ↑ Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 146.
- ↑ Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 306.
- ↑ Tafresyi, Naqd al-Rijal, 1377 HS, jld. 4, hlm. 385.
- ↑ Barqi, Kitab al-Rijal, 1342 HS, hlm. 17; Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 10, hlm. 130 menukil dari Suyuthi.
- ↑ Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 306; Dzahabi, Al-'Iqd al-Tsamin, 1425 H, hlm. 233; Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539; Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 3, hlm. 261.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, 1405 H, jld. 8, hlm. 484.
- ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 8, hlm. 135; Abu Makhramah, Qiladah al-Nahr, 1428 H, jld. 2, hlm. 212.
- ↑ Thabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 1387 H, jld. 8, hlm. 135.
- ↑ Shan'ani, Nasmah al-Sahar, 1999 M, jld. 3, hlm. 196.
- ↑ Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Beirut, jld. 5, hlm. 218; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 10, hlm. 130; Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 538.
- ↑ Barqa'i, Rahnamaye Daneshvaran dar Zhabte Namha, Nasabha va Nesbatha, 1384 HS, jld. 2, hlm. 549.
- ↑ Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 306.
- ↑ Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 19, hlm. 206–209; Murtadha, Zubdah al-Maqal, 1426 H, jld. 2, hlm. 447.
- ↑ Kasyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, dengan komentar Mir Damad Astarabadi, 1404 H, jld. 2, hlm. 523.
- ↑ Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 290; Shan'ani, Nasmah al-Sahar, 1999 M, jld. 3, hlm. 199.
- ↑ Kasyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, dengan komentar Mir Damad Astarabadi, 1404 H, jld. 2, hlm. 522; Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 1, hlm. 345.
- ↑ Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 290.
- ↑ Bashri, Fa'iq al-Maqal, 1422 H, hlm. 162; Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 288.
- ↑ Barqi, Kitab al-Rijal, 1342 HS, hlm. 17; Majlisi, Al-Wajizah fi al-Rijal, 1420 H, hlm. 180; A'raji Kazhimi, Uddah al-Rijal, 1415 H, jld. 1, hlm. 496; Aliyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 30.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 3, hlm. 222.
- ↑ Namazi Syahrudi, Mustadrakat al-Ma'ali, 1422 H, hlm. 324.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 3, hlm. 222; Shadr, Takmilah Amal al-Amil, 1429 H, jld. 3, hlm. 563.
- ↑ Syekh Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 1413 H, jld. 2, hlm. 169.
- ↑ Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 10, hlm. 104.
- ↑ Bahrul Ulum, Rijal, 1363 HS, jld. 1, hlm. 276.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 324.
- ↑ Astarabadi, Manhaj al-Maqal, 1422 H, jld. 4, hlm. 286; Tafresyi, Naqd al-Rijal, 1377 HS, jld. 2, hlm. 119; Nuri, Mustadrak al-Wasa'il, 1429 H, jld. 25, hlm. 285.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 1, hlm. 345; Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 1, hlm. 415.
- ↑ Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 3, hlm. 77.
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 324; Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 6, hlm. 8.
- ↑ Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 289; Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 541.
- ↑ Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 289; Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 541.
- ↑ Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 295; Qumi, Al-Kuna wa al-Alqab, 1368 HS, jld. 3, hlm. 291.
- ↑ Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Beirut, jld. 5, hlm. 218; Dzahabi, Al-'Iqd al-Tsamin, 1425 H, hlm. 233; A'raji Kazhimi, Uddah al-Rijal, 1415 H, jld. 2, hlm. 55; Marzubani, Mu'jam al-Syu'ara, 1425 H, hlm. 345.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Allamah Hilli, Rijal al-Allamah al-Hilli, 1402 H, hlm. 171; Hurr Amili, Al-Rijal, 1427 H, hlm. 242; Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 6, hlm. 272.
- ↑ Bashri, Fa'iq al-Maqal, 1422 H, hlm. 162.
- ↑ Al-Rijal, Al-Rijal al-Hilli, Bagian 1, hlm. 347; Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 3, hlm. 261.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Kasyi, Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal, 1404 H, hlm. 253–254; Allamah Hilli, Rijal al-Allamah al-Hilli, 1402 H, hlm. 171; Quhpa'i, Majma' al-Rijal, 1364 HS, jld. 6, hlm. 97; Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 6, hlm. 272.
- ↑ Qumi, Al-Kuna wa al-Alqab, 1368 HS, jld. 3, hlm. 289.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 1, hlm. 345.
- ↑ Mazhahiri, Al-Thiqat al-Akhyar, 1428 H, hlm. 372.
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 324.
- ↑ Tafresyi, Naqd al-Rijal, 1377 HS, jld. 4, hlm. 385; Aliyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 7, hlm. 31.
- ↑ Bashri, Fa'iq al-Maqal, 1422 H, hlm. 162.
- ↑ A'raji Kazhimi, Uddah al-Rijal, 1415 H, jld. 1, hlm. 497.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 3, hlm. 261.
- ↑ Ardabili, Jami' al-Ruwat, 1403 H, jld. 2, hlm. 236; Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 19, hlm. 206.
- ↑ Murtadha, Zubdah al-Maqal, 1426 H, jld. 2, hlm. 447.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Dzahabi, Al-'Iqd al-Tsamin, 1425 H, hlm. 233.
- ↑ Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 3, hlm. 262.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 3, hlm. 261.
- ↑ Shan'ani, Nasmah al-Sahar, 1999 M, jld. 3, hlm. 196.
- ↑ Subhani, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Aliyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 5, hlm. 64; Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 6, hlm. 275 menukil dari Suyuthi; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 1, hlm. 124.
- ↑ Khwansari, Raudhat al-Jannat, 1390 H, jld. 7, hlm. 263.
- ↑ Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 1, hlm. 166.
- ↑ Aliyari Tabrizi, Bahjah al-Amal, 1412 H, jld. 5, hlm. 77.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 3, hlm. 222; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 10, hlm. 130; A'raji Kazhimi, Uddah al-Rijal, 1415 H, jld. 2, hlm. 55.
- ↑ Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 10, hlm. 130.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 3, hlm. 222.
- ↑ Kahhalah, Mu'jam al-Mu'allifin, 1376 H, jld. 12, hlm. 301; Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 3, hlm. 261.
- ↑ Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 295.
- ↑ Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Beirut, jld. 5, hlm. 218; Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 288.
- ↑ Marzubani, Mu'jam al-Syu'ara, 1425 H, hlm. 345; Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 288.
- ↑ Marzubani, Mu'jam al-Syu'ara, 1425 H, hlm. 345; Ibnu Khallikan, Wafayat al-A'yan, Beirut, jld. 5, hlm. 219; Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 289; Qumi, Al-Kuna wa al-Alqab, 1368 HS, jld. 3, hlm. 290.
- ↑ Qifthi, Inbah al-Ruwat, 1424 H, jld. 3, hlm. 295.
Daftar Pustaka
- Abu Makhramah, Abdullah Thayib bin Abdullah. Qiladah al-Nahr fi Wafayat A'yan al-Dahr. Beirut: Dar al-Minhaj, 1428 H.
- Aliyari Tabrizi, Ali bin Abdullah. Bahjah al-Amal fi Syarh Zubdah al-Maqal. Teheran: Bonyad-e Farhang-e Eslami Kusyanpur, cetakan kedua, 1412 H.
- Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf. Rijal al-Allamah al-Hilli. Qom: Al-Syarif al-Radhi, cetakan kedua, 1402 H.
- Amin, Muhsin. A'yan al-Syi'ah. Beirut: Dar al-Ta'aruf li al-Mathbu'at, 1403 H.
- A'raji Kazhimi, Muhsin bin Hasan. Uddah al-Rijal. Qom: Ismailiyan, 1415 H.
- Ardabili, Muhammad bin Ali. Jami' al-Ruwat wa Izahah al-Isytibahat 'an al-Thuruq wa al-Asnad. Beirut: Dar al-Adhwa', 1403 H.
- Astarabadi, Muhammad bin Ali. Manhaj al-Maqal fi Tahqiq Ahwal al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1422 H.
- Bahrul Ulum, Muhammad Mahdi bin Murtadha. Rijal al-Sayyid Bahr al-Ulum "Al-Ma'ruf bi al-Fawa'id al-Rijaliyah". Teheran: Maktabah al-Shadiq (as), 1363 HS.
- Barqa'i, Ali Akbar. Rahnamaye Daneshvaran dar Zhabte Namha, Nasabha va Nesbatha (Panduan Cendekiawan dalam Mencatat Nama, Nasab, dan Nisbah). Qom: Jame'eh Modarresin Hauzah Ilmiyah Qom, 1384 HS.
- Barqi, Ahmad bin Muhammad. Kitab al-Rijal. Teheran: Universitas Teheran, 1342 HS.
- Bashri, Ahmad bin Abdurridha. Fa'iq al-Maqal fi al-Hadits wa al-Rijal. Qom: Muassasah Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, 1422 H.
- Dzahabi, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad. Al-'Iqd al-Tsamin fi Tarajim al-Nahwiyyin. Kairo: Dar al-Hadits, 1425 H.
- Dzahabi, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad. Siyar A'lam al-Nubala. Beirut: Muassasah al-Risalah, 1405 H.
- Hurr Amili, Muhammad bin Hasan. Al-Rijal. Qom: Muassasah Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, 1427 H.
- Ibnu Khallikan, Ahmad bin Muhammad. Wafayat al-A'yan wa Anba' Abna' al-Zaman. Beirut: Dar al-Fikr, tanpa tahun.
- Ibnu Nadim, Muhammad bin Ishaq. Al-Fihrist. Beirut: Dar al-Ma'rifah, tanpa tahun.
- Kahhalah, Umar Ridha. Mu'jam al-Mu'allifin. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1376 H.
- Kasyi, Muhammad bin Umar. Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1404 H.
- Kelompok Ilmiah Muassasah Imam Shadiq (as). Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha. Di bawah pengawasan Ja'far Subhani. Qom: Muassasah al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H.
- Khoei, Sayid Abu al-Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits wa Tafshil Thabaqat al-Ruwat. Tanpa penerbit, tanpa tempat, cetakan kelima, 1413 H.
- Khwansari, Muhammad Baqir bin Zainal Abidin. Raudhat al-Jannat fi Ahwal al-Ulama wa al-Sadat. Qom: Dehqani (Ismailiyan), 1390 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir bin Muhammad Taqi. Al-Wajizah fi al-Rijal. Teheran: Hamayesh Bozorgdasht Allamah Majlisi, 1420 H.
- Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi Ilm al-Rijal. Ukuran folio, tanpa penerbit, tanpa tempat, tanpa tahun.
- Marzubani, Muhammad bin Imran. Mu'jam al-Syu'ara. Beirut: Dar Shadir, 1425 H.
- Mazandarani Ha'eri, Muhammad bin Ismail. Muntaha al-Maqal fi Ahwal al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1416 H.
- Mazhahiri, Husain. Al-Thiqat al-Akhyar min Ruwat al-Akhbar. Qom: Muassasah al-Zahra (as) al-Tsaqafiyah al-Dirasiyah, 1428 H.
- Murtadha, Bassam. Zubdah al-Maqal min Mu'jam al-Rijal. Beirut: Dar al-Mahajjah al-Baidha', 1426 H.
- Najasyi, Ahmad bin Ali. Rijal al-Najasyi. Qom: Jama'ah al-Mudarrisin fi al-Hauzah al-Ilmiyah bi-Qum, cetakan keenam, 1365 HS.
- Namazi Syahrudi, Ali. Mustadrakat al-Ma'ali. Teheran: Muassasah Naba', 1422 H.
- Nuri, Husain bin Muhammad Taqi. Mustadrak al-Wasa'il wa Mustanbath al-Masa'il. Beirut: Muassasah Aal al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1429 H.
- Qifthi, Ali bin Yusuf. Inbah al-Ruwat 'ala Anbah al-Nuhat. Beirut: Al-Maktabah al-'Ashriyah, 1424 H.
- Quhpa'i, Inayatullah. Majma' al-Rijal. Qom: Ismailiyan, cetakan kedua, 1364 HS.
- Qumi, Abbas. Al-Kuna wa al-Alqab. Teheran: Maktabah al-Shadr, cetakan kelima, 1368 HS.
- Shadr, Hasan. Takmilah Amal al-Amil. Beirut: Dar al-Mu'arrikh al-Arabi, 1429 H.
- Shan'ani, Yusuf bin Yahya. Nasmah al-Sahar bi-Dzikri Man Tasyayya'a wa Sya'ar. Beirut: Dar al-Mu'arrikh al-Arabi, 1999 M.
- Syabestari, Abdul Husain. Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as). Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1418 H.
- Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Tahkik: Ali Akbar Ghaffari. Qom: Jame'eh Modarresin, 1413 H.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan ketiga, 1373 HS.
- Syusytari, Muhammad Taqi. Qamus al-Rijal. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan kedua, 1410 H.
- Tafresyi, Mushthafa bin Husain. Naqd al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1377 HS.
- Thabari, Muhammad bin Jarir. Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Beirut: Dar al-Turats, 1387 H.
- Zamakhsyari, Mahmud. Al-Kasysyaf 'an Haqa'iq Ghawamidh al-Tanzil. Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi, 1407 H.